
Mendengar Afsheen mengatakan itu,ia merasakan sakit.Apakah hubungan dua keluarga ini benar-benar sudah selesai?Benarkah sudah tidak bisa diperbaiki?
Andri,ia menyesalkan segala sesuatu yang kini terjadi.Terlebih ia menyesalkan anaknya yang entah mendapat dorongan setan apa sehingga menduakan seorang Afsheen.
Laki-laki yang mendengar pembicaraan Afsheen dan dokter Boby adalah Andri.
Sesaat setelah Afsheen meninggalkan ruangan Shakeil,ia mengikuti Afsheen.Ia dapat melihat dengan jelas jika Afsheen sangat terluka.
Saat ia hendak mendekat dan ingin sekali memeluk mantan calon menantunya itu,datanglah dokter Boby.
“Mungkin memang sudah takdir tuhan seperti ini. Dulu kamu Dy,yang nggak bisa bersama Arka karena Tuhan lebih menyayangimu.Sekarang Shakeil,anak kakak yang bodoh yang sudah menduakan Afsheen yang harus kehilangan gadis itu.
Maaf Dy,kakak tidak bisa membuat keluarga kita dengan keluarga Arka menjadi sebuah keluarga besar.”Gumam Andri sambil terus menatap kearah depan.
Penyesalan tergambar jelas diwajah seorang Andri.
Mendengar Afsheen menyetujui ucapan dokter Boby,ia menjadi semakin ragu untuk terus berjuang demi putranya.
Karena,celah Shakeil untuk kembali kehidupan Afsheen menjadi semakin sulit.
“Janur kuning belum melengkung.Afsheen masih bisa diperjuangkan.
Kakak akan berjuang Dy.Demi keponakan kamu yang bodoh dan entah pikirannya ada dimana itu.”Gerutu Andri.
Dengan semangat '45 ia kembali keruang perawatan anaknya.Saat ini ia ingin sekali menghajar anaknya yang kelewat bodoh itu.Entah menurun dari siapa sifat bodoh yang teramat itu.
Ceklek
Andri membuka pintu ruangan Shakeil.Terlihat Shakeil sedang berdiri didekat jendela kamarnya.
Ia terlihat seperti sedang melamun.
“Gue emang bodoh Av.”Gumamnya.Tetapi samar-samar masih bisa didengar Andri.
“Gue bingung,gimana caranya kembalikan elo kepelukan gue.”
“Elo Cuma milik gue Av.Nggak boleh ada orang lain.”
“Janur kuning belum melengkung Sha.Kamu harus tetap berjuang.Saat dokter Boby menemui keluarga Afsheen,kamu juga harus datang kerumah Afsheen.Minta maaf dan tetap perjuangkan sesuatu yang sempat menjadi milikmu.”Sahut Andri.
Shakeil menoleh.Melihat sang papa yang mendukungnya Shakeil tersenyum.Ia tahu jalannya tidak akan mudah.Tetapi ia harus bisa mencapai puncaknya agar bisa memiliki Afsheen kembali.
Setelah hampir satu bulan akhirnya pengajuan pindah Afsheen disetujui.Ia dipindahkan kerumah sakit yang berada dikotanya.
Dan hari ini ia akan kembali pulang.Dokter Boby sendiri sudah memutuskan untuk mengambil cuti selama satu minggu untuk ikut Afsheen menemui kedua orang tuanya.
Untuk Shakeil,satu minggu dirawat dirumah sakit itu ia sudah diperbolehkan pulang.
Dan disinilah mereka sekarang,didepan rumah orang tua Afsheen yang kini jauh lebih besar dan megah setelah direnovasi oleh Agra.
“Ayok dok masuk!”Ajak Afsheen.
“Boby.Panggil saja Boby atau kak Boby.Jangan terus menerus dokter Boby!”Jawab Boby.
Afsheen mengangguk.
Tok tok tok
Afsheen mengetuk pintu rumahnya.Cukup lama keduanya berdiri didepan pintu menunggu dibukakan pintu.
“Pada kemana sih?Kagak tahu apa gue udah kesemutan.”Omel Afsheen.
__ADS_1
Boby menahan tawanya karena sedari tadi Afsheen terus saja mengomel.
Ceklek
Pintu dibuka.Dilihatnya seorang anak kecil yang membukakan pintu.
“Aduh gantengnya Tante.Tambah cakep aja sih.”Ucap Afsheen sambil terus mencium pipi gembul anaknya Adam.
“Ampun Tante.Geli.”Ucap anak kecil itu.
“Ayo kak masuk!”Ajak Afsheen.
Sedangkan anaknya Adam sudah ada digendongan Afsheen.
“Kak duduk dulu ya?Aku panggilin papa sama mama.”Ucap Afsheen lagi.Boby hanya mengangguk.
“Pa,ma.”Panggil Afsheen saat ia sampai dipintu belakang menuju taman.
Arka dan Althaf menoleh,keduanya terkejut dengan kedatangan Afsheen yang tanpa memberinya kabar terlebih dahulu.
Afsheen memang sudah mengatakan jika pengajuannya disetujui,tetapi ia tidak mengatakan jika kepulangannya hari ini.
Melihat kedua orang tuanya yang sudah mulai menua,Afsheen seketika menangis.Ia sangat-sangat merasa bersalah karena sudah meninggalkan mereka selama ini.
Afsheen lantas mencium punggung tangan kedua orang tuanya dan memeluk.
“Sudah,sudah!Kamu pasti capek kan?Ayo kita makan.Kebetulan mama sama papa belum makan juga.”Ajak Arka mengakhiri drama air mata itu.
“Eh sebentar ma,pa.Ada yang mau bertemu sama papa dan mama.”Ucap Afsheen sedikit ragu.
