
Tiba sudah hari dimana Adam akan melamar Meidina.1.5 bulan pendekatan keduanya terus didesak untuk segera menikah.
Yang penting menikah dulu,kata mereka.
Sedikit-sedikit Adam sudah bisa membuka hatinya.Berbeda dengan Meidina,yang diam-diam sudah lama jatuh cinta pada Adam.
Semenjak ia diberitahu kedua orang tuanya jika ia akan dijodohkan ia sudah mengunci rapat-rapat pintu hatinya,meskipun belum tahu seperti apa Adam.
Dan ia sudah jatuh cinta saat Verdian menunjukkan foto Adam.
Ia tidak peduli dengan teman satu universitasnya yang sering mengatakan cinta padanya.Yang ia peduli hanya ia jatuh cinta pasa Adam.
Althaf membawa semua anggota keluarganya.Termasuk mertua dan orang tuanya.Juga Asen serta keluarga dan Azka serta keluarga.
Hal itu tidak dipermasalahkan oleh Verdian.Baginya Asen dan Azka juga sudah menjadi sahabatnya.
Arka memakai batik couple dengan Althaf.Adam dan Meidina akan memakai baju dengan warna yang senada.Dengan sedikit sentuhan khas adat Sumatera.
Entah mengapa keduanya memilih untuk baju adat yang ada sentuhan khas Sumateranya.
Mungkin berhubungan dengan tugas Meidina disemester ini.
Sedangkan ketiga anaknya memakai batin couple keluarga.Begitu juga yang lainnya.Mereka juga memakai batik couple.
Lamaran dilakukan pada siang hari.Sengaja memilih pada siang hari agar seusai lamaran,mereka masih bisa mengobrol dulu.
Baik Adam ataupun Meidina terlihat sama-sama gugup.Meidina terlihat sangat cantik dengan hijab hasil rancangannya sendiri yang membuatnya luar biasa cantik.
Bahkam Adam sempat dibuat melongo akan kecantikan Meidina hari itu.
"Mingkem bang.Laler masuk noh."Goda Afsheen.Adam jelas malu.Wajahnya terlihat merah.
Afsheen sendiri tertawa melihat wajah malu-malu sang abang.
"Gimana kalau udah dandan mo ijab.Ngiler-ngiler deh."Bisik Agra.
"Kagak bisa tidur dia palingan."Tambah Agam.
Ketiganya kompak menertawakan Adam.Persis dengan sikap Althaf dan Arka sewaktu muda.Suka tidak tahu kondisi.
Puk
Puk
Puk
Althaf menepuk pundak ketiganya dan memberikan tatapan tajam.Terpaksa ketiganya menahan tawanya.
Agam,Agra dan Afsheen duduk mendampingi Adam.Sedari tadi Afsheen sengaja memeluk lengan sang abang supaya rasa gugup abangnya hilang.
"Begini,niat dan maksudt kedatangan saya.."Althaf belum selesai sudah dipotong Afsheen.
"Stop.Pa biar bang Adam sendiri yang ngomong kenapa sih?Biar sweet dikit gitu.Nggak kaku-kaku amat jadi cowok."Usul Afsheen.Mata Adam melotot mendengar usul adik bungsunya.
'Cih.Apa sih maksudt lo Afsheen.Awas aja bakal abis lo ntar dirumah.'RutukAdam dalam hati.
"Iya pa.Masa' iya udah gede juga masih papa yang ngomong."Kompor Agam.
"Malu sama umur bang."Tambah Agra.
"Ayo dong bang.Pan semalem abang udah latihan semalaman buat ngomong.Adhek denger kalee bang."Imbuh Afsheen.Sumpah Adam malu banget dengan tingkah adik-adiknya.
Ingin rasanya ia tenggelamkan ketiga adiknya yang kalau jahil tidak tagu tempat dan waktu.
Arka menggelengkan kepalanya heran dengan sikap jail anak-anaknya itu.
Sedangkan Meidina sedari tadi sudah menahan tawa melihat betapa lucunya adik-adik Adam.
"Om kakak Perdi jangan diterima lamarannya akalau bukan bang Adam sendiri yang ngomong.Gentle bang."Celetuk Afsheen.
