Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 15


__ADS_3

Ave menyusuri jalan menuju rumahnya dengan santai.Motor bebek yang dulu setia menemaninya kini sudah diganti oleh Althaf dengan motor sport sesuai keinginannya.


Meskipun sempat ditentang oleh Shakeil,Ave dapat meyakinkan Shakeil jika ia tak akan kenapa-kenapa jika mengendarai motor jenis itu.


Rasa terlalu cinta Shakeil,memang kadang membuat Shakeil bersikap sangat protektif terhadap Ave.Dan Ave sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.


Ia justru senang,sebab hal itu menunjukkan jika Shakeil menyayangi Ave.Benar-benar mencintai Ave.


Ave mampir sebentar untuk sekadar membeli es dipinggir jalan.


Lalu terdengar suara ponselnya berbunyi.Tertera nama Shakeil dilayar ponselnya.Ave tersenyum.


*Ave*


"Ya sayang."Jawab Ave disertai senyum bahagianya.


*Shakeil*


"Kok berisik amat?Belum nyampe rumah?"Tanya Shakeil.


*Ave*


"Mampir beli minum bentar.Haus banget.Tadi nggak dikasih minum diajak ngobrol doang."Sindir Ave.Ia hanya ingin menggoda kekasihnya itu.


*Shakeil*


"Astagah.Lupa gue Av."Ucap Shakeil sambil menepuk keningnya.


Ave tertawa keras.Ia senang setiap kali bisa menggoda Shakeil.


*Ave*


"Sha,besok malem minggu jalan yuk."Ajak Ave.Shakeil berpikir sejenak lalu mengiyakan permintaan Ave.


Sebelum tiba masa pendidikannya,Shakeil ingin selalu menemani Ave.


Dan mendengar Shakeil setuju dengan ajakannya Ave kembalu tertawa girang.


Shakeil lantas menutup sambungan telponnya.


Sedangkan Ave,masih disana hanya untuk sekedar menikmati udara malam.Matanya terpejam,membiarkan angin perlahan menampar wajahnya.


Hingga ia dikagetkan dengan kedatangan seseorang yang cukup ia kenal.


Angga,teman Agra yang Ave tidak tahu jika ia juga tenan Shakeil.


"Sendiri aja?"Tanya Angga.Ave mengangguk.Kalau bukan karena Angga teman kakaknya sudah pasti Angga sudah diusir dari hidup Ave jauh-jauh hari.

__ADS_1


Sebab ia menghargai Angga sebagai teman kakaknya,maka ia membiarkan laki-laki itu mengenalnya.Hanya sebatas mengenal.Tidak akan lebih.


"Darimana?"Tanya Angga.


"Dari rumah teman."Jawab Ave datar.Ia selalu merasa tidak nyaman jika hanya berdua dengan Angga seperti ini.


Angga mengangguk.Sebenarnya ia ingin bertanya lebih lanjut,tapi ia urungkan karena Ave terus saja sibuk dengan minumannya.


Tidak menanggapinya Ave terhadap Angga karena ia mengerti jika Angga menyimpan rasa padanya.Ia hanya tak mau memberikan harapan palsu,ia sudah memantabkan hati pada Shakeil,tidak akan pernah melirik siapapun.


Sikap setia Arka terhadap satu hati ia turunkan pada Ave.Sehingga sampai hampir 3 tahun ini Ave hanya jatuh hati pada satu orang,Shakeil orangnya.


"Duluan ya bang."Ucap Ave pada Angga.Anggapun tersenyum kecut jika mengingat tanggapan Ave yang selalu datar jika terhadapnya.


"Em.Hati-hati!"Jawab Angga sambil mengangguk.


Dalam diam Angga menatap punggung Ave yang semakin menjauh.


Miris terasa jika ia mengingat akan penolakan halus dari Ave akan dirinya.Sejak pertama kali main kerumah Agra,bahkan Angga sudah jatuh cinta meski baru melihat Ave dalam foto keluarganya.


Tapi sayang,Ave menunjukkan rasa menolak terhadap Angga sejak awal.


Semakin lama sosok Ave sudah menghilang bersama motor sport kesayangannya.Angga sendiri memilih untuk berada disana sejenak.


Sesampainya dirumah,Ave sudah disambut dengan Agra yang berdiri didepan pintu.Dapat Ave rasakan jika akan ada perang dunia setelah ini.


"Kenapa mas jam segini diluar?"Tanya Ave saat ia sudah sampai disamping Agra.


Tetapi langkahnya terhenti saat lengannya dicekal oleh Agra.


"Apa sih mas?"Tanya Ave kesal.


"Bisa nggak sih Av sedikit aja lo hargai perasaan Angga?Gue suka ngerasa kasihan sama dia kalau dia cerita lo nggak nanggepin perasaannya."Ucap Agra akhirnya.


Ave menghela napas kasar.Ia sudah terlalu sering berbeda pendapat perihal masalah ini.


Ave diam,ia merasa sangat enggan menanggapi ucapan Agra yang selalu mengajaknya bertengkar setiap membicarakan Angga.


