Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 6


__ADS_3

Bagi Arka,sosok Dedy itu tidak akan pernah tergantikan.Bahkan Althaf sekalipun.


Baginya,Althaf ya Althaf.Sedangkan Dedy,ia sudah mempunyai tempat tersendiri dihatinya.


Dan untuk Dedy,tidak akan ada yang mengusik tempat Dedy.Siapapun itu.


Biarlah ia mau dikata egois ataupun istri yang tak tahu diri.Sudah dirawat dengan sabar dan sepenuh hati oleh suami ketika ia mendapatkan cobaan,tetapi menghilangkan masa lalu dari hatinya saja tidak bisa.


Mereka saja yang tidak tahu,seperti apa kisah Dedy dan Arka dahulu.Hingga Arka sangat tidak bisa menghilangkan sosok Dedy dari hatinya.


Ia memang mencintai Althaf,tetapi cintanya untuk Dedy masih ia simpan dengan rapi direlung hatinya.


"Hey,udah dong!Nggak malu dilihat anak-anak?"Tanya Althaf.


Setelah puas menangis Arka menatap Althaf yang justru sedang menatapnya penuh cinta.


"Maaf Al."Ucapnya.


"It's okay.No problem."Tulus Althaf.


'Papa benar-benar luar biasa.'Ucap Afsheen dalam hati.


"Maafin mama sayang."Ucapnya pada keempat buah hatinya.


"Yes mam."Jawab keempatnya.


"Afsheen mau dong nanti suami Afsheen kayak papa."Racau Afsheen.


"Lo masih bocah.Adam aja belom jadi nikah.Elo udah mikirin nikah-nikahan."Sahut Agam.


"Anak mana cowok lo?"Tanya Agra.Seketika Afsheen gelagapan dibuatnya.Ia bahkan tak nau kakaknya itu tahu.


"Ya semisal dia kelak punya pacar gitu loh Gra."Ucap Adam.Ia paham betul adiknya bingung jawab apa.


"Pa,kenapa jiwa playboy papa nurun kebang Agra dan mas Agam sih?"Ulangnya.Mendapat pertanyaan semacam itu,Althaf menggaruk tengkuknya yang bahkan tidak gatal.


Althaf bingung mau menjawab apa.Pasalnya apa yang diucapkan anak bungsunya itu benar.Agam dan Agra mewarisi sifat playboy Althaf.Sedangkan Adam dan Afsheen mewarisi jiwa setia dari Arka.


"Sudah-sudah.Ini sudah sore.Kalian mandi cepat siap-siap ganti baju!Kita pergi kerumah ayah Azka malam ini."Ucap Arka.


Tanpa banyak bertanya keempatnya meninggalkan ruang tv itu.Arka menarik tangan Althaf untuk kekamarnya.


Ada hal yang ingin ia sampaikan pada Althaf.Permintaan maaf salah satunya.


Begitu masuk kamar,pintu langsung Arka kunci.Membuat Althaf berpikiran yang tidak-tidak.


"Sayang ini masih sore hlo.Mau olahraga sore?"Tanya Althaf dengan nada sedikit dibuat-buat.


"Apaan sih Al.Aku ngunci kamar itu karena aku pengen minta maaf.Maaf perihal..."Ucap Arka.Ucapannya,belum sampai selesai bibirnya sudah dibungkam dengan bibir Althaf.


Dengan lembut dan penuh kasih Althaf mencium Arka.Arka yang memang mudah terlena akan sentuhan Althaf langsung terbawa suasana begitu saja.


Sore itu menjadi sore yang yah melelahkan bagi Arka dan Althaf.


Meskipun sudah berumur kepala 4 Althaf terus saja meminta haknya kepada Arka.


Dengan rasa kesal,Arka keluar kamar menjelang waktu isya.Gila,Althaf terus saja menuntutnya agar menuruti keinginannya.


Keluar dari kamar Althaf terus saja melebarkan senyumnya.Ia bahagia,bisa meminta jatahnya pada Arka disore hari.Berbeda dengan Arka yang terlihat sedikit cemberut.


Sontak saja kedua orang tua itu mendapat godaan dari anaknya.


"Gilak.Papa ganas banget dah.Sore-sore juga."Celetuk Agam.


"Pa,malu dikit sama umur napa dah.Jangan banget dilihatin sama orang luar gitu loh."Peringat Agra berlagak sok dewasa.


"Loh papa kenapa emang?"Tanyanya.

__ADS_1


"Lihat noh leher mama dah kayak orang habis kerikan.Gak yakin deh cuma sekali."Sahut Agam.


"Ba*ot lu Gam.Ingat masih ada yang dibawah umur oy."Peringat Adam.Sedari tadi Afsheen hanya melongo tak mengerti dengan ucapan kakak-kakaknya.


Sedang Arka,ia segera kembali kekamar untuk memberikan foundation pada bekas kismark itu.


Satu keluarga itu terlambat datang karena Arka harus mencari baju agar tidak memperlihatkan bekas merah yang memenuhi dada dan lehernya.


