
**Disini mau author katakan ya mungkin kedepannya kalau ada konflik bukan perihal pelakor atau pebinor.Karena jujur saja author sendiri tidak suka yang namanya pelakor atau pebinor.
Kalaupun ada paling hanya sekilas-sekilas mereka-mereka yang sekedar suka tapi tidak sampai dibawa kerumah tangga mereka.
Masalah rumah tangga bukan hanya perihal orang ketiga.Tetapi masih banyak lagi.
♡♡♡♡♡♡♡♡**
Keduanya masih terus mengobrol didepan tv hingga larut malam.Obrolan keduanya berubah menjadi hal-hal yang tak penting sama sekali.
"Ar lo pengen anak berapa dari gue?Gue mampu kok ngasih lo anak berapapun."Kata Althaf yang sudah merubah topik pembicaraan mereka.
Arka menghela napas ia sudah malas jika sudah membahas perihal hal ini.
"Gue jawab dua atau tiga tapi kalau elo maunya lebih juga gue bisa apa coba."Jawab Arka santi.Atensinya masih terfokus pada acara tetelveis didepannya.
Acara yang sedang menayangkan sebuah keluarga dengan ke-12 anaknya.
"Gila tuh lakinya.Seneng banget bikin bininya hamil."Komentar Arka.Althafpun ikut melihat acara itu.
"Gue bisa lebih kok Ar.Nggak usah takut."Sahutnya sambil cengengesan.
"Emang lo mau berapa sih Al?"Tanya Arka akhirnya.
"Dua juga udah cukup asal ada cewek dan cowok.Tetapi 5 belum juga cukup jika hanya cowok ataupun cewek.Tapi gue juga nggak nuntut harus ada cewek dan cowok.Kan itu kehendak yang kuasa Ar.Tapi perihal anak kembar gue pengen banget."Jujur Althaf yang memang selalu tertarik setiap kali melihat anak kembntl
Arka mengangguk mengerti.
Tak berapa lama kemudian terdengar panggilan telpon dihp Arka.
'Verdian'Pikirnya.
Arka lantas memandang Althaf seolah bertanya apa boleh diangkat atau tidak.Dan Althaf mengangguk.
Sebagai suami ia sudah memantabkan hati untuk tidak melarang pergaulan Arka dengan sahabat-sahabatnya tetapi ia juga harus tahu batasan-batasannya.
*Arka*
"Hallo Perdian.Gue kangen sama lo."Sapa Arka usai menggeser tombol hijau diponselnya.
*Verdian*
"Lo mau gue dikubur hidup-hidup sama laki lo?Hah?"Jaeab Verdian yang masih tak percaya akan jawaban gila Arka.
*Arka*
"Dia ada disamping gue.Orang gue speaker juga."Jujur Arka.Verdia langsung membulatkan matanya mendengar ucapan itu.
*Verdian*
"Heh Althaf.Bini lo sendiri ya yang mulai gila."Jawab Verdian.
*Althaf*
"Lo ngapain gangguin penganten baru?Gue lagi mau buat penerus gue juga."Sahut Althaf.
*Verdian*
"*****.Gue telponan sama orang gila semua."Jawab Verdian lalu mematikan sambungan telponnya begitu saja.
Althaf terpingkal-pingkal mendengar itu.
Pletak
Arka memukul lengan Althaf cukup keras.Membuat Althaf sedikit mengaduh.
"Kira-kira dong kalau mau becanda.Jangan asal nyerocos aja."Omel Arka.
Althaf masih terus tertawa membuat Arka benar-benar jengkel.
Hingga tengah malam keduanya masih berada didepan tv.Kebiasaan Arka yang suka begadang memang sulit dihilangkan.
Sedangkan Althaf dia sudah berlalu kelam mimpinya sejak pukul 22.00 tadi.Ia tidur dengan berbantalkan paha Arka.
__ADS_1
Ting
Ponsel Arka berbunyi tanda ada pesan masuk.Melihat nama pengirimnya ia langsung tersenyum.
'Gini banget jauh dari keluarga dan sahabat.'
Ia mwmbalas pesan dari Azka kegrub A4nya.
*Arka*
'Gue kangen lo pada.'
*Azka*
'Waktu cepat banget sih berlalu.Perasaan baru kemarin kita masih SMA.Lah sekarang udah pada sibuk kerja.'
*Asen*
'Masih melek aja lo pada'
'Malam minggu hangout yok'
*Arka*
'Kagak bisa.Gue udah gak dirumah.'
*Asen*
'Maksudt lo?'
*Arka*
'Gue kerja diluar kota.'
*Azka*
'Ngapain dah jauh-jauh?'
*Azka*
*Arka*
*Orang gue udah sebulan disini.'
*Asen*
'Lo masih nganggep kita temen lo nggak sih Ar?'
'Lo anggep gue sama Azka apa? .'
'Althaf juga mana kagak nongol-nongol itu bocah?'
*Azka*
'Kalau mau bikin kejutan bukan gini Ar.Jujur ya gue kecewa sama lo.Apa alasan lo nggak mau ngasih tahu kita?'
