Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 23


__ADS_3

Althaf mengambil ponselnya yang ada disaku celananya.Tak lama terdengar nada sambung.


"Hallo."Jawab Verdian diseberang sana.


"Acara 4 bulanan kapan?"Tanya Althaf to the point.


"Basa basi dulu kek sama gue.Sama besan juga ketus jek gitu."Canda Verdian.


Althaf mendengus mendengar Verdian yang selalu saja bisa membuatnya merasa kesal.


"Gue tutup atau lo jawab."Ancam Althaf.


"Kenapa sih tanya acara 4 bulanan?Anak gue aja kagak mau kok diafain disini."Jawab Verdian akhdisiniDari suaranya terdengar jika Verdian sedih karena hal itu.


Meidina yang mendengarnya merasa bersalah karena sudha menolak keinginan sang papa.


"Ya rencana lo kapan?"Tanya Althaf lagi.


"Minggu depan.Tapi Meidina kagak bisa gue hubungi.Tauk dah tuh bocah."Gerutu Verdian.Althaf tertawa mendengar nada kesal dari suara Verdian.


"Udah lupa gue bapaknya kalee.Padahal ya kan gue sponsor utamanya."Lanjut Verdian yang bicaranya sudah ngelantur.


"Mulut lo pengen gue tabok Per?"Sahut Arka kketu.Diseberang sana Verdian langsung terpingkal-pingkal mendengar sahutan Arka yang sangat ketus.


Adam dan Meidina hanya diam saja mendengar obrolan dua orang tua yang sama-sama keder kalau sudah berbicara.


"Kalau gue bisa angkut keluarga gue kerumah lo,bakal lo kasih penghargaan apaan?"Canda Althaf.


"Lo udah bosen besanan sama gue?"Kini gantian Verdian yang kesal.Althaf tertawa keras karena hal itu.


Sungguh perbincangan yang sangat unfaedah.


"Gue besanan sama elo juga aslinya kepaksa."Sahut Althaf.Verdian menghela napas.


"Buruan bilang maksudt dan tujuan lo telpon gue kenapa?"Tanya Verdian yang sudah malas berdebat dengan Althaf.


"Gue sama keluarga juga anak lo bakal kesana.Nginep 2 hari 2 malam.Lo siapin segalanya!Awas lo buat gue kecewa dengan persiapan lo."Ucap Althaf enteng.


Adam dan Meidina terkejut dengan keputusan Althaf yang seperti itu.Sedang Arka,ia masih saja diam.Ia tahu hal apa yang akan Althaf ucapkan setelah ini.


Arka memberikan isyarat pada Adam untuk diam saat Adam ingin protes dengan keputusan Althaf.


"Lo serius Al?"Tanya Verdian diseberang sana.Terdengar nada bahagia dari suaranya.


"Serius lah.Acara 4 bulan ditempat lo.Bagaimanapun Meidina dulu anak lo.Meski sekarang masih anak lo juga sih.Tapi,acara 7 bulanan kudu ditempat gue.


Sebab dia sudah jadi bagian dari keluarga gue."Jelas Althaf.

__ADS_1


"Ok.Gue siapin semua.Da-dah Arka sayang."Goda Verdian lalu menutup sambungan telpon dengan cepat.


Ia tak mau mendengar teriakan Althaf yang menggelegar.


"Lain kali kamu harus ambil tindakan.Dan untuk kamu Meidina,lain kali cerita sama suami kamu biar kalian mendapat solusi."Peringat Althaf.Keduanya mengangguk pasti.


"Ya sudah kalian pergi!Papa mau pacaran lagi sama mama."Usir Althaf pada anak dan menantunya.


Adam mencebikkan bibirnya mendengar alasan papanya mengusir dirinya dari ruang tamu.Adam lantas menarik tangan Meidina untuk segera pergi dari sana.


Waktu berduaan Althaf dan Arka harus tertunda karen seperginya Adam dan Meidina,Ave datang dan langsung duduk diantara keduanya.


Althaf hanya bisa mengalah untuk satu-satunya putrinya itu.


Apapun yang terjadi,Althaf memang selalu mengalah dan mengalah untuk anak-anaknya.


Tak lama setelah Ave,masuklah Eshan yang sudah dipaksa Ave untuk masuk kedalam rumah.Tetapi Ave tinggal karen ia sudah sangat merasa lelah.


Melihat wajah Eshan,Arka sngat terkejut.Berulang kali ia coba mengamati wajah Eshan dengan seksama.Dan hasilnya sama.Ia sangat mirip seseorang.


