
Seperti ucapannya semalam, Suci pergi ke bandara seorang diri, ia sesekali melihat jam karena jalanan memang sangat macet, ia takut kaka sepupunya mendarat lebih dulu.
" Ya Allah, gimana ini." batin Suci
Sekitar 20 menit Suci terjebak macet, sekarang ia baru bisa berjalan lagi dengan normal. Suci sampai di bandara, ia turun dari mobil, lalu langsung berjalan ke arah masuk bandara, ia dari kejahuan sudah melihat kaka sepupunya yang sedang berdiri dengan dua koper besar yang ada di sampingnya dan sedang menengok ke arah kanan kiri.
" Mas!"
Suci berteriak girang saat melihat kaka sepupunya yang memang sudah ia anggap sebagai kaka sendiri, ia bahkan berlari kecil, terlebih Reyhan memang di besarkan oleh Anisa dan di susui oleh Anisa. Sedangkan Reyhan yang melihat Suci berlari kecil, ia langsung melebarkan tangannya, untuk memeluk wanita yang sudah ia anggap adik. Suci langsung memeluk kaka sepupunya sambil mengucap salam
" Assalamuailikum mas, Uci rindu mas."
" Wa'alaikumsalam, masa Allah, adik mas sekarang sudah tumbuh dewasa menjadi wanita sholehah pula."
Mereka masih terus berpelukan. Sedangkan di sisi lain Rangga dan Arkan yang baru saja menganter klien ke bandara sangat terkejut. Arkan pikir saat istrinya berteriak mas sedang memanggilnya, tapi saat ia melihat ke arah samping, istrinya itu menatap lurus ke depan di tambah lagi sekarang memeluk seorang lelaki, ia benar-benar sedikit tidak percaya, dan ada rasa cemburu di hatinya, saat istrinya berlari kecil untuk memeluk lelaki lain.
" Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka berdua? Bukan'kah sepupu Suci itu dua-duanya perempuan? Lalu siapa yang Suci peluk?" batin Arkan
Rangga melihat ke arah Arkan yang hanya menatapnya dengan perasaan tidak percaya dan sendu.
" Pak, mungkin dia bukan Suci."
" Jangan panggil pak, gue lagi butuh sesaorang buat gue berbicara, dan gue yakin itu Suci, gantungan tas seperti itu hanya Suci yang punya, karena semua tas Suci memiliki gantungan seperti itu."
" Baik."
" Menurut lo apa seorang lelaki dan perempuan boleh bersentuhan kalau lelaki itu sepupunya?"
" Mana gue tau Arkan, lo tau sendiri gue enggak tau tentang agama."
" Tapi seharusnya bukan makhornya deh kalau tidak salah, tapi kenapa Suci memeluk kaka sepupunya?"
" Lo yakin kalau lelaki itu kaka sepupunya? Bagai mana kalau lelaki itu?"
Rangga menggantungkan kalimatnya, ia jadi bingung sendiri, ia tidak mengerti dengan jalan pikiran Suci, tidak mungkin juga kalau Suci sebelumnya sudah menikah sirih, sebelum menikah dengan Arkan? Tapi itu yang ada di otak Rangga sekarang.
" Bagai mana apanya?"
__ADS_1
" Bagai mana kalau sebelumnya mereka memang sudah menikah sirih?"
Arkan yang mendengar ucapan dari Rangga, ia ingin sekali menonyor kepalanya, tapi sayang ia lumpuh, ia tidak bisa melakukan itu.
" Lo kalau ngomong yang serius dong, dia itu kaka sepupu Suci."
" Gue tau kalau dia kaka sepupu Suci, tapi apa kedekatan mereka itu masih wajar di bilang kaka sepupu? Berpelukan seperti seorang suami istri yang menyalurkan rindunya?"
Arkan diam membisu, matanya terus menatap istrinya yang sekarang sedang saling menatap mata, bahkan ia bisa melihat lelaki di depan istrinya itu sedang menghapus air mata istrinya di bawah matanya, setelah itu ia juga melihat kalau lelaki itu mengelus pelan kepala istrinya
" Ya Allah, memiliki hubungan apa mereka? Kenapa hatiku sakit saat melihat istriku menangis bahagia dengan lelaki lain?" batin Arkan
" Rangga, coba lo cari di internet, apa adik sepupu perepuan dan kaka sepupu lelaki di anggap makhrom?"
Rangga mengangguk saja, ia langsung mengetik di google, hingga ia menemukan jawabannya.
