Di Nikahi Calon Kaka Ipar

Di Nikahi Calon Kaka Ipar
BAB. 22 Mendengar perdebatan


__ADS_3

Suci yang sudah di depan pintu akan uluk salam, ia di buat terkejut dengan ucapa kakanya yang sangat marah.


" Kake itu selalu saja belain Suci-Suci saja! Dari dulu kake tidak pernah bangga apa yang di lakukan oleh Sulis! Apa lagi sekarang tindakan Suci benar! Dulu juga saat Suci terjun bebas apa kake memarahi Suci?! Tentu jawabannya tidak! Kake selalu memperlakukan Suci dengan berbeda, jelas-jelas kake memiliki empat cucu perempuan dan satu cucu laki-laki, tapi kenapa kake hanya sayang pada Suci kek?! Apa pun yang Suci lakukan, kake belum pernah menegurnya!"


" Cukup Sulis! Bisa kamu berbicara baik-baik dengan kakemu?! Bunda selama ini diam! Tapi kamu semakin hari semakin egois!"


Suci juga mendengar bentakan dari sang Bunda, entah apa yang sudah terjadi di dalam, hingga Bundanya sangat marah, ini pertama kalinya ia mendengar bentakan dari sang Bunda, ia belum pernah melihat Bundanya semarah itu.


" Kenapa Bunda bentak Sulis?! Bunda juga seperti kake yang hanya membela Suci! Apa pun yang Suci lakukan kalian selalu diam! Dan kalian menutup mata kalian saat Suci terjun bebas ke dunia malam! Suci mabuk-mabukan di usianya yang masih terbilang balia, tapi kalian tetap diam?! Apa di mata kalian hanya Suci satu-satunya yang paling berharga di hidup kalian?! Walau pun Suci sudah melakukan kesalahan, kalian tidak pernah mempermasalahkan itu semua!"


Air mata Suci langsung mengalir deras saat masa lalunya masih saja menjadi permasalahan oleh kakanya, tubuhnya bergetar hebat, ia tau apa yang ia lakukan di masa lalu itu salah, tapi ia tidak menyangka kalau kakanya sendiri terus mengungkit masa lalunya, ia menjadi tidak yakin kalau Arkan juga bisa menerima masa lalunya.


" Kak, kenapa kaka selalu menyakiti hati Uci dengan masa lalu Uci, seolah-olah masa lalu Uci begitu menjijkkan, kaka hati Uci sakit. Uci sudah berusaha mati-matian untuk melupakan masa lalu Uci, tapi bahkan kaka Uci sendiri yang terus membuka luka lama, apa yakin kak Arkan akan menerima Uci? Setelah tau masa lalu Uci? Sedangkan kaka kandung Uci sendiri saja terus saja memojokan Uci dengan masa lalu Uci." batin Suci


Suci mencengkram kuat gamisnya, sudah terlalu banyak masalahnya hari ini, di tambah lagi sekarang mendengar perdebatan keluarganya, ia semakin pusing, kalau saja bunuh diri tidak dosa, mungkin ia sudah melakukannya, ia tidak setegar itu kalau terus masa lalunya di usik, apa lagi masa lalunya itu adalah kelemahannya.


" Cukup Sulis! Tante tidak pernah suka kamu membicarakan tentang masa lalu adikmu! Kami semua hanya ingin kamu belajar dewasa! Kami ingin kamu belajar bertanggung jawab setiap keputusan yang kamu ambil! Bukan mengungkit masa lalu adikmu!"


Suci bisa mendengar suara tante Paridah istri dari adik Ayahnya, ternyata di dalam bukan hanya kakenya, mungkin ke dua cucu perempuan kakenya juga sudah datang, hanya yang tidak bisa datang adalah Reyhan, anak dari almarhumah kaka Ayahnya.

__ADS_1


Ke dua orang tuanya sudah meninggal dunia saat kecelakan pesawat, Reyhan di besarkan oleh Anisa saat usia Reyhan masih 3 bulan, Anisa juga bersyukur saat itu sedang menyusui Sulis yang baru berusa 6 bulan, jadi Reyhan meminum asi dari Anisa. Reyhan sekarang masih di singapur, sebenarnya ia sudah menjadi dokter spesialis syaraf, hanya saja ia tanggung, karena satu bulan lagi Reyhan baru bisa di rekomendasikan langsung ke rumah sakit indonesia, ia tidak ingin melamar kerja sendiri, jadi mau tidak mau hanya menunggu.


