
Keesokan harinya
Dikarenakan semalam ia begadang menonton pertandingan bola klub kesayangannya,pagi ini Arka bangun kesiangan.Meskipun jarak dari rumah sampai sekolah tidak ada 5 menit jika memakai motor ia tetap kalang kabut karena jam sudah menunjukkan pukul 07.05,sedangkan bel berbunyi pukul 07.15.Ia kesal kenapa sang adik tidak membangunkannya.
Tambah kesal karena ia masih dalam masa hukuman bapaknya jadi kunci motornya disembunyikan entah kemana.Terpaksa ia harus maraton hari ini.
Hari Minggu kemarin,ia pulang kesorran saat sedang main dirumah Asen.Jadilah seperti beberapa hari ini,kunci motornya disita oleh bapaknya.
Dan dipersimpangan jalan sekitar sekolah dasar desa setempat tiba-tiba ada sepeda motor yang berhenti disampingnya.
"Buruan naik!Ntar telat lagi."Ucap Rhandra.
“Kagak ahh Rhand.Ntar jadi amsalah lagi sama Kay.”Tolak Arka.
“Tapi ntar Lo telat,dihukum loh.”Ucap Rhandra.S
Karena takut terlambat ia akhirnya naik keatas motor Rhandra.
Sesampainya disekolah Arka dan Rhandra sudah menjadi pusat perhatian para murid.
Rhandra,murid yang terkenal seantero sekolah berboncengan dengan Arka?Murid yang setiap hari jadi bahan bullian banyak murid.
"Thank's ya Rhand."Ucap Arka saat turun dari motor.Sebenarnya ia sedikit tidak nyaman dengan tatapan para siswa kepadanya.
"Yups.Santai aja.Ntar pulang bareng gue ya.Lo nggak ada acara kumpul bareng temen lo kan?"Rhandra mulai melancarkan aksinya.
"Nggak janji ya.Duluan ya."Pamit Arka.Ia ingin sekali buru-buru keluar dari situasi yang sangat tidak menyenangkan ini.
Diloby sekolah Arka sudah dinanti oleh Kay and the genk.Saat melihat Rhandra memboncengkan Arka,kepala Kay terasa mendidih.Ia cemburu.Kenapa harus Arka,bukankah masih banyak murid yang lain?Tetapi kenapa Rhandra harus dekat dengan Arka? Pikir Kay.
Saat ia ingin melewati Kay dan teman-temannya jalannya selalu dihalangi.Kadang Arka sendiri juga bingung.Dosa apa ia dimasa lalu sehingga sekarang ia menjadi bahan bullyan seperti ini.
"Jauhi Rhandra!Dia itu cowok gue. "Perintah Kay.
Arka memutar bola matanya jengah dengan ucapan Kay.Serasa ia ingin sekali menyumpal mulut Kay yang selalu bicara seenaknya.
"Jawab jelek.Punya mulut kan lo."Bentak Kay.Bahkan ia sudah menjambak rambut Arka kasar hingga Arka mengaduh kesakitan.Tetapi ia tidak bisa melawan terlalu banyak karena ketiga teman Kay membantunya memegangi Arka.
"Lepas Kalyana.Salah apa gue sama lo sebenarnya."Arka coba melepaskan tangan Kay dari rambutnya yang semakin ditarik oleh Kay.
"Salah lo karena elo udah deket sama Rhandra."Bentak Kay lagi.
"Sakit Kay.Lo curang.Gue sendiri lawan kalian berempat."Arka coba membela diri.
"Rasain bentar lagi rambut lo bakal gue rontokin."Ancam Kay lalu ia tertawa keras.
"Kay sakit banget ini."Arka terus mengaduh karena kini tangannya sudah dipegang oleh kedua teman Kay.Dan Kay bebas menarik rambut Arka.
Disisi lain.Salah seorang siswa yang melihat Arka dijambak oleh Kay segera berlari kekelas untuk memanggil teman-teman Arka.
