
Suci langsung menggengam erat tangan kanan suaminya dan tangan kirinya mengelus lembut punggung suaminya, ia seolah-olah sedang menenangkan amarah suaminya yang sudah terdengar suara begitu tegas. Arkan menoleh ke arah istrinya, ia menatap mata istrinya, ia bisa melihat kekecewaan di mata istrinya.
" Kamu berani berbicara sama kake dengan suara yang begitu lantang?!"
Erlangga menatap ke arah cucunya dan Suci, ia bisa melihat kepribadian Suci yang begitu baik, ini lah yang membuat Erlangga tidak menyetujui pernikan cucunya dan Sulis.
" Maaf kek, Arkan tidak bermaksud begitu."
Arkan menunduk, ia merasa sangat bersalah pada kakenya.
" Kake tanya sama kamu, tinggalkan wanita itu atau kake coret namamu dari keluarga Wijaya?! Dan kamu Bagas, kamu jangan ikut campur urusan keluarga saya! Karena kamu hanya papa tirinya!"
Bagas hanya mengangguk saja, bukan ia takut, tapi ia memang tidak berhak untuk ikut campur dengan persoalan putra tirinya. Arkan melebarkan matanya tidak percaya dengan ucapan dari kakenya.
" Perusahaan Wijaya Grup mau pun Xien Grup akan kake ambil seluruhnya, termasuk semua fasilitas yang kamu miliki sekarang!"
Arkan menghela nafas, ia memang tidak apa-apa kehilangan segalanya, tapi bagai mana dengan istrinya? Bukan'kah seorang suami harus bertanggung jawab? Sedangkan Arkan sendiri tidak tau harus bagai mana kalau semuanya di ambil dan tanpa bantuan dari papa tirinya, ia sekarang lumpuh, kalau ia tidak lumpuh, ia bisa bekerja menjadi apa pun asalkan ia tidak berpisah dengan istrinya. Arkan melihat ke arah istrinya yang sedang menatapnya.
" Arkan tidak apa-apa kek kalau harus ke hilangan segalanya, karena Arkan sangat mencintai Suci. Arkan tidak bisa kehilangan Suci."
Arkan menghela nafas berat. Sedangkan Keyla dan Bagas sangat terkejut dengan jawaban dari putranya, karena yang mereka tau kalau putranya mencintai Sulis, jadi mereka tidak menyangka dengan jawaban putranya.
Sedangkan Erlangga, ia tersenyum samar, hingga semua orang juga tidak menyadarinya, ia tidak menyangka kalau cucunya itu ternyata masih saja mencintai wanita yang sama.
" Lalu bagai mana dengan Sulis?"
" Arkan sudah tidak mencintainya kek, kalau pun Arkan sembuh pun Arkan akan tetap memilih Suci."
" Bagai mana dengan kamu Suci? Apa kamu masih menerima Arkan tetap menjadi suami kamu? Arkan memiliki fisik tidak sempurna dan tidak memiliki harta juga sekarang."
" Materi bukan segalanya kek, materi belum tentu bisa membuat Uci bahagia. Uci memang butuh materi, tapi Uci lebih membutuhkan mas Arkan tetap di sisi Uci."
__ADS_1
Arka mengusap lembut kepala istrinya.
" Sayang, kamu jangan mengorbankan diri kamu untuk hidup bersama mas, mas memang akan tetap memilihmu, tapi kaki mas tidak tau kapan akan sembuh, kamu sudah terbiasa hidup berkecukupan, dan kesehatanmu sekarang juga kurang baik."
Arkan menghela nafas sesaat, sepertinya ia tidak mungkin dengan kondisinya untuk terus mempertahankan istrinya.
" Bagai mana kalau kita."
Arkan belum sempat melanjutkan pembicataannya, istrinya sudah meletakan telunjuknya di bibirnya.
" Jangan lanjutkan mas, aku cinta dan sayang sama mas."
Setelah mengatakan itu Suci langsung menurunkan telunjuknya, ia menatap suaminya sambil tersenyum. Walau pun tertutup oleh cadar, Arkan bisa melihat senyuman dari istrinya.
" Tapi saya akan meminta Bagas untuk tidak membantu Arkan, dan kamu Suci, kamu apa bisa hidup tanpa bantuan dari orang tuamu juga?"
