
Baik Shakeil maupun Afsheen keduanya sama-sama terdiam didalam ruang perawatan Shakeil.
Setelah diberi nasihat oleh Dody,Afsheen memutuskan untuk melakukan apa yang Dody usulkan.Mungkin benar,dengan begitu hatinya akan merasa lebih tenang.
Dan disini mereka sekarang,sudah lebih dari 30 menit mereka saling diam.Hanya hembusan angin yang menjadi pengisi suara didalam keheningan itu.
“Shakeil.”
“Ave.”
Ucap keduanya bersamaan.Keduanya kembali diam.Danwmghela napas bersamaan.
“Ada yang mau gue omongin.”
“Aku mau bicara.”
Lagi keduanya berbicara bersamaan.
“Kamu aja duluan.”Shakeil mengalah.
Afsheen berdiri,ia menghela napas sejenak.Lalu ia terduduk lesu dibrankar tempat Shakeil duduk pula.
Ia menggeser posisi duduknya menjadi menghadap Shakeil.Ia tatap mata Shakeil dalam-dalam.
Afsheen dalam melihat rasa penyesalan dibola mata Shakeil.Hatinya kembali merasakan sakit mengingat bagaimana pengkhianatan Shakeil.
Dulu,ia selalu menatap mata itu dengan penuh cinta.Selalu tersenyum dan merasa bangga bisa memiliki seorang Shakeil.Tapi saat ini,saat melihat matanya hanya luka dan air mata yang ada.
Lagi,Afsheen mengambil napas panjang lalu menghembuskannya dengan kasar.
“Gue pengen bahagia Sha.Please relain gue.Jangan penjarain gue dengan perasaan ini.”Lirih Afsheen.
“Gue capek hidup dalam kepura-puraan.Pura-pura baik-baik saja.Pura-pura tegar.Pura-pura bisa melupakan semua.Tetapi sebenarnya gue hancur.Gue nggak baik-baik saja.Gue rapuh Sha.”Lanjutnya.
“Sakit Sha.Sakit banget.Gue pengen hidup dengan tenang.”
"Gue kira kisah kita bakal indah seperti dinovel-novel remaja ya g sering gue baca.Nyatanya tidak."
Shakeil dapat merasakan jika Afsheen tersiksa dengan hidupnya selama ini.Sama halnya dengan dia,yang tersiksa karena kebodohannya.
Shakeil sedikit bergerak,ia memeluk Afsheen.
Ia tahu Afsheen menangis karena tubuh Afsheen yang begetar dalam pelukannya.Ia membelai lembut kepala Afsheen.
“Maaf.”Hanya itu yang Shakeil ucapkan.
“Lo jahat Sha.Jahat.”Racau Afsheen.
__ADS_1
Shakeil mengangguk.Ia mengakui jika dirinya memang terlampau jahat untuk hal ini.Ia juga terlampau bodoh karena melakukan suatu hal tanpa pemikiran yang panjang.Justru akhirnya yang menjadi panjang.
“Gue tersiksa dengan persaan ini.”Racaunya.
“Maaf.”Lagi hanya maaf yang mampu Shakeil ucapkan.
Setelah tangis Afsheen mereda,ia melepaskan pelukannya.Ditatapnya mata sendu mantan tunangannya itu.
Ia tempelkan keningnya dengan kening Afsheen.
“Maaf Av.Maaf.Aku salah.Aku salah.”
“Aku juga sama tersiksanya dengan perasaan bersalah ini.”
“Aku dihantui rasa bersalah karena pengkhianatan itu.Aku dihantui bayang-bayang hidup bahagia bersama kamu.Padahal kita tidak bisa bersama.”Lanjut Shakeil.
Diluar ruangan,Dody dan kedua orang tuanya tersenyum melihat Afsheen dan Shakeip yang sepertinya sudah membaik hubungannya.
Berharap mereka kembali lagi itu jelas ada.Ada sekali.Tetapi semua tetaplah takdir tuhan.
“Av,bisakah kita melanjutkan apa yang sudah kita rencanakan dulu?Kamu tahu?Bahkan perasaanku tidak berubah sedikitpun.Sangat tidak.”Pinta Shakeil.
Afsheen terdiam.Ia memang sedang mencoba berdamai dengan sakit hatinya,tetapi untuk kembali menjalin hubungan,ia belum memikirkan itu.
Plakkkk
"Lo jangan ngelunjak!"Ucap Afsheen.
Dody yang melihat itu menepuk jidatnya kesal karena Shakeil yang terburu-buru meminta Afsheen untuk menjalin hubungan kembali.
Sepeninggalan Afsheen,Dody masuk dengan tatapan kesalnya.
“Lo beg*knya tingkat dewa ya Sha?Sabar Sha!Jangan lo dibaikim dikit langsung gas pol.”Omel Dody.
