Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 51


__ADS_3

Dipermalukan didepan banyak mahasiswa dikampus?Bahkan dalam bayangan Avepun ia tak pernah menyangka.


Apalagi orang yang mempermalukannya adalah orang yang bahkan baru beberapa kali ia temui.


Gadis yang menganggapnya memiliki hubungan khusus dengan tunangannya.


CK.Bahkan calon suaminya sendiri sudah lebih dari sempurna dari laki-laki itu.


Ya, gadis itu bahkan rela jauh-jauh datang dari kampung halamannya pergi ke Yogyakarta khusus untuk menemui Ave.


Melabrak Ave dan menuduh Ave sudah memiliki hubungan khusus dengan kekasih dari gadis itu.


Sungguh jika laki-laki itu ada disamping Ave,sudah pasti Ave akan mencakar-cakar wajahnya hingga berdarah-darah.


Bisa-bisanya beberapa jam yang lalu Vira datang kekampus Ave hanya untuk membuat Ave merasa malu karena sudah dituduh merebut tunangan orang.


Banyak mahasiswa yang melihat kejadian itu.Tak sedikit pula yang menatap Ave dengan tatapan merendahkan.


“Heh Saya sungguh tidak menyangka jika kamu dan Theo ternyata ada feel dibelakang saya.”Tuduh Vira.


“Lah siapa yang pacaran sama bang Theo mbak?Saya sudah punya tunangan.Dan dia jauhhhh lebih sempurna dari bang Theo.”Jawab Ave pelan.


“Hahaha...Kamu pikir saya percaya?”Jawab Vira masih dengan angkuhnya.


'Ternyata dia perebut tunangan orang ya?’


'Iya nggak nyangka banget.’’


'Dulu aja belain Eshan.Gue kira dia ada hubungan sama Eshan.’


‘Marukh banget sih dia.’’


'Sok cantik'


Bisik-bisik tetangga kini mulai terdengar ditelinga.Etdah malah nyanyi siauthor.Heheheh...


“Saya juga nggak peduli mbak mau percaya atau tidak.Terus mau mbak apa?”Tanya Ave.


“Tinggalin Theo dan jangan pernah ganggu hubungan kami!”Bentak Vira.


Ave justru terbahak-bahak karena ucapan itu.Menggelikan sekali kedengarannya.


“Yang ada elo mbk yang bakal ditinggalin sama bang Theo kalau bang Theo tahu kejadian ini.Mbak gue dan bang Theo cuma seperti kakak adik sama kek gue dengan bang Soga .Harusnya lo tahu mbak,bang Theo cinta tulus sama elo.”Jawab Ave tak kalah berteriak.


Ia sudah tidak mau lagi dipermalukan seperti ini.Harga dirinya lebih penting dibanding apapun.Kedua orang tuanya ataupun Shakeil bahkan sangat menjaganya,lalu siapa Vira bisa seenaknya mempermalukannya seperti ini.


Vira terdiam.


Hanya karena beberapa hari yang lalu Theo mengunggah screenshoote percakapannya dengan Ave disalah satu akun sosial medianya.


Dan karena hal itu pula,Vira merasa cemburu lalu tanpa perhitungan langsung datang ke Jogja hanya untuk melabrak Ave.


Bahkan untuk hal inipun Theo tidak mengetahui.


“Mbak.Harusnya mbak bisa lihat dari tatapan mata bang Theo,dia itu tulus sama elo.”Sambung Ave lagi


“Gue kasih tahu ya mbak,sifat mbak yang terlalu ngekang bang Theo,ngelarang bang Theo untuk tidak dekat-dekat dengan gue ataupun cewek lain.Justru itu yang bisa menghancurkan hubungan lo.Dunia bang Theo bukan cuma perihal Lo doang mbak.Dia butuh teman,keluarga dan pekerjaannya.Kalaublo ngeharusin bang Theo buat fokus keelo doang,hambar mbak rasanya.”Ucap Ave lalu pergi begitu saja meninggalkan Vira.

__ADS_1


Brakkkk


“Bang Theo sialan.”Teriak Ave saat ia sudah berada dikantin ditemani Tiwi dan Andin.Teman satu fakultas dan satu kostnya.


Keduanya menatap Ave dengan tatapan kasihan.


“Theo siapa sih?”Tanya Tiwi pelan.Ia takut saja membuat suasana hati Ave menjadi lebih buruk.


“Temannya tunangan gue juga temannya bang Soga.Yang pernah datang kekost itu.”Jelas Ave.


“Lah,jadi lo enak banget yak.Yang pernah datang kekost suka sama lo.Tunangan lo cakep.Terus ini calon laki orang juga suka sama elo.”Sahut Andin.


Tiwi melotot kearah Andin yang berbicara asal.


“Heh.Gue sama bang Theo kagak ada rasa ya.Bang Theo cinta mati sama tuh cewek.Kalau bang Soga,dianya aja yang beg*k.Udah tahu gue tunangan sahabat sendiri.”Jelas Ave.


“Gue bakal bikin perhitungan sama lo bang Theo.”Geram Ave.Matanyq memancarkan aura kekesalan yang teramat.


“Sudah lihat tuh makanan lo udah tumpah kemana-mana.”Sahut Eshan yang tiba-tiba sudah duduk disamping Ave.


“Eshan.”Teriak Ave.Ia lalu memeluk Eshan.Sudah beberapa minggu ini mereka tidak bertemu karena Eshan yang sudah sibuk dengan skripsinya.


Berbeda dengan Ave yang ketiban sial.Ia harus mendapat dosen pembimbing yang merupakan ayah Rosa.Gadis yang dulu sempat berseteru dengannya karena Eshan.


