Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 10


__ADS_3

Dirumah Shakeil.


Setelah puas menumpahkan air matanya dan berakhir karena bujukan mama Shakeil,akhirnya Ave diam juga.


Ya,mama Shakeil memang sudah sangat menyayangi Ave seperti anaknya sendiri.


Ave sendiri,ia tidak malu menangis didepan keluarga Shakeil,meskipun ada kakak Shakeil saat itu.


"Sudah,sudah.Mama yakin pasti kakak kamu tidak ada maksudt buat menghina kamu atau apapun itu."Ucap Mamanya Shakiel.


"Iya Av.Lagian nih ya,kamu udah nyampe sini,kagak mau melepas rindu sama pacar tercintamu itu?"Sindir kakaknya Shakeil.


"Cih.Lo itu loh mas.Mentang-mentang udah selesai ikatan dinas.Terus udah mau nikah.Songong amat."Cibir Shakeil.


"Bang Dody mau nikah?Kapan bang?Sama siapa?Anak mana?Kerjanya apa?Atau masih kuliah?"Tanya Ave beruntun.


"Kamu kalau nanya ya satu-satu sayang.Iya,abang mau nikah.Kapannya belum tahu.Soalnya lamarannya masih minggu depan.Namanya Hana.Dia salah seorang perawat."Jelas Dody kakaknya Shakeil.


"Cih.Harusnyakan abang dijodohin sama siapa entah.Tapi sayang papa nggak ketemu sama orang itu."Ucap Shakeil.


"Siapa pa?"Tanya Ave.Bahkan ia sudah memanggil kedua orang tua Shakeil dengan panggilan mama dan papa.


"Nggak tahu juga.Orang pas ngomong itu dianya belum nikah.Cuma bilang kalau dia ada anak cewek bakal dia jodohin sama Dody.Tapi papa nggak tahu dia dimana."Jelas Andri.


Ya,dia Andri kakaknya Dedy dulu.Sampai saat ini dia tidak mengetahui keberadaan Arka dimana.Ia juga tidak tahu jika Arka dan Althaf sudah ada diBoyolali lagi.


Ia sudah berusaha dengan mencari keberadaan Arka.Tetapi saat ia mendatangi rumah kedua orang tua Arka,mereka sudah pindah.


Dan seperti inilah akhirnya,ia beranggapan jika ia tidak akan pernah menjadi besan Arka.


Dia juga tidak menyadari jika Ave lah anak Arka yang paling mirip dengannya.


"Siapa nama orang itu pa?"Selidik Shakeil.


"Sudahlah.Kalian juga tidak bakal tahu."Jawab Andri.


"Sayang.Ini sudah sore.Kamu pulang ya?Takutnya dicariin mama kamu."Sahut mamanya Shakeil.


Ya,Ave memang sudah biasa memanggil kedua orang tua Shakeil dengan sebutan mama dan papa.


"Sha anterin ya?"Tanya Ave sambil memamerkan deretan gigi putihnya."Tenang!Aku pakai motornya bang Dody juga."Lanjut Afsheen santai.


Mendengar ucapan Ave yang terdengar sangat santai itu membuat Dody memincingkan matanya kearah Ave.Sungguh ia tidak percaya jika calon adik iparnya itu terlalu narsis.


Ave sendiri yang sadar mendapat lirikan itu lalu tersenyum manis.


Deg


Andri merasa mengenali senyum itu.Wajah Andri seketika juga berubah tegang.


"Papa kenapa?"Tanya Ave.Andri menggeleng.Dan berusaha menyembunyikan wajah terkejutnya.


'Kenapa mirip sekali dengan Arka sih?' Batinnya.


"Bang mana kuncinya?"Tanya Ave sambil menengadahkan tangan didepan Dody.


Dody dengan gampangnya menyerahkan kunci motornya.


Sebelum pulang,Ave mencium punggung tangan Andri dan istrinya.Bahkan ia sempat menggoda Dody.


Tak ada rasa cemburu dari Shakeil atas kelakuan Ave terhadap abangnya itu.Sebab ia percaya,jika mereka tidak akan mengkhianatinya.


"Bamg Dody yang ganteng.Calon adik iparmu ini pulang ya.Muach."Pamit Ave.Ia juga mencium pipi kanan Dofy serta memberikan kiss bye pada Dody.


"Sha,cewek lo gila."Sahut Dody.


Shakeil dan Ave justru terbahak-bahak karena dapat membuat Dody merasa kesal.


