
Agam Rayyan Atthafariz,adik kembar Adam.Sejak kecil dia sudah memiliki sifat jail.
Dia menuruni sifat playboy sejati dari papanya.Hingga diumurnya yang menginjak hampir ke20 ini entah sudah berapa puluh atau bahkan sudah berapa ratus gadis yang ia pacari.
Hanya untuk senang-senang saja.Ia belum terpikirkan untuk menjalin hubungan yang serius dengan seorang wanita.
Hingga suatu hari ia melihat senyum seorang perempuan yang sangat indah.Membuat hatinya merasa teduh.Membuat ia merasa jika jantungnya bekerja seperti tidak normal.
Membuatnya selalu terpikirkan akan senyum itu.
Ia menyesal tidak menyadari senyum gadis itu sejak dulu.Padahal bukan sekali dua kali ia bertemu gadis itu.Sering bahkan.Dan melihat senyum gadis itu merupakan hal baru yang paling ia sukai sampai saat ini.Mungkin sudah menjadi hoby barunya.
Ia memantabkan hati untuk berhenti bermain-main dengan wanita.Ia tak mau,gadis itu berpikir jika ia lelaki yang buruk.Meskipun kenyataannya memang seperti itu.Ia mau berubah menjadi laki-laki yang lebih baik.
Sungguh disayangkan gadis itu masih terlalu kecil untuk laki-laki seumuran Agam.
Kasus terlama ia berpacaran ialah 2 bulan,itupunĀ sicewek mati-matian kudu sabar menghadapi sikap Agam yang suka membuat sakit hati.
Dan setelahnya Agam fakum dari dunia playboy.Benar-benar tobat dia.
Meskipun terpaut umur yang cukup jauh Agam tak peduli dan tetap berusaha mendekati Kirana yang dinginnya luar biasa.
Ya,dia Kirana putrinya Asen.Gadis yang bahkan masih duduk dibangku SMP,tetapi sudah mampu membuat Agam jatuh hati.
Sayangnya,Kirana terlalu dingin pada Agam.Ia terlalu menarik diri dari dunia luar.Baginya,dunia luar itu nggak penting.
Waktunya ia habiskan hanya dengan membaca buku dan belajar didalam rumah.Pulang sekolah ia langsung pulag kerumah tanpa mampir kemanapun.
Namanya juga anaknya Asen,sudah pasti gila belajar.Tidak jauh beda dengan papanya.
Tetapi Agam sudah bertekad untuk menakhlukkan hatinya Kirana.Sehingga harus bersabar.
Semangatnya bertambah saat Asen mendukung niatannya itu.Ia juga ingin anak perempuannya itu mengenal dunia luar yang indah.
Setiap hari Agam selalu datang kerumah Asen dengan harapan Kirana bisa membuka hatinya.Ia sadar,hal itu masih terlalu dini untuk Kirana,tapi ia benar-benar jaruh hati pada Kirana.
Setiap Agam datang kerumah Asen,setiap itu pula Kirana selalu menghindar.
Padahal dulu tidak separah ini.Meskipun tidak menyapa,jika Agam datang dulu dia juga tidak bersembunyi dikamarnya.
Entahlah,apa yang salah dari Agam,yang jelas Kirana selalu menolak untuk bertemu dengan Agam.Kecuali jika seluruh keluarga berkumpul,ada anak-anak yang lain juga.Baru Kirana akan keluar dan bergabung.
Seperti siang ini,saat mengetahui Agam datang,Kirana langsung masuk kekamar.Membuat Asen geleng-geleng kepala.
"Vi,Kirana kok ekstrovert banget sih?Heran aku."Keluh Asen."Situ nggak sadar?Kan turunan situ juga,gila belajar."Sindir Asen.
Asen mencebikkan bibirnya.Selalu saja ia kalah saat debat dengan Alvi.
Sedangkan Agam,ia memendam rasa sakit hatinya karena sikap Kirana yang benar-benar sudah diluar pikirannya.
Seumur-umir baru kali ini ia begitu ditolak mentah-mentah oleh cewek.Mungkin ini karma,tapi entahlah.
__ADS_1
Bukan cuma sehari dua hari,ini sudah berbulan-bulan bahkan hampir setahun dan tidak ada kemajuan sedikitpun.
Ingin sekali menyerah,tapi Asen terus saja menyemangatinya.
"Yah,Agam pengen ngomong bentar berdua sama ayah."Ucap Agam.
Sudah ia pikirkan hal ini jauh-jauh hari.Dan mungkin saat ini adalah waktu yang tepat.
"Ikut ayah!"Jawab Asen.Keduanya keluar rumah dan duduk digazebo area rumah Asen.
"Yah,Agam nyerah gimana dih?"Ucapnya.Asen menghela napas.Selama ini tidak ada satupun laki-laki yang seserius Agam.Dan ia menaruh harapan besar pada Agam.
"Sudah hampir setahun loh yah.Dan masih zonk.Kayaknya Kirana lebih cinta sama buku-bukunya."Keluh Agam."Mungkin dia bakalan lebih memilih nikah sama buku-bukunya ketimbang sama Agam."Lanjut Agam.Agam menatap langit yang hari ini terlihat sedikit mendung.
Pletak
Asen menyentil kening Agam.Membuat Agam mengaduh.
"Aduh."Ucap Agam sambil mengusap-usap keningnya.
"Ngawur aja kamu itu kalau ngomong."Tegur Asen.Agam cengengesan mendapat omelan dari Asen.
