Di Nikahi Calon Kaka Ipar

Di Nikahi Calon Kaka Ipar
BAB. 85 Tamparan dari Bunda


__ADS_3

Reyhan yang tadi melihat Arkan dan Suci ke dokter kandungan, ia langsung bertanya ke dokter Parah, dan dokter Parah juga bukan hanya menjelaskan tentang kehamilan Suci, tapi juga menjelaskan tentang kondisi Suci.


Reyhan sekarang sudah ada di depan rumah Anisa, ia yakin kalau yang mengatakan Suci adalah orang ke 3 di hubungan Arkan dan Sulis pelakunya Sulis sendiri.


Reyhan memasuki rumah itu sambil mengucapkan salam.


"Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Anisa yang sedang duduk di ruang keluarga ia tersenyum lebar saat melihat Reyhan.


Reyhan langsung mencuim tangan Anisa, lalu ia langsung duduk di samping Anisa.


"Tumben kemari nak? Sepertinya wajahnya serius sekali?"


"Sulis ada Bun?"


"Ada nak, bentar lagi juga turun, tumben perlu sama Sulis? Biasanya yang kamu cari Suci saat kecil?"


Reyhan tersenyum lebar, ia memang lebih dekat dengan Suci dari pada sama Sulis, walau pun usia Sulis hanya berbeda 3 bulan, tapi ia sama sekali tidak dekat dengan Sulis.


"Ada Perlu Bun."


Tidak lama Sulis menuruni tangga dengan membawa tasnya karena hari ini memang pemotretannya siang.


"Tumben ada apa Rey?"


Sulis bertanya sambil menatap tajam pada Reyhan, ia yakin kalau ke datangan Reyhan ada sangkut pautnya dengan berita yang sedang beredar.


"Duduk dulu, aku mau berbicara sebentar."


Mau tidak mau Sulis terpaksa duduk.


"Aku tidak ingin basa-basi, kenapa kamu mengungkap hubunganmu? Dan kenapa kamu mengatakan kalau Suci menjadi orang ke 3 di hubungan kalian? Kamu tega sekali padanya. Apa kamu tidak memikirkan kondisi Suci yang memiliki darah rendah? Bagai mana kalau Suci sampai stres memikirkan berita konyol karena ulahmu?"

__ADS_1


Reyhan langsung membrondong pertanyaan pada Sulis, tidak ada nada bentakan yang di ucapkan oleh ia, walau pun hatinya sangat emosi, tapi ia masih menghargai keberadaan Anisa yang sebagai Bundanya juga.


"Itu bukan urusanmu, kamu itu tidak perlu ikut campur, tidak ingat posisimu yang sebagai anak angkat? Kalau Bunda tidak membesarkanmu dan membiayai pendidikan kamu, kamu tidak akan bisa sampai sekarang."


Anisa menghela nafas berat saat mendengar ucapan dari putri yang menurutnya tidak sopan.


"Kamu itu terlalu egois Sulis, Suci itu adikmu, bagai mana bisa kamu tega membiarkan Suci jadi bulan-bulanan netizen?"


"Aku tidak peduli! Itu salah Suci yang tidak ingin melepaskan Arkan!"


Sulis berbicara sambil berdiri, tatapan matanya semakin menatap tajam pada Reyhan.


"Otak kamu itu tidak waras iya?!"


Reyhan juga berbicara ikut berdiri, tatapan matanya tidak kalah tajam, ia benci dengan sifat Sulis yang masih selalu saja bersikap kanak-kanakan, selalu saja tidak pernah bersikap dewasa.


"Lelaki gila kamu Reyhan! Kamu berani membentakku karena Suci?! Aku cinta sama Arkan, dan aku ingin memiliki Arkan kembali, Suci itu tidak berhak mengambil milikku!"


"Suci itu adik kandung kamu Sulis? Bagai mana kalau kondisinya ngedrop? Bagai mana kalau sampai membahayakan nyawanya? Darah rendah itu tidak bisa di bilang baik-baik saja Sulis, kamu harus pikirkan itu."


Reyhan mengepalkan ke dua tangannya saat mendengar jawaban dari Sulis, kalau saja ia tidak menghargai Anisa yang sudah membesarkannya, ia ingin sekali melayangkan beberapa tamparan pada pipi dan mulut Sulis, tapi ia sadar kalau ia di besarkan oleh Anisa, membuat ia tidak bisa berbuat banyak.


"Rey, sebenarnya kenapa?"


Anisa masih bingung dengan perdebatan putrinya bersama Reyhan.


