Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Paket Lengkap


__ADS_3

"Mami..."


Mendengar suara yang jelas sangat mereka kenal, membuat tatapan Laras dan Reyhan langsung tertuju ke asal suara. Baik Laras ataupun Reyhan terkejut atas kehadiran Kyra.


"Kyra," ucap keduanya serentak.


Kyra berjalan kaku menghampiri keduanya, lalu duduk di samping Laras.


"Mi," ucapnya penuh kebingungan.


"Reyhan datang untuk membicarakan hubungan kalian." Laras yang mengerti dengan situasi, dengan cepat menjelaskan pada putrinya.


"Lalu?" tanya Kyra berharap respon Laras berbeda dengan Dirga.


"Tanyakan saja padanya. Dia memberikan ini pada Mami. Sogokan," jawab Laras tertawa pelan mengatakannya.


Kyra yang mendengar itu langsung membuka map yang dimaksud oleh Laras. Mata cantik itu terbelalak melihat apa yang ada di dalamnya. "Mi, apa maksudnya?" tanya Kyra semakin bingung.


"Dengarkan Mami. Jadi begini, dia datang untuk meminta restu Mami. Mami menantangnya dengan meminta dia memberikan semua asetnya atas namamu sebagai jaminan dia tidak akan menyakitimu, dan dia menerima tantangan Mami. Dia menyetujui syarat dari mami dan inilah hasilnya," ucap Laras menjelaskan apa yang terjadi.


Kyra yang mendengar itu semakin terkejut, tatapan Kyra beralih pada Reyhan yang hanya diam membiarkan Laras menjelaskan semuanya.


Reyhan yang berpikir sudah waktunya dia berbicara, angkat suara. "Jangan salah paham. Aku melakukan semua ini karena aku tulus mencintaimu, Ky. Aku serius padamu."


Laras tersenyum haru mendengar ucapan Reyhan, begitu juga Kyra yang begitu terharu melihat perjuangan Reyhan. Semua yang Reyhan lakukan membuat Kyra semakin yakin jika Reyhan tulus mencintainya. Semua prasangka buruk yang sempat ada pada Kyra terhadap Reyhan selama ini lenyap sudah. Kyra sepenuhnya percaya pada Reyhan dan pada perasaannya sendiri yang sudah benar-benar menerima kehadiran Reyhan.

__ADS_1


"Mami keluar sebentar! Kalian bicaralah," ucap Laras bangkit dari duduknya, sengaja ingin memberikan waktu untuk Reyhan Kyra.


Setelah Laras keluar dari ruangannya, Reyhan pindah duduk di samping Kyra, Reyhan ingin berbicara lebih dekat dengan Kyra, tetapi Kyra justru langsung menghambur memeluknya. Senyum terbit di wajah tampan Reyhan mendapat perlakuan Kyra. Kecupan yang lembut Reyhan berikan di kepala Kyra.


"Maaf jika aku belum bisa sepenuhnya meyakinkan kedua orang tuamu," ucap Reyhan dengan tangannya yang mengusap lembut punggung Kyra.


Kyra melepaskan pelukannya, menatap dalam pada Reyhan yang juga tengah menatapnya. "Aku mencintaimu." Dua kata yang beberapa hari belakangan sering Kyra ucapkan itu menjadi kata yang selalu dapat membuat Reyhan merasa sangat bahagia mendengarnya.


"Aku juga sangat mencintaimu," balas Reyhan mengecup dahi Kyra.


"Apa Mami mengatakan hal-hal ya–"


"Tidak. Mamimu merestui hubungan kita," jawab Reyhan memotong pertanyaan Kyra yang sudah dapat ditebaknya.


"Benarkah?" tanya Kyra memastikan.


"Bagaimana dengan semua aset itu?" tanya Kyra lagi.


"Kenapa bertanya? Bukankah bagus? Jika aku mengkhianatimu, maka bukan hanya kehilanganmu, aku juga akan kehilangan semuanya," jawab Reyhan tenang.


"Yakin?" 


"Ya, sangat yakin."


"Bagaimana jika suatu hari justru aku yang berkhianat?" 

__ADS_1


"Itu tidak akan terjadi," ucap Reyhan.


"Kenapa tidak?" tanya Kyra yang terus saja ingin menguji Reyhan dengan pertanyaannya.


"Karena aku tidak akan membiarkan pria manapun mendekatimu apalagi merebut milikku. Tidak akan ada kesempatan untukmu  mengkhianatiku. Aku akan memastikan menjadi paket lengkap untukmu, sehingga kamu tidak menemukan satu kekurangan pun dariku," jawab Reyhan lantang, membuat Kyra tersenyum mendengarnya. Begitu juga seseorang yang berdiri di balik pintu menguping pembicaraan mereka.


***


Di tempat lainnya. Dirga yang baru saja mendapat telepon dari Laras terdiam memikirkan semua yang Laras katakan.


Dirga masih mengingat jelas semuanya, apa yang Laras katakan masih terngiang di telinganya.


"Halo, ada apa?" tanya Dirga menjawab telepon dari Laras, mantan istrinya.


"Aku merestui hubungan Kyra dan Reyhan. Dia pria yang baik menurutku, dan aku harap kamu juga dapat merestui hubungan mereka,"  ungkap Laras langsung setelah mendengar suara Dirga.


Dirga jelas terkejut mendengar penuturan Laras, karena sebelumnya sang mantan istri mendukung keputusannya. Lalu kenapa sekarang semuanya berubah?


"Apa yang dia berikan padamu sehingga membuatmu berubah pikiran?" tanya Dirga penuh selidik.


"Dia memberikan apa yang dulu tidak dapat kamu berikan pada orang tuaku," jawab Laras membuat Dirga terdiam.


Ya. Apa yang Laras katakan benar. Dulu, saat awal pertama Dirga memperkenalkan diri sebagai kekasih Laras pada orang tua Laras, kedua orang tua Laras pernah meminta persyaratan seperti yang Laras minta pada Reyhan. Bukan karena keserakahan, tetapi hanya sebagai bentuk dan jaminan jika pria yang menjadi pasangan putri mereka akan berpikir dua kali untuk melakukan hal yang menyakiti putri mereka. Namun, tantangan yang dulu kedua orang tua Laras berikan tak dapat dituruti oleh Dirga dengan alasan jika apa yang dia miliki adalah milik keluarganya.


"Kenapa mengungkit masa lalu?" tanya Dirga tak terima.

__ADS_1


"Sekali lagi aku tegaskan, Dirga. Mungkin semua itu terdengar seperti keserakahan, tetapi yang sesungguhnya bukan itu, kamu pahami sendiri apa yang aku maksud. Aku hanya ingin mengatakan keputusanku tentang merestui hubungan Kyra dan Reyhan. Aku harap kamu bisa lebih bijak dan dewasa dalam berpikir karena sudah sepatutnya kamu dapat berpikir dan bersikap lebih bijaksana lagi," ucap Laras memutuskan panggilan telepon secara sepihak.


"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Dirga memikirkan semua yang terjadi dan ucapan mantan istrinya.


__ADS_2