
Karinah dan Lia sangat bahgia saat melihat kemesraan Arkan pada Suci, mereka berdua selalu berdo'a agar Arkan dan Suci selalu bahagia bukan hanya dalam komentar, tapi ia memang berharap Arkan dan Suci bahagia selamanya, walau pun mereka sempat kecewa pada Suci yang menolak lamaran dari Gus Ali hanya untuk Arkan, tapi saat melihat Arkan memperlakukan Suci dengan baik tentu mereka sangat bahagia.
Gus Ali juga melihat postingan Arkan, bukan karena belum melupakan Suci, tapi ia benar-benar sudah mengikhlaskan Suci bersama Arkan, hanya saja berita Arkan yang menuliskan kata holiday with wife itu menjadi topik utama di internet, bahkan di unggah juga oleh beberapa akun gosip yang begitu penasaran siapa wanita yang sudah di nikahi oleh Arkan.
Namen Suci tetap menjadi do'a di sholat sepertiga malamnya, kalau dulu Gus Ali meminta agar Allah menyatukan ia dan Suci dalam ikatan pernikahan, tapi sekarang ia berdo'a agar Suci selalu bahagia bersama suaminya, dan berharap agar Arkan selalu menjadi imam yang baik untuk Suci.
Bagi Gus Ali cinta adalah pitrah, tidak bisa memilih pada siapa akan berlabuh, tapi saat mencintai wanita yang salah, maka ia wajib menghapus perasaan cintanya, ia tidak ingin berdosa terus mengharapkan wanita yang sudah berstatus memiliki suami.
"Alhamdulilah, semoga neng dan mas Arkan selau bahagia." batin Gus Ali
Ke tiga sahabat Arkan juga senang saat melihat postingan dari Arkan, bahkan menjadi berita terpopuler, terutama Rangga dan Raka, mereka berdua sangat puas dengan kata yang di tulis oleh Arkan.
Raka menjadi ingin tau ekspresi wajah Sulis bagai mana setelah melihat posingan itu, apa lagi saat itu Sulis datang ke ruangan Arkan.
"Gue jadi pengen tau wajah nenek lampir seperti apa, pasti nenek lampir marah banget."
Semenjak Raka melihat Sulis pergi ke ruangan Arkan untuk menemui Arkan, ia mengubah nama panggilan Sulis menjadi nenek lampir, ia sangat kesal dengan Sulis yang seenaknya membuang Arkan dan sekarang Sulis juga dengan seenaknya ingin kembali bersama Arkan, tanpa memikirkan Suci, adiknya sendiri.
Kalau saja Arkan tidak mencintai Suci dan kembali lagi bersama Sulis, Raka akan menjadi orang pertama yang akan mencaci maki Arkan, tapi ia bersyukur karena Arkan mencintai Suci, lebih bersyukur lagi saat tau Suci adalah wanita yang selama ini di cintai Arkan.
"Lo itu punya dendam apa si Raka? sepertinya lo benci banget sama Sulis?"
__ADS_1
Rangga bertanya dengan menaik turunkan satu alisnya, ia memang tidak tau kalau Sulis pernah datang ke ruangan Arkan.
"Gue enggak punya dendam apa-apa, gue kesel saja sama Sulis yang seenaknya membuang Arkan, dan kemarin lusa Sulis datang ke ruangan Arkan, minta kembali lagi sama Arkan, gima gue enggak kesel coba sama Sulis?"
Rangga mengangguk pelan saat mendengar jawaban dari Raka, ia tidak menyangka kalau Sulis seberani itu, apa lagi yang di nikahi Arkan itu adiknya sendiri, kalau yang di nikahi Arkan wanita lain, mungkin menurut ia wajar-wajar saja, tapi yang di nikahi Arkan adalah adiknya sendiri, apa Sulis tidak pernah berpikir nanti sehancur apa perasaan Suci saat kakanya dan suaminya menghianati ia?
"Otak Sulis sepertinya kebentur batu-batu yang ada di laut atau bisa jadi kepalanya kebentur aspal."
"Bisa jadi, itu kenapa Sulis menjadi tidak waras."