Benar-benar ganas Althaf.Pikirnya


Althaf dan keempat anaknya terkejut melihat dirumah Azka sudah siap dengan acara makan-makan itu.


Langsung saja acara santap makanan dilakukan.


Usai acara makan-makan.Anak-anak berkumpul dengan anak-anak.Dan para orang tua bersama orang tua.


Didalam ruang tamu yang besar itu,para anak-anak sibuk dengan urusan masing-masing.


Adam yang duduk diatas karpet danbersandar sofa dengan Afsheen yang berbaring berbantalkan paha sang abang.


Lalu Agam dan Agra yang bercanda dengan Kirana dan Kanaya.Sedangkan Elang,ia sudah tertidur.


Elang memang anak Asen yang tidak kuat untuk melek hingga sedikit malam.


Sudah kebiasaan tidur paling telat pukul 8.


Adam sedang berkirim pesan dengan Meidina.Begitu pula Afsheen,ia juga sedang berkirim pesan dengan Shakeil.


*Shakeil*


'Sayang'


Setiap dipanggil sayang,Afsheen selalu salah tingkah sendiri.Entah itu secara lakangsu atau melalui oesan singkat.Ia tetap merasa malu.


*Afsheen*


*Shakeil*


'Abang rindu dhek.' Gombalnya.


*Afsheen*


'Ck.Gombalanmu bang.Itu-itu mulu.'


'Lulus kuliah dimana bang?'


*Shakeil*


'Masuk angkatan'


*Afsheen*


'Ngangkat barang-barang maksudtnya?' Canda Afsheen.


*Shakeil*


'Akademi Militer sayang.Gue pengen jadi angkatan.'


Afsheen mengernyitkan alisnya.Shakeil tak pernah bercerita perihal ini.


*Afsheen*


'Serius?Kenapa harus diakmil?'


'Temen kakak gue jadi tentara nggak akedemi militer juga.Pendidikannya nggak nyampe setahun'


*Shakeil*

__ADS_1


'Beda sayang.Gue maunya masuk akmil Magelang*.'


Afsheen terlihat lebih serius.


*Afsheen*


'Pendidikan berapa bulan?'


*Shakeil*


'48 bulan.Alias 4 tahun.'


"What?"Teriaknya keras.Bahkan sampai terdengar kepara orang tua.


"Kenapa sayang?"Tanya Arka yang melihat perubahan raut wajah putrinya.


"Nggak ada ma."Jawabnya.Ia lalu berdiri.Dan keluar dari rumah itu begitu saja.


"Afsheen pulang duluan."Ucapnya lalu berlari keluar rumah.


Melihat gelagat aneh pada putrinya,Arka hendak berlari mengejar.Tetapi dicegah Adam.


"Biar Adam aja.Afsheen kan lebih dekat sama Adam."Ucap Adam.Ia lantas berlari mengejar Afsheen.


Begitu melihat adiknya,Adam terus mengikuti dari belakang kemana adiknya itu akan pergi.Ia tahu,adiknya pasti ada masalah dengan pacarnya.


Afsheen berhenti disalah satu cafe yang hanya menyediakan berbagai varian kopi.


Seperti biasa,ia yang penggemar capuccino memesan satu capuccino panas.


Adam lantas duduk didepan adiknya itu.


"Kenapa sih?"Tanya Adam.


"Shakeil bang,dia mau daftar keakademi militer yang diMagelang."Jels Afsheen.Ia memang selalu terbuka terhadap Adam.


"Loh itu bagus dong.Berarti dia mikirin masa depan kalian.Dia ingin menjadi yang lebih layak buat elo dhek."Ucap Adam.Hanya itu yang bisa ia lakukan agar adiknya sedikit tenang.


"4 tahun bang pendidikan.Gila,4 tahun gue bakalan kagak jumpa.Yang benar saja."Gerutu Afsheen.


Pletak


Adan menyentil kening Afsheen,membuat adiknya mengaduh kesakitan.


"4 tahun itu juga ada hari liburnya ogeb.Dan lagi ini bisa elo jadikan buat belajar apa itu sabar dan menahan rindu."


"Dhek,dia itu pengen maju.Jangan lo bebani dengan rasa tidak rela lo itu.Gue yakin kok,ada elo alasan dibalik ia memilih untuk masuk keakmil itu."Lanjut Adam."Bicarakan baik-baik!Coba elo mengerti apa maunya.Jangan egois.Elo juga bisa menyibukkan diri lo dengan bersekolah."Ucap Adam lagi.Afsheen hanya mengangguk.


Lalu ia menelfon Shakeil.


Shakeil :"Hallo sayang."


Afsheen :"Maaf ya Sha,tadi gue asal ngilang aja nggak bales pesan lo."


Shakeil :"Iya.Gue ngerti kok.Besok kita jalan ya?Sekalian gue pengen ngomongin ini."


Afsheen mengangguk meskipun ia tahu Shakeil tak melihat jika dirinya mengangguk.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE


JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS


JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.


LOPES KALIAN SEMUA

__ADS_1


__ADS_2