Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
Episode 14


__ADS_3

Kini Arka lebih sering sendiri.Terkadan Asen yang menemani jika ia tak ada jadwal latihan.Althaf dan Azka sibuk dengan pacar baru mereka.


"Althaf sama Azka mana Ar?"Tanya Asen.


"Noh."Tunjuk Arka menggunakan dagu.Asen mengernyit heran karena dua manusia itu bisa sibuk sendiri padahal mereka meninggalkan Arka


"Nggak latihan?"Tanya Arka balik.


"Libur dulu gue.Mau temani elo.Beberapa hari ini gue lihat lo selalu sendiri."Sahut Asen.


"Gue cuma kangen pengen kek dulu lagi.Berempat.Bukan sendirian."Jawab Arka lalu meninggalkan Asen.


Seketika,raut wajah Asen berubah sendu.Ia menyayangkan sikap kedua sahabatnya yang lebih mementingkan pacar mereka dibanding Arka.


Bahkan hanya sekedar menemani sekilaspun mereka tak pernah terlihat


Tawa yang dulu sering ia perlihatkan perlahan menghilang.Ia lebih senang menyendiri dipojok atap gedung sekolah.Tempat yang sering ia datangi ketika merasa kesepian.


Lama-lama ia juga merasa bosan karena sendiri itu sangat tidak mengenakkan.


Dan hari ini dari pagi ia sudah berada ditempat itu.Ia berniat untuk tidur hingga jam sekolah usai.Ia lelah memikirkan nasib persahabatannya dengan tiga laki-laki populer itu.


Ia berpikir jika mereka sudah bosan dengan orang-orang yang suka menghina persahabatan mereka.


Mungkin mereka sudah lelah.Pikirnya.


Dilain sisi,saat pelajaran sudah memasuki jam kelima.Mereka baru menyadari ketidak beradaan Arka.Itupun setelah Anjas datang kekelas mencari Arka untuk bertanya perihal kunci gitar lagu yang dulu sempat ia nyanyikan dikantin.


Kebetulan pergantian pelajaran,dan guru belum masuk.


Althaf,Azka dan Asen mulai panik tatkala menyadari tidak melihat tas Arka.Mereka langsung pergi keparkiran sekolah untuk mencari motor Arka.


"Motornya ada.Lalu dimana bocahnya?"Gumam Althaf.


Ia mulai sangat panik.Berbagai pikiran buruk muncul dikepalanya.Apalagi ia mengingat jika akhir-akhir ini ia kurang memperhatikan sahabat sejak jaman bahulak itu.


Ia menyesal terlalu sibuk dengan kekasihnya yang selalu menuntut untuk bersamanya ketika istirahat tiba.


"Dimana lo bocah sialan.Arka kampret."Umpat Azka mulai emosi karena mereka sudah berkeliling sekolah tapi tak juga menemukan Arka.


Mereka sudah mencari keatap sekolah.Hasilnya zonk.


Bahkan kali ini mereka bolos jam pelajaran Fisika.


Asen masih berusaha tenang dan mencoba berpikir keberadaan Arka.


"Arghhhh."Teriak Azka sambil menjambak rambutnya karena mulai frustasi.


"Lo yang tenang!Jangan kek gini!Lo pikir Arka bakal langsung kesini dengan lo berdua kek gitu?Sekarang gue tanya sama elo Althaf dan Azka."Ucap Asen dalam satu napas.Ia mengambil napas lagi lalu melanjutkan ucapannya.


"Kenapa lo berdua akhir-akhir ini sibuk dengan pacar baru kalian?Hah.Gue tahu gue juga salah gue sibuk persiapan olimpiade.Tapi setidaknya disaat gue nggak ada latihan,waktu gue buat Arka.Sedang lo berdua.Dulu kalian mementingkan Arka dibanding kepentingan apapun.Dulu kalian lebih memilih Arka disaat cewek kalian menuntut hal-hal mustahil dari kalian.Dulu kalian lebih membela Arka saat pacar kalian merendahkan Arka.Tapi sekarang.Bahkan pacar kalian lebih penting dibanding Arka."Bentak Asen pada kedua temannya.


"Dan kalian tahu apa yang Arka katakan beberapa waktu lalu?Dia merindukan kita.Kita berempat lagi.Bukan dia yang hanya sendiri."Lanjutnya.


Karena mereka berdebat ditengah lapangan.Para murid pada keluar mendengar keributan itu.

__ADS_1


BUGHHHHH


BUGHHHHH


Asen memukul wajah Althaf dan Azka bergantian.


Sedangkan yang dipukul hanya diam karena memang mereka salah.


Sepanjang sejarah mereka sekolah disekolah itu,baru kali ini mereka adu jotos seperti ini.Dan semua hanya karena Arka.Cih.


Kejadian itu menajdi tontonan banyak siswa.


Tak lama bel istirahat berbunyi.