Dan ia terpaksa mengulang satu semester lagi untuk wisuda.Beruntung dengan segala usahanya ia bisa memperjuangkan agar bisa diganti dosen pembimbingnya.


“Hai Wi,Ndin.”Sapa Eshan.Ia sengaja ingin membuat Ave kesal dengan tidak menanggapinya dan justru menyapa yang lain.


Menyadari hal itu Ave memukul pelan pundak Eshan.Ia mencebikkan bibirnya kesal.


“Baik Shan gue.”Jawab Tiwi.


Semenjak kuliah,Ave berteman dengan Andin dan Tiwi juga.Sehingga dikampus bukan hanya Eshan teman akrabnya.


“Shan,Wi,Ndin malem Minggu datang ya kerumah gue!Makan-makan gitu.Gue udah konfirmasi sama abang tercinta gue buat ngasih uang ke gue untuk itu semua.”Ucap Ave.


“Abang?”Tanya Tiwi.Ave mengangguk.


“Bang Agra?Atau bang Agam?Atau bang Adam?”Tanya Eshan beruntun.


“Abang lo banyak banget sih Av?Lo berapa bersodara dah?”Tanya Andin.


Pasalnya hampir 4 tahun mereka saling mengenal,mereka sekalipun belum pernah menyetujui undangan Ave untuk datang kerumahnya.


“Abang gue 3 lah.Yang gue maksudt tadi bang Agra.Tapi sayang dia kagak bisa pulang.”Jawab Ave.


Ia seakan sudah lupa akan permasalahannya dengan Vira beberapa saat yang lalu.


“Kalian kesononya bareng gue aja.Nginep disana.Lalu balik lagi sini bareng gue juga.”Usul Ave.


“Ok deh.”Jawab Tiwi.


“Gue juga.”Imbuh Andin.


“Gue mah asiyap.Sekalian silaturahmi sama orang tua lo.”Eshan ikut memberi jawaban.


Dan tiba sudah hari Sabtu.Sampai dengan hari ini ia belum sempat untuk bercerita kepada Shakeil perihal Vira.Ia tak mau sampai Theo dan Shakeil akan terlibat pertengkaran hanya karena hal ini.

__ADS_1


“Bawa baju seperlunya aja.Baju gue dirumah juga banyak.Keknya ukuran kita juga sama.”Pesan Ave.


“Nggak pa-pa gitu?”Andin bertanya.


“No problem.Santuy!”Jawab Ave cengengesan.


“Ntar ada siapa aja Av?”Tanya Tiwi begituerka sudah siap didalam mobil Ave.


“Orang tua gue,Abang pertama gue juga anak istrinya.Kemudian kembarannya juga pacarnya.Kalau jadi kedua ayah sama ibu gue beserta anak mereka lalu kita juga Eshan.”Jelas Ave.


“Itu mah keluarga besar lo.”Sungut Tiwi.


“Kalian juga udah kayak keluarga gue.Udah tenang aja napa sih.”Omel Ave.


Bersyukur jalanan tidak macet sehingga Ave bisa melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.Membuat Tiwi dan Andin uji nyali jantung mereka.


“Assalamualaikum.Mama,papa Ave cantik pulang.”Teriak Ave setelah ia membuka pintu rumah yang kebetulan tidak dikunci.


Tiwi dan Andin melongo melihat Ave yang teriak-teriak persis orang dihutan.


“Yuhu,princes pulang.”Teriaknya lagi.


Tetapi tidak ada yang menyahut.Membuat Ave merasa kesal saja.


Saat ia melangkah lebih dekat menuju dapur,ia mendengar suara isak tangis dari arah taman belakang.


“Hantu masa' siang-siang.”Gumam Ave.


"Kalian duduk diruang tamu dulu aja!"Ucap Ave.Andin dan Tiwi mengangguk


Ia berjalan pelan-pelan sudah seperti maling akan beraksi saja.


Pembantu rumah itu yang berada dibelakang Ave juga ikut berjalan mengendap-endap seperti Ave.


Ave menyadari ada hal aneh dibelakangnya seketika menoleh dan ternyata art rumah itu.


“Mbak Ave ih jadi malu kan saya.”Ucap art itu lirih.


“Lagian bibi kenapa ngikutin saya?”Tanya Ave.


Art itu jadi bingung mau jawab apa.


"Belakang siapa bik?"Tanya Ave.


"Bu Dean mbak.Dia nangis karena neng Kanaya yang tidak ditemukan sampai sekarang."Jelas art itu.


Ave lantas melangkahkan kakinya menuju taman belakang.Tepat didepan kedua orang tua itu Ave berdiri.


Ia lantas berjongkok didepan Dean.Menggenggam tangan Dean,lalu tersenyum kepadanya.


"Ibu tenang ya.Ave yakin Kanaya baik-baik saja kok.Meskipun kita tidak tahu dimana Kanaya.Ave bakal bujuk bang Agra buat nyari Kanaya,dengan kekuasaan dan nama besarnya,Ave yakin itu bukan hal yang sulit."Ucap Ave.


Seketika Dean tersenyum.Dibandingkan dengan Kirana,Dean memang lebih dekat dengan Ave.


"Terimakasih nak."Lirih Dean sambil mengusap kepala Ave.


"Teman-teman Ave datang ma,Bu.Ave ajak buat ikut makan malam besok."Jelas Ave.

__ADS_1


"Ya sudah kita temui mereka dulu."Ucap Dean cepat.Ia lantas berdiri dan menarik tangan Arka untuk menemui teman-teman Ave.


JANGAN LUPA VOTE,KOMENTAR DAN LIKE YA GUYS


__ADS_2