Agra sendiri semakin kesal saat Ave tak menanggapi ucapannya.Ia eratkan cekalan pada lengan Ave


Hingga Ave mengaduh kesakitan.


"Mas Agra!Apa-apaan sih?Maunya mas Agra itu apa?"Kini suara Ave sudah mulai meninggi.


"Ini soal hati dan perasaan mas.Tidak bisa mas Agra paksakan begitu saja.Baju aja ya mas kalau tidak muat tapi dipaksakan ya pasti sobek.Sama kayak hati mas.Gue udah ada pilihan sendiri.Gue sama pacar gue udah lebih dari 3 tahun.Terus sekarang mas Agra dengan entangnya bilang buat Ave lebih menghargai perasaan mas Angga sedikit aja?


Mas,maaf tapi Ave sama sekali tidak bisa.Ave sudah punya pacar dan tidak akan pernah mengkhianatinya.

__ADS_1


Maaf mas,Ave masuk dulu."Ave memaksa masuk sambil mengusap air matanya.


Diantara 4 bersaudara


itu,memanglah Ave dan Agra yang lebih sering terlibat pertengkaran.


Saat berada diruang tamu Ave tak sengaja menabrak Agam.Dan Ave tak menggubris teguran Agam.Ia langsung saja masuk kedalam kamarnya.


Agam sendiri yang mendapat perlakuan aneh dari adik bungsunya segera menghampiri Agra yang masih berada diambang pintu.


"Gra,kenapa?"Tanya Agam."Gue bingung bang sama diri gue sendiri."Jawab Agra menggantung.


Tak lama bergabunglah Adam diantara mereka.Dan mengajak keduanya untuk duduk diteras rumah saja.


"Maksudt lo?"Tanya Agam."Angga tuh saban hari curhat kegue kalau Ave tuh cuekin dia mulu.Terus minta tolong sama gue biar Ave tuh buka sedikit aja hatinya buat Angga.Dan setiap gue ngomongin hal ini,ujung-ujungnya apa coba?Berantem kita."Jelas Agra.


"Ave itu nurunin sifat setianya mama.Lo tahu kan itu?"Sahut Agam cepat.Agra mengangguk.


"Dia udah bahagia sama pacarnya Gra.Lo tahu dia pacaran sejak kelas IX SMP loh.Dan sekarang dia udah kelas XII SMA.Harusnya elo ngerti jika hati adhek lo itu udah kagak bisa digoyahkan siapapun.


Kemungkinan terburuk,Ave disakitin pun dia bakal tetap cinta tuh sama pacarnya.


Ave udah dekat banget sama keluarga pacarnya.Pas nikahan gue,mama pacarnya datang lagi.Dan disitu gue dapat melihat pancaran kebahagiaan di mata dia."Jelas Adam.


"Lo kasih penjelasan sama temen lo tentang Ave dan pacarnya.Kalau dia tetep kekeuh ya biarin sakit hati dia yang nanggung.Ya nggak Dam?"Tanya Agam."Yups.Betul banget."Jawab Adam.


"Harusnya elo juga jangan terlalu be*o.Lo lihat gimana sikap Ave sama teman lo yang satu si Enggar,terus sama si Aldo teman gue yang emang nganggep Ave sebatas adhek sahabatnya.Ave welcom banget kan?Ia cuek sama Angga karena ia nggak mau ngasih harapan yang cuma harapan doang."Jelas Agam lagi.


Entah belajar dari mana anak itu sehingga ia bisa berucap sedemikian.


Mungkin sejak ia insaf menjadi playboy,ia jadi belajar banyak akan apa itu cinta.Cih.Kagak percaya kalau Agam bisa insaf.


Agra mengangguk.Lalu masuk kedalam.


Keesokan harinya,Ave sudah siapa dengan seragam sekolahnya.Wajahnya terlihat berbeda hari ini.Matanya memiliki kantung mata yang jelas dibagian bawah matanya.Lalu matanya juga sedikit bengkak.Mungkin ia menangis cukup lama semalam.


Tiba-tiba datanglah Agra dan langsung merangkul pundak Ave.Membuat Ave bingung.


"Pakai motor mas aja."Ucap Agra disertai senyum pepsodentnya.


Ave mengernyitkan dahinya.


'Mas Agra masih waras nggak sih?'Ucap Ave dalam hati.


PLEASE LIKE DAN KOMENTAR YA.HARGAI AUTHOR DENGAN MENINGGALKAN JEJAK LIKE DAN KOMENTAR.SEBAB KELANGSUNGAN AUTHOR DISINI BERGANTUNG PADA LIKE DAN KOMENTAR KALIAN.BIAR AUTHOR TUH MERAS DIHARGAI DAN DIDUKUNG KARYANYA GITU.


ITU JUGA SESUAI KETENTUAN TERBARU DARI PIHAK NOVELTOON/MANGATOON.

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE JUGA.


BIAR KARYA INI BISA NAIK LEVEL.SEBAB KETENTUAN YANG SEKARANG SETIAP NOVEL AKAN DIBERI LEVEL.


__ADS_2