
Setelah acara curhat yang cukup menguras air mata.Hari ini Althaf ingin mengajak Arka kewisata bukit Klangon yang terletak diKalitengah Lor, Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.Ia ingin agar pikiran sahabatnya itu menjadi lebih jernih.
“Bagaimana kalau kita jalan bareng anak-anak?”Tanya Althaf berharap bisa menghilangkan kesedihan Arka.
“Kemana?”Tanya Arka.
"Kita gas ke bukit Klangon aja Ar.Disana Lo bisa ngademin pikiran.Gue hubungi anak-anak dulu.”Ucap Althaf.
"Siap."Jawab Arka sambil hormat kepada Althaf
"Gue kekamar mandi dulu cuci muka.Malu kalau sampai mama dan papa lihat.Apalagi kalau Azfer lihat.Bahaya.Hehe hehe."Lanjut Arka.
“Cengeng sih.”Ledek Althaf.
Althaf segera pergi mandi,dan Arka mencuci muka.Ia hanya memakai bedak tipis dan lipglos saja.Sebab ia memang kurang pandai berdandan.
Dandan?Bahkan alat make up yang ia hanya bedak dan lipglos.Selain tomboy,ia memang anti memakai make up setebal baja.Hehehe...
Setelah mencuci muka,Arka segera bergabung dengan Satya dan Azfer yang sedang berada didepan rumah.Sambil menunggu Asen dan Azka.
"Bang."Arka menyapa Satya lalu duduk diantara keduanya.
Azfer mencebikkan bibirnya karena ia terpaksa harus sedikit bergeser.
“Nih tempat masih luas.Sono noh duduknya.Sininudah ada orang,masih aja gangguin orang duduk.”Kesal Azfer.Arka hanya memandang Azfer sinis.
“Berisik lo Fer.”Sahut Arka.
"Udah kak nangisnya?"Sarkas Azfer.Dari tiga bersaudara itu memang Azfer yang paling jutek.Gaya bicaranya dingin,tetapi sebenarnya asik.Memang dia memiliki cara yang berbeda dalam menyampaikan rasa sayangnya terhadap seseorang.
"Ck.Kenapa bocah?"Jawab Arka.
"Cih dasar perempuan.Makhluk maha benar dan susah dimengerti."Balas Azfer.
“Mama juga seorang perempuan ogeb.”Kesal Arka.
“Beda lah elo sama mama.”Sinis Azfer.
Karena kesal,Arka mengapit Azfer dilengan tangan Arka.Tidak akan Arka lepaskan sebelum Arka memohon.
"Minta ampun nggak lo."Gertak Arka.
"Ogah."Jawab Azfer yang masih sibuk melepaskan apitan tangan Arka.
"Buruan bocah!"
"Kagak mau gue."
"Cepat Azfer!"
"Tak sudi kak Arka."
Arka semakin mengencangkan apitan dileher Azfer,hingga Azfer menjerit meminta ampun.
“Sampai Lo nggak minta ampun,habis Lo.”Ancam Arka.
"Ampun mbak.Ampun."Azfer akhirnya menyerah.Selalu kalah jika ia berhadapan dengan Arka.
Arka tersenyum puas karena Azfer selalu kalah darinya.
Satya yang melihat itu hanya cekikikan.Azfer adiknya memang sangat jutek dan dingin.Tapi akan kalah telak jika sudah berhadapan dengan Arka.
"Oy bisa mati tuh bocah."Ucap Azka saat melihat Arka dan Azfer.
Melihat kedua temannya sudah datang Arka segera melepaskan Azfer.Arka sendiri langsung terlihat sumringah saat melihat kedua temannya tiba.
"Ck.Dasar perempuam."Sindir Azfer.
__ADS_1
“Minggat sono Lo!”Usir Arka sambil menatap tajam Azfer.
Melihat tatapan Arka,Azfer langsung begidik ngeri dan kabur dari sana.
Keempatnya terbahak-bahak melihat Azfer lari terbirit-birit seperti itu.
"Hay mas,apa kabar?"Sapa Asen pada Satya.
"Alhamdulilah baik."Jawab Satya.
"Mau kemana kalian?"Lanjut Satya.
"Kebukit Klangon bang.Buat nyegerin pikiran."Sahut Arka.Karena Azka dan Asen mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu.
“Main boleh,tapi harus inget waktu!”Nasehat Satya.
“Siap.”Ketiganya kompak menjawab.
Tak lama Althaf datang dan sudah siap untuk berangkat.
"Beuh gue berasa rempahan gorengan kalau ada diantara 4 cowok tampan kek gini."Canda Arka.
“Salah Lo Arka.”Sahut Azka.
“Kok salah?”
“Justru Lo paling cantik.”Asen cepat menyela.
Arka melongo mendengar jawaban Asen itu.Cantik?Bahkan ia malu mendengar kata yang keluar dari mulut Asen itu.
"Ka,lo bareng sama Asen bawa satu motor aja.Soalnya nih bocah juga bonceng gue."Usul Althaf.
"Ok.Pakai motor lo aja Ka."Sahut Asen.
“Ngirit bensin Lo?”Sindir Azka.
Semuanya lalu berpamitan pada kedua orang tua Althaf.
Membutuhkan waktu hampir 2 jam untuk sampai ke bukit Klangon dari rumah Althaf.
Karena mereka datang dihari minggu,maka suasana tempat itu sangat ramai.Banyak pasangan anak muda yang bermain ketempat itu.
Bahkan banyak anak SMP yang pergi kesana dan mengatasnamakan bersama pacarnya.
