Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 29


__ADS_3

Waktu memang berjalan begitu cepat.Segalanya sudah berlalu tanpa bisa diingat persis setiap peristiwa yang terjadi.


Beberapa hal meninggalkan jejak peristiwa,tetapi banyak pergi begitu saja sepayaknya sebuah masa lalu.


Afsheen Meyshyana Orlin,atau senang disapa Ave kini sudah hampir lulus SMA.Itu artinya sudah hampir satu tahun Shakeil pergi menempuh pendidikan.


Ditahun pertama,masih belum banyak permasalahan yang keduanya hadapi.Keduanya masih adem ayem meski harus menahan rindu.


Dan minggu pagi ini,Ave sudah dibuat marah karena Shakeil yang benar-benar tidak bisa pulang diacara kelulusannya.Meski dulu sudah sempat bilang,tapi Shakeil juga berkata jika ia akan usahakan untuk pulang.


Nyatanya ia tetap tak bisa pulang.Hanya membuat Ave memendam harapan palsu saja.


Kekesalan Ave berimbas pada seluruh anggota keluarga.Semua orang ia marahi jika sekiranya tidak sesuai dengan kemauan hatinya.


Hanya satu yang tidak ia marahi,itu juga karena dia saat ini sedang memiliki anak kecil.Ya,dia Meidina.Beberapa waktu yang lalu ia sudah melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan.


Agra juga kebetulan berada dirumah menjadi ikut kesal dengan sikap Ave hari ini.


"Diem lo bang!Berisik amat.Udah kayak kereta aja.Bunyi terus.Puyeng gue dengernya."Teriak Ave karena Agra sedari tadi marah-marah.


"Lo yang diem beg*k.Gue ngebac*t juga karena mulut lo itu ya g jagak bisa diem.Budek kuping gue denger lo marah-marah."Sahut Agra tak kalah galak.


"Lo jadi abang ngalah dikit napa sih bang?Lo cuma punya adhek satu aja udah bawel banget.Gimana seandainya punya adhek 3 kayak bang Adam.Mati muda lo."Omel Ave lagi.


"Sini lo dekat-dekat gue!Biar gue gantung dipohon cabe."Jawab Agra,kekesalannya sudah berada diubun-ubun.


"POHON TOGE aja sekalian.***** dipelihara."Teriak Ave lalu meninggalkan Agra sendiri.


"Sumpah punya adhek macam dia dua aja,kagak usah banyak-banyak.Beneran mati muda gue."Gerutu Agra.


Disisi lain,Shakeil dibuat tidak tenang sebab dari kemarin malam Ave tidak bisa dihubungi.


Sejak pagi ia terus mondar mandir membuat Soga dan Theo kesal.


"Woy,lo bisa berhenti kagak?Pusing perut gue lihat lo mondar mandir gitu."Tegur Soga.


"Heh.Perut mules coeg.Bukan pusing.***** dipelihara."Sahut Theo pelan.


"Diem!"Gertak Soga.Theo langsung terdiam.


"Berisik banget sih Ga lo itu."Jawab Shakeil sinis.


"Lo kenapa ngegas?Salah apa gue?Gue cuma nanya sama lo tadi,ekh elo malah nyolot.Hah?"Bentak Soga.


"Lo sendiri kenapa nyolot juga sama gue?Nggak suka lihat gue mondar mandir meremin tuh mata biar kagak lihat gue."Jawab Shakeil.


Theo hanya diam sambil mengamati kedua orang itu.


Brukkkk


Theo menjatuhkan banyak tumpukan buku.Ia sudah kesal dan geram dengan perdebatan antara Soga dan Shakeil yang sangat tidak penting ini.


Soga dan Shakeil lantas melihat kearah Theo yang rupa wajahnya sudah berubah menjadi merah padam seperti menahan marah.


Soga dan Shakeil saling pandang.Sangat takut jika Theo sudah ngamuk.


"Ampun raja."Ucap Soga becanda.Ia sangat berusaha  agar Theo tak jadi marah.


Ia juga menyikut lengan Shakeil agar ikut berdrama seperti dia.

__ADS_1


Meski kesal Shakeil tetap mengikuti kemauan Soga.


"Ampuni saya yang mulia."Ucap Shakeil sambil menundukkan wajahnya.


Soga adalah raja drama.Dan karena sering bersama,Shakeil dan Theo jadi ketularan virus drama Soga.


Melihat tingkah konyol Shakeil dan Soga,Theo menjadi terbahak-bahak.


"Apa kalian pikir gue raja kalian?Huh."Tanya Theo."Lagian lo kenapa sih Sha?"Tanya Theo lagi.


"Cewek gue marah karena lulusan gue kagak bisa pulang.Tauk lah."Curhat Shakeil.


"Emang dulu lo kagak bilang kalau lo kagak bisa pulang pas dia lulusan?"Tanya Theo lagi.


0


"Udah sih.Tapi salahnya gue juga bilang bakal usahain.Lah kemaren lusa gue bilang kagak bisa pulang dia ngambek.Sumpah hampir 4 tahun ini kali pertama dia ngambek ke gue."Jelas Shakeil.


Theo dan Soga tertawa melihat betapa bucinnya calon angkatan yang satu ini.


"Udahlah Sha.Mungkin saat ini cewek lo lagi butuh waktu sendiri dulu buat menerima kalau elo emang kagak bisa pulang."Usul Soga.


"Tumben ucapan lo agak warasan."Sarkas Theo.


"Njirrrr gue juga waras dari dulu be*o."Umpat Soga.


"Yang bilang elo stress sapa?Kagak ada."Kekeuh Theo.


"Terus maksud lo tadi paan?"Soga sudah kehilangan kesabarannya.


