
Flashback
Shakeil berhenti sejenak didepan rumah Afsheen.Memandang pintu rumah yang dulu pernah menjadi pintu dimana ia memulai sebuah kebahagiaan.Tetapi kini semua sudah selesai.
“Kisah kita hanya sampai disini ternyata Av.Aku bahkan belum sempat berjuang,tetapi sudah kamu patahkan semangatku.Aku merelakanmu jika memang dia bahagiamu.”Ucap Shakeil.Hatinya berdenyut nyeri mengingat ucapan Afsheen yang menerima lamaran Boby.
“Aku tahu,bosen itu sifat yang manusiawi,tetapi harusnya aku sadar nyeleweng juga bukanlah solusi.Justru hanya akan membuatku rugi.”Gumamnya lagi.
Hatinya terasa sakit.Pikirannya kacau.Bahkan hanya sekedar untuk berpikir ia harus melangkankah kaki kemana saja ia tak bisa.
Tanpa tujuan yang jelas ia asal mengendarai mobilnya.
Setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit,Shakeil sendiri bingung kenapa ia bisa sampai ditempat ini.
Ini adalah kali pertama ia mendatangi tempat ini hanya seorang diri.Sebelum-sebelumnya ia selalu datang bersama keluarga besarnya.
Setelah memarkirkan mobilnya,ia turun dari mobil lalu berjalan sangat pelan.
Hati dan pikirannya masih tertinggal pada Afsheen yang beberapa menit lalu menerima lamaran laki-laki lain.
“Huh.Siang om.”Sapanya.Siapapun yang melihat Shakeil saat ini pasti akan mengira jika Shakeil adalah orang gila.Berbicara sendiri dengan batu nisan,ditambah penampilannya yang luar biasa kacau.
Ya,dia pergi ke makam Dedy.Omnya.
“Shakeil mau curhat om.Shakeil gagal dapetin gadis yang Shakeil cintai,Shakeil kira dia jodoh Shakeil.Tapi ternyata Shakeil hanya jagain jodoh orang.”Ucapnya,dan diakhir kalimat ia terkekeh sendiri dengan ucapannya.
“Om,kita senasib ya om.Om dulu gagal sama mama Arka karena Tuhan lebih menyayangi om,tapi kalau Shakeil,Shakeil gagal karena Shkaeil yang bodoh.”
“Om,mencintai haruskah sesakit ini?Shakeil bingung gimana ngomongnya sama papa.Papa tuh berharap banget bisa menjadi besannya mama Arka.”
“Shakeil takut papa bakal kaget yang berlebihan kalau tahu Afsheen nikah sama laki-laki lain.”
“Om,Shakeil sudah kayak orang gila ya,ngajak bicara batu nisan.”Ucapnya terkekeh lagi.
“Om.Sudahlah.Lama-lama Shakeil gila beneran ngomong sama batu nisan om Dedy.”Ucapnya lagi.
Ia mencari posisi duduk yang nyaman disamping batu nisan Dedy.
Kebetulan,batu nisan Dedy terletak dibawah pohon beringin yang besar,sehingga meskipun siang hari tidak terlalu panas.
Shakeil duduk sambil bersandar pada batu nisan Dedy.
Memejamkan matanya sejenak berharap beban hidupnya bisa sedikit berkurang.
“Cukup nyaman.”Gumam Shakeil.
Tanpa sadar ia tertidur dengan posisi duduk dan bersandar disamping batu nisan Dedy.
Dilain sisi,setelah Boby pergi dari rumah Afsheen,Agra segera menancapkan gas mobilnya menuju rumah Shakeil.
Dulu Shakeil memang pernah berbuat salah,tetapi ia juga tahu bagaimana Shakeil menyesali kesalahannya selama ini.
“Bang.”Panggil Afsheen.
Afsheen tahu betul jika Agra sangat terkejut saat ia menerima lamaran Boby tadi.Maka dari itu ia ingin bertanya hal itu pada orangnya langsung.
Agra menghentikan langkahnya saat Afsheen memanggil dirinya.
__ADS_1
“Abang kenapa?Mau kemana?”Tanya Afsheen.
“Abang mau nyari Shakeil.Abang takut dia berbuat nekat.Orang kalau sedang kalut bisa berbuat diluar pikirannya.Abang pergi dulu.”Pamit Agra.
Afsheen menghela napasnya.Ia menjadi bimbang kembali.Tetapi ia sudah terlanjur mengatakan jika ia menerima lamaran Boby.
Ia tidak mau dikatakan sebagai perempuan yang bicaranya tidak bisa dipegang.
Maka dari itu ia akan tetap berpegang teguh pada apa yang ia ucapkan.
“Afsheen.”Panggil Althaf.
Afsheen menoleh.Ia langsung mendekat kepada sang papa dan memeluknya.
Nyaman sekali berada dipelukan papa tercintanya.Rasanya sudah sangat lama ia tidak mendapatkan pelukan yang sangat nyaman itu.
“Pa,Afsheen tidak salah kan?”Tanya Afsheen.
Althaf mengajak Afsheen untuk duduk disofa.
“Tidak jika keputusan itu kamu ambil dari hati kamu.Bukan berdasarkan rasa kecewa kamu terhadap Shakeil karena dulu kamu pernah disakiti.Lantas kamu tidak mau lagi sama dia.”Jelas Althaf.
“Afsheen bingung pa.”Curhatnya.
