
Sebelum berangkat Ave terlebih dahulu menghubungi Shakeil.Ia ingin meminta izin perihal baju yang rencananya akan berpasangan dengan Esh nanti.
Semua ia lakukan agar kedepannya tidak ada salah paham antara ia dengan Shakeil.
Ia menekan nomor Shakeil.Tak lama setelah terhubung,Shakeil menjawab telpon itu.
"Hallo Av.Kenapa?Kangen?"Tanya Shakeil begitu panggilan sudah ia jawab.
"Cih.Kagak usah ngomongin kangen!"Jawab Ave sedikit ketus.
"Ayolah sayang.Jangan marah!Ada apa kamu telpon?"Bujuknya.
"Nanti pas acara perpisahan aku mau pakai baju couplean sama Eshan ya?"Tanya Ave lirih.
"Eshan?Siapa dia?Laki-laki atau perempuan?Kenal dimana?Kok aku nggak pernah taiz kamu punya kenalan bernama Eshan?"Tanya Shakeil beruntun.
Ave tersenyum mendengar bagaimana Shakeil bertanya.Dari nada bicaranya,sepertinya ia sedang khawatir jika Ave macam-macam dibelakangnya.
"Satu-satu sayang tanyanya.Ya dia laki-laki.Sahabat aku sejak kelas XII ini.Kedua temanku kemarin berbeda kelas.Sedangkan Eshan,dia teman satu kelas dan satu bangku aku."Jelas Ave.
"Kenapa harua couplen sama dia sih?"Sewot Shakeil.
"Ya gimana ya couple aku malah bohongin aku sih "Sindir Ave.
"Heheheh...Bukan maksudt aku gitu sayang.Ya udah,boleh.Tapi nanti bajunya sepeti apa kamu kasih tunjuk aku dulu lewat video call."Jawab Shakeil.
"Siap bos."Ucap Ave seraya memberi hormat.Meskipun tak ada Shakeil disampingnya.
Sambungan telpon terputus.Ave masih saja senyum-senyum sendiri.Membuat Eshan mengernyitkan dahinya.
"Lo cocoknya jadi dokter diRSJ.Gue yakin bentar lagi bakal ada orang gila baru."Sindir Eshan.Seketika senyum dibibir Ave menghilang.
Plakkkk
Ave memukul lengan Eshan.Ia kesal karena dikatai bentar lagi gila.
"Salah sendiri senyum-senyum kek orang gila.Buruan!Ntar kesorean lagi baliknya.Kayak kagak tahu aja cewek kalau milih baju dah kayak orang disuruh nikah.Lama banget."Omel Eshan panjang sekali.
Keduanya lantas pergi kesalah satu pusat perbelanjaan diBoyolali.
♡♡♡
Disisi lain,saat ini Agam sedang duduk berdua dengan Kirana.Dengan Agam yang lebih mendominasi pembicaraan dua orang itu.
Bukan ingin Kirana sebenarnya.Tetapi Agam lah yang menarik tangan Kirana supaya duduk berdua dengannya ditaman.
Sedangkan Kanaya,sejak dari rumah ia sudah sangat semangat jika sampai dirumah Arka ia akan langsung menemui Agam.
Tetapi saat mereka baru sampai,Agam langsung menarik tangan Kirana.Saat itu pula Kanaya langsung menghampiri Agra.
"Ki kok diem aja sih?"Tanya Agam.
Meskipun berusaha untuk menjauh dari Kirana,nyatanya ia tidak bisa menghilangkan perasaannya pada Kirana sepenuhnya.
Nyatanya setiap kali tidak ada Kirana,hanya ada Kanaya rasa sukanya pada Kirana menguap begitu saja.
"Kamu sakit?"Tanya Agam lagi.
__ADS_1
"Enggak kok kak."Jawab Kirana.
"Main yuk?Kemana gitu."Ajaknya lagi.
Kirana menggeleng."Aku mau keayah dulu ya kak?"Pamit Kirana.Lalu Kirana beranjak meninggalkan Agam.
Agam terlihat kecewa karena Kirana menolak ajakannya.
Disaat itupula ia melihat Kanaya yang sedang berbicar dengan Agra.Karena enggan sendirian Agam memilih ikut bergabung dengan dua orang itu.
Saat Agam bergabung,terlihat Kanaya begitu bahagia.Agra mengerti hal itu.Ia menyadari perubahan raut wajah Kanaya begitu ada Agam disampingnya.
Tiba-tiba ponsel Agra berdering.Ia bersyukur,ia bisa pergi dari Kanaya dan Agam dengan alasan ini.
"Sorry duluan ya.Telpon penting."Ucap Agra.Ia lalu berdiri dan berjalan menuju kamarnya.
"Bang jalan-jalan yuk.Suntuk kalee dirumah mulu."Ajak Kanaya.
"Ayok."Jawab Agam."Ganti baju dulu ya?Lecek amat gue pakai nih baju."Lanjutnya.
"Siapa bilang?Bang Agam tetap ganteng kok.Hihihi..."Canda Kanaya.
"Bisa aja kamu ini."Jawab Agam sambil mengacak rambut Kanaya.Agam sendiri segera beranjak kekamarnya untuk berganti pakaian.Sedangkan Kanaya jangan ditanya,sudah pasti ia sangat senang.
Tanpa mereka ketahui,ada sepasang mata yang terlihat menyiratkan sebuah luka.
"Sebahagia elo aja lah Ay.Asal dia nggak nyakitin elo.Gue akan tetap diam aja.Tapi tidak jika ia sudah kelewat batas."Gumam Agra.Ya,ia memilih panggilan sayangnya untuk Kanaya dengan panggilan 'Aya'.
