Di Nikahi Calon Kaka Ipar

Di Nikahi Calon Kaka Ipar
BAB. 49 Kecewa


__ADS_3

Suci pulang dari apartemen pukul 20.00WIB, karena ia harus membantu kaka sepupunya membereskan barang-barangnya, tidak bisa ia pungkiri, ia merasa senang sudah mendaptarkan suaminya untuk menjalani terapi di kaka sepupunya. Suci turun dari mobil sangat terkejut saat melihat suaminya yang sudah menunggunya di teras, ia tidak menyangka kalau suaminya hari ini pulang lebih cepat, karena tadi pagi suaminya bilang akan pulang pukul 21.00WIB.


" Assalamualaikum."


" Wa'alaikumsalam."


Suci langsung mencium tangan suaminya, di balas cium kening oleh suaminya.


" Mas tumben sudah pulang?"


" Kenapa? Kamu tidak suka mas pulang cepat?"


Suci mengerutkan keningnya,pertanyaan macam apa yang suaminya lontarkan? Siapa yang tidak senang kalau melihat suaminya pulang cepat? Tentu Suci sangat senang.


" Mas kenapa bertanya seperti itu?"


" Lalu mas harus bertanya apa? Mas harus bertanya sudah berapa lama hubungan kamu dengan lelaki yang kamu anggap kaka sepupu?"


Arkan sudah tidak bisa menahan emosinya lagi, walau pun tidak ada nada bentakan di setiap katanya, tapi ia sangat cemburu saat istrinya masuk berdua ke dalam life.

__ADS_1


Seorang wanita dan seorang lelaki masuk ke apartemen yang sama, apa lagi sudah sama-sama dewasa, terlebih istrinya begitu tidak ada jarak dengan Reyhan, jelas ia cemburu, mengingat penampilan istrinya yang tertutup, tapi bisa menyentuh kaka sepupunya. Setelah mengatakan itu Arkan langsung masuk ke dalam rumahnya, ia mendorong kursi rodanya sendiri. Sedangkan Suci hanya diam mematung di tempat mendengar pertanyaan dari suaminya.


" Apa mas Arkan selama ini mengirim mata-mata untukku? Apa mas Arkan menganggapku sebagai nara pidana? Sampai-sampai mengirim mata-mata. Ya Allah, sakit rasanya saat suamiku tidak memberikan kepercayaan padaku, kenapa mas Arkan tidak memberiku kepercayaan? Atau jangan-jangan yang di katakan Indra itu benar? Kalau mas Arkan menikahiku hanya untuk mendapatkan perusahaan Wijaya Grup? Dan sekarang mas Arkan sedang mencari kesalahanku untuk kita berpisah?" batin Suci


Setetes air mata Suci tiba-tiba saja jatuh dengan sendirinya, ia tidak pernah menyangka kalau akhirnya akan seperti ini. Suci beristighfar sambil meremas Gamisnya sendiri, ia menyalurkan kekecewaannya dengan meremas Gamisnya, setelah itu ia baru berjalan masuk ke rumah.


Suci langsung ke kamar, ia melihat suaminya yang sudah duduk di ranjng dan sambil memainkan laptopnya. Suci langsung berjalan ke arah baju ganti, ia langsung mengambil baju ganti, lalu langsung menggantinya di ruangan ganti, karena ia memang sudah mandi di apartemen. Setelah selsai Suci naik ke atas ranjang dengan perasaan canggung, sudah 1 bulan menikah, ini pertama kalinya lagi ia merasa canggung seperti saat awal menikah. Suci melihat ke arah suaminya.


" Mas, aku minta maaf, aku salah karena pulang malam, tadi aku hanya membantu mas Rey untuk membereskan barang-barangnya, maaf tidak memberi kabar, aku pikir mas tidak akan marah karena sudah minta ijin."


Arkan menghentikan jari-jarinya yang sedang mengetik di laptopnya, saat mendengar istrinya memanggil lelaki lain mas di depan matanya sendiri, kalau di bandara ia bisa maklumi, karena istrinya tidak melihat ia, tapi apa sekarang bisa di sebut maklumi saat istrinya memanggil lelaki lain mas?


" Sudah berapa lama hubunganmu dengan Reyhan? Uci, mas pikir kamu sudah tidak menyembunyikan sesuatu dari mas setelah kamu jujur masa lalu kamu, mas pikir kamu akan belajar mecintai mas, lalu sebenarnya yang kamu cintai itu Reyhan? Atau Gus Ali?"