" Iya semuanya terus saja bela Suci!"


" Sudah-sudah, kake tau kake salah Sulis, jangan pernah mengungkit masa lalu adikmu, baik kalau kamu tidak menerima Arkan, baik kalau adikmu menerima Arkan, tapi satu hal pesan kake, jangan pernah mengambil apa pun yang sudah menjadi milik Suci, kake tidak pernah suka kalau suatu saat kamu menjadi penghalang kebahagian Suci untuk yang ke dua kalinya, cukup Suci mengorbankan kebahgiaannya saat ini, tapi jangan lagi untuk merusak kebahagiaannya."


" Kake mengancam Sulis?! Kake tidak percaya dengan Sulis?! Sampai-sampai kake bilang begitu?! Denger iya kek Arkan itu tidak berguna buat Sulis!"


Suci sudah tidak mau mendengar perdebatan keluarganya, ia memutuskan tidak jadi kembali kerumah, ia tidak ingin kakenya melihat ia dengan keadaan menangis. Suci dengan tubuh bergetar ia mendekati pak Jono, ia adalah satpam di rumahnya.


" Pak, kunci mobil saya mana?"


Pak Jono bukannya memberikan kunci mobilnya, ia bahkan bertanya balik. Suci menggeleng pelan, ia juga tidak tau harus kemana, tapi yang jelas ia sekarang pergi dari rumah untuk menenangkan diri, kalau ia kembali dengan keadaan seperti sekarang, ia yakin kakenya akan semakin marah pada kakanya, dan kakanya akan terus mengungkit masa lalunya, untuk saat ini ia ingin lari dari masalah dulu.


" Non, lebih baik masuk, tadi non juga mobilnya di anter supir den Arkan. Jangan di dengerin ucapan orang-orang yang tidak suka sama non."


Pak Jono yakin kalau permasalahan majikan mudanya itu menyangkut masa lalunya, ia sudah paham betul sifat Suci dan sifat Sulis, ia juga yakin kalau kakenya itu marah pada Sulis, karena menggantikan Suci yang menikah dengan Arkan.


" Untuk saat ini saja pak Uci lari dari masalah."

__ADS_1


" Non jangan aneh-aneh, jangan lagi terjun bebas non, bukan menyelsaikan masalah, tapi yang ada menambah masalah."


Pak Jono tidak ingin majikan mudanya terjun bebas seperti 3 tahun yang lalu lagi, ia tidak ingin kalau Sulis semakin memojokan Suci dengan kondisinya.


" Saya tidak akan pergi ke sana pak, saya hanya akan menginap di hotel untuk menenangkan pikiran saya, besok saya pulang. Jangan bilang pada Bunda kalau tadi saya pulang, saya akan kirim pesan pada Bunda kalau saya tidak pulang."


" Yakin non bisa membawa mobil sendiri dengan pikiran kacau seperti ini?"


Pak Jono masih terus menghuatirkan keadaan majikan mudanya.


" Insya Allah pak."


Mau tidak mau pak Jono memberikan kunci mobil milik majikan mudanya dengan perasaan kuatir. Suci mengambil kunci mobil yang di serahkan pak Jono, ia langsung masuk ke dalam mobil, lalu langsung melajukan mobilnya. Setelah keluar pagar, Suci langsung mengirim pesan pada Bundanya kalau ia menginap di asrama.


" Maafin Uci Bunda, Uci bohong, tapi Uci capek terus mendengar kemarahan kaka" batin Suci


Suci langsung melajukan lagi mobilnya dengan kecepatan sedang, tubuhnya masih saja bergetar dan ucapan kakanya terus saja berputar-putar di ingatannya. Lagi-lagi air matanya jatuh, entah sudah berapa banyak ia menangis hari ini, yang jelas pandangan matanya sudah gelap.


Suci berhenti di hotel terdekat, ia langsung memesan satu kamar hotel, ia juga membawa baju ganti dan mukenahnya yang dari pesantren tadi, memang tadi Suci membawa semua barang-barang yang tersisa di pesantren. Setelah di kamar hotel Suci juga membersihkan tubuhnya, setelah itu ia juga mulai Sholat, ia mencurahkan semua rasa sakit yang ada di dadanya pada ya Rabbnya, hingga ia menangis tersedu-sedu karena bebannya terlalu berat.

__ADS_1


__ADS_2