Di Nikahi Calon Kaka Ipar

Di Nikahi Calon Kaka Ipar
BAB. 120 Metik kacang panjang


__ADS_3

Raka menghela nafas berat saat mendengar ucapan dari Sulis, ia membawa Sulis ke sini sebenarnya bukan ingin mengungkit ucapanya di masa lalu, ia hanya ingin tau kenapa Sulis menangis.


"Kamu tidak akan menurunkan aku di sini'kan?"


"Menurutmu apa aku akan melakukannya atau tidak?"


Raka bertanya sambil menaik turunkan satu alisnya.


Sulis yang mendengar pertanyaan dari Raka, ia langsung melepaskan sabuk pengamannya, lalu langsung memukuli dada Raka.


"Kenapa semua orang jahat sama aku?! Kenapa sang pencipta tidak biarin aku mati saja?! Hiks... Hiks..."


Raka langsung memegang ke dua tangan Sulis sambil tersenyum lebar.


"Aku memang lelaki jahat, tapi aku tidak akan meninggalkan kamu di sini Lis."


Raka melepaskan tangan Sulis, ia langsung melepaskan masker Sulis dan melepaskan sabuk pengamanya, lalu langsung menarik Sulis dalam pelukannya.


"Jangan menangis, dan kamu juga tidak boleh mengatakan itu, jalan kamu masih panjang, kalau kamu butuh sandaran, aku siap untuk menjadi sandaranmu. Aku memang pernah benci sama kamu, tapi bukan benci pada orangnya, aku benci sifat kamu yang kanak-kanakan."


Sulis yang mendengar ucapan dari Raka, ia langsung membalas pelukan dari Raka.


"Bukan hanya aku yang benci dengan sifat kanak-kanakanmu. Vani dan Bella juga sama, mereka berdua yang menyebarkan kamu di pecat dari Xien Grup karena benci dengan sifat kanak-kanakanmu. Namun aku percaya mereka berdua menyebarkan itu karena ingin kamu berubah. Mereka berdua ingin kamu menjadi Gadis dewasa bukan hanya usiamu, tapi juga pikiranmu."


"Tapi mereka bilang wanita sepertiku tidak pantas di kasih hati. Aku mendengarnya sendiri kalau mereka mengatakan itu, itu artinya mereka benci aku Rak. Aku tidak menyangka persahabatan yang sudah terjalin lama pada akhirnya akan berakhir juga."


Air mata Sulis semakin deras, bisa Raka rasakan dadanya basah karena air mata Sulis.


"Kamu harus percaya sama aku kalau mereka itu bukan benci sama kamu, mereka melakukan itu ingin kamu berubah."


Raka terus meyakinkan Sulis karena ia percaya kalau Vani dan Bella bukan bermaksud menyakiti hati Sulis, tapi Vani dan Bella ingin Sulis berubah, kalau Vani dan Bella sangat membenci Sulis, dari awal saat Sulis menyebarkan berita Suci sebagai orang ke 3, mungkin Vani dan Bella sudah mengungkap di media kalau Sulis yang menyuruh Suci untuk menikah dengan Arkan.


Namun Vani dan Bella tidak mempermasalahkan itu, itu artinya kalau Vani dan Bella sangat menyayangi Sulis.


Sulis hanya mengangguk pelan saat mendengar ucapan dari Raka, di saat orang-orang tidak peduli dengan ia termasuk sahabatnya, tapi Raka datang untuk memberikan ia sandaran.


Sulis tidak pernah menyangka kalau Raka yang selalu ia anggap lelaki ingusan, tapi pikirannya jauh lebih dewasa dari pada pikirannya yang lebih tua 1 tahun dari Raka.


"Lis, aku tau kalau kamu hanya menganggapku anak ingusan, tapi aku akan berusaha ada untuk kamu di saat kamu membutuhkan, kamu bisa telpon aku kalau kamu merasa kesepian, aku siap untuk menemanimu."


Lagi-lagi Sulis hanya menjawab ucapan dari Raka dengan menganggukan kepalanya.


Raka langsung melepaskan pelukanya, ia langsung menghapus air mata Suci dengan ke dua tanganya.


"Jangan menangis, ayo kita turun."


"Hah turun? Kamu tidak bermaksus akan meninggalkanku?"


"Tidak Lis, mana mungkin aku meninggalkan wanita secantik kamu di sini."


Wajah Sulis langsung berubah menjadi merah saat Raka memujinya cantik, biasanya Raka akan mengatai Sulis nenek lampir.

__ADS_1


Raka yang melihat rona merah di pipi Sulis ia tersenyum lebar lalu langsung turun dari mobilnya untuk membukakan pintu mobil Sulis.


