Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
Episode 08


__ADS_3

"Ar."Panggil Asen.Sibontot yang memang usianya paling muda dari mereka berempat.Memang hanya selisih beberapa bulan.


"Hm."


"Lo deket ama Rhandra?Ada hubungan apa sih?"Asen benar-benar ingin tahu perihal kedekatan mereka berdua.Makanya mumpung ada kesempatan duduk berdua seperti ini ia gunakan untuk bertanya lebih lanjut.


Arka adalah wanita yang sangat ia sayangi seperti adiknya sendiri.Sehingga ia tidak mau sampai Arka terluka kembali.


Raut wajah Arka yang awalnya biasa saja seketika berubah pucat.


"Maksud lo?"Arka berpura-pura tidak mengerti dengan ucapan Asen.


"Ck. Nggak usah pura-pura nggak ngerti lo.Lo ngerti kan apa maksudt ucapan gue."Jaeab Asen.


"Hehehe."Sahut Arka cengengesan.


"Jangan cerita Althaf ya?Ya gue nggak tau apa maksud Rhandra.Cuma selama ini dia ngebet banget deketin gue.Gombalin gue.Pokoknya bikin gue baperlah Sen."Jelas Arka.


"Lah kenapa lo takut sama tuh bocah?"Tanya Asen.”Ngomong apaan Althaf sama Lo?”Selidik Asen.


"Ngeri dia kalo tahu gue deket sama Rhandra."Jelas Arka sambil membayangkan reaksi Althaf.”Tatapannya itu loh,bikin bulu kuduk gue berdiri.”Lanjut Arka pelan.


"Lo boleh baper.Tapi jangan banget-banget ya.Kalau sampai lo sakit hati lagi,lo akan lihat gimana marahnya Althaf sama Azka.Tentu lo tahu betul gimana mereka diluar sana.Sering diajak tawuran untuk membantu sekolah lain.Dan untungnya mereka selalu lolos dari polisi dan mereka tak pernah mengatakan keikutsertaan Althaf dan Azka didalamnya."Ucap Asen sambil menepuk pundak Arka.


"Satu lagi.Lo ingat bukan saat dulu lo pernah dibully waktu pramuka?Mereka bahkan nggak segan buat nampar tuh cewek.Nggak tau jadinya kalau itu terjadi pada Rhandra.Tragis pasti."Lanjut Asen.Arka mengangguk.


Ucapan Asen barusan cukup membuatnya mengingat betapa mengerikannya Althaf dan Azka ketika mereka marah.


"Jauhi Rhandra!Dia bukan cowok yang baik.Cukup Arga yang pernah nyakitin elo.Ingat!Sampai gue dengar elo ada hubungan sama dia,nggak janji smeua bakal baik-baik saja."Ancam Althaf.Seketika Arka begidik ngeri dibuatnya.


Kemarahan Althaf terhadap Kalyana beberapa waktu yang lalu belum seberapa saat Althaf dan Azka murka saat Arka dibully kakak tingkatnya.


Seakan yang orang lain sedang menguasai jiwa kemarahan mereka berdua.Seakan mereka mempunyai sisi lain yang kejam.


Pertama dan terakhir kali ia melihat kemarahan Althaf dan Azka saat mereka masih duduk dikelas X.Atau tepatnya kurang lebih satu tahun yang lalu.


Sampai saat ini kemarahan yang sampai seperti itu belum pernah ia lihat lagi.


Flashback on


Saat itu Arka,Asen,dan Azka berteman masih tahap-tahap awal.Sedangkan dengan Althaf ia sudah lebih dulu berteman sejak SD.


Saat kegiatan pramuka sedang berlangsung ada senior yang sengaja membully Arka saat kegiatan sedang berlangsung.Bahkan jika kasus ini dibawa kemeja hukum pun sang senior juga akan mendapat masalah.


