
Bukh
Suara Arka memukul lengan Althaf keras.Ia paling jengkel kalau Althaf sudah berbicara kearah yang mesum.
"Ar lo kok hamil kagak ada beda-bednya ya?Kagak ngidam.Kagak mual-mual.Kagak ada lemes-lemesnya.Cuma makan lo aja yang naudzubillah banyaknya."Tanya Althaf.
"Orang hamil beda-beda ogeb.Mungkin kemaren-kemaren belom.Siapa tahu anak lo nunggu orang tuanya tahu kalau dia ada diperut gue baru dia minta yang aneh-aneh."Jawab Arka.Ia merasa seakan mendapat kemenangan.
"Dan permintaan gue yang pertama lo harus janji buat ngabulin.Bukan cuma yang pertama.Tapi semuanya."Ucap Arka.
Althaf memincingkan mata seakan mencium bau-bau tidak enak ini.
"Apa?"Tanya Althaf lirih.
"Kita pulang dulu.Gue katakan dirumah aja."Jawab Arka.
Althafpun mengurus biaya adminitrasi.Setelah selesai ia segera pulang kerumah.
Sepanjang perjalanan Arka sudah senyum-senyum sendiri.Althaf yang melihat itu justru begidik ngeri.
"Buruan lo bilang apa mau lo?"Tanya Althaf begitu mereka duduk disofa depan tv.
"Janji kan mau dituruti?"Tanya Arka.Althaf mengangguk pasrah.Biarpun itu hal sulit bakal tetap ia lakuin.Toh ini semua demi anaknya.
"Datengin Verdian kesini!Gue kangen sama dia."Pinta Arka.
Althaf memasang ekspredi wajah cengo mendengar permintaan itu.
'Verdian?Ini beneran nggak sih?'Pikir Althaf.
Menyadari tidak mendapat respon,Arka langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi sendu.
"Kagak ada yang laen?"Althaf mencoba bernego.
Arka menggeleng.Sudah sangat lama merindukam ketiga sahabatnya,tetapi tidak mungkin ia mengundang Azka dan Asen.Jadi hanya Verdianlah harapannya satu-satunya.
"Ok.Gue hubungi itu bocah dulu."Jawab Althaf akhirnya.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Siang hari yang amat-amat sangat panas didunia kehidupan Verdian.
Saat ini dirinya sedang merebahkan badannya usai dari pasar satu jam yang lalu.
Cuaca yang teramat panas dan banyaknya pembeli membuatnya benar-benar merasa lemah.
Drtttt drtttt drtttt
Ponselnya berbunyi.Sebenarnya ia sangat malas memegang ponsel untuk saat ini.Tetapi ponsel terus berbunyi.
*Verdian*
"Bocah ngapa dah gangguin gue siang-siang?"Tanya Verdianbengitu panggilan tersambung.
"Tau banget gue lagi rebahan terus elo gangguin."Lanjut Verdian terus mengomel.
*Althaf*
"Gue mau lo keBandung hari ini!"Perintahnya langsung pada intinya.
*Verdian*
__ADS_1
"Lo kesambet setan apa sih?Siang-siang nyuruh orang keBandung.Lo pikir Klaten keBandung kayak rumah gue sama rumah sebelah?Jauh oy,jauh."Omel Verdian.Ia merasa tak masuk akal akan permintaan Althaf itu.
"Denger sendiri kan?Orangnya kagak mau."Adu Althaf pada Arka.Arka langsung merebut ponsel itu.
*Arka*
"Perdian lo udah nggak nganggep gue sahabat lo?"Tanya Arka dengan nada seakan ingin menangis.
Itu adalah kelemahan Verdian,tidak bisa jika Arka sampai menangis hanya karena kemauannya tidak dituruti.
*Verdian*
"Ar ya lo mikir aja.Laki lo bilang hari ini juga gue disuruh keBandung.Jarak Klaten keBandung itu jauh loh Ar."Jelas Verdian mencoba bernegosiasi.
*Arka*
"Lo mau ponakan lo ngiler?"Jurus terakhir Arka.
Sejenak Verdian masih mencerna kalimat Arka.Hingga ia mengerti langsung berteriak.Bahkan Arka harus menjauhkan ponsel Althaf dari telinganya karena teriakan Verdian.
*Verdian*
"WHAT?Lo serius?"
"Ok.Secepatnya gue kesana.Bilang laki lo suruh besok jemput gue kalau gue udah nyampe."Lanjut Verdian.
Jelas saja Arka langsung tersenyum puas.
*Arka*
"Nggak usah ngomong siapa-siapa kalau gue hamil!"Pesan Arka.
*Verdian
Ia bahkan sudah tidak peduli dengan lelah yang mendera pada tubuhnya.
