Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
Episode 06


__ADS_3

Pemilik kantin bernama mang Usman sedikit ragu saat ingin masuk keruang guru.Tapi jika ia tak masuk bisa rugi kantinnya dan besok tidak bisa jualan.


Ia beranikan diri masuk dan langsung berjalan kearah meja pak Dedy.


"Permisi pak Dedy."Ucap mang Usman hati-hati.


Sang empu nama menoleh kearah mang Usman.Para guru yang mejanya berdekatan dengan pak Dedy sedikit bingung karena mang Usman datang membawa mie ayam bakso ukuran jumbo dengan es teh.


‘Pemandangan yang langka' pak Dedy makan siang makanan kantin.


"Ini makanan yang murid bapak pesankan buat bapak.Ini bon dikantin saya.Dan ini note dari murid bapak."Jelas mang Usman.


Pak Dedy terlihat terkejut melihat makanan yang seumur-umur belum pernah ia makan.Meskipun tidak tinggal dikota besar,tetapi ia golongan manusia yang menjaga pola makan.Sehingga makanan jenis mie ayam ia tidak paham.


Setelah menghela napas kasar ia melihat bon makan anak-anak satu kelas itu.Ia lebih terkejut saat melihat jumlah uang yang harus ia keluarkan.


‘Luar biasa’ batin Dedy.


"Ini pak.Ambil saja kembaliannya.Dan untuk makanan ini nanti siang bapak ambil lagi mangkoknya.Terimakasih sebelumnya."Ucap Dedy dengan sedikit memaksa senyum.


"Baik pak.Terimakasih."Mang Usman segera keluar dari kantor itu.Ia merasa lega karena tagihan kantin sudah dibayar.


Berhubung dirinya lapar dan belum makan siang Dedy putuskan untuk mencoba makanan yang bahkan baru pertama kali ia coba.Sebelumnya ia membaca note dari Arka dahulu.


'Sengaja saya delivery es teh tawar.Ntar kalau pake gula bapak jadi diabetes soalnya bapak kan manisnya kelewatan.Heheheh😆😆😆.Salam santuy dari Arkadewi.'


Membaca note itu Dedy menyunggingkan seulas senyum.


'Dasar bocah.’Ucap Dedy dalam hati.


Dikelas Arka.


Kebetulan saat ini jam kosong.Dan guru tidak memberi tugas apapun.Semua sibuk dengan kegiatan sendiri-sendiri.Dan Arka memilih untuk tidur.Althaf sibuk memberikan gombalan pada Ayu supaya mau jadi pacarnya.Azka bertingkah gila dengan murid laki-laki lainnya yang mengundang tawa seisi kelas.Sedangkan Asen ia sibuk mencoba mengerjakan beberapa soal dibuku paketnya,sesekali mengomentari tingkah absurd Azka.


Saat Arka hampir masuk kealam mimpi ada seorang murid yang mengganggu waktu tidurnya.Ia duduk dimeja tepat depan Arka.


"Tidur mulu."Ucap salah seorang teman Arka.


Arka tak menjawab.Ia mencoba untuk tidak peduli.


"Heh Arka."Orang tersebut terus menganggu tidur Arka dengan menarik rambut Arka pelan.


Terpaksa Arka mendongakkan kepala melihat siapa yang berani mengganggunya.Dengan sedikit kesal ia menjawab ucapan orang tersebut.


Ternyata dia Rhandra,teman satu kelasnya yang pagi tadi ia bantu.


"Apa sih?Ganggu orang tidur aja lo.Noh lihat pada lihatin kita.Ntar dibully lo."Arka benar-benar kesal.


"Ceh si Rhandra sekarang larinya ke Arka."Olok Kay yang memang akhir-akhir ini dekat dengan Rhandra.Mungkin mereka sednag pendekatan atau pacaran.


"Tuh lihat!Urus sono cewek lo yang berisik kayak radio rusak itu."Arka benar-benar kesal.Ia berusaha mengusir Rhandra dari hadapannya.


Kay atau Kalyana Wahyuningtyas nama lengkapnya adalah murid yang suka merendahkan siswa yang tingkat ketampanan atau kecantikan juga kepandaian yang lebih rendah dari dia.Sama halnya Arka.Dia selalu diejek ketika siapa saja yang dekat dengannya.Dan menjadi sasaran bully nya.