Suci masih tetap tersenyum, kini pandangannya menatap ke arah kake dari suaminya sambil menunduk.
Jawaban Suci membuat Erlangga tersentuh, ia tidak menyangka kalau seorang wanita 19 tahun di depannya ini bisa berpikir dewasa. Suci menatap ke arah suaminya.
" Terima kasih mas tetap memilih aku. Aku mungkin tidak bisa untuk membelikan apartemen untuk kita tinggal, apa mas mau untuk sementara waktu kita mengontrak terlebih dahulu? Uang aku memang cukup untuk membeli apartemen bahkan lebih, tapi kita harus mikir untuk kedepannya bagai mana, jadi tidak apa-apakan kalau kita hidup sederhana untuk sementara?"
Suci merasa bersalah pada suaminya yang sudah terbiasa hidup mewah, tapi harus tidak punya apa-apa karena memilihnya. Arkan langsung menarik istrinya dalam pelukannya, matanya memerah, ia ingin sekali menangis karena terharu, harusnya seorang suami yang bilang seperti itu, sedangkan kini seorang istri yang bilang begitu. Suci juga membalas pelukan dari suaminya.
" Mas tidak pernah keberatan sayang, selama bisa bersamamu, tapi apa mas tidak akan menjadi beban kamu nanti?"
" Mas tidak akan pernah menjadi beban aku, mas adalah kebahagiaanku, karena bahagianku hanya bersama mas."
" Pa, tidak bisa begitu dong, Arkan itu putraku!"
Keyla geram setelah dari tadi diam ke pada papa mertua lamanya.
__ADS_1
" Arkan adalah cucuku, kamu jangan ikut campur masalah cucuku."
Kalau saja tidak ingat pesan almaruhm dari suaminya dulu, Keyla sudah memaki lelaki tua di depannya. Arkan dan Suci melepaskan pelukannya, mereka saling menatap mata sambil tersenyum.
Erlangga sudah tidak bisa menahan tawanya, melihat ke dua sijoli yang sedang membuktikan rasa cinta mereka. Di saat wajah ke dua orang tuan Arkan mulai tegang, ia bahkan tertawa terbahak-bahak. Itu membuat semuanya bingung melihat kelakuan Erlangga yang tiba-tiba saja tertawa.
" Kake tidak menyangka kalau kamu masih mencintai wanita yang sama Arkan."
Arkan mengerutkan keningnya, ia tidak percaya kalau kakenya bisa tau tentang Suci.
" Maksud kake apa?"
" Bukan'kah wanita ini yang membuat kamu jatuh cinta dalam pandangan pertama? Kamu bahkan dengan beraninya mencium keningnya saat Suci tidak sadar."
Erlangga kembali tertawa, saat mengingat kejadian 3 tahun yang lalu.
" Kake tau Arkan mencintai Suci dari mana? Dan kake tau wanita yang jadi istri Arkan adalah wanita yang dulu dari mana?"
Arkan jadi bingung, termasuk ke dua orang tua Arkan juga bingung, kenapa kakenya itu tau banyak tentang Suci dan Arkan.
" Kamu selalu dalam pengawasan kake Arkan, semenjak papamu meninggal, kamu selalu di pantau oleh orang suruhan kake, dan kake juga sudah membereskan siapa dalang yang menyebabkan kamu sampai kecelakaan, jadi jelas kake tau tentang Suci."
Keyla tidak menyangka kalau putranya dulu pernah mencintai Suci, pantas saja saat di pertemuan pertama, saat Suci menerima putranya menjadi calon suaminya, putranya tersenyum bahagia.
" Jadi ini alasan sayang tersenyum bahagia saat di terima Suci? Karena kamu memang mencintai Suci nak?"
" Awalnya Arkan tidak tau ma, kalau Suci adalah wanita yang Arkan cintai selama 3 tahun ini, karena Arkan tidak tau nama Suci saat 3 tahun yang lalu, Arkan hanya mencintainya tanpa tau namanya, karena usia Suci saat itu masih16 tahun, mana berani Arkan mengejar cinta Gadis balia."
" Cucu kake memang sangat pengecut!"
Keyla hanya mengangguk pelan sambil tersenyum, ia sangat bahagia saat tau putranya dan menantunya saling mencintai
__ADS_1