
Keesokan harinya,
Kegiatan pembelajaran Shakeil masih sama seperti kemarin.Hanya saja untuk hari ini sedikit berbeda yang mereka pelajari.
Tepat pukul 12.00 mereka diistirahatkan untuk makan siang.Shakeil,Theo dan ditambah salah seorang taruna yang pagi tadi mengikrarkan jika adalah sahabat Shakeil dan Theo.Dia bernama Sogala.Panggil saja Soga.
Asli keturunan batak yang entah kenapa bisa nyasar sampai sini.Hehehehe
Saat ketiganya sedang berjalan,ada salah seorang taruni yang memanggil Theo.Soga,yang memang jahil orangnya langsung tersenyum menggoda kearah Theo.
"Baru dua hari,sudah ada taruni yang jadi idola kau."Ucap Soga tertawa sambil menepuk pundak Theo.Shakeilpun ikut tertawa.
"Kita duluan.Jangan lama-lama lo.Atau jatah makan lo digilas Soga."Bisik Shakeil pada Theo.
Shakeil dan Soga lantas berjalan terlebih dahulu.Meninggalkan Theo menunggu salah seorang taruni yang mendekat.
"Apa?"Tanya Theo begitu taruni itu sudah berada didekatnya."Tapi sorry,lo siapa?Kita kenal?"Tanya Theo lagi bingung.
Taruni itu menggeleng dan tersenyum."Dinda."Ucapnya sambil mengulurkan tangan.Theo hanya mengangguk.Mau menjawab namanya dia juga sudah tahu.
"Nitip buat teman lo yang ganteng tadi ya."Katanya sambil menyerahkan sebuah kotak kecil berbentuk persegi panjang yang dibungkus kertas kado dan diberi pita.
Theo mengernyitkan alisnya.Teman?Yang ganteng?Shakeil?Iyalah,masa Soga.Pikirnya.
"Bukan yang orang batak loh.Yang ganteng putih tadi."Lanjutnya.
Tuhkan bener Shakeil.Theo mengangguk lagi lalu pergi dari tempat itu.Ia sudah sangat lapar.
Ia segera menyusul Soga dan Shakeil.Setelah mendapat jatah makan siangnya ia langsung duduk didepan Shakeil,dan disamping Soga.
Ia menyerahkan kotak kecil pemberian Dinda tadi.Shakeil terus sibuk menyantap makan siangnya tanpa peduli dengan kotak itu.
Soga yang penasaran langsung menyambarnya dan membuka kotak itu.
"Buat siapa nih?"Tanya Soga."Teman kau.Si Shakeil."Sahut Theo menirukan logat bicara Soga.
Pletak
Soga memukul lengan Theo pelan menggunakan kotak itu.
"Tak pantas kau berbicara macam aku."Sahut Soga.
Shakeil hanya geleng-geleng melihat kelakuan dua teman barunya itu.
"Wuidih coklat Sha."Ucap Theo begitu bungkus itu dibuka Soga.Shakeil masih tak peduli.
Untuk saat ini,ia baru mulai merasakan rindu pada Ave.
"Sha."Panggil Soga.
__ADS_1
"Shakeil."Panggil Soga lagi.
"Oy Algis Shakeil Alvredo."Teriak Soga tepat disamping telinga Shakeil.Shakeil langsung tersadar dari lamunannya.Ia menatap tajam Soga yang berteriak tepat disamping telinganya itu.
"Gue kagak budek Sogala Panggabean."Ucap Shakeil pelan tapi penuh penekanan.
Soga cengengesan mendengar Shakeil menyebut nama lengkapnya.
"Buat kalian aja.Gue kagak minat."Sahut Shakeil akhirnya.Theo terlihat senang diberi colkat itu.Sedang Soga bingung,mengapa Shakeil menolak coklat pemberian dari salah satu taruni cantik itu.
"Kau lihat foto ceweknya Shakeil,klepek-klepek kau."Ledek Theo masih suka menirukan logat Soga.
Tak lama terdengar jika taruna taruni sudah waktunya berkumpul lagi usai istirahat makan siang.
"Kau harus cerita padaku Sha."Ucap Soga saat mereka sedang berjalan.
♡♡♡
Ave sedang duduk bersama dengan Eshan.Keduanya kini lebih sering terlihat pergi kemana-mana berdua.
"Ck.Cowok lo kagak marah kan kalau dengar kabar ini?"Tanya Eshan saat keduanya sedang duduk dikantin.
Ya,baru dua hari keduanya dekt tapi sudah dikabarkan berpacaran.Ck.Sungguh menggelikan.
"Dia lagi pendidikan diakmil.Gue LDR Shan."Sahut Ave."Gue rindu sama dia."Curhat Ave dengan rengekannya.
