
Sore hari Althaf pulang seperti biasa.Sampai dirumah sebelum pukul setengah 5.
Tok tok tok
Althaf selalu mengetuk pintu sebelum masuk kerumah.
"Lah,ngapain kok elu yang buka?"Tanya Althaf saat melihat Verdian yang membuka pintu.
"Gue tamu ya disini,tapi udah kayak babu aja.Tadi disuruh masakin mie ayam jumbo sama bini lo,sekarang disuruh bukain pintu.Gitu juga masih kurang."Omel Verdian.
"Nasib lo punya sahabat yang gila macam bini gue."Jawab Althaf santai.
Verdian mendengus kesal.Ia merasa benar-benar seperti mimpi buruk diminta Arka keBandung.
Tidak ada istilah kata 'liburan' sedikit saja.Yang ada hanya perbudakan yang dilakukan oleh Arklo
Tetapi meskipun begitu ia tetap bahagia untuk hal itu.
Althaf segera pergi kekamar dan mandi.
Usai mandi ia menyusul Arka dan Verdian yang sedang duduk diteras.
Ada kabar yang harus ia katakan pada Arka.Tetapi melihat Arka yang sedang tertawa lepas saat mengerjai Verdian membuat Althaf lupa.
Ia juga menertawakan Verdian yang selalu menjadi sasaran ibu hamil muda itu.
"Lo sini Al.Gue bikin cantik kek Verdian juga."Pinta Arka.
"Kagak usah.Udah Verdian aja."Sahut Althaf cepat.
"Udah deh buruan!"Titah Arka.Althafpun duduk didepan Arka,tepat disamping Verdian.
Arka tak peduli dan cepat menarik Althaf untuk duduk disamping Verdian.Dengan sangat puas ia mengaplikasikan make up kewajah Althaf.
Tidak usah ditanya,sudah pati hancur hasilnya.Bukannya cantik,tetapi mereka terlihat seperti ondekVerdiai
Tak lupa ia juga memakaikan rambur palsu untuk Althaf.
Althaf dan Verdian saling menertawakan saat melihat wajah keduanya.
Buru-buru Arka memotret kebersamaan itu.
'Gue bakal kkange hal sepele macam ini.Sayang sekarang tidak ada Asen dan Azka.'Pikirnya dalam hati.
"Malam ini kita jalan-jalan ya Al?"Tanya Arka."Besok Perdian kudu pulang."Lanjut Arka.
Wajahnya berubah sendu kala mengingat Verdian besok harus kembali keKlaten.
"Ya kalee gue disini terus.Kebeneran laki lo ada yang jadi sasaran ngidam lo."Sungut Verdian.Ia tak mau Arka merasa sedih sebab esok ia harus kembali.Ia hanya berusaha mengalihkan pembicaraan saja.
"Ya udah kita jalan sekarang aja."Putus Althaf akhirnya.
Ketiganya pergi ketempat biasa anak muda pada ngumpul disana.
Berjalan diantara Althaf dan Verdian membuatnya teringat akan Asen dan Azka lagi.
Arka mencoba berbagai jenis jajanan disana.Meski sudah dilarang oleh kedua laki-laki itu ia tetap menikmati jajanan pinggir jalan itu.
Pukul 22.47 mereka pulang.Kalau bukan karena besok Althaf harus bekerja,mereka masih ingin disana.
__ADS_1
Kesokan harinya,
Sore ini Verdian akan segera pulang keKlaten.Meskipun masih ingin diBandung,tetapi ia ingat akan ijinnya pada bapak ibunya yang pergi hanya 3 hari saja.
"Jaga nih anak lo.Eh anak gue juga.Heheheh"Ucap Verdian.
"Iya ayah Perdian."Jawab Arka menirukan suara anak kecil.
"Al,lo jaga anak istri lo.Sampai gue denger lo nyeleweng dari istri lo,gue gibeng lo."Ancam Verdian pada Althaf.
"Janda donk gue."Canda Arka.
"Cot lo."Sahut Verdian sambil mengusap kasar wajah Arka."Dijaga dikit kalau ngomong.Inget lo lagi hamil."Peringat Verdian lagi.
Arka hanya cengengesan.
"Hus...hus sono lo balik kandang lo!"Canda Althaf.
"Mulut lo Al.Kagak ada makasih-makasihnya lo."Sungut Verdian kesal.
"Heheheh...Canda ileh.Thanks ya mas bro.Lo udah mau jauh-jauh keBandung buat nurutin ngidamnya bini gue yang luar biasa.Juga elo yang udah mau jadi sasaran ngidam anehnya bini gue."Jawab Althaf.
"Inget janji lo buat jodohin anak kita."Ucap Verdian lagi.
"Nikah dulu sono!"Balas Althaf.
Verdianpun segeran naik kekereta.Sebab sebentar lagi kereta akan berangkat.
Dan kini Althaf harus siap siaga jika sewaktu-waktu Arka meminta sesuatu yang aneh.