Ia kasihan melihat Arka yang ditindas oleh Kay hingga seperti itu.
"Kak Al...thaf.Huh huh huh."Panggil siswa itu dengan napas ngos-ngosan.
"...."Tak ada jawaban dari Althaf mereka fokus pada siswa itu.
"Kak Arka...huh...”
“Arka kenapa?Buruan beg*k!”Bentak Althaf tidak sabar.
“Di...bully diloby."Lanjut siswa itu dengan bibir yang sedikit gemetar karena usai dibentak Althaf.
Tanpa babibu Althaf, Azka dan Asen langsung berlari keloby.Diikuti teman sekelas mereka.Dari tatapan Althaf,dapat terlihat kemarahan.
"KALYANA WAHYUNINGTYAS CUKUP!"Teriak Althaf dengan suara yang sangat lantang.Amarahnya sudah diubun-ubun.
Kay yang mendengar teriakan menggema itu langsung terdiam.Ia takut melihat aura kemarahan dalam diri Althaf.Apalagi tatapan matanya yang sangat membunuh itu.
__ADS_1
Ia tahu betul seperti apa seorang Althaf jika marah.Membayangkan itu membuat Kay begidik ngeri
"Asen Azka bawa Arka pergi!"Perintah Althaf.Keduanya segera mengajak Arka kekelas.
Althaf berjalan lebih kearah Kay.Menatapnya tajam seolah ingin nenelah Kay hidup-hidup.
"Gue peringatin.Gue nggak takut meski lo anak orang penting disekolah sini.Masa bodoh gue.Gue nggak peduli.Sama sekali.Sekali lagi gue lihat lo nyentuh Arka.Tamat riwayat lo."Ancaman Althaf kali ini benar-benar menakutkan melihat wajah kemarahannya itu.Ia menekankan setiap kata dalam ucapannya.
Kejadian itu luput dari pandangan guru,karena kantor guru berada diujung lantai dua.
Para guru tidak berani mengambil tindakan karena mereka tahu siapa orang tua Kay juga Althaf.Dua orang penting dikota ini.
Tak lama Althaf menyusul ketiga temannya dikelas.
Karena kejadian itu,suasana kelas berubah menjadi sedikit sepi meski sudah hampir semua murid datang.
Althaf mengintrogasi bagaimana kejadian itu bisa terjadi.Dan setelah mendengar kronologi yang Arka ceritakan Althaf justru mengomel.
"Bodoh lo nyil.Harusnya elo telpon gue atau Asen atau Azka!Lo juga kebo jadi cewek.Dibangunin masya allah.Gue yakin Maya pasti sampe pusing bangunin elo."Omel Althaf.
“Gue hapal betul nih orang bentukan macam lo gini,pasti dibangunin kek mayat.Susah banget.”
“Jujur!Lo begadang kan semalem liat bola?”Tanya Althaf.
“Kebiasaan Lo.Kalau habis nonton bola pasti kesiangan.”Althaf terus mengomel.
"Anjay.Kakak kedua gue kena omel kakak pertama."Arka mengadu pada Azka dengan sikap sedikit manja.
“Lo juga yang salah.Tapi Kay lebih salah.Ulangi aja besok-besok!”Azka ikut mengomel.
"Bontot belain kek kakak ketiga lo."Ucap Arka lagi.
Pletak
"Awwww...sakit bontot."Arka mengaduh saat mendapat jitakan dari Asen.
"Jijik kita sama lo yang kek gitu."Sahut Azka.”Sok imut.”Ledek Azka lagi.
“Hah heh hah heh.Kayak orang beg*ok Lo.”Sahut Asen.
Beberapa hari kemudian
Suatu hari diSMA Nusa Bangsa
"Hay Ar.Kantin yuk."Ajak Rhandra pada Arka yang saat ini sedang duduk didepan kelas sendirian.Entah sejak kapan Rhandra sudah duduk disamping Arka.
