Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 3


__ADS_3

Saat bel tanda pulang sekolah berbunyi,Shakeil langsung menuju parkiran dan segera tancap gas kesekolah Afsheen.Ia merasa sangat khawatir akan Afsheen yang pagi tadi harus ditampar kakak kelasnya.


Perjalanan dari sekolahnya kesekolah Afsheen yang biasa ia tempuh dalam waktu 15 menit,kini hanya ia tempuh dalam waktu 5 menit.Ia sudah sangat kepikiran dengan Afsheen.


Ia melepas helmnya dan menunggu Afsheen didepan gerbang.Gerbang belum dibuka.


Tetapi tak lama banyak murid-murid yang keluar lantas gerbang sekokahpun dibuka.


Berdirinnya Shakeil didepan gerbang membuat banyak mata menatapnya kagum.


Tetapi semua ia abaikan,sebab mata dan hatinya sudah terpatri akan nama Afsheen.


Tidak mau peduli dengan tatapan mereka,Shakeil terus mencoba mencari keberadaan Afsheen diantara banyaknya orang.


Dan saat ia melihat Afsheen berjalan dengan dua sahabatnya,Shakeil langsung menerobos masuk kearea sekolah.


"Afsheen."Teriaknya.Seketika pandangan orang-orang tertuju pada Afsheen.


Afsheen sendiri yang sudah hapal betul dengan pemilik suara sempat terkejut.


Ia lantas menengok kesumber suara.Dan ternyata benar,Shakeil sedang berjalan menuju kearahnya.


Saat sampai didepan Afsheen,Shakeil langsung memeriksa setiap inci pipi Afsheen,mencari sebelah mana yang terlihat merah.


Matanya membelalak saat melihat masih ada bekas gambar tangan dipipi kiri Afshkebb


Meskipun tidak terlalu jelas,tetapi Shakeil dapat melihatnya.


Bugh


Afsheen meninju perut Shakeil.Jelas Shakeil sedikit mengaduh.


"Hey."Ucapnya lalu menatap Afsheen.


Sungguh malang,Afsheen yang ditatap justru memberikan tatapan yang membunuh kepada Shakeil.


"Why?"Tanyanya.


"Piknik."Jawab Afsheen asal.


"Git,Man kalian duluan aja.Gue kudu ngandangin nih macan kumbang dulu."Ucap Afsheen.Kedua temannya tersenyum geli mendengar kata 'macan kumbang'.


Ia kesal,karena Shakeil harus memamerkan wajah tampannya itu didepan semua murid.


Gita dan Amanda lantas meninggalkan Afsheen.


"Mau pamer wajahnya yang tampan itu ya mas?Biar dapat gebetan baru?Hem?"Sindir Afsheen.


"Tak ada.Only you."Ucapnya santai.Lalu ia mengedipkan mata sebelah.


"Gombalanmu gak berfaedah banget."Jawab Afsheen kesal.


"Buruan ayo balik!"Ucap Afsheen.Ia segera menarik Shakeil agar segera pergi dari sana.


Keduanya segera melenggang dari sekolah.

__ADS_1


"Kita kerumahku dulu."Ajak Shakeil.Ia segera melajukan motornya menuju rumah Shakeil.


Kedua orang tua Shakeil memang sudah mengetahui hubungan keduanya.Sehingga bukan hal baru saat Afsheen pergi kerumah Shakeil.


Didepan rumah,Afsheen sudah terlihat marah dan sepertinya ada bara diatas kepala Afsheen.


Wajahnya terlihat merah tanda ia menahan emosi sejak tadi.


"Seneng ya bisa dilihatin banyak cewek gitu.Hem mau pamer ternyata?Tebar pesona juga?Atau mau nyari gandengan yang lain?"Tanya Afsheen beruntut.


Berulang kali keduanya bertengkar karena Afsheen sangat tidak suka Shakeil memperlihatkan wajahnya didepan murid-murid sekolahnya.


Sebab ia tahu,setelah ini pasti akan banyak teman satu sekolahnya yang akan bertanya padanya perihal siapa Shakeil dan ada hubungan apa mereka.


"Apa sih?"Jawab Shakeil tak mengerti.


"Ya allah Sha.Emang ya seneng banget ya bikin pacarmu ini cemburu.Ayolah Sha.Lo ngerti maksud gue.Lo bukannya mau bikin pelajaran ma kakak kelas gue yang ada lo tebar pesona sama mereka."Sungut Afsheen.


Seperti itulah Afsheen selalu berlebihan bila berbicara perihal kekasihnya itu.


Ia melakukan itu semua hanya karena ia terlalu cinta saja kepada Shakeil.


"Gini ya sayangku.Jangan peduliin mereka.Yang penting kekasihmu ini cintanya cuma sama kamu.Ok?"Tanyanya.


