
"Per lari Per!"Teriak Althaf.Keduanya lantas berlari sekuat tenaga karena anjing itu masih saja terus mengejar.
Padahal jarak rumah masih cukup jauh.
Anjing itu terus saja menggonggong dan mengejar Althaf dan Verdian.
"Njirr gue masih pengen hidup.Gue belom kawin."Teriak Verdian.
"Nikah dulu coeg.Baru kawin."Sahut Althaf.
"Ini gara-gara bini lo."Sungut Verdian kesal.
"Demi anak gue elah.Ntar kalau lo udah nikah kita jodohin dah anak kita.Sebagai imbal balik lo dikejar-kejar anjing."Jawab Althaf sekenanya.
"Hahahahahah"Keduanya tertawa saat sudah berada didepan gerbang rumah Althaf.
Begitu sampai diteras Verdian langsung tiduran dilantai tak beralaskan apapun.Menselonjorkan kakinya dengan nafas yang masih ngos-ngosan.
Althaf pun juga tak mau kalah.Begitu sampai mangga yang ada didalam kantong plastik itu ia lempar begitu saja.Ia juga ikut tiduran diatas lantai.
"Gila tuh anjing bang*e banget dah.Ngejarnya cepet banget."Ucap Althaf.
"Gue bakal ingat janji lo huh...huh...Kalau lo bakal jodohin anak kita.Huh...huh...huh..."Ucap Verdian lagi.
"Ya kalau anak kita beda jenis kelamin lah ogeb."Sahut Althaf.
Tak lama Arka datang dari dalam dan terkejut melihat keadaan keduanya yang kacau.
Wajah penuh keringat.Napas yang ngos-ngosan dan sedang tidur terlentang diatas lantai.
"Kalian napa dah?Udah kayak emak-emak habis dikejar utang aja."Tanya Arka.
"Lebih dari itu ogeb.Gue masih muda.Belom nikah.udah dikejar anjing aja.Untung masih bisa selamat."Omel Verdian.
Arka justru tertawa terpingkal-pingkal mendengar penjelasan Verdian.
"Masuk!Udah gue bikini es.Soalnya gue udah tahu kalau dirumah itu ada anjingnya."Ucap santai Arka,membutnya keduanya melongo.
"Gue mau tidur dulu.Capek.Baru sampe udah jadi sasaran ngidam lo."Balas Verdian usai meneguk habis dua gelas es dimeja itu.
Sore hari hari Verdian baru bangun.Ia segera mandi agar badannya terasa lebih segar.
Keluar dari kamar dengan kaos putih oblong dan celana chino selutut ia mendapat pemandangan yang dapat membuat siapa saja bakalan merasa iri.
Ya,dia melihat Arka dan Althaf sedang berciuman didepan tv.
Kesal dengan pemandangan itu,Verdian melempar bantal sofa yang ada diruang tamu.
"Auw."Pekik Althaf.Sengaja Verdian arahkan tepat dikepala Althaf lemparan itu.
"Inget coeg.Ada anak kecil yang masih jomblo disini."Omel Verdian.Lalu duduk diantar Althaf dan Arka.
"Minggir lo.Gangguin gue aja."Usir Althaf sambil mendorong badan Verdian.
__ADS_1
"Gue jauh-jauh kesini ajak gue keluar napa?Bukan malah disuguhi adegan dewasa kayak barusan."Pinta Verdian.
"Bilang aja lo ngiri."Sindir Althaf.
"Yuk Al.Kita keluar.Kita jalan-jalan."Ajak Arka.Karena yang meminta adalah sang istri,Althaf tidak dapat menolak.
"Tadi gue udah bikin camilan buat kita.Sebelum berangkat kita makan dulu ya?Takut mubazir."Pinta ArkakLalu berdiri dan berjalan menuju dapur.
Althaf dan Verdian saling pndng seolah mengerti akan ada hal buruk yang akan terjadi.
"Gue rasa malam ini kita nggak jadi jalan-jalan."Lirih Verdian.Althaf mengangguk.
Tak lama Arka datang membawa dua mangkok berbeda ukuran.Satu mangkok besar berisikan mangga tadi yang sudah dikupas dan satu mangkok lagi berisikan gula.
"Gue pengen kalian berdua yang makan ini.Tadi gue udah makan banyak.Sayang kalau dibuang."Jelas Arka masih dengan sangat santai.Sebenarnya ia hanya berkilah,tadi usai mengupas mangga giginya terasa sangat ngilu melihat mangga muda itu.