Reyhan yang mendengar pertanyaan dari Anisa, ia langsung melihat ke arah Anisa.


"Bunda, Sulis yang membuka hubungan masa lalunya di publik, dan Sulis juga yang mengatakan kalau Suci adalah sebagai orang ke 3 di hubungan mereka."


Anisa langsung menatap ke arah putrinya dengan tatapan tidak percaya, ia yakin kalau ini hanya salah paham, iya yakin kalau putrinya itu tidak akan berbuat nekad, apa lagi Suci adalah adiknya sendiri.


"Benar begitu nak?"


"Yang Rey katakan itu bohong Bun, Rey hanya ingin menjelekanku di depan Bunda."

__ADS_1


Sulis berbicara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, ia berharap Bundanya tidak akan percaya apa yang di ucapkan oleh Reyhan.


"Rey, mungkin ini salah paham, Bunda yakin kalau Sulis tidak akan melakukan itu."


"Apa Bunda tidak memikirkan ucapan Sulis tadi? Suci tidak berhak memiliki miliknya? Rey kenal betul sifat Sulis dan Suci, Bun."


Kini mata Reyhan langsung beralih menatap Sulis lagi.


"Akui semua pada Bunda! Dan segera minta maaf pada Arkan, sebulum Arkan menindak lanjuti perbuatan kamu! Kamu bukan hanya kehilangan pekerjaan saja nanti, tapi kake pasti marah besar kalau tau kamu dalang dari semua ini!"


Sulis menggeleng pelan, ia tidak ingin mengakuinya, kalau pun ia nanti di pecat, ia akan memikirkan cara lain agar bisa mendapatkan Arkan.


"Kamu itu sudah dewasa Sulis! Lelaki yang belum memiliki istri masih banyak di luar sana, apa lagi dengan kamu yang sebagai model papan atas dan bintang iklan, kamu akan mudah mendapatkan lelaki yang kamu inginkan, tapi bukan berarti kamu merusak pernikahan adikmu sendiri."


"Aku hanya mencintai Arkan, Rey! Apa kamu tidak paham juga?!"


"Mencintai memang boleh, tapi bukan berarti ingin memiliki, jangan rusak kebahagian adikmu sendiri, belajarlah untuk merelakan Arkan. Jangan pernah kamu ulangi kesalahan yang sama Sulis, kesalahan kamu saat itu melepaskan Arkan dan sekarang kesalahan kamu ingin merusak rumah tangga mereka dengan jari-jari netizen, agar Suci mundur begitu dari pernikahannya? Kamu terlalu egois, seharusnya kamu sebagai kaka memberikan contoh yang baik untuk adikmu, bukan ingin merusak rumah tangga adikmu."


"Itu karena Arkan tidak menginginkanku lagi, Rey, apa salah aku berjuang untuk cintaku? Aku sudah menawarkan diri untuk menjadi istri ke dua, tapi Arkan tidak menginginkanku, cara satu-satunya hanya membuat Suci mundur dari pernikahannya agar aku bisa mendapatkan Arkan kembali."


Plak...


Sebuah tamparan mendarat mulus di pipi kanan Sulis, ini pertama kalinya Anisa melakukan kekerasan pada putrinya, dari kecil hingga dewasa, ia selalu mendidik ke dua putrinya dan Reyhan dengan kasih sayang, tutur bahasanya selalu lemah lembut, tapi kali ini putrinya sudah melakukan di luar batas.


"Bunda menampar Sulis?!"


Sulis memegangi pipinya sambil melihat mata Bundanya dengan perasaan tidak percaya kalau Bundanya akan melakukan kekerasan padanya.


Setetes air mata Anisa langsung jatuh begitu saja, ia terlalu emosi pada putrinya yang melakukan kesalahan sangat besar.


"Sulis, selama ini Bunda selalu mendidikmu dengan kasih sayang dan cinta, dari kecil hingga dewasa Bunda belum pernah sedikit pun kasar sama kamu, Bunda pernah berbicara kasar saat kamu memojokan masa lalu adikmu sekali dan Bunda masih mengingatnya, tapi kali ini kamu sudah di luar batas. Bunda tidak pernah mengajarimu untuk merusak rumah tangga orang lain, apa lagi itu rumah tangga adikmu sendiri."


Anisa menghela nafas berat saat tau pakta purtinya.


Reyhan mengelus punggung Anisa, ia tau kalau Anisa selalu mendidik ke dua putrinya dan ia dengan kasih sayang yang tulus, tidak pernah sedikit pun marah atau emosi pada ke dua putrinya dan ia

__ADS_1


__ADS_2