Di Nikahi Calon Kaka Ipar

Di Nikahi Calon Kaka Ipar
BAB. 62 Saham


__ADS_3

Erlangga sangat bersyukur karena ternyata mereka memang saling mencintai, Suci adalah alasan kenapa ia tidak menyetuji pernikahan cucunya dengan Sulis, karena awalnya ia akan menjodohkan cucunya dengan Suci bagai mana pun caranya. Suci juga dalam pengawasaan Erlangga selama 3 tahun ini, jadi ia tau betul kegiatan Suci di luar pesantren.


" Jadi kake tidak marah dengan pernikahan kami?"


Suci bertanya dengan perasaan bingung pada kake dari suaminya.


" Mana mungkin kake marah sama kamu nak, kake hanya ingin tau kalau kalian saling mencintai apa tidak. Kake suka dengan jawabanmu yang begitu berani mengambil resiko untuk suamimu."


Erlangga mengacungkan dua jempolnya, ia memang sangat kagum dengan jawaban dari Suci tadi, bahkan ia sudah mengganti panggilan saya menjadi panggilan kake.


" Arkan, istrimu adalah alasan kake tidak setuju dengan pernikahanmu bersama Sulis."


" Maksud kake apa?"


" Iya, awalnya kake akan menjodohkan kamu dengan Suci bagai mana pun caranya, Suci adalah Gadis yang pernah kamu cintai dalam pandangan pertama, terlebih keperibadian Suci yang berubah tidak seperti 3 tahun yang lalu. Kake percaya kalau Suci akan membawa pengaruh baik untukmu, seperti sekarang kamu tidak memiunum alkhol lagi, karena malu dengan istrimu, itu kenapa alasan kake tidak setuju bersama Sulis."


Setelah mendengar jawaban dari kakenya, Arkan merasa sangat bahagia, ia tidak menyangka kalau kakenya dulu akan menjodohkan ia dengan Suci.


Suci juga tersenyum bahagia, bukan karena soal perjodohan, tapi ia bahagia karena kake dari suaminya itu sedang menguji seberapa besar cintanya dan cinta dari suaminya. Walau pun Suci tau suaminya mencintainya.


Namun Suci antara percaya dan tidak percaya kalau suaminya jatuh cinta padanya dalam pandangan pertama, tapi sekarang ia percaya sepenuhnya setelah mendengar ucapan dari kake suaminya.


" Jadi mas memang benar mencintaiku dalam pandangan pertama?"


" Iya sayang, yang mas katakan tidak bohong."


Arkan mencium kening istrinya sekilas sambil tersenyum, ia tidak peduli ada kake dan ke dua orang tuanya. Itu membuat mereka hanya tersenyum bahagia melihat ke romantisan Arkan dan Suci.


" Nak Suci, kake minta maaf karena tadi menghinamu, kake hanya ingin tau sebesar apa cintamu pada suamimu."

__ADS_1


Suci mengangguk pelan sambil tersenyum, pandangannya masih tetap menunduk setiap kali menatap kake dari suaminya.


" Tidak apa-apa kakek, Uci mencintai mas Arkan karena Allah kek, jadi Uci selalu percaya kalau mas Arkan adalah lelaki terbaik untuk Uci, itu kenapa Uci berani mengambil resiko apa pun, asalkan resikonya tidak menentang ajaran Allah. Mas Arkan adalah suami Uci, jadi mas Arkan adalah surganya Uci."


Senyuman Erlangga melebar saat mendengar jawaban dari Suci, inilah yang membuat ia mantap untuk menjodohkan mereka berdua, keperibadian Suci yang begitu baik dan tulus. Erlangga langsung memanggil asisten pribadinya.


" Kania! Kemari bawa sertipikatnya!"


" Baik tuan!"


Kania yang dari tadi duduk di bangku teras ia masuk membawa sertipikat Wijaya Grup.


" Ini tuan."


Kania memberikan sertipikat itu pada Erlangga. Erlangga mengangguk, ia mengambil sertipikat yang di berikan asistennya. Setelah asistennya keluar lagi, Erlangga langsung mengalihkan pengalihan nama.


" Arkan, kake hanya memberimu saham dari Wijaya Grup 30%. Sedangkan yang 70% sahamnya lagi, kake berikan atas nama istrimu, agar kelak saat media meliput pernikahan kalian Suci dan kamu memiliki kesamaan, karena bagai mana pun juga kamu masih memiliki perusahaan Xien Grup."