"Yang mana?"


"STOPP!!!Lo berdua bisa diam kagak!Budek kuping gue."Kini giliran Shakeil yang berteriak sangat keras.


"Bukannya ngasih solusi malah nambah-nambahin pikiran.


Brakkk


Shakeil keluar dan menutup pintu kamarnya dengan sangat keras.Masa bodoh kalau pintu itu bakalan rusak.Ia sudah kesal ditambah kesal dengan kelakuan yang sangat tidak penting oleh dua orang teman satu kamarnya itu.


Shakeil terus berjalan menyusuri area Sekitar mess para taruna.


Setelah lumayan jauh Shakeil berjalan,Dinda yang masih saja menyimpan rasa pada Shakeil menghampiri dan berjalan disamping Shakeil.


Shakeil cukup terkejut karena hal itu.Selama ini dia selalu menghindari taruni itu,tetapi disaat ia sedang ada masalah seperti ini dia masih saja tetap mengganggu.


Shakeil menghela napasnya kasar.Sungguh ingin sekali dia kabur dari gadis yang satu ini.Saat ini ia sangat tidak ingin marah-marah pada seseorang.Apalagi perempuan.


"Tumben Sha sendirian?"Tanya Dinda.


"Dunia gue tidak segalanya harus ada Theo dan Soga."Jawab Shakeil datar.


"Adain gue juga dong dalam dunia lo."Pinta Dinda.Seketika Shakeil menghentikan langkahnya.


Terkejut?Jangan ditanya.Sudah pasti dia sangat terkejut.


Jangankan memasukkan perempuan baru dalam hidupnya,sekedar mengetahui nama atau wajahnya saja sebenarnya Shakeil enggan.


Biar saja bila ia dikatai jika cintanya pada Ave terlalu berlebihan.Bodo amat,yang jelas ia hanya tak mau ada duri-duri kecil dalam hubungannya dengan Ave.

__ADS_1


Ia menengok kearah Dinda.Menatap tajam mata Dinda.Dinda yang ditatap sedemikian justru salah mengartikan.Ia berpikir jika Shakeil akan melakukan apa yang ia tawarkan.


Tetapi keinginannya menguap begitu saja saat mendengar jawaban Shakeil.


"Jangankan memasukkan elo kedalam kisah hidup gue.Elo teror saban hari aja gue eneg."Jawab Shakeil.Detik berikutnya Shakeil sudah meninggalkan Dinda yang masih mematung usai mendengar jawaban menyakitkan dari Shakeil.


Bukan penolakan yang ia harapkan selama ini tentunya.Tetapi ketersediaan Shakeil untuk mengizinkan dirinya agar menjadi bagian dari kisah hidupnya.


Tetapi mengapa tuhan memberiku keputusan yang sangat tidak adil.Apa aku salah mencintai Shakeil?Pikir Dinda dalam hati.


Apakah ia akan menyerah?Tidak.Ia tidak akan menyerah dengan mudah.


Setelah sadar dari lamunannya ia berlari mengejar Shakeil yang sudah terlihat sedikit jauh.Tak perlu waktu lama,Dinda sudah ada disamping Shakeil lagi.


Shakeil mendengus kesal.Sungguh ia ingin sekali mengusir makhluk disampingnya itu.


"Sha kasih gue kesempatan satu kali aja."Bujuk Dinda.Tetapi Shakeil tetap tidak memperdulikannya.


"Sha please.Gue yakin kok bisa buat lo suka sama gue."Dinda masih saja terus berusaha.Dan masih sama,Shakeil tak memberi tanggapan.


Dinda bingung bagaimana caranya agar Shakeil mau melakukan apa yang ia inginkan.


Satu ide sedikit gila muncul dibenak Dinda.Ia tak peduli dengan cara apa agar Shakeil mau membuka hati untukya.Bahkan ide gila inipun.


Dibda berhenti tepat dihadapan Shakeil.Shakeil yang awalnya berjalan sambil menundukpun kini mendongakkan kepalanya begitu melihat Dinda didepannya.


Cup


Dinda menempelkan bibirnya pada bibir Shakeil.


Shakeil sangat terkejut.Ave saja yang sudah berpacaran dengannya hampir 4 tahun paling mentok cuma pelukan.Lah ini yang tidak tahu siapa tiba-tiba menciumnya.


wajah Shakeil seketika berubah menjadi merah padam.Matanya melotot kearah Dinda menunjukkan jika ia begitu marah.


Tatapan Shakeil berubah menjadi tatapan tajam dan dingin.Dinda begidik ngeri sendiri melihat Shakeil saat ini.


Plakkkk


Shakeil menampar wajah Dinda.Ia begitu marah pada Dinda yang kelewatan berani pada dirinya.


Baginya,Dinda hanyalah seorang pengganggu dalam hubungannya dengan Ave.


Dinda sendiri juga terkejut saat mendapat tamparan yang cukup ketas dari Shakeil.


Setahunya Shakeil adalah taruna yang sangat ramah dan sopan.Bukan kasar seperti ini.


"Lo melewati batas lo."Ucap Shakeil dingin.


Beruntung Ave telpon disaat yang tepat.Sehingga Shakeil tidak sampai berbuat hal yang lebih gila lagi.


PLEASE PADA KASIH KOMENTAR DAN LIKE YA.


MASA SEMAKIN KESINI KOMENTARNYA SEMAKIN SEDIKIT.


VOTE NYA JUGA JANGAN LUPA.AUTHOR SANGAT BERHARAP PADA KALIAN.


BIAR AUTHOR MERASA HASIL KARYANYA DIHARGAI.


SALAM LOPES AUTHOR

__ADS_1


__ADS_2