Dari Arka sendiri jauh dalam lubuk hatinya Arka juga amat sangat merindukan Asen dan Azka.Tapi niatan keduanya yang belum mau memberi tahu kedua orang itu menjadikan mereka enggan meminta Asen dan Azka datang.
Kerinduan yang mendalam pada dua manusia itu sudah menumpuk.
Ini adalah kali pertamanya mereka tak bertemu dalam jangka waktu yang lama.
Selama-lamanya tak bertemu paling juga cuma setengah bulan,itu juga kalau sudah bertemu sudah seperti tidak bertemu setahun.
Tak terasa air mata menetes begitu saja mengingat kegilaan keempatnya ketika bersama.Seakan tidak ingin berlalu kebersamaan itu.
Althaf sendiri menyadari Arka menangis dalam diam pantas bertanya akan apa yang terjadi.
"Gue kangen Asen sama Azka."Lirih Arka."Gue pengen kumpul."Lanjut Arka.
"Terus mau lo yang kek gimana?"Tanya Althaf
Arka menggeleng.Ia tumpahkan air mata didalam pelukan Althaf.
Setelah puas menangis dan kaos Althaf sudah basah dengabaair mata ia lantas pergi kekamar ingin mandi dan menyegarkan badannya.
"Bukan cuma elo Ar.Gue juga."Gumam Althaf begitu Arka beranjak.
"Gue takut kalau sampai mereka marah jika tahu kita sudah menikah dan tanpa memberi tahu mereka."Lanjutnya.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡
__ADS_1
Keesokan harinya,
Hari ini Althaf terpaksa ijin tidak ngantor karena harus menjemput Verdian distasiun.
Dirumah Arka sudah masak begitu banyak.Rasanya ia sangat bahagia bisa bertemu dengan Verdian lagi.
90 menit berlalu,Althaf dan Verdian sudah sampai.Saat melihat Verdian Arka langsung melompat kepelukan Verdian,melupakan Althaf yang tak percaya melihat kejadian itu.
"Sesederhana itu untuk lo bahagia Ar?"Lirih Althaf.
Puas memeluk Verdian,ia langsung menarik Verdian kemeja makan.
"Gue yang lakinya,Verdian yang dimanjain."Gumam Althaf.
Tak melupakan kewajibannya,Arka mengambilkan makanan terlebih dulu untuk Althaf.Hal yang sama ia lakukan untuk Verdian.
Ketiganya lantas sarapan dengan suasana hati yang bahagia.
Usai sarapan,Althaf mengajak mereka keteras rumah.Ketiganya sepakat untuk mengatakan juka Verdian adalah sepupu Althaf,agar tak menimbulkan fitnah.
"Per."Panggil Arka.Mendengar panggilan itu Verdian seakan mendapat sinyal buruk dikepalanya.
"Hm."
"Colongin gue mangga yang ada dirumah ujung komplek dong?"Piantanya.Seketika Verdian melongo.Sedang Althaf ia sudah menahan agar tawanya tak lepas.
"Manjat sendiri ya?Kudu nyolong."Lanjut Arka.Althaf sudah tidak bisa menahan tawanya,sehingga ia terpingkal-pingkal mendengar permintaan aneh Arka.
"Gila ya lo jauh-jauh gue diKlaten lo pada nyuruh gue kesini cuma buat nyolong mangga?Lo punya suami,keenakan banget laki lo."Keluh Verdian.
"Sama Althaf juga.Ntar Althaf yang nangkapin dibawah."Rengek Arka.
"Kagak Ar gue kagak mau.Ampun Ar."Jawab Verdian tetap menolak.
"Hiks...hiks...Elo pengen anak gue entar ileran?"Tanya Arka yang sudah menggunakan air matanya sebagai senjata.
"Njirr buruan bini gue nangis ogeb."Althaf langsung menarik lengan Verdian.
Keduanya lantas pergi keujung komplek.Benar,disana ada pohon mangga.Beruntungnya pohon itu tidak terlalu tinggi.
Keduanya celingukkan melihat sekitar,takut jika sampai ada orang yang memergoki perbuatan keduanya.
Setelah dirasa Aman,Verdian langsung memanjat keatas pohon.
Pada awal-awal terlihat cukup mudah,hingga dipertemgahan terdapat begitu banyak semut merah.
Perjuangan banget gue.Keluh Verdian.
Cepat-cepat ia memetik beberapa buah mangga itu.Setelah dirasa cukup Verdian segera melompat kebawah.Dibawah Althaf sudah memasukkam semua mangganya kedalam kantong plastik.
Sreekkk
Tidak sesenga Verdian menginjak ranting pohon yang sudah kering dan jatuh ketanah.
Keduanya saling pandang.Dan tak lama terdengar suara anjing menggonggong.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE
JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.
LOPES KALIAN SEMUA