Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 59


__ADS_3

Kehilangan Ave adalah pengalaman terburuk sepanjang hidupku.Bahkan dalam pikiranku pun tidak pernah terlintas.


Memang aku yang terlalu bodoh hingga terbuai akan rayuan gadis itu.Penyesalanku bertambah saat kuketahui alasan utama gadis itu mendekatiku.


Balas dendam.Ya,gadis itu hanya ingin balas dendam pada Ave melalui aku.


Dia adalah mantan adik kelas Ave,yang dulu kakaknya diputuskan pacarnya saat sekolah karena pacar kakaknya suka terhadap Ave.


Hingga setelah putus dengan pacarnya,kakak gadis itu menjadi depresi.Dan gadis itu berjanji akan membuat hidup Ave hancur,dengan mendekati aku.


Aku seakan dibuat lupa akan perjuangan Ave selama ini.Hanya dalam jangka waktu dua bulan aku sudah menghancurkan semuanya.


Kini,aku benar-benar kehilangan Ave.Dia meninggalkanku.Memutuskan tali pertunangan dan rencana pernikahan yang bahkan sudah didepan mata.


Keluargaku sangat kecewa padaku.Terlebih papa,ia teramat kecewa padaku.Hingga mengusirku dari rumah.


Aku terima mereka mengusirku dari rumah,karena memang aku pantas mendapatkan hal itu.


Lalu,keluarga Ave juga tak kalah kecewanya terhadapku.


Satu lagi,sahabatku Agra.Dia bahkan sampai memukuliku dan disinilah aku berakhir disini.Dirumah sakit.


Setelah kemarin lusa aku dipukuli oleh Agra hingga babak belur bahkan tak sadarkan diri,kini aku harus beristirahat dirumah sakit.Ck.Menyedihkan.


Wajar sih,aku menyakiti adik semata wayangnya dengan begitu menyedihkan.Wajar pula jika ia semarah itu.


Beruntung dirumah sakit mama masih bersedia menjagaku,meski aku sadar sikapnya teramat berbeda.


Aku jadi teringat saat dua bulan lalu gadis bernama Isma itu mulai mendekatiku.


Entah kenapa aku yang biasanya dingin terhadap perempuan lain bisa-bisanya tergoda dengannya.


Harusnya aku sadar sejak awal.


Apalagi saat ia dengan gencar mengatakan jika ia terima-terima saja dijadikan yang kedua.Atau selama Ave belum mendapat surat pindah koasnya.


Aku justru terbuai,dan mengkhianati Ave.


Aku ibarat membuang intan permata hanya demi batu kerikil dipinggir jalan.


Kebodohan yang hakiki.


Kini aku kehilangan kontak dan segala sesuatu yang bisa menghubungkan aku dengan Ave.


Nomorku diblokir.Sosial media semua diunfollow dan pastinya diblokir.Keluarganya juga tidak ada yang mau memberi tahu diriku keberadaan Ave.


Waktu terus berlalu,tidak terasa sudah dua bulan, harusnya kini kami sudah mengurus keperluan untuk menikah.Tapi lagi,nasi sudah menjadi bubur,tidak bisa diubah.


Begitu juga nasib cintaku dengan Ave.


Sudah kandas dan sulit untuk mengembalikan semuanya.Atau bahkan tidak akan bisa.


Meski tanpa Ave,aku tetap mencoba melanjutkan hidupku.Meski rasanya sangat berat.Sulit,tidak mudah dan menyakitkan hati.


Aku sudah mencoba mencari Ave hingga datang langsung keSurabaya.Tetapi nihil,rumah sakit merahasiakan semuanya dan secuil informasipun tak kudapatkan.

__ADS_1


“Apa kudu gue keJakarta buat tanya lagsung sama Agra.Aish tapi gue nggak yakin masih bisa selamat dari dia.Bisa-bisa kali ini gue dikirim keneraka.Bukan hanya rumah sakit.”Gumamku.


“Sabodo teuing lah.Peduli amat sama yang bakal gue dapet.Ave lebih penting buat hidup gue.”Kekeuhku akhirnya.


Aku sudah tidak peduli hal apa yang akan aku dapatkan nantinya jika bertemu dengan Agra lagi,saat ini prioritasku hanya mendapatkan maaf dari Ave.Dan jika bisa tentunya mengembalikan hubungan kami.


Aku yakin,untuk orang sekelas Agra mencari keberadaan Ave bukanlah hal yang sulit.Bukankah dengan uang semuanya bisa terlaksana dalam sekejap?


Setreah menempuh perjalanan yang sangat melelahkan,akhirnya aku sampai diibukota.


Melalui Enggar aku mendapatkan alamat mereka.Bahkan juga alamat kantornya.


Karena ini masih jam kerja aku memutuskan untuk mendatangi kantornya terlebih dulu.


Selang hampir satu jam akhirnya aku sudah sampai didepan kantor Agra.Gedung berlantai beberapa itu menjulang tinggi dan terlihat luar biasa,dia kini sudah sukses.Bahkan perusahaannya juga besar.Aku turut senang untuk itu.


Aku lantas mendatangi resepsionis.Bertanya perihal keberadaan ruangan Agra.


Pantas saja jika ada kesalah pahaman antara aku dan resepsionis tersebut.Agra bukanlah orang biasa,jadi wajar tidak sembarang orang bisa bertemu dengannya.


Beruntung Enggar lewat dan menyadari keberadaan ku.Dari jarak cukup jauh,aku tahu ia mendesis kesal melihat diriku.


“Rita,dia teman pak Agra.”Ucap Enggar.


Aku cukup terkesima saat Enggar memanggil Agra dengan embel-embel 'pak'.Tapi sudahlah keperluanku kesini bukan untuk hal itu.


