Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 33


__ADS_3

Tiba sudah acara perpisahan sekolah Ave.Ave dan Esha benar-benar memakai pakaian couple.


Setelan kebaya kutubaru Brokat berwarna hitam,combi rok batik lilit pendek.Berwarna biru tua campur kuning keemasan dan beberapa warna lainnya membuatnya terlihat cantik.


Meskipun sederhana,ia tetap terlihat elegan.


Sedangkan Eshan,ia menggunakan kemeja batik yang senada dengan bawahan kebaya Ave.Lalu ia tambahkan blazer berwarna navy.


Sekilas keduanya terlihat bak sepasang kekasih yang sangat serasi.


"Shan,selfie dulu lah.Biar pacar gue cemberong."Ucap Ave.


Eshan mencebikkan bibirnya mendengar ucapan Ave yang sebenarnya nggak penting.


Cekrek


Ave sudah berselfir dengan Eshan.Bersamaan dengan itu Agra keluar dari rumah.Ave buru-buru Agra untuk memotretnya.


"Gue aduin Shakeil ****** lo."Ancam Ave.


"Cih.Bahkan ini mau gue kirim ke dia."Sahut Ave santai.


Setelah mendapatkan beberapa foto Ave segera menarik Eshan untuk masuk kedalam mobil.


Ia benar-benar mengirim fotonya tadi terhadap Shakeil.


*Ave*


'Harusnya calon imam gue yang temenin gue.Demi masa depannya,gue terpaksa sama orang lain.Love you sayangku.'


Setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit,akhirnya mereka sampai disekolah.


Sudah banyak siswa yang datang.Mereka memakai pakaian yang menarik.Seakan mereka sengaja berlomba untuk saling menarik perhatian dn terlihat lebih unggul.


Dan datangnya Eshan dengan Ave membuat banyak pasang mata yang melihat mereka.


Mungkin mereka takjub dengan pemndangan Eshan dan Ave yang terlihat sangat serasi.


"Orang cantik mah lewat pada heboh."Ucap Ave percaya diri.


"Lama-lama gue malu punya temen macam lo."Sarkas Eshan.


Acara dimulai.Semua berjalan dengan lancar.


Ave memang bukanlah anggota OSIS.Tapi ia mengajukan diri untuk mengisi acara perpisahan sekolah angkatannya itu.


Sebelum acara penutupan.Ave meminta waktunya sebentar untuk menyampaikan beberapa ucapan terima kasih kepada para pengajar.


"Maaf,minta waktunya sebentar guys.Gue disini cuma mau menyampaikan beberapa ucapan untuk kalian teman-teman dan anda para guru."


"Sekian tahun kita bersama, tibalah saatnya untuk menempuh jalan masing – masing. Kasih sayang dan persahabatan kita adalah warna yang akan mengiringi perjalanan kita untuk menggapai cita-cita kita.


Ini adalah hari terakhir kita berdiri di sekolah ini.Hari terakhir kita berstatuskan anak SMA.


Esok kita sudah harus siap menghadapi cerita yang baru.Menghadapi dunia yang sudah pasti akan sangat berbeda dengan dunia saat kita masih sekolah.


Semoga kelak pertemuan kita adalah cerita yang indah. Kenanglah kebersamaan kita kawan. Kelas dan guru-guru itu adalah menjadi bagian dari memori kenangan kita. God bless you..


Ini akhir cerita kita di sekolah tercinta ini. Semoga kenangannya menjadikan kita tetap tersenyum bahagia.


Menjadikan kita patut berbangga diri pernah menjadi bagian dari sekolah ini.Pernah memiliki cerita disekolah ini.Susah senanh,suka duka,cinta,canda tawa dan masih banyak lagi.


Perpisahan ini ibarat mentari yang terbit dan tenggelam. Semoga saat kita bertemu kelak, mentari pagi akan menjadi hiasannya.


Perpisahan ini adalah awal dari segala perjuangan hidup.Jalan kita masih panjang.Kesuksesan masih berada jauh didepan sana.


Tiga tahun mungkin waktu yang sangat singkat. Kesibukan kita membuat kita lupa melewatkan waktu yang indah. Namun, ada secuil kenangan yang tak kan bisa kita lupakan, yakni kenakalan kita di sekolah.


Hari kelulusan ini adalah hari menyedihkan. Kita harus merasakan pahitnya perpisahan, dan bingungnya pikiran untuk menentukan masa depan.


Aku tak bisa ungkapkan kata-kata apalagi. Perpisahan ini sangat memukulku. Selamat berjuang kawan. Di masa depan kita bertemu dalam kegembiraan dan kesuksesan.


Dalam pribadi yang barumDan kehidupan yang baru.

__ADS_1


Kawan, perpisahan yang kita alami memisahkan jarak pertemuan kita. Namun aku yakin, perpisahan ini membuat hati kita semakin dekat.


Dan untuk engkau guru-guruku.Beribu terima kasih kami ucapkan kalian yang senantiasa tiada lelahnya memberikan kami ilmu.


Segala jasa-jasamu akan terkenang didalam hati kami.


Guruku adalah panutanku. Perpisahan ini ibarat kehilangan kompas, kami tak tahu arah kemana.


Di saat hujan turun, hatimu ikhlas mengajar. Di kala panas datang menerpa, semangatmu tetap menyala.


Saat kami tak mau peduli dengan engkaupun,engkau tetap dengan sabar mengajari kami.


Memories of school and our separation will keep us smiling and miss each other.


Kemarin membawa awal, esok membawa akhir, meskipun kita di suatu tempat yang berbeda, kita menjadi sahabat sejati.