Bahkan dulu dialah yang paling gencar untuk merendahkan Arka disekolah.Seakan ia punya dendam kesumat pada Arka.Padahal Arka sendiri merasa tidak pernah mengusik Kay sedikitpun


"Diemin ajalah!Anggep nyamuk yang suka ganggu orang."Sahut Rhandra.


“Lo kira gue buta?Manusia segede itu Lo samain sama nyamuk?”Omel Arka.


"Sadar Ka!Sadar!Ngimpi nggak usah ketinggian.Ngaca sana!"Kay masih mencoba memprovokasi Arka.

__ADS_1


"Woy bacot lo dijaga ya!"Azka yang awalnya sibuk sendiri langsung tersulut emosi mendengar ucapan Kay yang terus menghina Arka.


"Widih dibelain bodyguardnya."Celetuk Kay masih dengan senyum mengejeknya dan sifat sombongnya.


BRAKKKK


Kali ini Asen yang tersulut emosi.Ia paling tidak suka melihat Arka direndahkan.Ia menggebrak meja dengan sangat keras.Mereka tidak menyangka Asen yang terlihat tidak banyak bicara pada orang lain kecuali tiga temannya dan keluarganya bisa semarah itu ketika Arka dihina.


Hanya demi seorang Arka,Asen bisa semarah ini.Hanya karena Arka,Asen bisa memperlihatkan sisi lain dari dirinya yang terkenal kalem.


"Gue tahu bapak ibu lo guru.Tapi bukan berarti elo bisa menghina teman gue.Selama ini gue udah cukup tutup kuping saat Arka elo hina.Tapi sekarang elo bener-bener keterlaluan.Kenapa emang kalau Rhandra ngobrol sama Arka?Salah?Atau elo merasa cuma elo yang pantas ngobrol sama dia?Seharusnya elo ngaca dulu baru ngomong kek gitu sama Arka.Jangan karena pangkat kedua orang tua lo lebih tinggi dari dia elo bisa seenak jidat lo menganggap dia dibawah lo.Bastard."Ucap Asen.Ia lantas meninggalkan kelas dengan menarik tangan Arka dengan paksa.


Ia sedikit meninggikan suaranya saat mengucapkan kata 'bastard.’


"****** lo Kay "


"Biar tau rasa dia,biar sadar juga."


"Haha haha lawan Asen langsung kicep."


"Nggak berani jawab dia."


Sahutan beberapa teman Arka.


Sebenarnya banyak yang tidak suka dengan sikap sombongnya Kay,tetapi mengingat siapa orang tua Kay,mereka enggan melawan sikap angkuh Kay.


Tak lama Althaf dan Azka juga menyusul Arka dan Asen.


"Gila cuy elo bisa ya marah kek gitu.Kaget gue pas gebrak mukul tadi.Laki banget."Ucap Arka saat berjalan menuju atap sekolah.


Asen memincingkan matanya tak percaya saat Arka berkata seperti itu pada dirinya.Ia sudah membela mati-matian eh,taunya tuh bocah nanggepinnya biasa saja.


"Heheh."Arka tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.”Mangap.”Canda Arka.


“Mangap aja sendiri!”Kesal Asen.


"Gue baru lihat jiwa laki Asen kali ini Az."Kata Althaf saat mereka sudah berada dibelakang Asen dan Arka.


"Gila.Ganas banget cuy.Kakak pertama takut."Lanjut Althaf.


"Diem lo pada.Gue lagi badmood ya.Jangan sampai jiwa gue yang lain muncul."Ucap Asen menakuti ketiga temannya.


Benar ketiga temannya seketika berhenti berjalan.Mereka benar-benar takut jika Asen mempunyai jiwa lain didalam dirinya.


Arka langsung berada ditengah Azka dan Althaf.Ia mengalirkan tangannya pada tangan Althaf dan Azka.Dan membiarkan Asen berjalan sendiri terlebih dahulu.


Menyadarai Arka sudah tidak ada disampingnya Asen lantas menengok kebelakang.Ia mengernyit heran dengan perubahan sikap ketiga temannya itu.


"Lu bertiga pada ngapain dah?"Tanya Asen bingung.Ia tak sadar jika ucapannya beberapa detik yang lalu dianggap serius oleh teman-temannya.