'Lo lupa sen kan tuh anak paling kagak bisa disuruh begadang.'
*Asen*
'Hebat lo.Sekalinya bikin kejutan nggak ketulungan.'
'Berapa lama lo disana?'
*Azka*
'Udah dulu gue.Mau tidur.Udah hilang mood gue.'
*Arka*
'Gue tahu kalian pasti kecewa.Tapi emang semua mendadak Ka,Sen.Gue minta maaf.Perihal berapa lama.Kagak tahu gue'
Akhirnya chat digrub itupun berakhir menggantung.Arka menghela napasnya kasar.
__ADS_1
Seumur-umur baru kali ini ia mendapatkan permasalahan bersama dua orang itu.
Ia tahu ia salah.Tapi ia juga nggak mungkin bilang yang sebenarnya.Bakalan lebih runyam lagi akhirnya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 01.34 Arka belum juga beranjak dari sofa depan tv.Pikirannya masih kalut akan kekecewaan Azka dan Asen.
Ia takut dua orang itu akan marah padanya.Apalagi jika tahu Verdian tahu yang sebenarnya sedang mereka tidak diberi tahu.Sudah pasti mereka akan lebih marah.
Tiba-tiba Althaf terbangun.Ia terkejut saat melihat jam diponselnya sudah menunjukkan waktu dinihari tetapi Arka belum juga beranjak dari tempatnya atau membangunkannya.
"Hey.Kenapa sih?Pindah yuk?"Ajak Althaf.Ia hanya mengekori Althaf dari belakang.
Sesampainya dikamar Arka langsung tidur diatas kasurnua bersama Althaf.Ia tak mau saat Althaf sarapan sebelum berangkat kerja ia tak menyiapkan apapun seperti kemarin.
Pukul 05.00 terdenganlr bunyi alarm dihp Arka.Ia segera mandi dan memasak.
Meskipun tidak pandai memasak dan hanya bisa bebrapa masakan saja yang ia kuasai setidaknya ia akan berusaha yang terbaik.
Pukul 06.27 ia membangunkan Althaf.Entahlah semenjak menikah banyak sekali kebiasaan Althaf yang membuat Arka selalu geleng-geleng kepala.
Membangunkan ia dari tidurnyapun bukan perkara yang mudah.Percayalah pukul 06.27 ia dibangunkan pukul 07.00 ia baru akan mau membuka mata.
"Althaf lo bangun kagak.Nggak bangun nggak dapat jatah sebulan."Ancam Arka.Ia sudah jengah sebulan ini harus bersabar diri dalam membangunkan Althaf.
Benar saja ide itu mampu membuat Althaf langsung beranjak dari kasurnya.Meskipun kesal dengan cara Arka tapi setidaknya ia sadar ini demi kebaikannya.
"Jahat banget sih ancemannya?"Keluh Althaf.Arka hanya tersenyum.Ia mendapatkan ide seperti itu dari sebuah novel yang ia baca akhir-akhir ini.
"Kalau nggak gitu keburu siang lo belum juga bangun.Buruan mandi!Gue siapin baju gantinya."Jawab Arka.
Althaf lalu menyambar handuk yang sebelumnya sudah dipakai Arka yang ia letakkan dikamar mandi.
Setelah 20 menit Althaf mengganti pakaiannya dengan pakaian kerja.
"Besok-besok gue belajar deh masangin dasi.Malu juga masa' iya suami pasang dasi sendiri."Gumam Arka tapi masih bisa didengat Arka.
"Nggak usah jadi orang lain.Elo yang apa adanya juga gue udah senang."Jawab Althaf.
"Tapi ya kalee Al gue nggak bisa masangin dasi buat elo setiap mau kerja."Balas Arka.Althaf memegang kedua tangan Arka yang sedang membantunya mengancingkan kancing.
Ditatapnya sang istri lekat-lekat.Membuat yang ditatap mwnjadi risih sendiri.
"Nggak usah dipaksain.Belajar pelan-pelan.Gue nggak mau elo merasa tertekan."Jawab Althaf setengah berbisik pada Arka.
Cup
Althaf mengecup bibir Arka sebentar llal memasangkan dasi dilehernya.
Jangan ditanya Arka masih terbengong dengan sikap manis Althaf.
Setelah selesai Arka menemani Althaf sarapan.
pukul 07.45 Althaf berangkat menuju kantornya.Karena jarak yang tak terlalu jaub sehinggak tak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai kekantor.
Sebelum berangkat Althaf membiasakan diri untuk mencium kening Arka.Dan Arka mencium punggung tangan Althaf.
"Gue berangkat ya?Nanti malam jatah gue bikin penerus kita."Pamit Althaf sambil senyum-senyum sendiri.
"Lo sekarang kok mesum amat sih Al.Heran gue."Sahut jengkel Arka.
"Udah sana hati-hatu!Ingat jaga tuh mata!"Peringat Arka.Althaf tersenyum lalu mengangguk.
Setelah Althaf sudah tidak terlihat Arka masuk kedalam rumah.
♡♡♡♡♡♡♡♡
JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE
JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS
JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.
LOPES KALIAN SEMUA
__ADS_1