
Disana,ditempat biasa Agra nongkrong sudah banyak teman Agra yang duduk disanagTermasuk Annga dan Enggar.Dan kedatangan Agra serta Ave menjadi tontonan teman-teman Agra.
"Wuih cewek baru nih Gra.?"
"Lo bilang mau tobat coeg?"
"Atau ini cewek yang bikin elo tobat?"
"Pantes elo tobat,bening gitu ceweknya."
Sahutan beberapa teman Agra.Enggar terpingkal-pingkal melihat ekspresi kesal Ave.Ia tahu pasti,Ave paling kesal kalau sudah dikira sebagai pacar dari abang-abangnya.
"Nggar lo sakit?"Tanya salah seorang disana.Enggar menggeleng.
"Gue yakin nih ya,kalaupun didunia cowok tinggal Agra.Ave juga kagak akan mau sama dia ya Av?"Tanya Enggar setelah tawanya mereda.Ave mengangguk pasti.
"Ck.Gue juga kagak doyan sama elo kalee Av.Mau ada pertumpahan darah?Hahahah."Sahut Agra.Ia juga tertawa.
"Dia adhek gue satu-satunya oy.Kagak ada mirip-miripnya apa gue sama dia."Lanjut Agra lagi.
"Adhek?Bening adhek lo dibanding elo."Sahut salah seorang lagi disana.
Obrolan terus berlanjut dengan banyak sekali ejekan-ejekan.Ave hanya diam saja.Dia bahkan hanya menyahut jika ditanya.Tidak seperti biasanya yang mudah ikut nimbrung.
Ia selalu merasa canggung saat ada Angga disana.Ia lebih memilih menghindari Angga saja.
"Bang gue duduk diluar aja."Bisik Ave.Agra mengangguk.
Ave lantas keluar dan memilih duduk disebuah batu besar yang ada didekat sana.
Ia melamun.Melamunkan Shakeil.Iapun juga sama seperti Shakeil.Sudah mulai merasakan rindu.
Berulang kali ia menghela napas.Ingin sekali ia menghubungi Shakeil,tetapi ia tidak bisa sebab ini bukan jam istirahat.Bahkan jam istirahatpun sudah usai sejak tadi.
Ia hanya menggeser-geser fotonya bersama Shakeil yang tersimpan digalery ponselnya.
"Ck.Konyol sekali.Rindu memang sangat menyesakkan.Semoga saja buah dari semua ini sangat indah."Gumam Ave.
Semakin lama ia merasa semakin bosan,ia sebenarnya sangat ingin bergabung dengan Agra dan yang lainnya.Tetapi tatapan Angga membuatnya sangat tidak nyaman.
Akhirnya ia lebih memilih menghubungi Eshan agar menjemputnya.Dan membiarkan Agra yang membawa motornya.
*Ave*
__ADS_1
'Jemput gue diKarya Nugraha dong!Bete banget gue,sumpah.'
Isi pesan Ave untuk Eshan.
*Eshan*
'Meluncur.'
Balasan Eshan.Tak lama,Eshan sudah tiba.Ave sendiri langsung mendekat kearah Eshan.
"Lo ngapain disini?"Tanya Eshan.
"Ngemis."Jawab Ave sekenanya.Esha tertawa mendengar jawaban Ave.
"Abang gue ngeselin banget dah.Nyuruh gue buat jemput dia tapi malah diajak nongkrong dulu.Bete banget lah gue."Gerutu Ave."Ntar gue nyerahin kunci motor gue dulu."Lanjut Ave.
Ave segera meenghampiri Agra."Bang."Panggil Ave.Ia lalu melempar kunci motornya.Agra sendiri juga langsung menangkap kunci itu.
"Gue balik duluan.Motor lo bawa aja."Ucapnya lalu bergegas pergi.Eshan masih berdiri ditempat yang sama.
Angga yang penasaran segera berdiri dan melihat siapa yang akan mengantar Ave pulang.Dahinya mengerut saat melihat ternyata laki-laki yang mengantar Ave.
Angga kembali duduk dengan pandangan kosong menerawang siapa yang menjemput Ave tadi.Agra yang mendapati perubahan raut wajah Angga segera berseru.
Teman-teman Agra terkejut mendengar penuturan Agra.Ternyata Angga menyukai adik sahabatnya.
"Lo suka sama adiknya Agra?"