“Iya enak bang Dody yang ngomong gitu,gue yang was-was kalau-kalau Ave dan dokter itu benar-benar jadian.Habis riwayat gue bang.”Jawab Shakeil tak kalah ketus.
“Dokter?Siapa nak?”Sahut Amel cepat.
“Ada ma salah seorang dokter yang menangani aku.Mana orangnya juga ganteng lagi.Yeah,meski bagaimanapun tetap gantengan Shakeil sih.Tapi mendengar bagaimana para suster ngomongin mereka,sepertinya mereka cukup dekat.”Jelas Shakeil dengan raut wajah yang cemas.
“Kalau jodoh,nggak akan kemana.”Sahut Dody enteng sekali.
“Mulut Lo bang.Ngomong enteng banget.”Gerutu Shakeil.
“Lagian elo sendiri yang beg*k.Dapet cewek macam dia malah selingkuh sama buncis-buncisan.”Sindir Dody.
“Cabe-cabean oy.Cabe-cabean.”Sahut Shakeil cepat.
__ADS_1
“Serah.”
Dilain sisi,Afsheen saat ini sedang termenung disalah satu sudut taman dirumah sakit.Dalam waktu dekat ia akan kembali pulang.Dan semalam,dokter Boby kembali mengatakan perasaannya.Bahkan ia mengatakan jika ia ingin menjalin hubungan yang serius dengan Afsheen.
Tidak perlu ada kata pacaran,jika Afsheen setuju maka ia akan langsung menemui kedua orang tua Afsheen dan langsung menikah.
Afsheen sendiri menjadi bimbang,apakah perasaannya terhadap Shakeil benar-benar karena masih cinta atau karena terlampau kecewa dan belum bisa memaafkan Shakeil,sehingga hati dan pikirannya dipenuhi dengan sosok seorang Shakeil.
Mungkin ia memang harus mencoba saran dari Gala.Apalagi selain membuka hatinya untuk laki-laki lain.Dokter Boby misalnya.
Lama tidaknya seseorang berkenalan tidak akan menjamin orang tersebut akan setia atau tidak.Bukankah Afsheen sudah membuktikannya sendiri?
Apakah masih kurang lama kebersamaannya dengan Shakeil dulu?Nyatanya,Shakeil tetap menduakannya.
Bukan berarti pula,dokter Boby yang selama ini tidak terlalu dekat dengannya tidak bisa membahagiakan Afsheen.Mungkin dokter Boby lah yang bisa membuat Afsheen jauh lebih bahagia.
“Kenapa?”Tanya dokter Boby yang tiba-tiba sudah ada disampingnya.
"Astagfirullah dok.Bikin saya kaget aja."Ucap Afsheen sambil mengusap dadanya.
Dokter tersenyum.Senyum yang luar biasa manis.Tapi masih tetep maning bang Shakeil.
"Kenapa,hem?Lesu gitu sepertinya.“Tanya ulang dokter Boby.
"Tidak.Saya hanya bingung dok dengan hati saya.Apakah saya masih benar-benar mencintainya atau hanya karena saya belum ikhlas.”Curhat Afsheen.
“Jika kamu siap,kapan kamu pulang saya akan datang menemui keluarga kamu.”Tantang dokter Boby.
Afsheen menelan salivanya dengan sulit mendengar ucapan dokter Boby yang ternyata sudah seberani itu untuk perihal hubungan
“Saya orang yang tidak butuh basa basi,jika saya yakin maka akan saya perjuangkan.”Kekeuhnya.
"Bagi saya,yang penting kita sah secara hukum dan agama.Perihal pesta bukankah itu hanya bonus dalam prosesi pernikahan?"Lanjut dokter Boby.
Afsheen tersenyum mendnegar ucapan dokter Boby yang memang benar adanya itu.
“Setelah surat pengajuan saya disetujui,saya akan pulang.Buktikan ucapan dokter!”Kali ini Afsheen yang menantang dokter Boby.
Seulas senyum terbit dibibir dokter Boby.Meski belum mendapatkan kepastian, setidaknya secercah harapan itu ada.
Setelah mengucapkan hal itu,Afsheen berdiri dan meninggalkan dokter Boby.Saat ini ia ingin menenangkan pikirannya
Ia juga ingin meyakinkan hatinya terhadap Shakeil.
Tak jauh dari mereka,ada seseorang yang terluka melihat Afsheen mengatakan pada dokter Boby untuk menemui orang tuanya.Ia menyaksikan obrolan keduanya sejak dokter Boby datang.
Ia juga dapat mendengar apa yang mereka obrolkan.Ia menghela napasnya kasar karena hal ini.
__ADS_1
Kalian tahu siapa?Mungkin Shakeil,mungkin loh ya ini.
MAAF YA BARU BISA UPDATE SOALNYA KEMARIN ADA SEDIKIT MASALAH.HEHEHEHEH