“Afsheen bingung,apakah perasaan Afsheen terhadap Shakeil benar-benar masih ada karena aku sadar mencintainya atau hanya karena dulu terlalu kecewa dan belum b6a berdamai dengan sakit hati lalu pikiranku dipenuhi dengan sosok seorang Shakeil.”Lanjutnya.
Althaf tersenyum.Ternyata permasalahan putrinya lebih rumit dibanding dengan kisahnya dulu.
“Hanya kamu dan hati kamu yang tahu sayang.”Jawab Althaf.
Afsheen menghela napasnya bingung.
Tok tok tok
Agra mengetuk pintu rumah Andri.
Tidak perlu waktu lama pintu sudah terbuka,terlihat Amel yang datang membukakan pintu.
“Masuk Gra!”Ucap Amel.
“Tidak usah Tan!”Tolak Agra halus.
“Shakeil mana Gra?Kok nggak bareng sampainya?”Tanya Amel.
Seketika mata Agra membulat,kedatangannya kesini untuk mencari keberadaan Shakeil,tetapi ia justru ditanya dimana Shakeil berada sekarang.
“Terus kamu kesini mau apa kalau tidak mau masuk?”Tanya Amel.
Agra menjadi kikuk karena pertanyaan beruntun Amel.
Beruntung ponsel Agra segera berbunyi sehingga ia mempunyai alasan untuk menghindar.
“Bentar tan.Urusan negara.”Canda Agra.
“Apaan sih Nggar?Kita baru pisah sebentar dan Lo udah bingung nelponin gue?”Tanya Agra kesal.
“Masya Allah Gra,kembar sumpah bikin gue puyeng.Padahal gue baru sampai 10 menit yang lalu.Tapi dihotel dia sudah bikin gue gila.”Omel Enggar.
__ADS_1
Ya,karena tidak mau meninggalkan kembar ataupun mempertemukan kembar dengan keluarganya,Agra memilih untuk menginap dihotel saja.
“Bentar gue video call.Gue lagi dirumah Shakeil.Shakeil belom pulang “Jawab Agra lirih.Ia hanya takut Amel mendengar lalu terkejut.
“Tan,dapat panggilan negara.Agra pamit dulu ya?”Ucap Agra.Amel hanya bisa mengangguk.
“Aneh sekali Agra.Belum ngomong tujuannya udah pamit aja.”Gumam Amel.
Didalam mobil,Agra langsung menelpon Enggar melalui video call.
Setelah berbicara dengan kedua anaknya,Agra segera memacu gas mobilnya untuk mencari Shakeil.
“Shit.Dimana sih tu anak.Dirumah orang tuanya nggak ada,dirumah dinasnya juga.Ditempat biasa dia nongkrong pun juga kagak ada.Mana udah sore.”Umpat Agra.
Saat ini ia sedang menepikan dipinggir jalan karena ia hampir frustasi mencari Shakeil.
Setelah cukup lama berpikir,Agra memilih untuk pulang kerumah orang tuanya sejenak.
Saat sampai dirumah,Arka sedikit terkejut dengan penampilan Agra yang sangat kacau.
“Gra kamu kenapa dah?”Tanya Arka heran.
“Pusing kepala Agra ma.”Keluh Agra.
“Dari mana kamu?”
“Nyari Shakeil,dari tadi sebelum pukul 11.00 nyampe sekarang belum nemu.Kagak tahu dah tuh anak ngilang kemana.”Curhat Agra.Wajahnya terlihat kusut dan lelah sekali.
Tak sengaja Afsheen yang saat itu sedang melewati ruang tamu mendengar ucapan Agra.
Ia berhenti dan sembunyi disamping almari karena ingin menguping pembicaraan Agra dan Arka.
Hatinya berdenyut nyeri seketika merasa khawatir.
“Kamu memang mencari kemana saja?”
“Rumah orang tuanya,rumah dinasnya,tempat biasa dia nongkrong,tempat kerjanya,kagak ada semua.Bunuh diri kali tuh anak.”Gerutu Agra.
“Hus sembarang kamu kalau ngomong.”Tegur Arka.
Hati Afhseen semakin merasa tidak karuan.Rasa khawatirnya semakin menjadi.
“Ma,orang kalau lagi kalut bakalan lebih mudah dihasut setan.”Ucap Agra lagi.Ia sengaja mengatakan seolah-olah Shakeil sedang dalam keadaan yang mengkhawatirkan,karena ia tahu Afsheen menguping pembicaraan mereka.
“Dulu Agra juga gitu.”Ceplos Agra.Menyadari ucapannya salah,Agra langsung menutup mulutnya.
“Maksud kamu apa?”Selidik Agra.
“Kagak ma.Kita kan lagi bahas Shakeil.”Agra berusaha agar Arka lupa akan ongannya barusan.
“Ma,papa kemana?Ngamar?”Canda Agra.
“Mama masih kepikiran Shakeil Gra.”Alih-alih menjawab pertanyaan Agra,Arka justru masih kepikiran soal Shakeil.
“Ya mau gimana lagi ma,Agra udah usaha.”
Tak mau berlama-lama,Afsheen segera menyambar kunci mobil mobil Agra yang ada diatas meja depan Agra dan Arka.
__ADS_1
Ia khawatir.Tidak.Bahkan sangat khawatir jika apa yang abangnya ucapkan benar adanya.
Tanpa berucap sesuatu Afsheen segera berlari menuju mobil sang kakak.