Arka yang kebetulan izin kekamar mandi,dicegat dan dibawa kesalah satu ruang kelas.


"Lo yang namanya Arkadewi Fajarina?"Ucap salah seorang senior dengan berlagak sok menakut-nakuti.


Arka yang memang awalnya adalah siswa yang kurang PD merasa sedikit takut.


"Situ yang namanya Arka?"Tanya Selly lagi salah seorang senior dengan nada yang lebih tinggi..


"I-iya kak."Arka benar-benar gugup.


Althaf sendiri yang memang sudah berteman dengan Arka lebih lama mulai merasa hal buruk akan terjadi saat Arka tak berada dijangkauan matanya.Hatinya merasa resah.Ia terus kepikiran akan Arka.Ia takut Arka sampai kenapa-napa.

__ADS_1


"Kami ingin tahun kenapa seorang Althaf ,Asen dan Azka mau berteman sama lo.Mereka ganteng loh.Sangat tidak pantas buat elo yang udik."Sahut Mitha sambil mendorong pundak Arka dengan jari telunjuknya.


"Sadar dong situ siapa!Pantas nggak berteman sama mereka."Timpal Selly lagi.Kali ini dia sedikit mendorong kening Arka.


Arka hanya diam.Ia bahkan hanya menunduk tak berani melihat macam apa senior yang sudah membullynya.


Hingga siswi bernama Selly itu mengeluarkan gunting.Mereka memotong asal rambut Arka.Rambut hitam sepunggung mereka potong tak beraturan menjadi diatas pundak.


“Lo itu nggak pantes buat mereka.Mereka terlalu sempurna buat elo.Elo itu Cuma beruntung.”Ucap Selly masih terus berusaha menggunduli kepala Arka.


Arka terisak.Ia tidak bisa melawan.Tidak berani berteriak.Ia tidak tahu harus berbuat apa.


"Althaf,Asen,Azka tolongin gue."Rintih Arka karena mereka tak segan menjambak dan menampar Arka disela Selly menggunting rambut Arka.


"Al.Gue dikelas 10³.Sakit.Cepet kesini."Sekali lagi Arka merintih merasakan sakit diseluruh tubuhnya.


Dilain sisi,Althaf benar-benar tidak bisa fokus pada kegiatan pramuka.


"Ssst Asen,Azka,Arka mana?Kok nggak kelihatan batang hidungnya sih?"Tanya Althaf.


Asen dan Azka sontak mencari sekeliling anak-anak dan tidak menemukan sosok Arka.


"Lah iya.Kemana tuh bocah ya."Kini Azka justru bertanya.


“Tadi izin kekamar mandi.Tapi tau lama banget kagak balik-balik.”Jawab Asen.


"Perasaan gue kagak enak.Gue mau cari dikelas.Buruan ikut!"Perintah Althaf.


Seakan mendengar suara rintihan Arka.Althaf langsung berlari menuju kelasnya.


“Althaf,Azka Asen kembali kalian!”Teriak salah satu pembina Pramuka.


BRAKKKKK


Dalam satu kali tendangan Althaf dapat membuka paksa pintu itu.


Matanya membelalak melihat keadaan Arka yang kacau.Ditambah saat pintu terbuka salah seorang kakak kelasnya sedang menggunting rok panjang milik Arka.


Rambut panjangnya menjadi tak beraturan karena digunting asal.Sebagian bahkan sudah terpotong mepet dengan kulit kepalanya.Lalu wajah yang sudah dicoret menggunakan spidol dan lipstik.Ujung bibir yang berdarah menandakan Arka baru saja mendapatkan kekerasan.


Tak lama Asen dan Azka juga datang.Mereka sama terkejutnya dengan Althaf.


Dapat Asen lihat kilatan kemarahan diwajah Althaf dan Azka.Susah payah ia menelan salivanya melihat kilatan kemarahan itu.Ini kali pertama ia melihat kilatan kemarahan itu.