Terimakasih untuk segala memory dan kenangan yang sudah kita ukir bersama-sama di 3 tahun.Kita jadikan ini sebagai bagian dari kisah dan pengalaman hidup kita.


Kita bisa menceritakan kepada anak cucu kita jika kita pernah mengukir kenangan yang sangat indah dibangku SMA disekolah ini.


Saya pribadi,saya meminta maaf apabila saya mempunyai yang entah itu disengaja atau tidak.


Sekian dan terima kasih."


Ucap Ave panjang lebar.Air mata mengiringinya saat ia membacakan sedikit ucapan itu.


Jangan ditanya.Sudah pasti banyak pasang mata yang menangis mendengar penuturan Ave tersebut.


Ada suka ada duka yang mereka rasakan.Suka karena sudah lulus dari bangku sekolah.Duka karena harus berpisah dengan teman-teman mereka.


"Dan terimalah satu lagu dari saya untuk kalian teman-teman semua."


Ave sudah duduk dikursi yang disediakan diatas panggung.Ditemani salah satu teman satu angkatannya dengan bermain gitar.


Diantara barisan para murid,Eshan merekam setiap apa yang Ave tampilkan.


'Waktu terasa semakin berlalu


Akan tiada lagi kini tawamu


'Tuk hapuskan semua sepi di hati'


'Ada cerita tentang aku dan dia


Dan kita bersama saat dulu kala


Ada cerita tentang masa yang indah


Saat kita berduka saat kita tertawa'


'Teringat di saat kita tertawa bersama


Ceritakan semua tentang kita'


'Ada cerita tentang aku dan dia


Dan kita bersama saat dulu kala


Ada cerita tentang masa yang indah


Saat kita berduka saat kita tertawa.'


Setelahnya Ave turun dari panggung.Ia langsung menemui Eshan.


Ternyata banyak yang sudah menunggu Ave dibawah oanggung.


"Njirrr lo dapat katak-kata itu darimana sih?"Tanya salah seorang murid.


"Nyesek banget coeg."Sahut yang satunya lagi.


"Potek hati adhek bang."Salah seorang siswi ikut menambahi.


"Dari hati lah.Maafin gue kalau ada salah ya?"Ucap Ave.Semua mengangguk dan saling berpelukan.

__ADS_1


"Ehm ehm...Av,pacar lo tau elo peluk-pelukan kek gini gue yakin dia bakal langsung pulang.Hihihihi..."Goda Eshan.


"Bosen hidup lo?"Sungut Ave.


Sore hari acara selesai.Ave dan Eshan pun juga pulang.Tetspi Ave meminta Eshan untuk mengantarnya kerumah Shakeil.


Ia merindukan keluarga Shakeil.


"Serius gue pulang nggak pa-pa?"Tanya Eshan yang entah sentahkeberapa kali.


"Iya.Ntar biar diantar bang Dody.Thank's ya.Hati-hati!"Jawab Ave.


Eshan segera pergi dari depan rumah Shakeil.


Ting tong ting tong (Anggep aja suara bel.Author juga kagak paham kek gimana suara bel rumah.Pan biasane kek sejenis musik gitu dah.)


Tak lama terdengar suara pintu dibuka.


Ave mengernyitkan dahi.Ia yakin kok ini rumah Shakeil.Tapi kok orang asing yang membuka pintu.


Kalau keluarga Shakeil pindah nggak mungkin dia tidak tahu.Tapi untuk salah rumah itu semakin tidak mungkin


Ave melihat orang itu daei atas kebawah berulang kali.Memastikan apakah ia mengenal atau tidak.


Dan hasilnya sama ia tidak mengenalnya.


"Siapa om Al?"Tanya seseorang dari dalam rumah.


"Ave."Ucap Dody."Om minggir ih.Calon adik ipar Dody datang."Ucap Dody.


Ia langsung menggeser Alfa secara paksa.


"Pa,ma,calon mantu datang."Teriak Dody.


Plakkkk


Ave memukul lengan Dody cukup keras.


Tetapi bagi seorang tentara macam Dody,itu tidak terasa sama sekali.


Tak lama terlihat Andri dan Amel datang.Keduanya lantas memeluk Ave.Terlihat betaoa keduanya merindukan Ave.


Terutama Andri.Ia lama sekali memeluk Ave.Bahkan karena saking eratnya Ave sampai merasa sesak sendiri.


"Pa,Ave kagak bisa napas ih."Ucap Ave.Andei langsung melepas pelukannya.


"Siapa gadis ini kak?"Tanya Alfa.


"Anaknya tante Arka.Kamu masuh ingat tante Arka?"Tanya Andri.


Sambil mengingat mereka berjalan menuju ruang tengah,karena saat ini keluarga besar Shakeil sedang berkumpul.


"Yang pingsang pas kak Dedy meninggal itu bukan sih kak?"Sahit Delta.Ia sudah mendengar obrolan kedua saudaranya itu.


"Iya."Jawab Andri.


"Wah cantik sekali.Nggak kalah cantik sama mbak Arka."Puji Delta.Ia langsung berniat memeluk Ave.


Tetapi Ave langsung menghindar,ia tidak mau pacarnya yang setelah pergi pendidikan berubah menjadi posesif itu sampai salah paham.


"Jangam om.Kalau masih sayang nyawa dari Shakeil."Ucap Ave.


"Dia posesif banget tauk pa."Ave malah justru mengadu pada Andri.


"Itu karena dia sayang kamu Av."Sahut Amel.


"Hahahah dasar Shakeil."Sahut Delta.


Mereka langsung tertawa dan mengobrol bersama.


***JANGAN LUPA VOTE,KOMENTAR DAN LIKA YA.


INI KOK KOMENTARNYA MLEMPEM SII***?

__ADS_1


__ADS_2