Meski ia sudah berusaha mengucek matanya berkali-kali wajah Eshan tidak berubah.


"Ma jangan gitu juga jalee,takut ih nanti teman Ave."Ucap Ave memperingatkan Arka.Arka tak menghiraukan ucapan anaknya itu.Ia masih sibuk menatap wajah Eshan.


Eshan sendiri lama-lama merasa risih juga mendapat tatapan semacam itu dari Arka.


"Kamu Arga?"Tanya Arka."Iya,mirip banget kamu sama Arga."Sahut Althaf.


'Berarti mereka teman papa dong?'Pikir Eshan dalam hati.


Deg


Sungguh,senyumnya sangat mirip bak foto copy dengn Arga.Althafpun meraskan hal yang sama.


"Arga itu papa saya om,tante."Jawab Eshan santai.


"Kok bisa mirip banget sih?Terus kamu mirip amam kamu sebelah mananya?"Tanya Arka ngawur.


"Mama sama papa kenal dengan papanya Eshan?"Sahut Ave.


"Dimana papa kamu sekarang?"Tanya Arka lagi.Seketika raut wajah Eshan berubah menjadi sendu.


Arka dan althaf yang mihat perubahan wajah Eshan hanya bisa saling pandang.


"Nak."Panggil Arka lembut.


"Papa disurga tan."Jawab Eshan.Arka dan Althaf membelalakkan matanya.

__ADS_1


Disurga?Arga?Itu artinya dia sudah...?


Arka menggelengkan kepalanya.Tak percaya jika salah satu masa lalunya sudah tiada.


"Papa disurga karena nyelamatin mama.Ginjal mama mengalami kerusakan om,tante.Dan papa bersikeras buat menjadi pendonor sebab kondisi mama saat itu kritis.


Dan ternyata setelah oprasi papa mengalami pendarahan.Dan papa tidak selamat.


Hal itu papa lakukan sebagai bentuk ucapan permintaan maaf karena tidak bisa sepenuhnya mencintai mama.Sebab papa masih mencintai masa lalunya yang ia sakiti saat masih sekolah dulu.Kata papa mereka dulu satu sekolah.Papa tulus mencintai gadis itu,tapi gengsinya yang berlebihan membuatnya kehilangan wanita yang benar-benar ia cintai.Itu yang papa ucapkan."Jelas Eshan dengan tatapan kosong.


Arka semakin tersentak mendengar penjelasan Eshan.Sungguh,ia bahkan sekalipun tak pernah mau memikirkan Arga usai ia disakiti olehnya.


Dan kenyataan itu membuat Arka merasa sangat tidak percaya.


Bagaimana mungkin Arga yang terlihat sangat biasa saja usai putus dengan Arka ternyata masih menyimpan perasaan padanya.


Hal konyol apa lagi ini?


Arka langsung berdiri.Ia tak mampu menahan air matanya yang sangat ingin keluar.Ia langsung bergegas pergi dari sana.


"Kapan-kapan papa jelaskan.Tapi tidak hari ini.Makasih kamu sudah jadi teman anak om.Terus jaga anak om sebagai teman kamu ya.Om ngejar mamanya Ave dulu."Ucap Althaf.Ia segera mengejar Arka.


Sedang Ave dan Eshan sama-sama melempar pandangan.Sma-sama bingung.Keduanya bersamaan mengedikkan bahu tanda tak mengerti.


"Bang Agam pulang."Teriak Agam saat masih berada diambang pintu.


"Siapa Av?"Tanya Eshan.


"Salah satu penghuni rumah sakit jiwa yang kabur."Sahut Ave sekenanya.


"Enak aja orang gila.Ganteng gini dibilang orang gila."Sahut Agam.Ternyata ia mendengar ucapan Ave barusan.


"Dari mana lo bang?"Tanya Ave.


"Rumah ayah Asen."Jawab Agam santai.Ave mendelik mendengar jawaban Agam.


"Ngapain?"Selidik Ave.Sungguh ia sangat penasaran dengan kisah antara Agam,Kirana dan Kanaya.


"Bilang kalau gue bakal perpanjangan masa gue nggak datang kerumahnya."Jelas Agam.Agam lalu berdiri meninggalkan Ave dan Eshan.


"Bodoh lo bang,gue yakin lo suatu saat bakal nyesel kagak lihat ketulusan Kanaya."Gumam Ave.


"Kenapa?"Tanya Eshan Ave menggeleng.


*JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE


JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.


**LOPES KALIAN SEMUA***


__ADS_2