Dedy mendekati mereka bertiga.


"Ikut keruangan saya sekarang!"Ucapnya dingin.


Mereka sudah berdiri didepan meja Dedy.Saat guru itu hendak berbicara terdengar notif panggilan dihpnya.


"Ya hallo."Jawabnya dengan muka tembok.Ya datar sekali.


"Pak saya ijin ya.Bilang sama ketiga kampret-kampret itu buat bawa pulang motor saya.Kuncinya ada dimeja bapak."Jelasnya sambil cengengesan.


"Lalu kamu?"Tanya Dedy.


"Hehehe maepkeun saya sudah berada dirumah pak."ucapnya tanpa dosa.


Padahal saat itu Arka masih ada diatap sekolah.


Ingin sekali ia marah dan menghukum Arka.Tetapi moodnya tiba-tiba hilang dan tak berselera untuk melakukan apapun.


"Huh.Bawa pulang motor teman kalian.Saya sudah tidak tertarik untuk menghukum kalian."Kata Dedy.


"Kok kunci motor Arka ada dibapak?"Tanya Althaf penasaran.”Arkanya mana?”


"Dia sudah dirumah."Jawab Dedy.


Ketiganya pergi begitu saja dari meja Dedy.


Sebagai wali kelas jelas seluruh anggota kelas memiliki nomor telpon Dedy.Dan maka dari itu Arka bisa menelpon Dedy


3 hari berlalu.Arka masih belum berangkat sekolah.Panggilan dan pesan dari ketiga sahabatnya masih belum dibalas.Bahkan imbasnya Arka juga malas membalas pesan Dedy.


Diam-diam Arka sering chatting dengan Dedy.


Pada awalnya mereka chatting hanya sekadar guru dengan murid.Menanyakan tugas sekolah yang sekiranya tidak Arka mengerti.


Tetapi suatu hari Dedy membalas pesan Arka menggunakan nomor pribadinya.Bukan nomor yang yang tersebar di forum sekolah.Dan mulai sejak hari itu,keduanya dekat.


*Dedy*


‘Ka '


‘Arka’

__ADS_1


‘Kade


'Arkadewi'


Tidak ada balasan.Hal ini sudah berlangsung sejak dihari dimana Arka bolos dan menghilang dari teman-temannya.


“Masa iya sih aku suka sama anak itu?”Tanya Dedy pada dirinya sendiri.


Ia masih bingung akan perasaan yang sedang ia rasakan saat ini.Sejauh ini,hanya sekali ia pacaran.Dan itupun sudah bertahun-tahun yang lalu


“Aaaaaa...Lama-lama gila aku.”Gerutu Dedy.


“Dy,kamu kenapa?”Tanya Andri kakaknya.Tak sengaja ia mendengar teriakan Dedy.Meski tidak keras,Andri yang kebetulan lewat di depan kamar Dedy bisa mendengar teriakkan itu.


“Pusing aku bang.”Keluh Dedy.


“Why?”


“Bang, apa mungkin aku jatuh hati pada muridmu sendiri?”Tanya Dedy.


“Hahahaha...Akhirnya Dy kamu jatuh cinta juga setelah berabad-abad.”Ledek Andri.Dedy merasa dongkol sudah cerita kepada Andri.


“Sudahlah! Keluar kamu bang!”Usir Dedy.


Setelah Andri keluar,Dedy mengambil ponselnya.Melihat foto salah seorang muridnya yang ia ambil secara diam-diam dan ia jadikan walpaper diponselnya.


Melihat foto Dedy menyunggingkan seulas senyum.Akhir-akhir ini setiap dirumah Dedy terlihat lebih sering tersenyum.


Keluarganya bahagia untuk itu.


“Semoga ini bukanlah kesalahan.”Doa Dedy.


*Dedy*


‘'Saya harap esok sudah bisa melihat kamu sekolah lagi.’


Pesan yang Dedy kirimkan untuk Arka.Diseberang sana,Arka yang kebetulan sedang menonton tv membuka pesan diponselnya.


Membaca pesan itu membuatnya berteriak histeris,hingga Maya adiknya kaget.


“Gila.”Teriaknya keras sekali.


“Anjim.Bac*t lo Arka bikin gue jantungan.”Omel Maya.


“Diem dulu May!”Jawab Arka.Arka kembali duduk.Ia bingung mau menjawab apa pesan dari Dedy itu.


Akhirnya ia memutuskan untuk tidak membalas saja.


Dan dihari ini,pagi-pagi Arka sudah ada dikelas.Sebab ia sudah ketahuan bolos sekolah oleh kedua orang tuanya.


Jelas Arka mendapat semburan awan panas kek gunung merapi kalau mau meletus.


DOOOOORRRR


JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN KOMENTAR YAA...SEDKEAH POINNYA JUGA DITUNGGU...

__ADS_1


__ADS_2