Ia masih bingung, apakah keputusan untuk mencoba menerima Boby adalah sebuah kebenaran atau kesalahan.
“Siapa?”Tanya Althaf.
Langkah Arka dan Althaf seketika terhenti.Teman?Jika hanya teman biasa tidak mungkin Afsheen sampai mengenalkannya pada kedua orang tuanya.
Itu artinya teman yang dalam artian spesialkah?
“Kenapa?”Tanya Afsheen bingung dengan sikap keduanya.
“Tidak.Ayo!”Jawab Althaf cepat.
"Sayang.Kamu masuk kekamar papa sama mama ya?"Ucap Afsheen pada bungsunya Adam.
Saat berada sampai diruang tamu,Boby langsung berdiri dan mencium punggung tangan kedua orang tua Afsheen.
“Boby om,Tante.”Boby memperkenalkan dirinya.
“Temannya Afsheen?Sama-sama dokter juga?”Tanya Althaf.Boby mengangguk disertai senyum tulusnya.
“Iya om.Saat ini masih teman.Jika diterima dan diizinkan kedatangan saya untuk meminang Afsheen om Tante.”Jujur Boby langsung pada intinya.
Jeduerrr
Arka jelas sangat terkejut.Meminang?Afsheen?
Beberapa hari yang lalu,Shakeil beserta keluarganya datang kemari untuk minta izin agar Shakeil diperbolehkanendekati Afsheen lagi.Lah ini,Afsheen pulang-pulang membawa calonnya.
Jika boleh jujur,harapan besar dari Arka ialah Afsheen bisa kembali dengan Shakeil.Tetapi jika memang Afsheen sudah ada pilihan ia hanya bisa mendukung.
Ting nong ting nong
__ADS_1
Terdengar suara bel rumah berbunyi.Tak lama setelah pembantu rumah membukakan pintu,terlihat Shakeil masuk kedalam rumah bersama dengan Agra dan Enggar.
Shakeil sendiri cukup terkejut karena Afsheen mengenalkan seorang laki-laki pada keluarganya.
Apakah harapannya untuk bisa kembali dengan Afsheen sudah benar-benar tidak ada?
“Itu kakak aku kak,bang Agra,satunya bang Enggar temannya bang Agra.Dan satunya,Shakeil.”Ucap Afsheen.Saat mengucapkan nama Shakeil,ia hanya mampu berucap sangat lirih.
Boby tersenyum.Lalu menyalami satu persatu dari mereka.
“Ada acara apa pa,ma?”Tanya Agra.
“Begini kak,saya ingin meminang Afsheen.”Sahut Boby cepat.
Mata Shakeil membulat sempurna,beberapa menit yang lalu ia baru saja mendapat maaf dari Agra,lalu saat ini ia mendengar kenyataan ini.
Shakeil mencoba tegar,ia berusaha bersikap tenang.
“Ya sudah,kita juga mau tahu Ave mau menerima atau tidak.”Ucap Shakeil cepat.Ia juga mencoba menunjukkan senyu.nya seolah ia baik-baik saja.
“Nggar,Gra ayo duduk!”Ajak Shakeil.
“Bagaimana Af?”Tanya Boby.
Afsheen bingung.Ia kembali bimbang.Apalagi saat melihat wajah terkejut seorang Shakeil.
“Keputusan mama sama papa serahkan ke kamu nak.”Ucap Althaf.Meski sebenarnya Arka lebih memilih Shakeil,tapi mungkin Afsheen lebih nyaman dengan Boby.
Afsheen memejamkan matanya.Seolah mencari keyakinan perihal jawaban yang akan ia ambil.
Lagi,pengkhianatan Shakeil 6 tahun silam tergambar jelas.Hatinya kembali merasakan sakit.
“Iya Afsheen terima.”Lirih Afsheen sambil menundukkan kepalanya.
Shakeil menghela napas dengan penuh sesal.Sakit yang selama ini ia rasakan bukanlah apa-apa dibandingkan dengan sakit yang ia rasakan saat ini.
“Selamat ya Av?”Ucap Shakeil dengan senyum getirnya.
“Ogh ya,ma-pa Shakeil pulang dulu.Tadi mama sama papa bilang jangan siang-siang pulangnya.”Pamit Shakeil.
Jelas ia berbohong Ia hanya ingin menghindari Afsheen untuk saat ini
Althaf mencoba bersikap biasa saja.Sedangkan Arka,raut wajah bingung dan terkejut dengan pilihan Afsheen.
Ia masih menaruh sedikit harapan untuk bisa menjadi keluarga dengan Andri,sedikit egois memang rasanya.Tapi memang seperti itu yang ia rasakan.
Shakeil segera berdiri,mencium punggung tangan kedua orang tua Afsheen.Tidak lupa ia juga menjabat tangan Agra dsn Enggar.
Agra dapat merasakan ada yang berbeda dengan cara Shakeil menjabat tangannya.
“Aku pulang.”Pamitnya.
Saat ia membalikkan badannya air mata menetes.Kakinya terasa lemas seakan tak punya kekuatan untuk meninggalkan rumah ini.
Suasana berubah menjadi canggung.
“Jadi om,Tante.Minggu depan saya akan membawa keluarga saya untuk melamar secara resmi,dan kurang dari sebulan saya akan langsung menikahi Afsheen.”Jelas Boby.
“Baiklah.”Hanya itu kata yang bisa Althaf ucapkan.
Setelah membicarakan beberapa hal,Boby pamit undur diri untuk menginap dihotel saja.
__ADS_1
Arka tidak ingin mengatakan apapun,usai kepulangan Boby Arka langsung masuk kedalam kamarnya.
MENUJU ENDING YA GAES INIII