Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
Muhammad Rafa Azka Putra


__ADS_3

Laki-laki tampan yang digandrungi banyak perempuan.


Apalagi setelah Azka menjadi seorang playboy.Ia lebih sering terlihat bersama perempuan yang berbeda.


Berbeda dengan Asen yang diam-diam menjalin hubungan dengan seorang perempuan sejak jaman ia masih sekolah.


Karena sang cewek harus pindah rumah membuat mereka harus menjalani LDR.


♡♡♡♡♡♡♡


"Hay Shinta?"Sapa Azka ketika ia berada didepan kelas fakultas ekonomi.


"Azka ya?"Jawabnya malu-malu.Azka mengangguk sambil memamerkan deretan gigi putihnya.


"Malem minggu jalan yuk?"Ajaknya.


Shinta langsung mengiyakan tanpa basa-basi.


"See you cantik."Bisik Azka lalu menjawil dagu Shinta.


"Gila,gila Azka ngajak gue jalan."Teriak Shinta histeris.


Azka yang masih bisa mendengarnya hanya tersenyum.Lalu iapun menuju keparkiran motor.


Lagi.Ia mendapat kejutan dengan adanya sebuah coklat dimotornya dengan disertai memo kecil.


'Tetap semangat dalam tindakan sosialnya.'


Tulisnya dimemo itu.


"Siapa sih yang suka ngirim ginian.Gue yakin cuma satu orang ini."Gumam Azka.


Coklat itu ia masukkan kedalam tasnya.


Ya,sudah hampir satu minggu ini ia mendapat coklat disertai memo yang sama.


Coklat itu tak pernah ia makan.Hanya ia kumpulkan dikamar kostnya saja.


Saat dikost dia bercerita kepada Althaf dan Asen yang sudah sampai dikost terlebih dulu.


"Lo ada penggemar juga?"Ejek Althaf.


"Gue tahu gantengan elo.Tapi kalo ngebacot jangan asal donk!"Jawab Azka ketus.


"Lo gitu aja marah sama Althaf?Rugi lo marah sama dia.Emang dia mikir lo marah apa nggak.Kan sekarang otaknya geser."Sahut Asen.


"Huh.Asli penasaran banget gue."Keluh Azka.


"Gue punya itu kalau elo mau keluar duit."Ucap Althaf.


"Buruan apa sih?"Sahut Azka.


"Lo taruh kamera kecil aja dimotor lo.Kira-kira ditempat yang jangan sampai dia tahu."Usul Althaf.


"Gue setuju."Sahut Asen.


Keesokan harinya,kamera kecil sudah dipasang dimotor Azka.


Dia bersikap biasa saja.


Seperti biasa Azka pulang dari kampus ba'da dzuhur.Dan kembali lagi jika sore masih ada kelas.


Lagi perempuan itu menaruh coklat dan memo dimotor Azka.


Bedanya kali ini dia menaruhnya dari depan motor.Kamera yang hanya menghadap kearah belakang tidak dapat mengambil gambar pengirim coklat itu.


"Anjay.Sialan"Umpat AzkmeSiala.Bahkan ia sampai melempar buku yang berada tak jauh dari sana.


"Gimana?"Tanya Althaf.

__ADS_1


"Asli bukan lagi pusing,udah mumet pala gue mikirin ini."Jelas Azka sambil memijit pelipisnya.


"Kenapa sih?"Sahut Asen.


Keduanya melihat rekaman dikamera itu.Keduanya tertawa terpingkal-pingkal melihat hasil yang didapat.


"Nasib lo Az."Ledek Asen.


"Pokoknya besok gue mau bolos biar tahu sapa yang naroh itu coklat."Kata Azka penuh semangat.


"APA LO MAU BOLOS AZKA?"Teriak seseorang dari sambungan telpon Althaf.


Ya sebelumnya Althaf memang sedang menelpon Arka,tetapi tak sengaja ia tinggalkan karena mendengar umpatan Azka.


Ketiganya sama-sams terkejut mendengar teriakan Arka.


"Ar...Arka."Kata Azka gugup.


"Lo beranjak satu senti saja dari tempat lo sekarang gue gibeng lo."Katanya lagi lalu mematikan sambungan telpon.


"Lo jahat amat sih Al?"Sungut Azka.


"Sumpah gue lupa."Althaf cengengesan sambil mengacungkan dua jarinya membentuk huruf v.


Seperti yang dikatakan Arka,Azka tak bergerak sedikitpun.Hingga tiba-tiba pintu kost mereka ada yang mengetuk.


Sang tamu mencoba memutar handle pintu.Merasa tidak dikunci dia langsung masuk saja.


"Lo sering bolos ya Ka?"Tanya Arka.


Ya,Arka langsung tancap gas begitu mendengar ucapan Azka.


"Kagak.Yakin.Sumpah Ar."Jawab Azka.Ia juga mengankat dua jarinya membentuk huruf v.


"Besok gue bantuin.Sampe lo bolos.Habis lo ditangan gue."Ancam Arka."Malam ini gue nginep jadi kalian tidur diluar!"Lanjut Arka memgusir tuam rumah.


"Sabar bro."Jawab Azka cengengesan.


Keesokan harinya Arka yang sudah berpamitan ingin menginap dirumah orang tua Althaf sengaja libur kepasar.


Ia juga sudah berkompromi dengan orang tua Althaf perihal hal ini.