Keluarga besar Verdian sedikit terkejut mendengar panggilan Afsheen untuk Verdian.
Verdian sudah tidak bisa menahan tawanya lagi.Ia terpingkal-pingkal melihat anak-anak Arka yang mengerjai abang sulungnya mereka.
__ADS_1
"Huh."Adam menghela napas.
"Om,tante maksud kedatangan Adam beserta keluarga kesini untuk meminang Meidina supaya mau menjadi istri Adam.Menemani Adam disaat susah maupun senang.Disaat suka maupun duka.Disaat apapun yang terjadi dengan saya."Ucap Adam.
Agam dan Agra melongo mendengar ucapan Adam barusan.
"Abang keren."Bisik Afsheen.
Suasana seketika berubah hening.Meidina diam.Belum terdengar jawaban apapun.
"Mei,gimana?"Tanya Adam Perdi
"Sabar kalee Dam."Sahut Agam yang melihat Adam sudha tidak sabar mendengar jawaban Meidina.
Meidina mengangguk.Membuat keempat bersaudara itu bersorak gembira.Bahkan keempatnya berpelukan sambil berjingkrak-jingkrak.
"Yes punya kakak perempuan yang super cantik gue."Ucap Afsheen.
"Hore abang kita kawin Gra."Celetuk Agam.
Pletak
"Nikah dulu woy."Sahut Agra.
Meluapkan rasa bahagia bak anak kecil.Tidak peduli rasa malu yang dirasakan keluarg besar mereka.
"Diam."Tegur Althaf.Seketika keempatnya duduk kembali.
"Maaf om kakak Perdian.Kita kesenengen."Ucap Afsheen.
"Nggak pa-pa sayang."Jawab mamanya Meidina.
Setelahnya,Meidina dan Adam bertukar cincin.Tanda keduanya sudah saling terikat.
Usai lamaran,acara dilanjutkan dengan makan-makan ditaman belakang rumah Verdian.
Semalam Afsheen secara pribadi meminta pada Verdian supaya disiapin meja khusus para anak muda.Begitulah Afsheen,paling dekat dengan Verdian dibanding ketiga kakaknya.
Dan kini mereka para anak-anak sudah duduk terpisah dari para orang tua.
"Telen dulu dhek!"Peringat Agam.
"Lo jangan kaget dengan keluarga gue yang super duper kadang aneh ya."Ucap Adam.
Meidina tersenyum dan mengangguk.
"Noh cewek tuh makan kek kak Meidina.Anggun.Pelan-pelan.Nggak kayak lo."Sarkas Agra.
"Berisik banget sih lo bang.Noh mama aja yang dulu kalau makan masya allah melebihi Ave dapetin jodoh papa yang luar biasah.
Pacar Ave juga nerima Ave apa adanya."Cibir Afhseen.
Ave adalah panggilan sayang dari Shakeil untuk Afsheen akhir-akhir inyaSehingga ia sering menyebut dirinya dengan panggilan Ave.
"Ave?"Tanya Agra."Hm."Gumam Afsheen.
"Buta mata pacar lo berarti."Ledek Agra.Seketika Afsheen diam.Bahkan makannya juga berhenti.
PRANG
"Abang.Jahat banget sih lo.Gue benci sama lo."Teriak Afsheen.Ia lantas berdiri dan meninggalkan rumah Verdian.
Afsheen yang masih bocah,emosinya masih naik turun.Dan mudah tersinggung.
"Lo keterlaluan Gra becandanya.Mei gue kejar adhek dulu ya?Bisa hilang tuh bocah enent."Pamit Adam.
"Iya cari sampe ketemu."Jawab Meidina.
"Becanda lo nggak lucu."Sahut Agam ikut berlari.
"Shit.Selalu kek gini.Dasar bocah."Sungut Agra.Ia juga ikut berlari mencari Afsheen.
Agra memang terkadang keterlaluan jika bercanda.Tetapi ia murni becanda.Tidak ada niat benar-benar meledek adiknya itu.
__ADS_1
Para orang tua bingung melihat keempat remaha itu berlari satu persatu.
"Sayang.Kalian lanjutin makan ya.Kakak mau kepapa sama mama dulu."Ucap Meidina sambil mengelus puncak kepala Kirana dan Kanaya yang sedari tadi diam.
