Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
Episode 13


__ADS_3

Hari-hari berganti,usai aksi pembalasan dendam Arka kepada Rhandra,Arka sedikit banyak sudah bisa berdamai dengan hatinya.


Saat melihat Rhandra dan Kay hatinya sudah tidak sesakit dulu.Ia sudah sepeduli itu dengan seorang Rhandra dan Kay.


Arka memutuskan untuk tidak membuka hatinya terlebih dahulu.Ia masih trauman untuk kembali merasakan sakit hati.


Sudah hampir satu bulan lamanya setelah kejadian Arka meninju wajah Rhandra didepan sekolah.


Arka sudah tidak peduli lagi dengan Rhandra.Ia juga sudah menutup pintu hatinya.Mungkin untuk siapapun.Saat ini fokusnya hanyalah sekolah dan sahabat-sahabatnya.


Seperti halnya urusan percintaan,persahabatanpun juga ada cobaannya.Ada sedikit masalah dan salah paham antara Arka dengan ketiga temannya.


Kesibukan dan berkurangnya komunikasi membuat mereka menjadi jalan dijalan mereka sendiri-sendiri.


Pertama,Althaf sudah berani menyatakan cinta pada gadis yang ia incar selama ini,Arka senang untuk hal ini.Tapi dibalik itu semua tetap saja ada dampak buruk pada hubungan persahabatan mereka.Ya,semenjak pacaran dengan Cindy,Althaf terlalu sibuk dan hari-hari ia selalu dengan Cindy.Bahkan seorang Arka dan kedua temannyapun yang selalu jadi prioritasnya terlupakan oleh Althaf.


Tetapi Arka tidka mau bersikap egois,ia harus sadar diri jika dunia ketiga temannya bukan hanya melulu tentang mereka berempat.


Jelas Althaf mempunyai dunia sendiri yang bahkan seorang Arkapun tidak dapat memasukinya.


Kedua,diam-diam ternyata selama ini Azka sedang melakukan pendekatan dengan salah satu murid kelas X.Dan baru-baru ini Arka ketahui mereka sudah berpacaran.Arka ikut bahagia untuk hal itu.


Akhirnya,tmenannya yang atau itu bisa merasakan apa yang namanya pacaran juga.


Ketiga,kalau untuk hal yang satu ini,Arka sudah sering mengalami.Ya,untuk murid sepintar Asen,ia disibukkan dengan latihan karena akan mengikuti olimpiade.


Untungnya Asen tetap meluangkan waktu untuk Arka disela kesibukkan berlatih soal.


Dan untuk dirinya sendiri yang tidak memiliki kegiatan apapun iaa merasa sepi.Biasanya berempat kini sendiri.Untuk urusan hati,ia tak mau ikut campur.


Duduk sendiri didepan kelas,bahkan sekedar kekantin pun ia enggan,yang ada hanya rasa malas yang mendera dirinya.


Siang hari didepan kelas XI IPA.


Arka melihat Althaf sedang berada dikelas didepan XI IPS 2.Dia sedang duduk bersama seorang siswa perempuan yang akhir-akhir ini ia ketahui pacar terbaru Althaf.Entahlah sudah berapa lama mereka menjalin hubungan.Tapi setidaknya itu cukup mampu menyita waktu Althaf darinya.


Melihat tawa Althaf yang terlihat sangat bahagia Arka ikut tersenyum.”Syukur deh Al,kalau elo bahagia sama dia.”Gumam Arka.Ia tahu betul Althaf benar-benar mencintai Cindy.Sudah beberapa kali Althaf bercerita perihal ketertarikannya terhadap Cindy,tetapi karena Cindy murid cupu Althaf menjadi sediki bimbang untuk mendekatinya.


Dan karena dorongan Arka pula,akhirnya Althaf berani mendekati Cindy.


“Jika elo malu pacaran sama Cindy karena dia cupu,bedanya elo sama Arga apa Al?”

__ADS_1


“Maksud Lo?”Jawab Althaf tak mengerti.


“Dulu Lo marah karena Arga nggak mau ngakuin hubungannya sama gue dengan alasan gue murid yang sering di bully,lah kalau sekarang elo ragu nembak Cindy karena anak-anak bilang dia murid cupu kan elo sama aja dengan Arga.Malu karena kami bukan dari kalangan murid famous.”Jelas Arka


“Iya ya Ar,gue baru nyadar.”Gumam Althaf.Arka tersenyum.Senyum tulus seorang sahabat.


“Ya udah sono buruan Lo tembak!Ntar keburu diambil murid lain lagi.”Kata Arka.


“Gue kok rasanya grogi ya Ar?”Curhat Althaf.


Seketika tawa Arka meledak.Seorang Althaf,ia sungguh tidak percaya bisa grogi hanya karena ingin menyatakan cinta pada seorang gadis.


“Mana jiwa playboy Lo selama ini?Hahaha...”Sambil menepuk pundak Althaf ia terus tertawa.


“Sialan lo.”Omel Althaf lalu berdiri dan berjalan meninggalkan Arka.


