Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 52


__ADS_3

Malam minggu kali ini Ave akan menghabiskan waktunya bersama Tiwi dan Andin tak ketinggalan Eshan juga ikut.Mereka akan menghabiskan malam mengelilingi kota tempat tinggal Ave dan Eshan.


Menggunakan mobil Ave,mereka berangkat sebelum waktu Maghrib.Bahkan Eshan sudah sampai dirumah Ave sejak pukul 16.00.


Semenjak mereka tahu tentang masa lalu orang tua mereka,hubungan dua keluarga itu menjadi semakin dekat.


Tempat pertama yang mereka datangi sudah pasti pusat perbelanjaan.Itu merupakan tempat wajib yang kudu didatangi para perempuan.


Sedangkan Eshan,dia mengekor dibelakang 3 gadis itu.


Namanya juga perempuan,kalau udah belanja ya pasti lama.Kalau nggak lama rasanya kurang afdhol saja.Dan itu terjadi pada Eshan,dengan sabar ia terus mengikuti kemanqpuan ketiga gadis itu melangkahkan kaki.


Eshan tetap setia mengikuti mereka meskipun mereka masuk kestand penjual pakaian dalam.


Ia bahkan tak segan mencoba memilihkan beberapa pakaian dalam untuk mereka.


Pemandangan itu tidak luput dari pandangan para gadis disana.


‘Wah cowoknya baik banget ya?’’


'Ih pengen deh punya pacar kek dia.’


'Udah punya pacar belum ya?’


‘Nananya siapasih?Ganteng banget.’


Andin memberengut kesal karena ucapan para gadis yang menurutnya keganjenan itu.


Celotehan orang-orang saat melihat Eshan ikut memberi saran perihal warna yang ditanyakan Tiwi.


“Maroon aja Wi.Lebih menggoda.”Usul Eshan.


Tiwi lantas melempar benda itu dan mendarat tepat diwaja Eshan.


“Lo pikir gue mau godain siapa?Hah?”Tanya Tiwi.


“Ck.Jangan salah paham!Daleman cewek warna maroon,menurut gue lebih seksi.”Jawabnya santai.


“Kalau gue?Warna apa Shan?”Sahut Andin.


“Eng..eng anu kalau elo p-pink kayaknya cocok.”Jawab Eshan gugup.


Kisah cinta yang disembunyikan oleh Andin dan Eshan dari siapapun.Tidak ada yang tahu ikatan suci yang mengikat Andin dan Eshan beberapa bulan yang lalu.


Karena keinginan para orang tua,Andin dan Esha dijodohkan dan menikah beberapa bulan yang lalu.


Tidak ada resepsi,tidak ada pesta,hanya ikan Qabul yang dilakukan dikediaman Andin.


Keduanya sepakat menyembunyikan hubungan mereka hingga mereka lulus.


Rasa saling mengagumi membuat mereka menerima perjodohan itu begitu saja.


Meski sudah menikah,mereka tetap memutuskan untuk tinggal ditempat kost yang berbeda.Dan hanya jika hari libur saja kedua pulang kerumah.Kadang kerumah Eshan,kadang pula kerumah Andin.


“Pink?Lah girly banget.Gue juga mau dong warnanya yang seksi.”Jawab Andin sambil tersenyum menggoda kearah Eshan.


“Elo lebih menggoda kalau nggak pakai daleman.”Celetuk Eshan.Seketika Andin memelototkan matanya.


Sedangkan Ave dan Tiwi tawa mereka langsung pecah karena jawaban Eshan.


“Itu mah pikiran lo ngeres.”Imbuh Ave.”Yuk Wi,kekasir.”Ajak Ave sambil menarik tangan Tiwi.


Ave paham betul jika dua orang itu sedang malu-malu kucing perihal perasaan mereka.Padahal tanpa sepengetahuan Ave dan Tiwi, mereka sudah menikah.


“Serius lo lebih menggoda kalau nggak pakai daleman.Apa lagi pas kita malam pengantin kayak waktu itu.Uuuu..seksi.”Lirih Eshan tepat disamping telinga Andin.


Blushh


Wajah Andin memerah karena malu.Eshan berbicara sefulgar itu padanya?Ya tuhan.