"Lo hamil anak laki lo.Kenapa gue juga jadi kena imbasnya sii?"Sungut Verdian.
"Sayang lihat kedua papamu tidak mau menuruti keinginan mammu"Ucapnya sambil mengelus perut rata Arka.
"Yang bikin sama Althaf lah gue juga dipanggil papa."Gumam Arka.
"Buruan dah!Ini maunya anak gue."Lanjut Arka.
Dengan terpaksa keduanya memakan mangga muda yang asamnya naudzubillah itu.
Terlihat sekali raut wajah seperti orang kesiksa tergambar diwajah althaf dan Verdian.
Membayangkanpun sebenarnya tidak pernah makan mangga muda sebanyak ini.
"Althaf sampe lo bohongin janji lo.Bakal gue bunuh lo kelak."Teriak Verdian.
"Berisik banget lo Perdian."Sahut Althaf.
Berulang kali keduanya keluar masuk kamar mandi.
"Nih obat sakit perut."Santai Arka memberi obat itu.
"Gue laper.Sumpah."Curhat Verdian.Keadaannya terlihat sangat lemas.
"Kita keluar makan!"Jawab Althaf.
Keesokan harinya,Althaf berangkat kerja seperti biasa.
Sedangkan Verdian belum juga bangun dari tidurnya.Semalaman ia diminta Arka untuk menemaninya begadang.
Arka benar-benar menggunakan waktu gue selama disini untuk menyiksa gue.Pikir Verdian.
Pukul 10.00 Verdian baru keluar dari kamar.Dia sudah terlihat segar usai ritual mandinya.
"Laki lo nggak nyediain pembantu?"Tanya Verdian.Arka menggeleng.
Lalu ia mengambil alih selang air yang Arka gunakan untuk menyiram tanaman itu.
__ADS_1
"Gue mau tanya,kenapa lo ngelarang gue ngomong kalau lo hamil sih?"Tany Verdian.
"Pengen bikin surprise aja.Lagian gue juga nggak mau bikin mereka repot dengan harus jauh-jauh kesini."Jelas Arka.
"Terus hubungan lo sama kedua sahabat lo gimana?"
"Baik kok Per.Gue masih komunikasi sama mereka."Jawab Arka.
"Per beliin gue bakso yang ada didepan komplek dong!"Pinta Arka.
"Berapa?"
"Saru porsi mie ayam bakso ukuran jumbo ya?Sawinya setengah matang.Daunnya aja,jangan dikasih batangnya.Gue nggak suka batang sawi.Kuahnya dipisah.Terus itu elo sendiri yang kudu masak."Pinta Arka.Verdian mengelua dadanya.Ia ingin sekali mengumpat pada perempuan yang sedang hamil muda itu.
"Pan elo disini nggak lama Per.Lo pulang gue juga nggak ngerepotin lo lagi."Lanjut Arka seakan mengerti apa yang Verdian pikirkan.
"Tunggu ya."Jawab Verdian cepat.
Lalu ia berjalan kedepan komplek.Mencari stand penjual mie ayam.
Keadaan yang ramai sempat membuat Verdian mengurungkan niatnya.Tetapi mengingat ucapn Arka tadi membuatnya tak tega.
"Permisi pak."Ucap Verdian.Bapak penjual mie ayam dan para pembeli pun melihat kearah Verdian.
"Maaf pak saya mau beli mie ayam,tapi saya sendiri yang masak.Bapak ajari saya aja!"Ucapnya lirih.
Bapak itupun tersenyum lalu mengangguk.
"Buat orang ngidam mas?"Tanya bapaknya.
"Iya pak.Istrinya sepupu.Sepupu saya kerja."Jelas Verdian.Lalu akhirnya bapak tadi mengajari langkah-langkah membuat mie ayam.
Terdengar beberapa ucapan dari para pengunjung yang ditujukan untuk Verdian.
'Gila sama istri sepupunya aja dituruin.Apalagi kalau sama bininya sendiri'
'*Pasti dia tipe penyayang'
'Mau dong satu kayak dia'
'Ganteng banget si*'
Itu hanya beberapa dari pujian orang-orang untuk pengunjung.
3o menit berlalu.Mie ayam ala Verdianpun sudah jadi.Ia segera membayar kepada penjual tersebut.Tak lupa ia membayar lebih karena sudah mengacak-acak gerobaknya.
Saat sampai dirumah,Arka masih duduk dikursi teras.Wajahnya terlihat sumringah melihat salah satu makanan favoritenya itum
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE
JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.
LOPES KALIAN SEMUA