Dan setelah hari itu,Althaf langsung disibukkan dengan status barunya bersama Cindy.Sebenarnya banyak yang menyayangkan perihal hubungan Althaf dengan Cindy.


Tetapi berkat dorongan dari Arka,Althaf menjadi tidak peduli dengan omongan orang.


Lalu saat ia melihat kearah deretan kelas X tak sengaja matanya menangkap sosok Azka yang sedang duduk ditaman depan kelas X dengan seorang adik kelas.Cantik.Pikirnya.


Azka tidak pernah bercerita soal kedekatannya dengan adik kelasnya itu.Meskipun mereka bersahabat sudah seperti saudara,jelas mereka tetap menyimpan rahasia.Apapun itu.


Lain halnya dengan Asen yang sedang sibuk dengan persiapan olimpiadenya.Ia selalu sibuk dengan berbagai latihan soal bersama ketiga siswa lainnya.Ia satu-satunya murid laki-laki yang mengikuti Olimpiade. Ia selalu bangga dengan Asen,meskipun ia berteman dengan 3 siswa yang tidak ada pintar-pintarnya,prestasinya sedikitpun tidak pernah menurun.Ia masih selalu diikutsertakan dalam berbagai perlombaan.


“Srmoga olimpiade kali inipun Lo berhasil Sen.”Ucap Arka berdoa.


Sedang dia,Arka sendiri.Duduk didepan kelas.Melihat siswa-siswa dengan segala kesibukannya.Seperti orang bodoh.


"Huh.Sendiri itu ternyata semenyedihkan ini yaa?"Gumam Arka lirih.Kepalanya menunduk mengingat kesendiriannya saat ini.Ingin sekali ia egois untuk hal ini,tetapi ia tak mau membuat sahabat-sahabatnya merasa terkekang karena dirinya.


"Kenapa?Cemburu?"Sahut seseorang yang sudah duduk disamping Arka.


"Bapak lagi."Sahut Arka cengengesan."Cemburu?Jelas.Setiap hari biasanya mereka sama saya.Sesibuk apapun saya yang jadi prioritas.Lah sekarang,udah kayak pemain piguran aja saya yang muncul Cuma skali dua kali dalam setiap adegan.


Kecuali Asen.Kalau dia mah sudah biasa bagi saya.Tapi saya juga sadar saya tidak berhak egois dengan cemburu terhadap mereka."Jelas Arka.


“Kenapa?”Tanya Dedy penasaran.


“Bapak kepo kayak Dora.”Canda Arka.Dedy hanya menatapnya dengan tatapan datar.

__ADS_1


“Karena dunia mereka bukan hanya seputar saya.Mereka memiliki dunia yang bahkan saya tidak berhak untuk mengganggunya.”Jawab Arka.


"setidaknya kamu tidak mau bersifat egois meskipun kamu ingin."Jawab Dedy.


“Nganggur pak?”Tanya Arka.Ia tidak lagi ingin membicarakan perihal persahabatannya dengan ketiga orang itu.


“Bosen juga didalam kantor terus.Pengen cari udara segar saja.”Jelas DedyArka tersenyum mendengar penuturan Dedy.


Entah kenapa hatinya berbunga-bunga setiap berdekatan dengan Dedy.


“Pak.”Panggil Arka.Pandangannya masih fokus lurus kedepan.


“Hm.”Hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Dedy.


"Bapak tuh ya kalau ngomong kek gini adem banget didengar.Tapi kalau dikelas beuh nyeremin.Kek kucing beranak galaknya."Arka keceplosan mengucapkan isi hatinya.


"Memang pernah kamu lihat kucing beranak?Ngintip kamu pas kucing itu lagi ngeden?"Sahut Dedy.


Sontak membuat Arka tertawa lepas.


"Ya kalee saya ngintip.Yang ada ntar bintitan saya mah.Hahaha."Arka masih tetus tertawa.


"Ikhlas banget kamu tertawanya Arkadewi.Kade lebih bagus kayaknya panggilan dari saya buat kamu."Ucap Dedy langsung membuat tawa Arka diam.


Blush


Wajah Arka merona.Ia malu,wajahnya sudah pasti memerah karena hal ini.


Dedy hanya ingin mengalihkan topik pembicaraan saja.


"Kade?Itu panggilan khusus buat saya?Cie si bapak mah gitu.Kode kayaknya ini mah."Sahut Arka yang nilai kepercayaan dirinya mulai over.


"Kode apa?"Dedy benar-benar tidak mengerti.


"Kode kalau bapak suka saya.Duluan ya pak.Bye-bye."Bisik Arka pada gurunya sambil tertawa lalu kabur meninggalkan gurunya.


Sepeninggal Arka Dedy hanya tersenyum kecil.


"Dasar bocah.Masa' iya aku suka sama muridku sendiri."Gumam Dedy sambil terus berusaha menepis apa yang ada didalam pikirannya.


JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN KOMENTAR YAA....SEDEKAH POINNYA JUGA DITUNGGU

__ADS_1


__ADS_2