
Keluarga Althaf yang lain benar-benar terkejut saat melihat kedatangan Althaf dan Arka beserta anak-anak mereka.Ditambah ternyata Althaf sudah mempunyai 4 anak.Sebab setahu keluarga,Althaf masih mempunyai sikembar saja.
"Anjay lo Al,anak lo udah 4 aja.Lah,gua lagi mau 1."Ucap Satya.Sudah hampir 3 tahun ia menikah,tetapi baru akhir-akhir ini istrinya diberi kepercayaan.
"Lo nya aja bang yang kelamaan lakunya."Sahut Azfer yang memang masih sangat pedas jika berbicara.
"Om Azfel."Rengek Afsheen.
"Apa sih?"Ketus Azfer.Seketika Afsheen menangis.
Pukkkk
Arka menepuk lengan Azfer sedikit keras.
"Lo bikin anak gue nangis?Dasar kulkas."Cibir Arka.
"Anak lo mbak yang berisik banget dah."Kesal Azfer.
"Nggak gitu juga kalee.Lo ketus-ketus sama kecil,gimana entar kalau punya anak.Lari anak lo lihat muka lo."Cibir Arka lagi.
"Mikir lo mbak.Kejauhan."Sahutnya.
Keduanya terus beradu mulut seakan mereka adalah saudara kandung bukan saudara ipar.
Bahkan keduanya tak sadar jika sudah menjadi tontonan para anggota keluarga.
Tak ada yang menanyakan perihal keadaan Arka saat ini,seperti apapun itu dia tetaplah anak perempuan dirumah ini.
"Mbak Dita nggak beku gitu tiap hari serumah sama nih kulkas?"Sarkas Arka untuk Azfer.
"Mulut lo mbak.Pedes amat.Bang Althaf bisa ya tahan sama mulut pedasnya mbak Arka."Jaeab Azfer tak kalah sengit.
"Oy mulut lo nggak kalah pedes Fer.Sini gue gibeng lo."Sungut Arka.
"Sudah-sudah.Kalian ini ya,selalu bertengkar jika bersama.Azfer juga kamu,bukannya kamu sering bilang kangen sama Arka?Ternyata kangen berantem."Sahut mamanya Althaf.
Agam dan Agra sudah sibuk dengan dunia mereka sendiri menggunakan gadget.Afsheen yang terus merengek ingin dipangku Azfer dan Adam yang masih belum bersuara selain tadi menyebut namanya.
Semuanya lantas diminta kekamar untuk beristriahat dulu.Baru sore nanti pergi kerumah Arka untuk memberi kejutan.
Sore harinya,Althaf mengajak anak beserta istrinya untuk pergi kerumah Arka.
Dengan menggunakan mobil Satya,mereka pergi bersama.
Sama seperti keluarga Althaf,keluarga Arka sama terkejutnya dengan kedatangan mereka.
Bahkan Maya yang notabenenya teman bertengkar Arka jika dirumah menangis melihat Arka saat ini.
"Gue nggak pa-pa kalee May.Lo cengeng amat dah."Ucap Arka.Sebenarnya ia sama sedihnya juga,hanya saja ia tutupi karena saat ini ada anak-anaknya.
"Pak,buk.Maafin Arka yang nggak pernah ngasih kabar ya?"Ucap Arka.
"Iya nggak pa-pa nak.Kamu gimana?Sehat?"Tanya ibu Arka.Arka mengangguk.
"Arka punya kejutan buat ibuk."Ucao Arka.Althaf lantas menjemput Agra dan Afsheen yang masih ada didalam mobil.
"Masya allah.Mereka cucu-cucu ibuk juga Ar?"Arka mengangguk.Ibu dan bapak Arka lantas memeluk dan menciumi Agra juga Afsheen.Sungguh mereka tidak menyangka,Arka dudah mempunyai 4 orang anak.
__ADS_1
"Masuk yuk.Biar gue telfon mbak Nana sama mbak Sita."Ucap Maya.
Didalam ibu Arka masih terus menangis melihat keadaan Arka.
"Bu,Arka happy kok.Jangan seperti ini donk bu!"Ucap Arka sambil menggenggam tangan sang ibu."Aku kuat untuk keluargaku.Jadi jangan bikin down ya."Pintanya lagi.
Arka benar-benar melepas rindu kepada keluarganya.Terutama bapak dan ibunya.
Dulu sewaktu sebelum menikah,Arka dan bapaknya pasti selalu bertengkar setiap duduk berbarengan,tetapi ketika jauh saling merindukan.
Meskipun belum puas,Arka harus kembali kerumah Althaf,mereka harus banyak-banyak istirahat.Sebab lusa Althaf sudah mulai bekerja.
Keesokan harinya,saat Arka sedang menemani keempat anaknya bermain,tiba-tiba datang tukang pos yang memberian surat atas nama Althaf.
Sedikit heran dan sangat ingin tahu,Arka membuka surat dari pos itu.
Pikirnya surat macam-macam untuk Althaf,nyatanya surat undangan reuni SMA untuk satu angkatannya.
Acara itu akan dilaksanakan satu bulan yang akan datang.Dengan tema family.Jadi bagi mereka yang sudah berkeluarga diminta untuk hadir bersama keluarga mereka.
"Sayang mama masuk sebentar ya?Mau nyari papa."Ucap Arka.