"Lo janjiin bakal jodohin salah satu anak kita sama anaknya Perdian Al?"Selidik Althaf.
"Anggep aja balas budi karena udah nurutin ngidam lo ini."Jawab Althaf.
Arka berdecih kesal mendengar ucapan Althaf.Akhir-akhir ini ia memang lebih sensitif.
Suatu hari,saat tengah malam Arka meminta Althaf untuk membelikan nasi padang.Dengan lauk daun singkong sambal cabe hijau dan sayap ayam.
"Kudu sayap ayam loh Al."Peringat Arka.
Meskipun kesal,Althaf tetap menurutinya.Sangat lama ia berkeliling bahkan sudah dua jam lebih,bagaimana mau buka orang ini sudah jam 1 dini hari.
"Lo pulang aja.Gue udah nggak ingin."Ucap santai Arka melalui sambungan telpon.
Dengan perasaan dongkol Althaf kembali kerumah dengan tangan kosong.
Beruntung ia masih disambut ketika sampai dirumah.Melihat senyum manis Arka,membuat rasa kesal Althaf menguap begitu saja.
Pernah juga suatu hari,Arka meminta Althaf untuk memakan ceker ayam.Yang notabene nya adalah makanan yang sangat dibenci Althaf.Althaf merasa jijik,kaki ayam itu sudah digunakan untuk apa saja.Dan sangat menjijikkan ketika harus dimakan.
Dengan sangat terpaksa Althaf menuruti,meskipun belum genap habis satu Althaf sudah muntah-muntah diwastafel dapur.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Tak terasa sudah 7 bulan mau masuk kebulan 8 kehamilan Arka.Dan hari ini akan diadakan acara tujuh bulanan.
Acara 7 bulanan dilaksanakan dengan mengadakan pengajian.Mengundang para tetangga dan anak yatim.Tak lupa mereka sudah memberi kabar terhadap keluarga masing-masing.
Saat usg,keanehan yang dikatakan dokter saat Arka pingsan karena Arka mengandung anak kembar.Sengaja keduanya tidak bertanya jenis kelaminnya,agar membuat kejutan untuk keduanya.
__ADS_1
Bahkan usg pun hanya dilakukan sekali.Itupun karena dokter yang terus menyarankan.
Perubahan perut Arka terlihat drastis memasuki bulan ke-5.Perutnya luar biasa lebih besar dibanding ibu hamil lainnya.
Ia lebih mudah lelah.Bahkan diusia kandungannya yang ke-7 bulan ini.Arka sering sekali berhenti berjalan meski baru beberapa meter.
Sungguh kenahagiaan yang luar biasa bagi keluarga kecil itu.Sekalinya hamil langsung mendapat 2 anak.
Terlebih Althaf yang memang sangat memimpikan anak kembar.
"Al."Panggil Arka.Althaf segera mendekat.
"Bantuin gue duduk dikursi dah!Sumpah capek banget gue.Anak lo aktif banget.Nendang-nendang mulu."Keluh Arka.Althaf kini sudah lebih siaga terhadap Arka.
Sayang sekali,acara semembahagiakan ini harus luput dari Asen dan Azka.Juga Verdian.
Usai pembacaan doa dari para tetangga dan para anak yatim yang dipimpin seorang ustad,mereka pulang kerumah masing-masing.
"Nak,mama lihat kok perut kamu bundar sekali sih?"Tanya mana Althaf yang sudah penasaran sejak mereka tiba tadi pagi.
"Heheheh...Kembar ma."Jawab Althaf cengengesan.
"Asen dan Azka masih belum diberi tahu?Kalian tidak takut akan kemarahan mereka?"Tanya ibu Arka.
"Semua akan kami terima konsekuensinya ma,bu."Mantab Althaf.
"Ya sudah.Mending kita tidur."Ajak mama Althaf.
"Udah kayak orang jompo ya Al gue."Canda Arka.
"Hya,kudunya jompo plus-plus.Sayang aja plus-plusnya udah diborong sama si kembar."Jawab Althaf.
"Al,elusin perut gue ya?"Pinta Arka.Althafpun tersenyum dan mengangguk.
Keesokan harinya,Arka bangun kesiangan.Sedang sang ibu dan sang mertua yang menyiapkan sarapan untuk sang suminya.
Kini,dirumah itu sudah terdapat satu pembantu.Tepatnya semenjak diketahui jika Arka mengandung kembar 2.
"Ibu sama mama nginep lama kan?"Tanya Althaf sambil menyendokkan nasi kemulutnya.
"Ya enggaklah Al.Besok kami harus pulangk.Kayak dekat aja nginep lama-lama."Sahut mama Althaf.
"Tenang nak!Kita kesini pas lahiran kok."Jelas ibu Arka.Membuat Althaf sedikit senang.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE
JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS
JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.
LOPES KALIAN SEMUA
¤¤¤¤¤¤¤¤
Episode berikutnya bakal pengalaman dari author.Ditunggu ya..
Lopes kalian semua
__ADS_1