"Ayo turun."


Sulis hanya menganggukan kepalanya, ia langsung turun dari mobil.


Raka langsung mengunci mobilnya, lalu ia menggenggam tangan kanan Sulis untuk mengajak Sulis melihat perkebunan yang ada di sekitar sana.


"Kamu jangan macam-macam bawa aku kesini."


"Tidak akan macam-macam Lis, di sini banyak orang tau. Kalau aku mau melakukan macam-macam ke kamu, kenapa tidak bawa kamu ke hotel saja? Kenapa harus membawa kamu kesini?"


Raka bertanya sambil menaik turunkan satu alisnya, senyumanya tidak pernah lepas dari bibir tipisnya.


"Ih kamu kecil-kecil mesum!"


"Jangan bilang aku kecil Lis, aku sama kamu hanya berbeda 1 tahun."


"Tapi tetap saja kamu itu kecil Raka!"


"Iya-iya deh aku ngalah untuk kamu."


Sulis menghentikan langkah kakinya begitu pun dengan Raka yang ikut berhenti saat Sulis menghentikan langkahnya.


"Kenapa berhenti Lis? Kita belum sampai."


"Tumben kamu tidak mau berdebat denganku? Apa jangan-jangan kamu mau bunuh aku di sini?"


Pltek..!


"Jangan ngawur Sulis, memangnya aku penjahat?"


Sulis yang di tanya oleh Raka ia hanya menggeleng pelan.


"Iya siapa tau kamu baik sama aku biar aku ikut kamu, lalu kamu melakukan macam-macam sama aku."


"Jangan kebanyakan nonton sinetrnon Sulis, ini ni pengaruh kebanyakan nonton sinetron."


Sulis hanya tersenyum lebar saat mendapat sentilan dan ucapan dari Raka.


Sulis tidak percaya kalau Raka ternyata memiliki sisi baik juga, jelas-jelas ia menganggap Raka lelaki yang paling menyebalkan dari semua sahabat Arkan.


Raka langsung melanjutkan langkah kakinya lagi sambil terus menggenggam tangan Sulis hingga ia berhenti di perkebunan kacang panjang.


"Kamu mau bantuin metik tidak?"


"Hah? Memang ini kebun siapa?"


"Kebun orang."


"Gila iya kamu pengen aku di pukulin masa karena di tuduh mencuri kacang panjang?"

__ADS_1


"Maksudku bukan begitu Lis, kamu itu seuzon terus, heran aku."


Raka langsung melepaskan genggaman tangan Sulis, ia langsung mendekati pemilik kacang panjang.


"Pak, saya boleh ikutan metik tidak?"


"Hah?!"


Pemilik kacang itu sangat terkejut saat mendengar ucapan dari Raka, apa lagi dengan penampilan Raka yang sangat rapih.


"Saya bayar deh pak berapa pun yang bapak minta, asalkan saya biarkan menghibur dia."


Raka berbicara sambil menujuk Sulis yang masih berdiri jauh dari tempatnya.


"Tidak perlu bayar de, kalau kamu mau bantuin bapak silahkan."


"Serius pak?"


"Iya de."


"Terima kasih pak."


"Sama-sama."


"Lis sini!"


Sulis yang di panggil Raka, ia langsung menghampiri Raka.


"Ayo metik kacang panjang."


"Memangnya boleh?"


Raka mengangguk pelan sambil tersenyum lebar, ia bisa melihat mata berbinar dari Sulis.


"Boleh, tadi aku sudah minta ijin."


Sulis tersenyum senang, ia langsung memetik kacang panjang itu, sedangkan Raka berjalan di belakang Sulis.


Matanya terus menatap gerak-gerik Sulis yang sedang memetik kacang panjang.


"Kamu itu memang cantik Lis, hanya saja kelakuanmu yang terlalu jelek." batin Raka


Sulis terus saja memetik kacang panjang, bahkan ia sudah mendapatkan 4 ikat.


Namun saat Sulis sedang asik memetik kacang panjang, ia melihat ulet di daun kacangnya membuat ia berteriak.


"Ahhhh!"


Sulis langaung membalikan tubuhnya, ia langsung meloncat kenpelukan Raka yang memang setia di belakangnya.


Bersyukur Raka tidak hilang keseimbangan dengan loncatan mendadak dari Sulis, bahkan ke dua tanganya sigap menahan tubuh Sulis yang sedang mengalungkan ke dua tanganya di lehernya.

__ADS_1


Pemilik kebun kacang panjang itu tersenyum lebar termasuk para pekerjanya juga di sana melihat ke romantisan Raka dan Sulis.


__ADS_2