
Tiba sudah hari dimana reuni akan diadakan.
Jauh-jauh hari Arka dan Althaf sudah mempersiapkan baju yang akan mereka pakai.Baju batik sarimbit satu keluarga.
Arka terlihat sangat antusias dengan acara itu.Sebab ia menaruh harapan besar untuk bisa bertemu dengan kedua soulmatenya itu.
Mereka berangkat lebih awal berharap belum terlalu ramai agar mereka tak kesulitan saat masuk nanti.Ditambah mereka membawa 4 anak kecil.
"Pa,Adam tampan kan?"Tanya Adam.
"Gantengan juga Agam."Sahut Agam.
"Tapi lebih manis Agra ya ma,pa?"Imbuh Agra.
Arka dan Althaf tersenyum geli mendengar celotehan sang putra yamg saling berebut status yang paling tampan.
"Anak mama sama papa tampan-tampan semua.Dan juga cantik untuk sibungsu."Ucap Arka.
"Yeay."Sorak mereka bersama.
Lantas mereka cepat-cepat kemobil agar bisa segera berangkat.
Jarak rumah Althaf dan lokasi reuni yang berada diarea sekolah tidaklah jauh.Sehingga mereka tak membutuhkan waktu yang lama.Benar saja,suasana belum terlalu ramai.Membuat Althaf lebih mudah untuk membawa Arka dan anak-anaknya masuk kedalam.
Ia memilih meja yang berada dipojok agar tak terlalu menjadi sorotan.
Setelah hampir 60 menit menunggu,acara dimulai.
Arka terlihat gusar setelah matanya berkeliling melihat sekitar tetapi yang dicari tak kunjung ditemukan.
"Al,cari Asen sama Azka dulu.Anak-anak biar disini sama gue."Ucap Arka.Seakan takut terjadi hal buruk sebenarnya Althaf enggan meninggalkan Arka.Apalagi melihat kondisi Arka,ia takut akan terjadi suatu hal.
"Tenang.Gue masih bisa jaga diri kok.Kan ada anak-anak juga.Mereka bisa nyari lo kalau ada masalah."Bujuk Arka.
"Huft."Althaf menghela napas,lalu berkeliling mencari dua onggok manusia menyebalkan itu.Cih,dua onggok?Menggelikan.
30 menit berlalu Althaf belum kembali,sebab memang ia belum menemukan Asen dan Azka.
Disisi lain,saat Arka dan anak-anaknya sedang menikmati acara,datanglah Rhandra dan Kay.Mereka juga memakai baju couple.
Terlihat sekali tatapan mengejek Kay kepada Arka.
Arka berusaha tetap tenang.Ia harus menahan emosinya,disini ada anak-anaknya.
"Cih.Cewek sok kecantikan."Cibir Kay.Arka hanya diam saja.
"Mana teman-teman lo?Udah pada nyadar kalau mereka itu salah udah berteman sama cewek macam lo?"Imbuhnya lagi.
"Laki lo mana?Udah bawa 4 anak lho.Eh...bentar,gue belum denger elo nikah,tapi udah bawa 4 anak?Jangan-jangan lo cewek murahan yang hamil diluar nikah.Jangan-jangan mereka bapaknya 4 juga.Ups."Ejek Kay.Diakhir kata ia berlagak menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
Suasana disekitar Arka sudah mulai terfokus pada Kay dan Arka.
Arka sendiri susah semakin terlihat emosi mendengar ucapan Kay.Ia terima jika ia yang dihina,tetapi jangan sampai anak-anaknya yang dihina.
Tanpa Arka ketahui,ada seseorang yang lebih marah dari Arka.Ia sudah mengepalkan tangannya sejak mendengar cibiran untuk Arka dari Kay.
Dan saat mendengar cibirannya tang ketiga,ia sudah tak dapat menahan emosi lagi.
"Tante!Tante temannya mama?"Tanya Adam tenang.Arka menatap kearah sang anak yang hanya melihat kearah depan.Tatapannya terlihat sangat dingin.Kay hanya diam.Menatap sinis kearah Adam.
"Tante kan udah tua,mama aja anaknya udah 4,tapi kok tante nggak ngajak anak?Belum punya anak ya tanKayAtau belum nikah?Tante nggak laku ya?"Sarkas Adam.Arka terbelalak mendengar ucapan anak sulungnya itu.
__ADS_1
"Tante nggak tahu siapa aku?Aku Adam Rayyan Atthafarist putra sulung papa Daniel Althaf Shahbaz dan mama Arkadewi Fajarina.Mereka papa dan mama yang luar biasa."Bela Adam.
Satu bulan serumah dengan Azfer,ia sudah tertular akan mulut pedasnya Azfer.
Kay semakin geram karena bisik-bisik tetangga sudah mulai terdengar dari para tamu yang memperhatikan mereka.Ia merasa dipermalukan oleh bocah ingusan.Jelas ia tidak terima.
"Heh bocah ingusan.Ngerti apa kamu soal mama kamu ini.Dia hanya..."Belum selesai sudah dipotong oleh Althaf.
"KALYANA WAHYUNINGTYAS.CUKUP"Teriaknya keras.Dan atensi para peserta reunipun berubah kearah Althaf.
"Belum cukup lo hina Arka sewaktu sekolah?Hah?Dan kini 9 tahun tidak bertemu lo masih nyari masalah sama dia?Mau lo apa?"Ucapnya.
Melihat kilatan kemarahan Althaf,Arka segera menggenggam tangan Althaf.
Lalu memberinya kode untuk keluar saja.
"Sorry acara kalian lanjutkan saja!Biar gue sama keluarga gue yang keluar."Ucap Althaf.