Tetapi diantara keduanya.Althaf terlihat lebih menyeramkan.


Azka melihat sudut bibir Arka yang berdarah menggeram emosi.Wanita yang ia sayangi layaknya adik kini tersakiti.


Perempuan yang ia hargai kini dihina dicaci dak disiksa.


Perempuan yang selalu ia jaga kini sedang dalam keadaan kacau.


Azka mendekati Arka,mengusap lembut sudut bibir Arka.Hatinya terasa teriris melihat keadaan Arka.Ada rasa penyesalan karena hal sedemikian sampai terjadi pada Arka.


Seketika Azka mendekat kearah Mitha.Sejenak Mitha tersenyum melihat Azka mendekat.Ia sudah berpikir jika Azka ingin mendukungnya.

__ADS_1


PLAKK


PLAKK


Terdengar suara tamparan dua kali dipipi Mitha.Ya,jelas Azka pelakunya.


“Siapa elo berani sentuh dia?Hah?”Bentak Azka.Mitha menelan salivanya susah.


“Bosan hidup Lo?”Bentak Azka lagi.


Tak lama para murid sudah berkumpul dikelas itu.


PLAKK


PLAKK


Kali ini Althaf yang bertindak menampar Selly.Bahkan mencekiknya.


"Asen ambil jaket gue dan Azka ditas buat nutupin badan Arka.Aja dia duduk dipinggir!"Suruh Althaf pada Asen.Asen menurut.Ia segera memakaikan jaket Althaf pada Arka,dan jaket Azka ia gunakan untuk menutupi rok Arka yang sudah digunting.


Arka sendiri masih menangis tersedu-sedu.Ia sempat mengira hidupnya akan usai setelah ini.Tetapi tuhan masih menyayanginya.


"Siapa elo bisa ngebully teman gue kayak gitu?Hah?"Tanya Azka dingin.


Sosok yang selalu terlihat humoris kini berubah menjadi sosok seorang iblis.Wajahnya dipenuhi amarah.


"Maksud lo apaan?Lo bosan hidup?Hah?"Bentak Azka lagi.


Masih dengan amarahnya Althaf mencekik leher Selly lebih kuat.


"A...am...ampun Al."Hanya itu yang dapat Selly ucapkan.


"Elo yang udah bangunin harimau tidur."Sahut Althaf sambil tersenyum penuh misteri.


"Tenangin Azka Sen!"Pinta Arka Asen menurut.


"Ka,Arka bilang lo yang tenang.Lihat dia kita fokus kedia aja.Dia kayaknya ketakutan lihat Lo sama Althaf.”Ajak Asen.Azka seketika melihat Arka.Ia langsung mendekat kearah Arka.


"Are you oke?"Tanya Azka."Iya Ka."Jawab Arka tersenyum dipaksakan.Lalu ia dipeluk Azka.


Nyaman sekali.Apalagi tubuh Arka yang jauh lebih kecil dibanding Azka.


Dari keempatnya memang emosi Althaf yang paling sulit dikendalikan.


Dan Asen selalu angkat tangan jika diminta menenangkan Althaf.Lain halnya Arka,yang selalu dengan mudah dapat menguasai emosi Althaf.


"Althaf hentikan.Gu-gue takut lihat lo yang kek gini."Ucap Arka.


Althaf sendiri langsung melepaskan Selly.


"Pertama dan terakhir lo gangguin dia."Peringatan yang Althaf berikan pada Selly dan Mitha.Tak lama mereka pulang meninggalkan kegiatan pramuka itu.


Kejadian itu akhirnya selesai dengan jalur damai.Dengan syarat Selly dan Mitha dikeluarkan dari sekolah,sedangkan Asen dan Azka diskors 3 hari.


Flasback off

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE,LIKE,DAN KOMENTAR YAA...SEDEKAH POINNYA JUGA DITUNGGU


__ADS_2