"Iya ma."Jawab merema tanpa mengalihkan pandangan.
"Althaf."Panggilnya.Althafpun segera mendekat."Apa?"Tanyanya.
"Datang ya?Siapa tahu Asen dan Azka ikut juga."Semangat Arka.
Althaf masih diam,ia pejamkan matanya jika mendengar Arka yang masih berharap akan dua sahabatnya itu.
Sudah sering pula keduanya adu mulut hanya karena Asen dan Azka.
Mereka tahu,mereja sudah salah tapi tidak semestinya hukuman dari mereka seperti ini juga.
Sedangkan kini,yang terjadi pada Arka juga secara tidak langsung hal itu karena mereka berdua.
Keadaan Arka sekarang juga demi mereka bukan?
Tak ingin membuat kecewa sang istri,Althaf mengangguk mengiyakan.Arka terlihat sangat senang.Ia kembali keteras rumah untuk melihat anak-anaknya.
"Ma."Panggil Adam.
"Ya sayang."Jawab Arka.
"Adam ingin seperti Agam dan Agra yang cerewet."Ucap Adam.Arka seketika tertawa mendengar ucapan itu.
"Kak Agam,kak Agra sini sayang!Ajak kak Adam bermain ya?"Ucap Arka.
"Yuk Dam.Biar nggak kaku-kaku banget kamu."Ucap Agam.
Adam memang tipe anak yang sedikit bicara.Meskipun sering nempel dengan papanya,jika menginginkan sesuatu Adam lebih sering meminta kepada Arka.
Tak lama datanglah Azfer pulang dari kuliahnya.
Langsung saja Afsheen berlari kearah Azfer.Meskipun sedikit kesal,tetapi Azfer tetap menggendong satu-satunya keponakan perempuannya.
"Om Azfer,nanti kita jalan-jalan yuk."Ajak Agam."Iya yuk om."Imbuh Adam."Ayo dong om."Paksa Agra.
__ADS_1
"OK.Karena bang Adam yang ngirit bicara yang ngajakin sore nanti kita jalan-jalan."Ucap Azfer.
"Gue nggak bisa ikut loh Fer.Lo yakin sanggup urus itu anak-anak?Kakak lo juga banyak banget kerjaan."Ucap Arka.
"Tenang mbak.Ntar gue ajak teman-teman cowok gue."Ucap Azfer.
"Ya udah om masuk dulu sayang."Ucap Azfer sambil menurunkan Afsheen dari gendongannya.
"Mbak masuk dulu ya?"Ucap Azfer.
Begitulah Azfer dan Arka,meskipun sering berantem tetapi tak jarang mereka juga mereka akur seperti saat ini juga.
Sore harinya,Azfer mengajak keempat anak Althaf jalan-jalan kemall.Bersama dengan ketiga teman satu gengnya,masing-masing menggandeng satu anak.
Banyak pasang mata yang mengamati keempat remaja itu.Bagaimana tidak,mereka masih muda,tetapi sudah menggandeng anak kecil.
"Asli dikira bapaknya kalee ya kita."Ucap Edo salah satu teman Azfer.
"Lah iya.Gitu amat mereka lihatin kita nya."Sahut Adi teman Azfer yang lain.
"Berisik lo.Noh diem dikit kayak Nathan kenapa sih."Jawab Azfer.
"Anggap aja belajar jadi bapak kenapa sih."Imbuh Nathan.
"Om kita mau es krim"Ucap Agam.
"Adam,Agra sama Afsheen,dan juga Agra kita makan dulu ya.Baru kita beli es krim."Usul Azfer.
"Tapi om,Agam maunya sekarang."Rengek Agam.
"Agam,kan tadi bilangin sama mama harus nurut sama om Azfer."Ucap Adam.
Akhirnya anak itu mengangguk setuju untuk makan.
Ternyata bukanlah perihal yang mudah dalam membujuk anak kecil untuk makan.Apalagi sibungsu Afsheen yang masya allah,lama banget kalau makan.
Azfer merasa menyesal telah mengajak anak-anak itu tanpa mengajak salah satu orang tua dari anak-anak itu.
"Gila gue lama-lama."Gerutu Edo karena Agam terus kesana kemari.Begitu juga Agra dan Afsheen.
Beruntungnya Nathan yang mendapat jatah untuk menyuapi Adam.Anak itu pendiam sekali.Bahkan disaat makanan adik-adiknya berkurang separuhpun belum,Adam sudah menghabiskan makanannya.
"Agam,Agra,dan princes Afsheen pilih makan atau kakak bilangin mama kalau kalian nakal?Hem?"Tanya Adam.Anak-anak itu seketika diam dan kembali kekursi masing-masing.
"Om Azfer,princes Afsheen itu kalau makan sedikit-sedikit.Jangan kayak om kalau makan langsung banyak."Ucap Adam memberi tahu.
"Om Edo,Agam itu sukanya nasi sama lalapan terus makannya pakai tangan."Tambah Adam.
"Dan om Adi,Agra itu suka yang berkuah.Jangan terlalu manis."Lanjutnya lagi."Jadi yang kalian pilih untuk Agam dan Agra itu salah.Kalau untuk princes Afsheen,dia apa aja.Tapi kalau makan lama banget.Kalau mama bilang kayak ayah Asen."Jelasnya lagi
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE
JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS
JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.
__ADS_1
LOPES KALIAN SEMUA