" Kake, Uci tidak menginginkan itu, Uci tulus mencintai mas Arkan, bahkan saat kake memberi restu saja Uci sudah cukup bahagia."


" Tidak apa-apa nak Suci, kamu pantas mendapatkannya, kake sangat menyayangimu seperti cucu kake sendiri semenjak Arkan mencintaimu 3 tahun yang lalu, dan ini adalah janji kake, kalau sampai Arkan menikah dengan kamu, 70% saham Wijaya Grup milikmu."


Suci tersenyum lebar di balik cadarnya saat mendengar kake dari suaminya menganggapnya cucunya sendiri.


" Walau pun Arkan tidak di kasih dan memberikan atas nama Suci juga tidak masalah kek."


" Memang tidak masalah, tapi apa yang akan di pertanyakan oleh wartawan saat hubunganmu di liput ke media? Mereka akan bingung karena mereka sudah tau kalau kamu pemilik sah dari Wijaya Grup, tapi kalau kake memberikan 30% saham, itu artinya mereka akan berpikir yang 70% saham di beli oleh istrimu, kake tidak ingin nama Suci jelek nanti di media."


Erlangga percaya lambat laun hubungan pernikahan mereka akan di ketahui publik, dan sebelum semuanya tau, ia hanya untuk berjaga-jaga, ia takut kalau Suci nanti di cap hanya mengharapkan harta dari keluarga Wijaya Grup.

__ADS_1


Arkan mengangguk paham, ia memang akan mengungkapkan ke media siapa Suci sebenarnya, setelah ia sembuh, ia tidak mau semua rekan bisnis wanitanya itu masih banyak yang mencintainya, jadi ia akan mengungkap siapa Suci, di tambah lagi ia takut Sulis lebih dulu mengungkap ke media perihal hubunganya di masa lalu dulu dan menjadikan Suci kambing hitam di retaknya hubungan mereka.


" Arkan, nak Suci silahkan tanda tangani sertipikat ini."


Erlangga menggeser sertipikatnya ke arah meja ke depan Suci. Arkan dan Suci mengangguk pelan. Arkan lebih dulu menanda tangani sertipikat itu, lalu di teruskan oleh istrinya juga yang ikut menanda tangani.


" Terima kasih kake."


" Sama-sama nak Suci, kake tau kalau kamu akan mewariskan bisnis kakemu, di usiamu 21 tahun, tapi kake hanya ingin berjaga-jaga kalau sampai identitas aslimu belum terungkap."


Walau pun Erlangga tinggal di luar negri, tapi ia tau banyak tentang Suci, terutama tetang siapa kake Suci sebenarnya.


" Jadi papa dari tadi cuma bercanda?"


Keyla menatap papa mertua lamanya dengan tatapan tidak percaya.


" Iya iya lah Key, mana mungkin papa tega untuk menyakiti hati mereka berdua, apa lagi yang Arkan nikahi adalah Suci, wanita sholehah yang bisa membimbing Arkan ke jalan yang lebih baik."


Keyla tersenyum lebar saat mendengar jawaban dari papa mertua lamanya.


" Nak Suci, kake titip Arkan padamu, kake percaya kalau hanya kamu yang bisa membuat cucu kake bahagia, karena semenjak papanya meninggal, Arkan seperti sudah lupa bagai mana caranya tersenyum kebahagia, senyuman yang Arkan tujukan hanya untuk terlihat ramah, tapi semjak menganalmu Arkan bisa tersenyum bahagia."


Suci mengangguk pelan saat mendengar ucapan dari kake suaminya, dan ia juga berharap sampai kapan pun hanya ia wanita satu-satunya yang membuat suaminya tersenyum bahagia.


" Ih kake mana ada seoran istri di titipin suami, yang ada seorang suami di titipin istri, jangan buat Arkan malu kek."


Arkan sangat kesal dengan ucapan dari kakenya, bukan'kah tugasnya seorang suami yang di titipkan?


" Saling menjaga apa salahnya Arkan? Kamu itu iya mengeyel mulu. Sudah, kake mau istirahat dulu, kake sangat mengantuk setelah menonton drama dari kalian yang sangat romantis."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Erlangga langsung pergi ke arah life untuk pergi ke kamarnya saat ia berkunjung ke sini, ia memiliki kamar di lantai 7


__ADS_2