Dikampus Arka menggunakan kaos warna hitam.Celana jeans abu dan sneakers hitam.


Itu juga sudah terlihat cantik.


Dia sengaja membawa motornya sendiri.Dan berencana akan memantau parkiran itu dari jarak yang cukup dekat.


"Demi kisah cinta elo nih ya Az.Gue relo elo jemur.Kering,kering dah gusi gue."Ucap Arka.


Azka hanya tersenyum memamerkan gigi putihnya.


Dikampus Arka benar-benar memantau motor Azka.Ia sesekali mengumpat karena perempuan itu tak juga muncul.


Ditambah cuaca hari itu sangat panas.Ia bahkan sudah menghabiskan 10 cup gelas plastik es teh.


"Kembung,kembung deh perut gue."Ucap Arka bermonolog.


Ia bersumpah akan meminta imbalan yang setimpal dengan pengorbanannya ini.


Sebenarnya ia hanya peduli dantak ingin sahabatnya merasakan sakit seperti apa itu kehilangan.


Hingga saat ia mulai frustasi datang seorang perempuan dengan pakaian yang asli biasa saja.


Sebenarnya manis.Tapi tertutupi dengan kaca mata besar yang bertengger diwajahnya itu.


Setelah mendapatkan foto yang jelas Arka lantas mendekati gadis itu.


"Ehm."Arka berdeham.Sontak gadis itu terkejut.

__ADS_1


"Lo siapa?"Tanya Arka dingin.


"Gue Rindayu ."Jawabnya pelan.


"Ikut gue!Bawa coklatnya!"Perintah Arka.


Seperti ular kehilangan bisanya,Rindayu mengikuti kemana Arka akan duduk.


Dia memandang serius kearah Rindayu.Dan yang sedang dipandang tertunduk takut melihat tatapan menusuk seorang Arka.


"Jelasin!"Kata Arka akhirnya.


"Apa?"Jawab Rindayu bingung.


Rindayu itu gadis yang masih sangat polos.Jadi antara polos dan bodoh.Tahun ini dia baru masuk kuliah.Sedangkan Azka,dia sudah memasuki semester 6.


Arka melongo mendengar jawaban yang baginya tak masuk akal dari Rindayu.


Ia menghela napasnya kasar.Sedikit geram.Seperti itulah.


"Yang tadi Rindayu."Jawab Arka.


"Yang gue naroh coklat?"Tanyanya yang masih belum mengerti.


"Bisa mati muda Azka kalau pacaran ma dia.Polos banget."Lirih Arka.


"Mbak ngomong sesuatu?"Tanya Rindayu.


"Kagak."Sahut Arka.


Lalu sebagai jawaban pertanyaannya tadi Arka mengangguk.Ia tak yakin bisa menahan emosinya jika ia membuka mulutnya.


"Kak Azka itu keren lho mak.Dia itu suka ngadain kegiatan sosial gitu mbk."Ucapnya mulai menjelaskan.Arka sedikit terkejut saat dipanggil mbak.


"Aku selalu ngikutin dia kalau dia pas ngadain kegiatan sosial gitu.Dia cuma sendiri mbak.Dan aku melihatnya itu wow hebat banget.Keren."Lanjut Rindayu.Senyumnya merekah tatkala membayangkan wajah Azka.


"Dia itu playboy gadungan loh."Ucap Arka sedikit memprovokasi.


Ia ingin tahu reaksi gadis itu.


"Mbak siapanya kak Azka?Mantannya?Atau pernah suka tapi nggak kesampaian?"Tanya Rindayu.


Mendengar kalimat itu akhirnya Arka merasa geram sendiri.


"What?Gue mantannya?Atau malah apa tadi gue pernah suka tapi nggak kesampaian?Hello walaupun didunia tinggal dia laki-laki seorang,dan dia milih gue,gue yang ogah sama gue."Kesal Arka.


"Lalu mbak adiknya?"Tanyanya lagi.Ia benar-benar ingin tahu Arka itu siapanya Azka.


"Adik?Gue yang ogah punya abang kayak dia.Darah tinggi gue lama-lama sama elo."Jawab Arka."Lo suka sama Azka?"Lanjut Arka langsung pada intinya.


Rindayu mengangguk.


"Lo serius suka dari hati?Atau cuma karena dia populer dan ganteng?Atau karena dia kaya?Atau..."Belum selesai sudah dipotong Rindayu.


"STOP!Mbaknya ngomong kayak kereta api.Gue suka sama kak Azka apa adanya.Gue ngelakui itu diam-diam karena gue sadar gue nggak pantes buat dia.Dia tampan keren.Lah gue buluk gini."Potongnya.


"Heh ogeb.Azka nggak seburuk itu menilai cewearGue itu tahu banget Azka seperti apa.Lo pergi sono hubungi nomor gue ini biar gue tahu nomor lo.Ntar gue bantuin.Bentar lagi Azka keluar kalau sampai ketahuan mampus lo."Beritahu Arka.


Dengan cepat Rindayu  mengambil kertas itu dan pergi dan meninggalkan Arka.


Arka kembali memijat pelipisnya karena pusing mengingat sikap Rindayu yang terlampau polos.Hingga ia tak sadar jika Azka dkk sudah datang.


JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE


JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS


JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.


LOPES KALIAN SEMUA

__ADS_1


__ADS_2