"Eh."Arka terkejut.
"Lo aja.Gue enggak."Arka benar-benar sedang tidak mood untuk dekat-dekat dengan Rhandra.Oa sudah pikirkan apa akibatnya jika ia sampai dekat dengan Rhandra.
"Gue traktir deh."Bujuk Rhandra lagi.
"Sorry Rhand lagi nggak minat."Arkapun langsung melenggang meninggalkan Rhandra.
"Sial.Gaya banget sih Arka.Sok-sokan nolak gue segala."Gumam Rhandra.Tapi ia sudah bertekad untuk tidak menyerah.
Ada rasa kesal dalam hatinya mendapat penolakan dari Arka.
Seorang Arka yang berani menolaknya.Hal itu justru membuatnya semakin semangat.
Tanpa mereka ketahui,sepasang mata mengamati kedekatan itu.Jujur,ada rasa tidak suka.Tetapi rasa itu ia tolak jauh-jauh.
Malam hari telah tiba.Rhandra kembali mengirim pesan pada Arka.
*Rhandra*
'Malam Ka'
__ADS_1
"Hah Rhandra wa gue?"Gumam Arka.Ia masih tak percaya jika Rhandra benar-benar berniat mendekatinya.
*Arka*
'Ya Rhand.Ada apa?'
*Rhandra*
'Lagi apa?'
*Arka*
'Rebahan aja.Kenapa?’’
'Lo sendiri lagi ngapain?’
*Rhandra*
'Lagi mikirin elo'
*Arka*
'Gombalanmu Rhand.Basi banget.'
'Inget Kalyana Rhand!Bisa-bisa gue dicakar sama dia.'
'Dah ya sibuk gue.’
Arka mengakhiri obrolan mereka dichat.
Tak ada hentinya Rhandra dalam berusaha mendekati Arka hanya demi Kay cemburu.
Dan ia puas,bahkan sangat puas karena setelah cukup lama akhirnya Arka mau merespon usahanya.
Arka terbuai akan rayuan Rhandra,dan Kay cemburu.
Semakin Arka menolak semakin terang-terangan Rhandra mendekati Arka.Bahkan ia tak peduli ketika banyak pasang mata yang memandangnya rendah saat seorang Rhandra terus mengejar Arka.
Hingga akhirnya Arka luluh juga.Dan Arka membuka kembali hatinya setelah cukup lama menyendiri.
"Roboh juga pertahanan hati gue."Ucap Arka pelan.
“Semoga nggak salah lagi.”Gumam Arka.
Dalam proses mendekati Arka tak jarang Rhandra mengucapkan gombalan-gombalan tak berfaedahnya.Seperti pagi ini.
"Ka."Panggil Rhandra.
"Hm."
"Gue bingung nih."Curhatnya.
"Lah kalau bingung napa coba ngomong sama gue.Noh pegangan tiang."Sahut Arka.
"Yaelah.Tanya kek bingung kenapa."Kesal Rhandra.
"Kenapa emang?"
"Karena gue rindu sama lo.Padahal lo ada didepan gue."Gombalnya.Arka menaikkan sedikit alisnya mendengar gombalan receh itu.
"Wuek."Arka berlagak ingin muntah."Pengen muntah gue dengernya.Garing."Jawab Arka.
"Kejem amat lo Ka."
"Ya gombalan lo nggak berfaedah banget."Gerutu Arka.Ia lalu berdiri meninggalkan Rhandra sendirian.
Dan untuk kedekatannya kali ini ia Arka tak menceritakan sejauh mana hubungan keduanya kepada teman-temannya.Tentu ia tak mau hubungannya akan berakhir tragis seperti saat dengan Arga dulu.
__ADS_1
Meskipun Asen tetap menaruh curiga pada Arka.Sebisa mungkin Arka selalu berkilah.
JANGAN LUPA VOTE,LIKE,DAN KOMENTAR YAA...SEDEKAH POINNYA JUGA DITUNGGU