"...."Tak ada jawaban.Ketiganya masih mencoba untuk bersikap biasa saja.


"Woy.Kampret lu pada."Omel Asen.


"Ini elo atau jiwa lo yang lain Sen?"Azka coba bertanya.


"...."Kali ini Asen yang justru tidak menjawab.Sedetik kemudian dia tertawa lepas.


"Hahahahah....Lo pada percaya ucapan gue?Yaelah canda kalee."Asen tertawa puas bisa membuat teman-temannya takut.


"Sialan."Umpat ketiganya.Lantas Althaf dan Azka berlari mengejar Asen yang sudah kabur.Arka memilih berjalan sebab ia tahu arah tujuan mereka.

__ADS_1


Saat ia tersenyum melihat tingkah absurd ketiga sahabatnya tiba-tiba Rhandra sudah muncul disampingnya.


"Masih waras kan?"Tanya Rhandra.


"Belum puas lo buat gue dihina sama itu anak?"Sahut Arka.


"Bukannya selama ini elo masa bodoh saat lo dihina karena berteman dengan ketiga temen lo.Tapi kenapa sekarang lo mempermasalahkan?"Tanya Rhandra.


"Berarti lo pengen gue dihina gitu?"Tanya Arka memincingkan matanya.


"Karena gue nggak mau orang lain ikut dihina juga.Udah cukup mereka bertiga."Jelas Arka lagi."Lagi elo nggak malu jalan berdampingan kek gini sama gue?"Lanjut Arka.


"Buat apa malu?Yang ngejalani siapa yang komen siapa.Anggap aja angin lalu."Ucap Rhandra.


"Gue serius pengen deket sama elo."Ucap Rhandra tepat ditelinga Arka.


Arka tidak menjawab ia memutuskan untuk berlari mengejar ketiga tamannya.Rhandra sendiri memilih untuk keperpustakaan.


Alasan ia mendekati Arka sebenarnya hanya untuk membuat Kay cemburu dan berubah lebih manusiawi.Selama ini didalam hubungan mereka berdua yang sembunyi-sembunyi Kay terlalu mendominasi dan menguasai Rhandra.


Dan Rhandra ingin menjalin hubungan yang sehat dengan Kay.


Terdengar kejam memang.


Tapi itulah tujuannya.Ia tahu Kay sangat tidak suka jika melihat keakraban Arka dan ketiga temannya.Apalagi jika ia yang mendekati Arka,sudah pasti Kay akan mengamuk dan marah besar.Dengan begitu ia bisa sedikit menyetir Kay agar sedikit nurut padanya


Diatap gedung sekolah


"Lama amat bu?"Tanya Althaf yang saat ini sedang dalam posisi tiduran dengan kaki Asen sebagai bantalnya.


"Tadi ada nyamuk lewat dulu."Sahut Arka acuh.Tatapamnya lurus kededepan.Seoalj sedang ada beban berat yang sedang ia pikul.


"Rhandra?"Tanya Althaf lagi.


"Huum."Arka menganggukkan kepalanya.


"Gue saranin hati-hati.Gue yakin ada udang dibalik karang."Azka menyahut.


Pletak


"Udang dibalik batu .Bukan dibalik karang."Asen memukul kepala Azka pelan dengan telapak tangannya.


"Sama aja.Gue lebih suka karang ketimbang batu."Jawab Azka sekenanya.


"Kalau gue lebih suka batunya gue lemparin ke kepala lo biar rada waras."Kini Arka ikut bicara.


“Kalau abang amnesia gimana dhek?”Canda Azka.


“Gampang,gue lempar Lo dari atap gedung ini.”Jawab Arka.


“Mampus dong bang Azka?”


“Bodo amat.”Asen menyahut dengan cepat.


"Gaje lo semua."Althaf menimpali.


"Muka lo tuh yang nggak jelas."Kali ini Azka yang bersuara.


Obrolan mereka berlanjut dengan ucapan-ucapan tak berfaedah.Benar-benar tak berfaedah.


JANGAM LUPA VOTE,LIKE DAN KOMENTAR YAA...SEDEKAH POINNYA JUGA DITUNGGU

__ADS_1


__ADS_2