" Bukan mahrom, bahkan mereka juga di perbolehkan untuk menikah."
Jantung Arkan mendadak berhenti berdetak saat mendengar jawaban dari Rangga.
" Mereka pergi dari sini, lo mau mengikutin mereka enggak?"
" Lo yakin tidak penasaran? Bagai mana kalau lelaki itu memang memiliki hubungan yang lebih dengan istri lo?"
Arkan mengusap wajahnya dengan kasar, ia sudah pusing, tapi sahabatnya terus saja jadi kompor.
" Iya sudah, kita ikutin mereka, lagian sekarang kita juga bawa mobil lo."
" Oke."
Mereka langsung ke arah parkiran, dan langsung memasuki mobilnya, lalu langsung melajukan mobilnya untuk mengikuti mobil Suci.
" Maafin mas, Uci, mas mengikutimu, bukan mas tidak percaya, tapi mas bingung dengan hubungan kalian." batin Arkan
Sebenarnya Arkan merasa bersalah, tapi ia sangat penasaran, dan di saat ia memiliki rasa cemburu seperti sekarang, ia enggan untuk mendekati istrinya dan bertanya siapa sebenarnya lelaki itu sampai bisa menyentuhnya? Sedangkan di sisi lain, Suci sedang menyetir sambil sesekali menatap ke arah kaka sepupunya. Sebenarnya tadi Reyhan sudah meminta untuk ia yang menyetir, tapi Suci kekeh ingin menyetir.
" Mas, kita langsung ke apartemen atau langsung ke rumah Bunda?"
__ADS_1
" Ke apartemen saja dulu, tidak mungkin mas ke rumah bunda bawa koper, terima kasih sudah mau membantu mas untuk beli apartemen."
" Lagian Uci cuma beliin, semua uangnya juga uang mas, ngapai harus berterima kasih?"
" Iya tapi ngerepotin kamu. Bagai mana hubunganmu sama suamimu?"
" Alhamdulilah sangat baik mas."
" Mas sedikit tidak percaya saat bunda menceritakan kamu akan menikah, lebih tidak percaya lagi ternyata kamu menikahi pacarnya Sulis."
" Namanya juga jodoh mas."
" Bunda sudah cerita semuanya sama mas, kamu benar bahagia sama Arkan?"
Reyhan sedikit tidak yakin kalau adik sepupunya itu bahagia menikah dengan Arkan, mengingat adik sepupunya dan Arkan tidak saling kenal.
" Uci benar-benar bahagia mas, Uci merasa beruntung memiliki mas Arkan."
" Lalu bagai mana dengan lelaki yang kamu cintai? Kamu harus jujur sama mas Uci"
" Uci sungguh bahagia mas, Uci sudah tidak mencintai dia lagi, sekarang hati Uci sudah di gantikan sepenuhnya dengan nama mas Arkan."
Bisa Reyhan lihat mata Suci berbinar setiap kali memanggil nama Arkan, ia akhirnya sedikit lebih lega.
" Mas hanya bisa berdo'a, semoga Arkan jodoh dunia akhiratmu. Amin."
" Amin, mas kapan nyusul?"
" Belum tau."
" Kak Lisa langsung di nikahin dong mas, jangan terus di gantungin anak orang, katanya sudah pulang 2 bulan yang lalu dengar dari kak Ica, sekarang kak Ica jadi dosen."
" Iya dulu pengennya begitu Uci, tapi mas tidak mungkin menikahi wanita yang sudah berani selingkuh."
" Iya Allah mas, kalau cuma mendua masih wajar, lagian masih pacaran, belum menikah."
" Lalu bagai mana kalau kamu di posisi mas? Kamu sedang melihat lelakimu sedang berzina dengan wanita lain? Apa kamu akan bertahan dengannya?"
__ADS_1
Suci menggeleng pelan, kalau sudah dengan yang namaanya zina, ia tidak akan mungkin untuk meneruskan hubungan, karena bagi ia, lelaki yang sudah berani berzina itu tidak ada toleransi, ia yakin kalau di maafkan suatu saat akan mengulanginya lagi. Reyhan yang melihat jawaban dari adik sepupunya hanya tersenyum.
" Itu lah kenapa mas tidak memberikan kesempatan ke dua untuk Lisa, mas tidak pernah peduli kalau Lisa sudah tidak perawan, mas sudah tau itu dari saat Lisa mengambil jurusan kedokteran tapi di tolak, tapi kalau Lisa selingkuh dari mas, mas tidak bisa melanjutkan lagi hubungan itu."