“Udah ayok.”Ucap Eshan lalu menarik tangan Andin untuk pergi dari sana.

__ADS_1


“Tinggalin aja itu.Lo udah gue pilihin.”Ucap Eshan enteng.


Puk


Andin menepuk lengan Eshan.Ia benar-benar malu karena Eshan yang terus berbicara sefulgar itu.


“Ini mbak.Berapa totalnya?”Tanya Eshan.Memang kedengaran terlalu fulgar bila ditelisik,tetapi Eshan tidak peduli.Toh Eshan adalah suaminya.


“Lah lo beli buat siapa dah Shan?Lo masih lempeng kan?Belom belok?”Tanya Tiwi.


“Buat yang disebelah gue.”Jawab Eshan enteng.


Puk


Andin menepuk pundak Eshan lebih keras.


“Fulgar banget sih.Bikin malu aja.”Gerutu Andin yang wajahnya sudah seperti kepiting rebus.


Sang kasirpun terlihat serius memperhatikan Andin Eshan.


“Penganten baru mbak.Lagi anget-angetnya.”Bohong Ave sekenanya.Padahal aslinya benar,penganten baru mereka.Kasir tersebut mengangguk.


“Ayok ah buruan!”Ajak Ave.”Yuk Wi.Calon laki gue lagi jauh,males jadi obat nyamuk.”Ucap Ave.


Eshan masih saja menggenggam tangan Andin.


Andin sendiri tidak menyangka jika Eshan akan sebegitu beraninya didepan teman-teman mereka.


“Kalian berdua dulu ya?Gue mau sama Andin bentar.”Ucap Eshan.Ia sudah bertekad akan menyatakan perasaannya pada Andin malam ini juga.


“Eh...eh bentar.Kita mau kemana?”Tanya Andin yang sebenarnya tidak setuju untuk memisahkan diri dengan Ave dan Tiwi.


"Ntar dikursi itu gue mau nyatain cinta keelo.Biar mereka ngira kita pacaran,gue bosen sembunyi-sembunyi mulu.Setidaknya dengan mereka tahu elo pacar gue,gue mau ngapain juga bebas."Jelas Eshan.


"Nggak apapun juga kalee Shan.Lo nyosor gue depan umum gue juga ogah."Sahut Andin.


Eshan mengajak Andin untuk duduk disalah satu kursi yang disediakan disekitar pusat perbelanjaan tersebut.


“Ndin.Gue suka sama lo.”Jujur Eshan langsung pada intinya.Ia memang tidak memiliki sisi romantis yang bisa berkata manis untuk merayu perempuan.


“Pacaran yuk!”Ajaknya.Ia mengajak Andin berpacaran seperti mengajak seseorang bermain saja.


“Eh enggak.Bukan pacaran sih tepatnya.Setelah wisuda nikah yuk!”Ajaknya lagi.Bahkan kali ini terdengar lebih konyol.


Andin berusaha sebisa mungkin untuk tidak tertawa.Sungguh,pernyataan cinta suaminya itu sangat lucu.


“Bagaimana Ndin?”Tanya Eshan.


“Lo ngajak gue pacaran,eh nikah udah kayak ngajak orang main air aja Shan.Kagak ada romantis-romantisnya.”Jawab Andin.Ia masih berusaha untuk tidak tertawa.


Eshan menjadi kikuk karena jawaban Andin.


“Ya gue kek gini Ndin.Nggak bisa romantis.”Jawab Eshan.


Keduanya diam.Diam dengan pikiran masing-masing.Sama-sama berpikir perihal apa jawaban yang akan ia berikan dan akan ia dapatkan.Jawaban yang sebenarnya Andin tolakpun mereka tetap terikat oleh satu ikatan itu.


“Kalau lo nggak per...”


“Iya.Gue mau.”Potong Andin sebelum Eshan menyelesaikan kalimatnya.


“Gue nggak ada cowok lain,nggak ada gebetan,dan gue percaya sama lo suami gue"Ucap Andin.Diakhir kalimat ia mencodingkan tubuhnya agar lebih dekat dengan Eshan.Ia sedikit berbisik saat mengucapkan kata 'suami gue'.


"Gue free dan gue terima lo.”Jawab Andin.