Mereka akhirnya keluar.Lalu berhenti sejenak dilobi.Adam masih dengan sikap diamnya.Seakan kehilangan sikap jahilnya akhir-akhir ini.
Ia takut jika dimarahi mama dan papanya karena sudah berucap sedemikian didepan banyak orang.
Dari kejauhan,terlihat dua manusia yang membawa pasangannya,sedang mengamati Arka.
Melihat Arka yang sekarang,mereka merasa hati mereka terasa teriris.Sakit.
Keduanya lantas berlari menuju Arka.
Rindu setelah 9 tahun bertemu kini terobati.
Ya,mereka Asen dan Azka.Mereka datang terlambat karena pekerjaan mereka.
"Arka,Althaf."Ucap keduanya.Arka dan Althaf menengok kesumber suara.
"ASEN.AZKA."Teriak Arka.Ia merentangkan kedua tangannya ingin sekali memeluk dua orang itu.
Mereka berpelukan bertiga saling melepas rindu dan menangis bersama.
Tak lama pasanga Asen dan Azkapun datang.Mereka terkejut melihat pacar mereka menangis hanya untuk seorang wanita.
Bukan mereka cemburu,mereka hanya terkejut saja akan sikap keduanya yang berubah seperti itu.
Lama mereka berpelukan,lalu keduanya melihat Althaf,keduanya berdiri dan merangkul Althaf.
Akhirnya pertemuan yang sangat mereka tunggu terjadi pula.Rindu ini akhirnya bisa berlabuh pula.
Setelah puas berpelukan,mereka memutuskan untuk pergi kesuatu tempat makan untuk melanjutkan melepas rindu.
Sesampainya ditempat makan,Asen dan Azka kembali merasakan sakit melihat betapa sabarnya Althaf dalam mengurus Arka dengan segala kondisinya saat ini.
Ternyata Althaf memang laki-laki yang sangat tepat untuk Arka.Terbukti dengan segala kekurangan Arka saat ini,ia masih sabar dan telaten dalam merawat Arka.
Bena-benar cinta sejati.
Mereka memilih meja yang besar.Kemudian tak lama pelayan datang.Dan mereka menyebutkan pesanan mereka satu persatu.
Asen dan Azka masih belum ngeh akan empat anak Arka dan Althaf adalah anak yang dulu sempat ia tolong.
"Sen,Az gue minta maaf.Gue tahu gue sama Althaf salah besar udah bohongin kalian berdua.Sumpah dan percya lah gue sama Althaf tidak ada maksud seperti itu.Gue nunggu punya anak karena gue nunggu kesiapan gue jika kalian marah sekalian bikin kejutan kalau kalian sudah bisa dipanggil ayah."Jelas Arka diiringi derai air mata.
"Kita yang salah juga.Nggak seharusnya kita ngilang gitu aja.Hp kita dijambret Ar,lalu kita sibuk kerja kerja dan kerja.Kita bahkan nggak sempat mengurus pendaftaran baru nomor kita.Hingga akhirnya kita saling putus komunikasi."Jelas Azka.
__ADS_1
"Jadi kita baikan nih?"Tanya Althaf.
"Iya dong."Jawab Asen dan Azka bareng.Lalu keempatnya tertawa.
"Om ganteng."Sapa Afsheen."Acin mau el clim."Ucapnya.
Mendengar kata el clim,seketika Asen dan Azka ingat akan 4 anak kecil yang ia tolong distand penjual es krim tempo hari.
"Anak-anak lo?"Tanya Asen.Arka dan Althaf mengangguk.
"Lah,ini kah tuyul yang kita belikan es krim dikedai es krim waktu itu Sen."Ucap Azka.
"Lah iya.Pantesan yak kita kagak ada marah-marahnya dengar omongan mereka ternyata anaknya nih bocah dua."Jawab Asen.
"Ngawur aja bilang mereka tuyul."Sahut Arka.
"Ka,Sen mereka sapa dah?"Tanya Althaf sambil melihat dua wanita yang dibawa Asen dan Azka.
"Ini Alvi tunangan gue.Dan dia,Dean tunangan Azka."Jelas Asen.
"Lah lo udah kagak sama yang waktu kuliah?Yang polosnya kebangetan itu?Lo juga nggak sama temen olimpiade lo itu?"Sahut Arka.
"Kagak.Dia polosnya ecek-ecek.1.5 tahun pacaran,gue baru tahu dia ternyata udah nikah coeg.Njirr.Berasa beli kucing dalam karung."Kesal Azka.Membuat Asen,Arka dan Althaf tertawa.
Ia terlihat sangat kesal sekali.
"Lo Sen?"Tanya Arka.
"Dia kagak sabar nunggu kita baikan.Dan dia milih nikah duluan.Mending gue sama Alvi siap nunggu gue baikan sama lo pada."Jawab Asen.
"Gue Arka,ini laki gue Althaf,sekaligus kita sahabatan berempat sejak sekolah."Ucap Arka.
"Alvi."
"Dean."
Semuanya lantas makan karena pesanan sudah datang.
Dengan sangat telaten,lagi,Althaf membantu Arka dalam mengurus anak-anaknya.
60 menit berlalu acara makan-makan sudah selesai.
Lantas mereka lanjutkan dengan bertukar kabar dan pengalaman.
Hingga pertanyaan berhenti dikeadaan Arka saat ini.
Tanpa ada rasa tersinggung Arka menceritakan semuanya dari awal.
"Lo kok bisa kek gini Ar?"Tanya Asen.
Arka tersenyum.Lantas bercerita kejadian beberaoa tahun yang lalu.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE
JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS
JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.
LOPES KALIAN SEMUA
__ADS_1