Sedangkan Ikbal hanya menggeleng pelan saat mendengar percakapan dari ke dua sahabatnya.
Memang hanya Ikbal yang berpikir tenang dan tidak perduli dengan urusan mereka, yang jelas ia percaya kalau Arkan tidak akan menghianati istrinya hanya untuk wanita yang sudah membuangnya.
Sulis tidak menyangka kalau Arkan akan mengakui pernikahannya di publik, bahkan ia juga melihat seluruh akun gosip yang mengunggah ulang postingan Arkan, bahkan ia lebih marah saat akun gosip memuji Suci sebagai wanita muslimah.
Sulis yang memiliki jadwal pemotretan pukul 19.00WIB, ia sama sekali tidak fokus, ingatannya terus saja mengingat kemesraan Arkan dan Suci.
"Sial! Kenapa harus selalu saja Suci yang menang dariku! Dari kecil seluruh keluargaku hanya Suci yang paling di sayang oleh mereka, terutama kakek, dan sekarang Suci juga yang mengambil Arkan dan bisa mengalahkanku lagi!"
Sulis berbicara dengan perasaan yang sangat marah, bahkan ia juga sambil sesekali membuang make up di ruangan ganti, karena tadi ia di suruh istirat dulu.
__ADS_1
Mereka lelah Sulis berkali-kali salah pose. Sedangkan manajer Sulis yang bernama Yulia hanya menunduk saja, ia belum pernah melihat Sulis sangat marah, dari ia awal bekerja dengan Sulis di Ganesa Grup ia tidak pernah melihat kemarahan Sulis.
"Wanita muslimah dari mana kalau dia saja bahagia di penderitaanku! Suci aku akan ambil kembali apa yang memang harus menjadi milikku!"
Sulis terus saja mengoceh, tidak sadarkah bahwa ia yang sudah membuang Arkan dan memaksa Suci untuk menikah dengan Arkan, tapi sekarang bahan Sulis memaki Suci dan mengatakan kalau Suci merebut Arkan darinya.
Yulia masih diam, ia sedikit bingung kenapa bisa Arkan menikah dengan Suci? Apa lagi Yulia tau kalau Suci adalah adik dari Sulis, ia menjadi penasaran kenapa Sulis dan Arkan bisa putus? Lalu Arkan juga bisa menikahi Suci, ia tau selama ini Suci tinggal di pesantren.
Ke dua sahabat Sulis masuk ke ruangan ganti Sulis, ia melihat lantai yang sudah berantakan oleh make up.
"Lo enggak kenapa-kenapa?"
Bella bertanya dengan wajah kuatir pada Sulis, apa lagi saat mata Sulis memerah seperti sedang menahan air matanya.
"Gimana enggak kenapa-napa kalau seluruh akun gosip sedang memberitakan Arkan dan Suci? Gue yakin itu yang membuat pikiran Sulis terganggu, gue juga dari awal sudah bilang kalau Sulis akan menyesal karena sudah melepaskan Arkan."
Bella yang mendengar ucapan dari Vani, ia langsung melihat berita yang sedang populer di ponselnya, ternyata benar kalau Arkan memosting kemesraannya bersama Suci.
Sedangkan Sulis masih diam membisu dengan tangan yang ia letakan di meja untuk menyaga tubuhnya yang sedang berdiri.
"Gue sudah bilang kalau lo akan menyesal Sulis, tapi sekarang hanya tinggal penyesalan, lo enggak mungkin merebut Arkan dari adik lo kan? Lo bukan wanita yang jahat, gue harap lo bisa relain Arkan, apa lagi Suci adik lo sendiri, bukan orang lain."
__ADS_1
Sulis lagi-lagi hanya diam, ia tidak ingin mengeluarkan suara, hatinya masih di selimuti rasa emosi.
Vani menghela nafas berat saat Sulis tidak menjawab ucapannya, bagi Vani kejadian ini bukan salahnya Arkan atau pun Suci, ini kesalahan Sulis yang sudah membatalkan pernikahannya begitu saja, dan sekarang Sulis sangat menyesal, itu adalah resiko yang harus Sulis terima, apa lagi dulu Sulis mengatakan kalau tidak ingin menikah dengan lelaki lumpuh.