"Auk."Jawabnya lalu memalingkan muka.


"Jelek loh."Ledek Shakeil.


"Masih cinta juga biar jelek."Jawab Afsheen.


"Jelas dong sayang."Jawab Shakeil.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Waktu berlalu,tidak ada yang mengetahui perihal perjodohan Adam dengan anak Verdian.


Adam memutuskan untuk memilih anak sulung Verdian,yang umurnya tak terlalu jauh terpaut dengan dirinya.


Ck.Tidak mungkinkan ia memilih anak Verdian yang kedua.Bisa dikira pedofil dia.Hehehe.


Ia bernama Ratu Meidina.Dan hari  ini adalah pertemuan mereka.


Adam ditemani kedua orang tuanya,begitu juga Meidina yang juga ditemani kedua orang tuanya.


Mereka berjanji untuk bertemu disalah satu restoran yang terletak dikota Klaten.


Adam yang mengenakan pakaian santainya terlihat sangat tampan.


"Maaf ya Ar kita rada telat."Ucap Verdian.


"Santai Per."Jawab Arka.


Arka terpana akan kecantikan Meidina yang saat itu mengenakan jilbab bergaya modern.


Verdian,Dinda dan Meidina segera bergabung dengan keluarga Arka.

__ADS_1


"Adam."Ucap Adam ramah sambil mengulurkan tangannya.Ia berinisiatif untuk memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.


"Meidina.Bisa disapa Mei."Jelasnya.


Adam mengangguk.Kini giliran kedua orang tuanya yang berbicara.


Sedangkan Adam dan Meidina diminta untuk duduk terpisah.


Ratu Meidina,ia adalah anak sulung dari Verdian.Saat ini ia baru saja resmi menjadi salah satu mahasiswa disalah satu universitas diJogjakarta.


Ia mengambil jurusan desaigner.Ia adalah gadis yang sangat cantik.Ia juga pintar.Dan karena kepintarannya itulah ia sudah berkuliah diumurnya yang masih muda.


Dikesempatan inilah Adam akan mengatakan seperti apa dirinya.Ia tidak mau menutupi apapun itu tentang dirinya.Mumpung keduanya belum menikah.


"Gue mau ngomong sesuatu.Sebelumnya lo jangan kaget!Gue itu orangnya jahil sama keluarga gue.Sama ayah Perdian juga gitu.Tapi enggak dengan orang luar.Gue kalau dah sayang,apapun bakal gue lakuin.


Saat ini gue nggak ada pacar.Dan jujur gue katakan.Gue nerima perjodohan ini karena gue nggak mau kedua orang tua ganggu kebahagiaan adek-adek gue.Tapi gue bakal coba buat suka sama lo.Asal lo nggak jadi istri yang manja aja.Sebab gue paling benci sama cewek yang manja."Jujur Adam.


Meidina tersenyum akan kejujuran Adam.Ia tak menyangka sejujur ini calon imamnya.


Adam sendiri heran dengan tanggapan Meidina yang justru tersenyum.


"Kita belajar lebih baik sama-sama."Jawabnya singkat.


Keduanya lantas membicarakan perihal apa saja yang disukai ataupun tidak.


Sangat disayangkan Meidina yang sedari tertawa akan ucapan Adam berbanding terbalik dengan Adam yang menunjukkan ekspresi wajah datar.


"Anak gue udah ketawa girang banget.Anak lo tembok banget dah."Gerutu Verdian melihat betapa datarnya Adam.


"Belum kenal aja mereka.Coba udah deket.Beuh,nggak kalah sama Agam tuh anak."Sahut Althaf.


"Lo nggak punya pacar kan?"Tanya Adam.Ia yang memang mydah merasa nyaman pun,mencoba mengakrabkan diri.


"Ada sih."Canda Meidina.Adam seketika melototkan matanya.


"What?"Tanya Adam tak percaya.


"Udah mau nikah juga."Lanjut Meidina sambil tersenyum.


"Mending lo bilang sama kak Perdian deh supaya batalin perjodohan ini.Jangan dipikir gue nggak laku ya."Ucap Adam.Ia masih belum mengerti arah candaan Meidina.


Dan kebiasaan dari kecil ia kadang memanggil Verdian dengan sebutan kadang kak kadang ayah.


"Orangnya ada didepan aku."Jawab Meidina akhirnya.


Mendengar itu,wajah Adam menjadi merah karena malu.Ia menundukkan wajahnya tak mau Meidina melihat wajahnya yang malu-malu.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE


JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS


JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.

__ADS_1


LOPES KALIAN SEMUA


DISINI AUTHOR EMANG FOKUS PADA KISAH CINTA AFSHEEN DAN ADAM YA.SEDANG YANG LAIN CUMA MENJADI BUMBU-BUMBU CERITA SAJA.


__ADS_2