Tak lama keduanya segera pergi menggunakan motor Agam.
Keduanya berhenti ditaman kota.Sekedar melepas Penat karena beban pikiran.
Terlihat brengsek memang,saat dengan Kanaya Agam selalu bersikap sangat manis.Tetapi bila ada Kirana,Kirana lah yang ia jadikan prioritas.Baru ia memikirkan Kanaya jika Kirana sudah menolaknya.
"Bang Agam."Panggil Kanaya.
"Hem."Jawab Agam.
Keduanya kini tengah duduk disalah satu kursi taman.
"Jadian yuk.Biar bang Agam bisa lupain Kirana."Ucap Kanaya santai."Tapi kalau memang pada akhirnya bang Agam nggak bisa lupain Kirana,Kanaya bakal tetap terima kok."Lanjutnya
Agam jelas saja terkejut mendengar ucapan Kanaya.Ia bahkan tidak pernah mempunyai pikiran sedemikian.
"Kamu gila?Apa kamu pikir,aku nggak akan tetlihat buruk?"Jawab Agam dengan suara agak meninggi.
"Ya kita putus baru bang Agam jadian sama Kirana.Anggap aja permintaan pertama dan terakhir Kanaya."Mohon Kanaya sendu.
Entahlah,ia hanya ingin sempat merasakan bahagianya berstatuskan kekasih Agam.
"Tapi gue takut buat elo sakit Kay."Jujur Agam.
"Kan ini yang minta Kanaya bang.Kita jalani aja dulu."Ucap Kanaya lagi.
"Ok.Kita jalani dengan perlahan.Tapi jangan menyesal jika pada akhirnya hatiku tetap buat Kirana ya."Ucap Agam.Kanaya mengangguk cepat.Seolah tidak mempertimbangkan keputusan yang baru saja ia ambil.
Kanaya langsung memeluk Agam.Rasa hati bahagia sudah sangat Kanaya rasakan.Baginya tidak ada kebahagiaan melebihi hal ini.
__ADS_1
Sedangkan untuk Agam,nyaman yang ia rasakan.Tetapi tetap berbeda ketika bersama dengan Kirana.
♡♡♡
Keesokan harinya,
Siang ini Ave sedang duduk bersama dengan Adam yang sedang menggendong Daffa.Meskipun masih sedikit kaku,Adam tetap terus berusaha agar selalu dekat dengan anaknya.
Keduanya sedang sibuk mencoba mengajak bicara Daffa,meskipun Daffa sendiri tidak mengerti apa yang dua orang tua itu lakukan.Tiba-tiba datanglah seorang ojek online mengantarkan boneka angry bird berwarna merah dengan ukuran besar.
Sudah jelas,tukang ojol itu adalah utusan dari toko tempat Shakeil membeli boneka tempo hari.
"Permisi mas mbak,apa benar dengan rumahnya mbak Afsheen?"Tanyanya.
"Iya pak saya sendiri."Jawab Afsheen seraya mendekat.
"Ini ada paketan buat mbak Afsheen atas pengirim mas Shakeil.Mohon diterima ya mbak."Ucap ojol itu.
Ave sendiri terkejut mendapat kiriman boneka favoritnya itu.
"Makasih ya mas.Ini tips buat mas."Ucap Ave.Ojol tersebut sempat menolak.Tetapi terus Ave paksa hingga menerima.
"Permisi mas onek terimakasih."Ucapnya.Keduanya lantas mengangguk.
"Bang Adam."Teriak Ave.Mendengar teriakan Ave yang sangat keras,Daffa seketika menangis.
"Minggir sono lo.Bikin anak gue nangis aja lo."Usir Adam.
"Cih.Cowok kok cengeng amat kamu Daf.Jangan kayak bapak kamu dong!"Sindir Ave.Ia lalu masuk kedalam rumah.
Saat sampai dikamar,ia langsung membuka plastik pembungkus boneka itu.
Melihat note kecil yang terselip diantara boneka itu,Ave cepat-cepat membacanya.
'Sayang maaf ya aku nggak bisa penuhi janji aku.Aku hanya bisa ngirim boneka inii sebagai gantinya aku karena nggak bisa balik.Love you.'
Tulisan dinote itu.Ave jingkrak-jingkrak membaca note itu.Meskipun sudah berpacaran hampir 4 tahun,Ave selalu merasakan bahagia yang luar biasa tatkala mendapat sesuatu dari Shakeil.
Ia lantas mengirim pesan kepada Shakeil.
*Ave*
'LOVE YOU TOO.SAYANG'
Sengaja ia tulis dengan huruf besar semua karena ia ingin agar Shakeil tahu jika ia sangat bahagia mendapat kiriman boneka itu.
Usai mengirimkan pesan,Ave sedikit dikejutkan dengan isi pesan dari Shakeil yang dikirim kemarin siang.
"What keliling lapangan 100 kali?"Ucap Ave.
Kemarin saat mendapat pesan itu,Ave tidak terlalu fokus sehingga hanya ia buka tanpa ia baca.Dan sekarang setelah membaca kembali ia justru terkejut.
*Ave*
'Sha maaf ya kemarin aku nggak terlalu fokus saat baca pesan kamu.Dan ini baru aja aku baca lagi.'
'Tetap semangat menjaga kesetiaanmu padaku ya Sha.Love You.'
__ADS_1
***JANGAN LUPA VOTE,KOMENTAR,DAN LIKE.
SALAM LOPES AUTHOR***