"Dahlah yah,nyerah lebih baik.Jadi playboy lagi."Ucap Agam lagi santai.
"Ya sudah sana.Tapi jangan harap bisa menginjak rumah ini!"Ancam Asen.
Agam mendelik terkejut.Bagaimana bisa ia tidak menginjakkan kakinya dirumah ini,sedangkan ia sudah hampir satu tahun tidak pernah absen untuk tidak menginjakkan kakinya dirumah ini.
"Jangan samain Agam sama papa.Agam bukan papa soalnya."Ucap Agam mendahului Asen.Asen menatap tajam Agam yang sudah berani memotong omongannya.Bahkan sebelum ia sempat mengucapkan kalimat itu.
"Beberapa hari kedepan Agam akan libur kesini dulu yah.Soalnya ada kegiatan kampus.Heheh."Ucap Agam memberi tahu Asen.Sekalian ia ingin tahu,apakah Kirana akan merasa kehilangan atau tidak.
Asen menganggukan kepalanya.Dan tak lama Agam memilih untuk pulang saja.
PAS PART INI COBA BACA SAMBIL DENGERIN LAGU SUNGGUH AKU RINDU.PAS BANGET.
Kirana pov
Bang Agam?Dulu aku merasa biasa saja saat dia datang kerumah bersama saudara-saudaranya.Tapi lama-lama aku merasa risih juga.Sebab setiap hari ia selalu datang kerumah.
Aku sendiri juga bingung,kenapa sebenci ini aku pada bang Agam.Padahal dulu aku rasa biasa saja.
Setiap dia datang aku selalu memilih untuk masuk kekamar.Aku tidak mau mengenal apa itu cinta diumurku yang memang menurutku belum saatnya.
Hingga suatu hari
Bang Agam tidak pernah datang kerumah.Dan aku menyadari itu setelah hampir sepuluh hari ia tak datang.
Aku merasa ada yang berbeda tatkala dia tidak pernah datang kerumah.
Mungkinkah aku jatuh cinta?Oh tidak,tidak mungkin.Bukankah aku tidak mau mengenal cinta diumurku yang masih bocah ini?
__ADS_1
Mungkin ini hanya karena akuterbiasa melihat bang Agam datang dan beberapa hari ini tidak,lantas aku merasa sedikit berbeda saja.
Harusnya aku senang.Karena tidak akan ada yang menggangguku lagi.
Sebulan berlalu,dan bang Agam tidak pernah datang lagi.
Aku baru sadar,ada rasa kekosongan pada diriku saat tak mendapati sosok bamg Agam.
Entah apa ini cinta atau bukan?Tapi,aku merasa merindukannya.
Aku malu untuk bertanya pada papa dan mama.Aku tidak mau mereka tahu jika aku merasakan hal yang sebelumnya tidak pernah aku rasakan.
Aku ingat betul,dulu saat kami masih biasa-biasa saja.Dia pernah mebolongku dari beberapa siswa yang mencoba untuk menggodaku.
Saat itu aku menganggapnya sebagai kakak,sehingga tidak ada rasa risih saat ia memelukku karena aku menangis ketakutan.
Dan jujur saja,aku ingin dipeluk seperti itu lagi.
Bahkan ia menghilang dari hari-hariku saja tanpa ucapan tapa kata apapun.Apa dia menyerah?Semudah itu?
Semudah itu?Aku saja yang bodoh tidak menyadari sudah berapa lama bang Agam mencoba untuk membuka hatiku.
Hampir satu tahun.Dan kini bisa-bisa aku bilang semudah itu.
Memang bodoh kamu Kirana.
Dan semenjak hari ini,aku memutuskan untuk membuka hati dan hidupku untuk bisa mengenal bagaimana dan seperti apa itu kehidupa diluar sana.
Semoga aku menyukainya.
Sedikit-sedikit aku mulai ikut kegiatan diluar jam sekolah.Awla-awal memang terasa kaku.Tapi semakin kesini aku semakin mengerti jika dunia luar yang sempat bang Agam katakan memang sangat indah.
Dan kini,aku sangat ingin menikmati hal ini bersama bang Agam.
Ditengah malam yang gelap,aku duduk digazebo area rumahku.Merenung dan melamunkan akan sosok bang Agam.
Entahlah,sudah sejak kapan dia memenuhi hati dan pikiranku.
'Ck.Ternyata semenyiksa ini merindukan seseorang.Seandainya aku tetap bisa menjaga hatiku agar tidak jauh cinta dulu hingga usiaku lebih dewasa.Huh menyebalkan.'
'Bang,sungguh aku sangat merindukan saat dimana kamu selalu datang kerumah meskipun aku cuekin.Tak aku tanggapin.Apakah saat itu akan datang lagi bang?Sungguh,aku ingin saat itu kembali lagi.'
TERIMA KASIH BUAT SEMUA YANG SUDAH DUKUNG KARYAKU INI,AUTHOR SENENG BANGET.AKHIRNYA KARYA INI LULUS SELEKSI AWAL REVIEW KONTRAK.HOREEEEEEE
KEDEPANNYA AUTHOR BAKAL LEBOH SEMANGAT BUAT NULIS DAN UP EPISODE YANG BARU LAGI.
SALAM RAMADHAN UNTUK SEMUANYA
**AUTHOR LOPE-LOPE KALIAN POKOKNYA.
EEEEMMMMUACCCCHHHHH**
__ADS_1