" Ja-jadi mas."


Suci tidak bisa melanjutkan kalimatnya lagi, air matanya langsung mengalir deras, ia sangat kecewa karena ternyata suaminya mengetahui tentang Gus Ali, itu artinya dari sebelum menikah suaminya sudah mengirim mata-mata. Arkan melihat ke arah istrinya karena istrinya tidak melanjutkan kalimatnya lagi.


" Kenapa? Apa kamu terkejut mas tau semuanya tentangmu? Mas sama sekali tidak bermaksud untuk mencari tau tentangmu, tapi mas mengetahui dengan mata mas sendiri, kamu memeluk Reyhan dan menangis bahagia, bahkan kamu juga membeli aparteman atas namamu, apa masih wajar di anggap kaka sepupu? Kalau masalah membeli apartemen mas masih anggap wajar, tapi saat kamu memeluk dan menangis bahagia, apa itu wajar di anggap kaka sepupu? Kamu menyentuh lelaki yang bukan makhrommu, atau jangan-jangan selama ini kamu menikah diam-diam tanpa sepengetahuan Bundamu?"

__ADS_1


Tiba-tiba saja pikiran Arkan begitu, mengingat istrinya yang menjaga jarak pada lelaki, tapi tadi siang tidak ada jarak, di tambah lagi ia ingat ucapan Rangga yang mengatakan istrinya mungkin sudah menikah sirih, membuat ia berpikir yang tidak-tidak. Suci menggeleng pelan, ia tidak percaya kalau suaminya akan menuduhnya seperti itu.


" Uci, mas benar-benar kecewa dengan sifatmu, mas pikir dengan berjalannya waktu kamu akan menerima mas seutuhnya, tapi ternyata itu hanya angan-angan mas saja, mas sadar kamu sangat sempurna, seharusnya mas tidak berharap dengan wanita sempurna sepertimu, mas hanya lelaki lumpuh yang tidak pantas mengharapkan wanita sepertimu."


Suci lagi-lagi menggeleng, ia lagi-lagi tidak menyangka dengan semua ucapan yang suaminya katakan.


" Aku sama sekali tidak pernah menganggap mas kurang sempurna, aku selalu menganggap mas sempurna, tapi kenapa mas tau masa laluku? Apa mas selama ini menyuruh orang untuk mata-mataiku? Hingga mas tau semuanya tentangku?"


" Tidak, tapi Sulis yang mengatakan kalau kamu mencintai Gus Ali sebelum kita menikah, bahkan kamu juga menangis semalaman karena tidak rela melepaskan Gus Ali. Uci, kalau memang kamu hanya melihat kasihan pada mas, seharusnya jangan lakukan ini, akan semakin sakit hati mas."


Suci menghapus air matanya, ia menatap mata suaminya.


" Aku sudah tidak mencintai Gus Ali mas, aku tidak pernah melihat mas dengan rasa kasihan, aku tidak pernah bermaksud menyakiti hati mas, bahkan pikiran seperti itu tidak pernah terbesit di pikiranku, aku selalu ingin menjadi yang terbaik di depan mas, karena aku menganggap mas lelaki sempurna, aku tidak pernah memiliki hubungan lebih sebagai kaka beradik bersama mas Rey, dan masalah apartemen, itu uang mas Rey sendiri, aku tidak memakai uangku untuk membeli apartemen itu, mas Rey yang mentransfer uang untuk menyuruhku membeli apartemen."


" Apa yang bisa kamu buktikan kalau kamu menganggapnya hanya sebatas kaka? Kalian berdua bukan kaka kandung, bagai mana bisa kamu bisa menyentuh Reyhan? Uci, cukup jangan terus mengelak mas lelah."


Arkan langsung menutup laptopnya, ia langsung membaringkan tubuhnya, ia membaringkan tubuhnya membelakangi istrinya. Air mata Suci mengalir deras, kenapa suaminya itu tidak percaya padanya? Suci baru saja merasakan cinta terhadap suaminya, tapi ia sudah di hadapkan dengan masalah yang pahit.


" Mas, tolong dengarkan penjelasanku terlebih dahulu."

__ADS_1


" Cukup Uci, mas lelah, mas butuh istirahat."


Suci langsung meremas baju tidurnya sendiri, ia kecewa karena suaminya tidak mau mendengarkan penjelasannya, ia juga tidak berani bersuara lagi saat suaminya bilang mau istirahat.


__ADS_2