Mata Eshan membulat sempurna saat mendengar jawaban dari Andin diakhir kalimat yang menyebut 'suami gue'


.


Tidak ada pelukan.Tidak ada ciuman.Hanya saling tersenyum dan menggenggam tangan.


Tak jauh dari mereka,Ave dan Tiwi sedang menyaksikan kejadian itu.Mereka tak henti-hentinya tertawa saat mendengar pernyataan Eshan.

__ADS_1


“Gila.Eshan ternyata berani juga “Ucap Tiwi.”Lah gue sendirian dong?”Gumamnya lagi.


Ave menepuk pundak Tiwi,membuat Tiwi menoleh kearahnya.


“Calon laki gue juga jauh.Jadi sementara waktu lo ada teman.”Sahut Ave.Tiwi mencebikkan bibirnya karena jawaban Ave.


“Sementara doang ya?”Tanyanya kesal.


“Iyalah.Kan setelah dia selesai tugas kita nikah.”Jawab Ave santai.


“Mending kita samperin mereka.”Ajak Tiwi.”Kita bully Eshan habis-habisan.”Ucapnya lagi semangat.


“Ayok.”Jawab Ave.


Keduanya lantas menyusul Andin dan Eshan.


Ave dan Tiwi bahkan sengaja duduk ditengah-tengah mereka.


“Wi,pacaran yuk.”Ucao Ave dengan tawanya yang siap menggelegar.


“Yaelah lo buluk amat.Ngajak gue pacaran kayak ngajak maen cebong aja.”Jawab Tiwi yang mengikuti drama Ave.


“Eh salah.Nikah yuk!”Sindir Ave lagi.


“Etdah bocah.Lo ngajak gue nikah udah kayak abang tukang bakso mari-mari sini aku mau beli.”Jawab Tiwi yang justru beralih menyanyikan lagu anak-anak.


“Satu mangkok saja tidak apa-apa yang penting baksonya.”Sahut Ave.


“Kalian kenapa sih?”Tanya


Andin pura-pura tidak mengerti maksud kedua orang itu.


Padahal ia tahu,jika tadi Ave dan Tiwi memperhatikan mereka,Eshan memberi kode saat melihat Ave dan Tiwi yang Mohar mereka tak jauh dari tempat mereka duduk saat ini.


Plak


Tiwi menepuk lengan Ave.


"Kenapa jadi nyanyi lagian begonoan dah."Ucap Tiwi.


"Makan-makan.Yuk Wi gue traktir."Ajaknya.


Mereka lantas menuju kekafetaria dipusat perbelanjaan itu.


Keadaan yang cukup ramai membuat kafetaria tersebut penuh dengan kebisingan suara orang-orang.


"Lo yang pesan ya Shan.Kita nyari meja dulu."Ucap Eshan.Eshan mencebikkan bibirnya karena Ave yang seenaknya menyuruhnya memesan makanan.


"Pojok sana!"Tunjuk Eshan."Biar gue lebih gampang nyari."Lanjutnya lalu meninggalkan ketiga gadis itu.


Ketiganya berjalan menuju bangku terletak disebelah pojok.Mata Ave membulat tak percaya saat melihat seseorang yang amat ia kenal.


Dengan setengah berlari dia menghampiri orang itu.


Ave melompat kepelukan orang tersebut karena kebetulan orang itu sedang berdiri.


"Abang."Manjanya.


"Kangen."Ucapnya lalu cengengesan.


"Sama siapa Hem?"Tanya Dody.Ya dia Dody kakaknya Shakeil.


"Teman-teman dong."Jawabnya.


Andin dan Tiwi merasa malu karena teman-teman Dody memperhatikan Ave dengan pandangan yang sulit diartikan.


"Ehem...ehem..."Salah seorang teman Dody berdeham untuk menyadarkan mereka dari posisi tersebut.


"Woooo..."Teriak Ave keras.Tak sedikit pasang mata yang melihat kearah Ave.


"Ups...Sorry."Ucap Ave lalu menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya.

__ADS_1


"Maaf.Permisi semuanya."Ucap Ave lalu menyingkir dari meja Dody.


Tiwi dan Andin membungkukkan badan mereka kepada Dody.Dan Dody hanya mengangguk untuk hal itu.


__ADS_2