Esha tersenyum.Sungguh tak menyangka jika Ave adalah gadis yang bisa bersikap manja.
Keduanya terus mengobrol tanpa peduli tatapan banyak murid untuk mereka.Dan itu semua tak lepas dari tatapan Isma.Adik kelasnya.
"Gue pastikan dimasa depan,gue bisa buat hidup lo hancur dengan mengganggu kisah cinta lo."Ucap Isma pelan disertai senyum menyeringainya.
Terdengar bel tanda masuk berbunyi.Eshan dan Ave pun juga segera masuk kedalam kelas.Mulai minggu depan,Ave akan mengikuti les sehingga ia bisa menjadi lebih sibuk saat ini.
Dan itu akan membuat kesempatan untuknya rindu dengan Shakeil lebih berkurang.
Ave mengikuti pelajaran dengan tenang.Kini ia lebih fokus dalam belajar.Ia mau mendapatkan hasil sesuai keinginannya.
Waktu terus berlalu,sudah saatnya pulang untuk Ave.Saat ia berjalan menuju parkiran motor,ponselnya berbunyi tanda ada panggilan masuk.
Ave :"Ya bang."Jawabnya begitu menggeser tombol hijau dilayar ponselnya.
Agra :"Lo dimana?"Tanya Agra.
Ave :"Sekolahlah bang.Lo pikir gue bolos?Ck.Gue bukan elo."Jawab Ave kesal.
Diseberang sana Agra tersenyum mendengar jawaban Ave yang terdengar sekali jika ia sedang kesal.
Agra :"Sekalian lo jemput gue ya.Gue lagi disekolah ada keperluan bentar tadi.Tapi karena kelamaan nongkrong sampai jam segini."Pintanya.
__ADS_1
Ave menautkan kedua alisnya hampir menyatu.
Ave :"Tadi lo terbang?"Tanya Ave.
Agra terpingkal-pingkal mendengar ucapan Ave barusan.Bahkan ia sampai menjadi pusat perhatian banyak murid disekolahnya.
Agra :"Lo kira gue supermi."Katanya asal.
Ave :"Superman abang.Bukan supermi."Sahut Ave kesal.Agra tertawa lagi.Sungguh,menggoda Ave sangatlah menyenangkan.
Agra :"Udah buruan lo kesekolah gue sekarang!Gue tunggu didepan gerbang sekolah."Ucap Agra lalu menutup sambungan telpon secara sepihak.
"Heran gue.Punya abang anjay semua."Gerutu Ave.Meski begitu ia tetap menuruti perintah Agra untuk menjemputnya.
Tidak butuh waktu lama,Ave yang melajukan motornya dengan kecepatan penuh sampai disekolah Agra lebih cepat.
Ia lantas berhenti didepan gerbang dan melepas helmnya.
Bak iklan shampoo,rambut Ave langsung terurai begitu helmnya dibuka.
Suasana sekolah yang masih ramai membuat Ave menjadi pusat perhatian.
Ia turun dari motornya dan mencari Agra.Sebab Agra sudah tidak ada didepan gerbang,Ave terpaksa ia harus bertanya pada salah seornag murid disana.Tetapi belum sempat ia berucap,ia sudah digoda murid itu.
"Cewek.Nyari gue ya?"Tanyanya percaya diri.
"Kagak."Sahut Ave kesal."Lalu nyari siapa?"Tanyanya lagi.
"Kepo banget sih?"Sahut Ave.
"Sombong amat sih.Nih denger ya,gue ini cowok paling ganteng,paling keren,paling kece dan paling ditakuti disekolah ini."Sahutnya sombong.
"Lo kenal Agra?"Tanya Ave.Orang tadi langsung berubah wajahnya.Yang awalnya sombong sekali berubah sedikit takut.
"Bang Agra."Panggil Ave begitu melihat sosok kakaknya.Ia melambaikan tangannya pada Agra.Agra tersenyum manis pada Ave.
Jangan ditanya,murid tadi raut wajahnya sudah berubah menjadi ketakutan.
Agra mendekat.Ia terlihat sedikit terkejut saat melihat Ave berdiri dengan salah seorang murid yang dulu merupakan selingkuhan Clara.
"Kenal?"Tanya Agra.Ave menggeleng."Kagak."Jawabnya.
"Langsung pulang?"Tanya Ave.Kini giliran Agra yang menggeleng."Nongkrong bentar sama teman-teman gue."Sahutnya.Lalu ia menarik paksa Ave untuk ikut bergabung dengan teman-temannya.
Alasannya selalu enggan diajak gabung dengan teman-teman Agra ialah saat ia harus berhadapan dengan Angga.Ia akan merasa canggung sendiri.
JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE
JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.
LOPES KALIAN SEMUA