Shakeil mengantarkan Ave sampai kegapura desa rumah Ave.


"Langsung aja ya.Hati-hati ya Sha?"Ucap Ave saat sampai digapura itu.

__ADS_1


Shakeil sendiri langsung pulang karena ia mempunyai tugas sekolah yang banyak.


Sesampainya dirumah,kebetulan Agam sedang berada diluar.Ia sempat bingung dengan kedatangan motor itu.Ia pikir tamunya siapa.Tapi setelah helmnya dibuka ternyata Ave.


"Av,pakai motor sape lo?"Tanya Agam."Calon abang ipar gue."Sahut Ave bangga.


Ia lantas masuk diikuti Agam dibelakangnya.Ternyata Adam dan kedua orang tuanya sedang berkumpul diruang tamu.


Dan melihat wajah Adam,Ave langsung memeluk abangnya itu.


"Abang."Pekiknya.Adam sendiri yang melihat Ave langsung berdiri dan menyambut pelukan adiknya .


"Dari mana aja dih Av?"Tanya Arka.


"Calon besan mama."Jawabnya santai."Sayang.Bahkan kamu masih sekolah.Jangan becanda ya."Sahut Althaf.


"Papaku sayang yang gantengnya paripurna,dia emang calon besan kalian.Cuma besanannya masih luama banget."Jelas Ave."Jangan mikir yang aneh-aneh deh!"Lanjut Ave.


"Pengen dong mas Agam ketemu sama calon adik ipar."Goda Agam.


"Cih.Ogah.Ntar abang lagi yang suka sama dia."Ledek Ave.


"Gue masih lempeng oy."Teriak Agam kesal.Semuanya tertawa karena keluarga itu sudah seperti biasa.Meskipun Agra belum kelihatan.


"Bang Agra mana?"Tanya Ave."Gue disini.Kenapa lo kangen?"Sahut Agra.


"Idih ogah."Jawab Ave."Maapin abang lah Av.Lo tega amat si sama abang lo."Bujuk Agra.


"Depan motor siapa?Kayak kenal gue."Tanya Agra.


Ave merasa gugup.Ia bahkan belum sia Agra tahu jika berpacaran dengan teman baiknya.


"Motor kan yang seperti itu banyak Agra


"Jawab Adam.Agra mengangguk.


Seperti itulah persaudaraan mereka.Ya,mereka sering bertengkar.Tapi setelah pertengkarang itu selesai,maka mereka menganggap semua sudah selesai dan biasa saja.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Pagi-pagi Ave sudah ribet sendiri dengan make up dan pakaian yang akan ia pakai.Untuk keluarga Shakeil memberikan seragam dengan warna senada.


Kebaya modern berwarna peach dengan bawahan diatas lutut senada dengan kemeja Shakeil yang berwarna sama membuat penampilan Ave terlihat sangat cantiknDitsmbah ia mengenakan high heels setinggi 7cm membuatnya jakimya terlihat semakin jenjang.


Bahkan,sudah sejak satu minggu yang lalu ia minta izin pada Althaf jika hari ini mobilnya akan ia pakai.


"Lo mau kemana sih Av?"Tanya Agra.


"Temen gue bang ada acara.Terus drescodenya ginian."Kilah Ave.


"Gue ikut dong.Gabut nih."Ucap Agra.


"Sorry cuma buat cewek."Ketus Ave.


Lalu ia pergi keruang tamu.Mencari keberadaan sang papa.


"Papa."Teriak Ave sangat keras.


Benar saja,Althaf yang berada ditaman belakang langsung masuk mendengar teriakan anak bungsunya itu.


"Ada apa?Kenapa teriak-teriak gitu?"Tanya Althaf.


"Mana pa kuncinya."Jawab Ave."Hm kamu mau keacara apa?Kok baju kamu seperti ini?"Goda Althaf.


Ya,Ave terpaksa menceritakan semua saat ia meminta izin untuk membawa mobil Althaf.Althaf terus memaksa dan mengancam tidak akan diizinkan keluar jika tidak bercerita.


Dan mendengar hal itu,Althaf senang,anaknya mendapatkan seseorang yang tulus mencintainya.


Bahkan keluarganya juga menerima putrinya dengan senang hati.


"Ini.Hati-hati!Nggak usah ngebut.Pesan Althaf.

__ADS_1


Ave segera memacu mobilnya menuju rumah Shakeil.


Dan ketika tiba dihalaman rumah Shakeil,keadaan sudah ramai.Hal itu justru membuat Ave ragu untuk masuk.