"Iya.Tapi gue lihat dari tadi lo diem bae."
"Berisik lo semua.Banyak ba*ot."Sahut Angga cepat.Ia lalu meninggalkan tempat itu entah pergi kemana.
Agra menghela napas.Ia sendiri sebenarnya sangat menyayangkan sikap Angga yang tiba-tiba berubah usai Agra memintanya untuk menyerah akan perasaannya pada Ave.
"Lo kenapa Gra?"Tanya Anto salah seorang temannya.
"Angga lagi?"Sahut Enggar.Agra mengangguk sebagai jawaban.
"Dia berubah kegue semenjak gue bilang buat nyerah perihal perasaannya sama adhek gue.Dia saja yang kagak tahu gue saban hari sampe gelut terus sama Ave hanya karena gue maksa dia buat buka hati untuk Angga.
Sedangkan adhek gue sama pacarnya udah pacaran sejk adhek gue masih SMP.Udah 3 tahun lebih.Lah kalau gue kekeuh maksain buat di buka hatinya namanya gue kagak waras dong.
Dan sejk gue mengatakan itu semua Angga beda sama gue.
__ADS_1
Ave itu anak yang asiik hlo sebenarnya.Tanya aja sama Enggar.Biasa juga sama Enggar berisik banget.Tapi dia bakal langsung canggung jika sudah Anggga."Jelas Agra dengan ekspresi wajah yang lesu.
"Udah santai aja.Adhek lo bahagianya sama pacarnya juga.Elo udah bener bilang kek gitu sama Angga."Sahut Deno teman Agra yang lain.
Agra mengangguk.Lalu melanjutkan acara nongkrongnya.
♡♡♡
Saat ini kandungan Meidina yang masih berada ditrimester pertama masih sangat rawan jika Meidina sampai kelelahan.
Adam sendiri yang memang sudah sambil bekerja meski belum diwisuda harus ekstra dalam menghadapi Meidina.Apalagi emosi orang hamil itu sangat mudah naik turun.Sehingga ia lebih memilih untuk mengalah saja,daripada bertengkar dan ujung-ujungnya ia juga harus mengalah juga.
Saat ini keduanya tengah duduk disofa ruang tamu.Tiba-tiba Arka menghampiri keduanya.Ia terlihat serius sekali.
"Mei,Adam ada yang mau mama tanyakan."Ucap Arka.Meidina dan Adam saling melihat.Lalu Adam mengangguk sebagai jawaban iya.
"Tadi Perdian telpon mama,kenapa ponsel kamu Mei tidak bisa dihubungi?Dia terlihat khawatir hlo nak."Ucap Arka.Meidina diam.Menundukkan kepalanya.Menghela napas beberapa kali.
Adam sendiri bahkan tak mengetahui hal itu karena Meidina menyembunyikan dari Adam.
"Ceritalah nak!"Ucap Arka lagi.
"Papa maunya acara 4 bulanan diadain dirumah sana ma.Sedangkan Mei sudah punya suami.Mei kudu ikut kemanapun suamikan?Makanya Mei menolak.Tapi papa masih terus berusaha membujuk Mei.Akhirnya Mei blok nomor papa."Jelas Meidina.Adam membelalakkan matanya tak percaya.
Sedangkan Arka ia hanya menggelengkan kepalanya.Saat Arka baru akan menjawab Althaf sudah duduk disamping Arka dan menyela pembicaraan mereka.
"Adam kamu tahu?"Tanya Althaf datar.Adam menggelang.Althaf menghela napas.Anaknya yang satu ini kenapa tidak memiliki rasa peka seperti dirinya dulu.
"Lalu keputusan apa yang akan kamu ambil?"Tanya Althaf lagi.Arka tersenyum mendengar Althaf mengambil tindakan untuk hal ini.Adam lagi-lagi menggeleng.
Althaf memasang wajah bodoh melihat respon anaknya.Ia mengusap wajahnya kasar karena kesal terhadap Adam.
"Kamu kepala keluarga buat keluarga kecil kamu Dam.Masa iya hal seperti ini saja kamu tidak bisa memutuskan.Papa heran sama kamu,rasa peka kamu terhadap istri kamu tuh lebih parah dari papa dulu.
Sabar-sabar aja lah Mei kamu punya suami kayak Adam."Kesal Althaf.
JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE
JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS
JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.
LOPES KALIAN SEMUA
__ADS_1