Ck.Menggelikan.
Mereka berjalan beriringan,dengan wajah tampan ketiganya cukup menarik perhatian para kaum hawa.
"Kita duduk diwarung itu yok."Ajak Asen.
"Wuidih ceweknya cakep juga."Sahut Althaf.
"Huh."Jengah Arka.Selalu seperti itu.Entahlah sejak kapan Azka belajar menjadi seorang playboy.
"Temen lo yang dua kagak bisa liat yang bening-bening."Ucap Asen begitu Althaf dan Azka sudah meninggalkan mereka.
"Si Althaf kapan inshafnya sih?"Balas Arka.
"Tauk dah.Yuk buruan kita kesana.Cari makanan apa saja.Gue yang bayar."Kata Asen.
Keduanya lantas duduk disalah satu stand penjual jajanan disana.
Tak lama datanglah seorang perempuan yang ternyata kenalan Asen sewaktu olimpiade.
"Sen gue jalan dulu.Lo sibuk gitu."Kata Arka.Ia hanya merasa tidak nyambung ajawndengar obrolan Asen dengan temannya.
Ia melihat dari kejauhan,Althaf dan Azka sedang merayu cewek-cewek diujung sana.Lalu Asen dengan teman olimpiadenya.Sedang dia,lagi dia sendiri lagi.
__ADS_1
Rindu.Sebenarnya Arka sangat merindukan sosok Dedy.Ingin sekali saat ini Dedy ada disampingnya.Menggenggam erat tangannya.
Ia terus berjalan,niat awalnya ingin menyegarkan pikiran,ekh tapi malah dibuat bete oleh ketiga temannya.
Lalu ia duduk disalah satu batu besar dan memilih melamun.
Dilain sisi,saat teringat tujuan utamanya Althaf langsung menarik Azka dari gerombolan cewek-cewek yang baru saja ia ajak berkenalan.
"Wadidaw.Ka,kita lupa tujuan utama kita kesini."Kata Althaf sambil menepuk keningnya.
"Lah mana tuh bocah."Sahut Azka.Keduanya langsung meninggalkan para perempuan yang sebelumnya mereka goda.
Mereka melihat Asen yang sedang duduk berdua dengan seorang perempuan.
"Temen lo gue kira udah bengkok.Ternyata masih lempeng."Canda Althaf saat melihat Asen dan teman perempuannya.
"Ck.Mulut lo Al.Asen dengar bisa ditebas abis lo."Jawab Azka.
"Hahahaha."Keduanya tertawa dan tak mau mengganggu Asen.
Cukup lama mereka belum juga menemukan Arka.
"Dasar bocah kemana sih tuh anak."Kesal Althaf.Karena kesal ia menendang kaleng yang ada didepannya.
"Auwwwwww.Njirrr siapa yang lempar nih kaleng sialan."Umpat Arka.
Mendengar suara yang sangat mereka kenali membuat keduanya mencari sumber suara.
"Eee...bocah ternyata lo disini.Gue cariin juga."Ucap Azka begitu melihat Arka yang awalnya duduk diatas batu itu,lantas turun dan duduk dibalik batu.
Pletak
Althaf menyentil kening Azka keras.
"Auww."Pekik Azka sambil mengusap-usap keningnya.”KDRT mulu Lo sama gue.”Omel Azka.
"Gue juga nyariin dia.Bukan cuma elo."Kesal Althaf.Yang diomeli hanya cengar-cengir nggak jelas.
"Udah puas nyari ceweknya?Hus hus sono!"Usir Arka.
"Gitu aja marah."Sahut Althaf.Dia mengapit kepala Arka pada ketiaknya.
Terus begitu hingga Arka menyerah dan Azka justru menertawakannya.
Kemudian ketiganya berjalan menuju bangunan bertuliskan KLANGON.Duduk bertiga sambil melihat indahnya gunung merapi.
Ada hal yang ingin Arka sampaikan pada Azka dan Asen.Sehingga buru-buru Azka menghubungi Asen agar segera bergabung dengan mereka.
5 menit berlalu Asen sudah bergabung dengan mereka.
"Sen,Ka gue nggak peduli setelah ini kalian bakal marah sama gue atau enggak.Yang jelas gue cuma pengen ngomong ada hal yang cuma gue ceritain sama Althaf.Gue belum siap cerita sama kalian.Tapi entah kapan itu bakal gue ceritakan."Jelas Arka.Ia hanya mau terbuka dan tak ada yang disembunyikan.Meskipun perihal kedekatannya dengan sang guru masih ia rahasiakan.
Azka dan Asen saling pandang.Tak lama keduanya terbahak melihat raut wajah Arka yang menurut mereka lucu.
"Oy,lo pikir gue sama Asen bakal berpikir sedongkol itu?Ck."Sahut Azka.Ia bahkan sampai memegangi perutnya karena sakit sebab ia terlalu lama tertawa.
"Arka,Arka.Kayak baru kemarin sore aja lo berteman sama kita.Kita tahu,pasti lo bakal cerita.Mungkin nggak sekarang.Tapi waktu itu pasti akan tiba."Imbuh Asen.
“Kita berteman sudah lama.Susah senang juga bersama.Enjoy aja.”Lanjut Asen.
Seperti itulah persahabatan mereka.Tidak ada kata sakit hati dan iri.
"Laper cuy gue.Balik yuk!"Ajak Althaf.
"Hayuk!"Sahut ketiganya berkoor.
MASIH PROSES REVISI YAAAAAA
__ADS_1