Ia merasa tidak enak saja pada keluarga besar Shakeil,ia masih pacarnya belum terikat hubungan yang serius.


Sedangkan didalam rumah Shakeil,semua sedang menunggu Ave.Mereka saja yang tidak tahu jika yang ditunggu sudah tiba dan masih berada didalam mobil.Tidak mau keluar.


Shakeil lah yang terlihat paling gusar.Sebab ia sudah sangat yakin jika hari ini ia ingin menunjukkan pada keluarga besarnya,jika ia mempunyai kekasih yang cantik.


"Kita nunggu siapa ini Andri?"Tanya ibunya Andri,sekaligus neneknya Shakeil dan Dody.


"Satu orang saja buk.Tapi dia penting banget buat cucu ibu."Jelas Andri.


"Sudahlah,kalian berangkat saja.Gue dirumah."Putus Shakeil.


"Memangnya tadi dia bilang apa nak?"Tanya mamanya Shakeil."Dia bilang udah otw loh ma.Kan Jadi kepikiran."Jawab Shakeil.


Tanpa ada yang menyadari,Dody sedari tadi sudah menghubungi Ave.Dan Ave mengatakan jika ia sudah tiba,hanya saja ia ragu untuk turun.Terpaksa Dody harus menjemput anak itu.


Tok tok tok


Ave mengetuk kaca mobil Ave.Ave tersenyum seakan ia tak mempunyai dosa.Membuat Dody mendesah kesal karena anak itu.


"Keluar!"Perintah Dody.Ave menuruti.Ia keluar dari mobil.Tetapi sebelumnya ia sudah merapikan penampilannya dan berkaca dimobil.


"Cantik nggak bang?"Tanya Ave."Lo bukan cewek adhek gue,atau gue duluan yang ketemu sama lo.Maka gue dulu yang bakal pacarin elo."Gombal Dody.Ave mencebikkan bibirnya karena ucapan Dody.


Dody menggenggam tangan Ave,menuntunnya untuk masuk kedalam rumah.


"Bang.Gue kagak enak sama keluarga lo."Bisik Ave.Dody terlihat sangat gemas sekali pada Ave.


"Lo lihat dulu noh adhek gue.Dia kacau banget Afsheen."Geram Dody.Lagi,Ave tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya.


Ceklek


Dody membuka pintu rumah.Mereka terfokus pada Dody yang sedang menggandeng perempuan muda yang cantik.Kedua orang tua Shakeil tersenyum melihat wajah cantik calon menanyunya yang kedua itu.


Ave sendiri tersenyum manis.Berusaha agar ia tak melakukan kesalahan.


Deg


Deg


Bukan hanya Andri yang merasa sangat mengenali senyuman itu.Melainkan kedua orang tuanya dan Intan.Sedangkan sikembar Alfa dan Delta tidak terlalu mengingat akan senyuman Arka.


"Sha."Panggil Ave."Lah jelek amat lo?Gue udah dandan secantik ini,dan elo?Ya allah."Ucap Ave tak percaya melihat rambut Shakeil yang terlihat acak-acakan.


"Tungguin gue bentar!Kagak ada 5 menit."Teriaknya sambil berlari menuju kamarnya.


Ave diajak duduk oleh kedua orang tua Shakeil.


Benar tak ada 5 menit,Shakeil sudah terlihat tampan lagi.


"Nih Sha.!"Ucap Ave menyerahkan kunci mobil Althaf."Kamu bawa mobil?"Tanya Shakeil.Ave mengangguk.


Akhirnya mereka segera bergegas menuju rumah Hana.


PLEASE LIKE DAN KOMENTAR YA.HARGAI AUTHOR DENGAN MENINGGALKAN JEJAK LIKE DAN KOMENTAR.SEBAB KELANGSUNGAN AUTHOR DISINI BERGANTUNG PADA LIKE DAN KOMENTAR KALIAN.BIAR AUTHOR TUH MERAS DIHARGAI DAN DIDUKUNG KARYANYA GITU.


ITU JUGA SESUAI KETENTUAN TERBARU DARI PIHAK NOVELTOON/MANGATOON.


JANGAN LUPA VOTE JUGA.


BIAR KARYA INI BISA NAIK LEVEL.SEBAB KETENTUAN YANG SEKARANG SETIAP NOVEL AKAN DIBERI LEVEL.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Bonus photo Shakeil


__ADS_1


Ave



__ADS_2