
Tatapan keduanya bertemu. Baik Kyra atau pun Reyhan sama-sama terdiam. Kyra menatap kesal, kecewa dan marah pada pria yang sudah memberikan harapan palsu padanya itu, berbeda dengan Reyhan yang menatap penuh rasa rindu dan bersalah pada Kyra.
"Jangan mendekat padaku!" bentak Kyra saat melihat Reyhan akan bergerak mengikis jarak antara mereka. Kyra melangkah mundur dan bersiap memutar tubuhnya untuk pergi dari sana, tetapi Reyhan dengan cepat memeluk Kyra dari belakang.
"Maaf," ucapnya pelan.
Kyra memejamkan matanya, entah mengapa pelukan Reyhan terasa begitu menenangkan untuknya seakan pelukan Reyhan adalah sesuatu yang Kyra rindukan.
Tidak Ky. Dia sudah mempermainkan perasaanmu. Batin Kyra memperingati dirinya untuk berontak, tetapi hatinya membuat Kyra justru bertahan dalam posisi mereka.
"Berikan aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Tolong," ucap Reyhan lagi.
Kyra ingin sekali memakai Reyhan, meluapkan semua amarahnya, tetapi mendengar ucapan dan suara Reyhan yang terdengar benar-benar tulus membuat Kyra berpikir untuk mendengarkan terlebih dulu penjelasan Reyhan.
"Lepaskan aku!" ucap Kyra membuat Reyhan semakin mempererat pelukannya.
"Tidak, Ky. Aku tidak akan pernah melepaskanku, aku mencintaimu," ucap Reyhan dengan begitu lantang.
Cinta? Dia bilang mencintaiku? Apa kali ini dia serius? Batin Kyra.
"Aku mohon jangan tinggalkan aku, jangan memintaku untuk pergi, jangan memintaku untuk melepaskanmu. Aku tidak akan bisa tanpamu," ucap Reyhan lagi.
__ADS_1
Wajah Kyra merona, marah dan bahagia menjadi penyebabnya. Kyra jelas marah pada Reyhan, tapi tak Kyra pungkiri jika Kyra juga merasa sangat senang mendengar pengakuan Reyhan yang mengatakan mencintainya.
"Lepaskan aku! Bagaimana aku bisa memberimu kesempatan untuk menjelaskan jika kamu memelukku begitu erat seperti ini, Om. Aku bahkan sulit bernafas karena pelukan, Om." Kyra ingin sekali tertawa mengatakan semua itu, tetapi berusaha menahannya, sebab sekarang bukan waktunya untuk bercanda.
Reyhan yang mendengar itu menjadi salah tingkah. Reyhan perlahan melepaskan pelukannya, tetapi tidak melepaskan Kyra. Reyhan menarik tangan Kyra untuk masuk ke dalam kamarnya.
"Om!" sentak Kyra saat Reyhan membawanya masuk ke dalam kamar, lalu mengunci pintu kamar.
"Aku tidak akan melakukan hal-hal yang tidak kamu sukai. Aku hanya ingin kita berbicara berdua tanpa ada yang mendengar atau pun mengganggu kita," terang Reyhan sebelum Kyra salah paham.
"Baiklah, jelaskan!"
Kyra yang mendengar itu bergegas untuk duduk di sofa yang ada di sana, diikuti Reyhan yang duduk di sebelahnya, menghadap padanya dengan tangan yang senantiasa menggenggam tangan Kyra.
"Aku akan menjelaskan semuanya tanpa ada yang aku tutupi. Tolong dengarkan aku, jangan memotong penjelasanku. Tolong juga untuk tidak marah padaku," ucap Reyhan lagi menatap Kyra dengan begitu serius.
"Berjanjilah kamu tidak akan marah padaku," ucap Reyhan lagi saat Kyra masih saja terdiam.
"Om, jelaskan! Jangan membuang waktu!"
Reyhan menarik nafas dalam, mengembuskan ya perlahan sebelum akhirnya menjelaskan semuanya.
__ADS_1
"Sebelum bertemu denganmu, aku menjalani hari-hari yang begitu buruk. Aku larut dalam penyesalan dan rasa bersalah pada Maria. Aku sangat mencintainya, tetapi aku juga yang sudah menghancurkan cinta antara kami. Aku mengecewakannya, aku tidak bisa tegas, aku tidak memperjuangkan cinta kami, aku benar-benar pria yang buruk," ucap Reyhan.
"Aku pikir selamanya aku akan terbelenggu dalam cinta yang sudah usai karena namanya akan selalu ada di hatiku. Sedikit pun aku tidak dapat melupakannya, aku sangat mencintainya. Aku juga pikir selamanya aku tidak akan bisa mencintai wanita lain, aku tidak akan bisa bahagia, tetapi semua itu berubah setelah aku bertemu denganmu."
"Om mencintaiku?" tanya Kyra.
"Mungkin apa yang aku katakan akan membuatmu kesal, tetapi aku akan berkata yang sejujurnya. Aku tidak ingin ada kebohongan dalam hubungan kita, mendapat restu dari orang tuamu sudah sangat sulit, aku tidak ingin menambah masalah dalam hubungan kita karena itu aku akan mengatakan semuanya."
"Seperti yang aku katakan, sangat sulit untukku melupakan Maria. Aku selalu mencari cara agar dapat melupakannya atau sekedar mencari hiburan agar Maria lenyap dari pikiranku, tetapi semua tidak berhasil, hingga akhirnya aku bertemu denganmu. Kehadiranmu membuat hari-hariku kembali cerah, aku merasa jika kamu adalah satu-satunya hal yang dapat membuatku melupakan Maria, karena itu aku mendekatimu."
Meski Kyra merasa terharu mendengar penjelasan Reyhan, tetapi ada hal yang juga mengganjal di pikirannya. "Jangan katakan jika aku hanya pelarian!" ucap Kyra ragu mengatakannya.
Mata Kyra membulat sempurna saat melihat Reyhan hanya diam. "Jadi, benar aku hanya pelarian? Aku hanya sebatas pelampiasan, sebagai pengganti dia?" ulang Kyra bertanya.
"Om, jawab aku!" teriak Kyra melepaskan tangannya dari genggaman Reyhan lalu bangkit berdiri.
"Awalnya seperti itu, teta–"
Kyra tertawa mendengar jawaban Reyhan, tetapi air matanya tanpa bisa ditahan sudah mengalir keluar.
"Jahat!"
__ADS_1