"Ada apa Mei?"Tanya Arka.
"Afsheen sama Agra ma.Sedikit salah paham."Jawab Meidina.
Arka memijat pelipisnya.Ia terkadang pusing juga melihat sikap anak-anaknya yang berubah-ubah itu.
Dilain sisi,Afsheen terus berlari tanpa peduli abang-abangnya yang mengejarnya.
Begitu melihat pangkalan ojek dia langsung berlari kearah ojek itu dan memintanya untuk segera tancap gas.
"Bang anterin gue cepetan.Gue bayar banyak."Ucap Afsheen.Tukang ojek itu mengangguk.
Dijalan ia menghubungi Shakeil.
"Dimana Sha?"Tanya Afsheen.
"Kamu kenapa?"Tanya Shakeil.
"Gue kerumah sekarang ya.Tapi rada lama nyampainya.Soalnya gue masih diKlaten."Jawab Afsheen.
"Iya aku tunggu."Jawab Shakeil.
Adam sudah kehilangan jejak Afsheen.Ia bingung harus mencari kemana lagi.Tak lama datanglah Agam disamping Adam.
Setelah Agam,Agra juga sampai disamping Adam dan Agam.
"Lo kelewatan Gra."Tegur Adam."Kan gue emang biasa kek gini bang."Jawanb Agra.
"Iya kalau sama gue atau Adam nggak pa-pa.Tapi jangan sama Afsheen.Sudahlah.Kita tanya abang ojek itu aja."Usul Agam.
"Bang tadi ada cewek masih bocah wajahnya cantik pake baju batik yang kesini nggak?"Tanya Adam.
"Ada sih mas.Tapi udah langsung tancap gas.Soalnya anak itu minta cepat-cepat."Jawab salah satu dari mereka.
Agam mendesah kesal.
'Pasti ketempat Shakeil.'Pikir Adam dalam hatnbSelama ini Afsheen sudah cerita banyak perihal Shakeil kepada Adam.
Ia menghela napas.Dan memutuskan untuk mengajak kedua adiknya kembali kerumah Verdian.
"Lah Afsheen gimana?"Tanya Agra bingung."Bisa dicincang sama papa gue."Lanjutnya.
"Lo takut sama papa.Tapi nggak mikirin perasaan adhek lo."Ketus Agam.Agra mencebikkan bibirnya.
"Udah.Biar gue yang jawab."Sahut Adam.
Ketiganya kembali kerumah Verdian.Ternyata kedatangan mereka sudah dinanti semua orang yang ada dirumah Verdian.
"Udah pulang dia ma,pa.Mending kita juga segera pulang."Jawab Adam seakan mengerti arti tatapan kedua orang tuanya.
Karena insiden kecil ini,akhirnya mereka memutuskan untuk pulang saja.
60 menit berlalu,mereka sudah sampai dirumah.Tetapi dikejutkan karena keadaan pintu yang masih terkunci.
Rasa bingung sudah mendera Arka.
"Dia ada disuatu tempat.Tapi nggak bisa Adam jelasin.Agam masuk lo.Lo juga Agra.Sampai ada yang keluar gue pastiin lo berdua kagak akan bertemu Afsheen."Ancam Adam.
Keduanya menuruti perkataan Adam.Sebab mereka tahu,Adam tidak pernah main-main dengan ucapannya.
PLEASE LIKE DAN KOMENTAR YA.HARGAI AUTHOR DENGAN MENINGGALKAN JEJAK LIKE DAN KOMENTAR.SEBAB KELANGSUNGAN AUTHOR DISINI BERGANTUNG PADA LIKE DAN KOMENTAR KALIAN.BIAR AUTHOR TUH MERAS DIHARGAI DAN DIDUKUNG KARYANYA GITU.
ITU JUGA SESUAI KETENTUAN TERBARU DARI PIHAK NOVELTOON/MANGATOON.
JANGAN LUPA VOTE JUGA.
BIAR KARYA INI BISA NAIK LEVEL.SEBAB KETENTUAN YANG SEKARANG SETIAP NOVEL AKAN DIBERI LEVEL.
♡♡♡♡♡
__ADS_1
Ini Adam sama Meidina pas lamaran yaa,