Aku mengekori langkah Enggar dibelakangnua.Ruangan Agra berada dilantai paling atas.


“Sono Lo masuk!Gue kagak mau jadi saksi pembunuhan entar.Agra kalau marah beuh,singa betina mo lahiran juga kalah.”Ucapnya.Aku mendengus mendengar ucapan Enggar.


“Gue masih lempeng.Belom belok.”Jawabnya.


“Sini gue belokin.”Jawabku asal.Ia seketika terdiam dan melindungi aset masa depannya.


“Canda.Ileh.”Ucapku lagi.


Lalu tanpa mengetuk pintu aku langsung membuka pintu ruangan Agra.


“Lo dari mana saja sih Nggar?Dari Antartika lo?”Tanyanya kesal.Ternyata ia tidak sadar jika yang masuk bukan Enggar, melainkan aku.


“Dingin Gra disana,gue mah ogah kesana.”Jawabku asal.Seketika ia dongakkan kepalanya.


Matanya membulat sempurna saat mengetahui kedatanganku.


“Masih hidup Lo?”Tanyanya sarkis.


Aku diam.Berada diposisi seperti ini rasanya sangat tidak nyaman.Bahkan bernapas pun serasa sulit.


Aku merasa pasokan oksigen diruangan ini habis terhirup Agra.


“Ada apa Lo kesini?”Dari nada bicaranya yang teramat dingin,terlihat sekali dia tidak menyukai kedatanganku.


“Gue mau nanya keberadaan...”


“Kagak tahu.”Ucapanku bahkan belum selesai tetapi sudah ia potong.

__ADS_1


“Gra please.Kasih tahu gue?”Mohonku padanya.


“Lo mau diruangan ini terjadi peristiwa pembunuhan?Gue muak lihat muka lo.Otak Lo dimana sih Sha?Bisa-bisanya lo selingkuh dari adik gue.Salah apa dia?Kurangnya dia dimana?Belum cukup pengorbanan dia selama ini?”Tanya Agra.


“Emang gue yang terlalu bodoh karena sudah terbuai hasutan gadis itu.”Jelasku lirih.


“Alasan lo udah seperti nasi berhari-hari.Basi.”Ucapnya ketus.Aku menghela napas.Membujuk Agra memang tidak mudah.Kalau tidak terpaksa jangan pernah membujuk Agra.Zonk hasilnya.


“Sono lo pergi!Kagak sudi gue punya adik ipar bentukan macam lo.”Usirnya lagi.”Adik gue udah bahagia sama orang lain.”Ucapnya lagi.


Deg


Deg


Deg


Bagaikan tersambar petir disiang bolong mendengar pernyataan itu.


Apa?Bahagia?Dengan orang lain?Jadi Ave sudah mendapatkan pengganti aku?Secepat itu?Bahkan penyesalanku belum hilang.Tapi dia sudah mempunyai penggantiku?


Sakit.Itulah definisi rasa yang aku rasakan saat ini.


“Lo kalau ngibul yang kira-kira lah Gra.”Ucap seseorang dari arah pintu.Kulihat,Enggar yang masuk.


“Ck.Lo juga beg*k banget sih Sha percaya gitu aja omongan Agra kalau Afsheen udah bahagia sama cowok lain.Meskipun gue kagak deket-deket amat.Tapi gue tahu seperti apa cintanya dia keelo.”Ucapnya sambil menunjuk keningku dengan jari telunjuknya.


“Jadi kagak mungkin secepat itu dia lupain elo.”Lanjutnya.Aku menghela napas lega.Kupikir benar jika perkataan Agra itu benar,nyatanya cuma bualan.


“Tapi dia percaya loh Nggar.Artinya dia nggak percaya sama perasaan Afsheen.”Sahut Agra.


Dari sorot matanya terlihat jika ia sedang menahan emosi.


“Sha,Lo pulang gih!Percuma lo mau nungguin disini sampai lebaran kucing juga kagak bakal dikasih tahu.”Ucap Enggar lagi.Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku.Meski apa yang Enggar ucapkan benar.


“Lo pulang,benahin diri Lo jadi lebih baik.Renungin kesalahan lo!Kalau emang elo sama adik gue berjodoh,adik gue udah nikah pun pada akhirnya bakal sama elo.


Gue tekankan,gue nggak akan ngasih tahu Lo,sampai tuhan sendiri yang mempertemukan kalian.


Dia baik-baik saja.Meski gue tahu hatinya hancur.Tapi dia sedang menata kembali hidupnya.


Lo jangan egois.Semua terjadi karena kebodohan Lo,jadi lo nyesel pun percuma.”Ucap Agra panjang.


“Lo keluar dari ruangan gue!Sebelum gue tega berbuat yang tidak pernah Lo bayangkan.”Tegas Agra.


Kali ini aku tidak bisa membantah lagi.Dengan lunglai aku berjalan.


Disini,didepan pintu ruangan Agra aku terduduk lesu.Tidak pernah terbayangkan dalam benakku aku akan melalui masa ini.Masa dimana aku kehilangan masa depanku.


Aku terduduk tepat didepan pintu.Menangis dan mengacak rambutku frustasi.Tak aku perdulikan tatapan-tatapan aneh dari para karyawan Agra.


“Maaf anda menghalangi orang yang ingin masuk.”Kudengar suara Barito perempuan menegurku.


JENG JENG.AKU BALIK LAGI SETELAH MUDIK BEBERAPA HARI KEGUNUNG DAN SIGNAL YANG LUAR BIASA SULIT...


JADI TIDAK BISA UP

__ADS_1


__ADS_2