
Di dalam toilet, Kyra sama sekali tidak melakukan apapun. Kyra hanya diam berdiri menatap cermin besar yang ada di depannya. Sikap Reyhan benar-benar membuat Kyra merasa tidak menentu, perasaan-perasaan yang tidak pernah Kyra rasakan seakan datang setiap mendapat perlakuan lembut serta perhatian-perhatian kecil dari Reyhan.
Ucapan Reyhan yang menyebutkan pesanan pada pelayan juga berhasil membuat Kyra bertanya-tanya serta merasa dipedulikan. Sangat jarang orang-orang tahu apa yang dia suka dan tidak dia sukai. Tapi Reyhan justru tahu apa yang tidak Kyra suka dalam hal makanan, membuat setiap kali Kyra berusah menjauhkan Reyhan darinya, tetapi sikap pria itu selalu saja dapat memberikan kesan lain di hati Kyra.
Kyra yang merasa bingung dengan sikap Reyhan berniat mencari tahu di internet tentang sikap pria itu yang jika dipikirkan maka akan membuat siapa pun berpikir Reyhan benar-benar menyukai Kyra.
Kyra menghentakan kakinya kesal saat sadar dia tidak membawa ponselnya ke dalam toilet.
"Tidak, Ky. Ingat umur. Dia sudah sangat tua, dia tidak cocok denganmu. Meskipun dia bersikap baik, kamu tetap saja tidak boleh begitu cepat tertipu. Bisa saja dia hanya ingin mempermainkanmu, jangan juga begitu muda kagum hanya karena dia bisa bersikap lembut padamu! Kamu sama sekali tidak mengenal siapa dia. Usianya jauh darimu dan pengalamannya sama sekali tidak akan sebanding denganmu yang tidak punya pengalaman apa pun dalam urusan asmara. Ingat. Jangan jadi wanita bodoh!" ucap Kyra menatap pantulan dirinya di cermin, seakan memperingati dirinya sendiri untuk tidak salah dalam menyikapi semua yang dilakukan Reyhan.
Kyra kembali berusaha untuk bersikap tenang dan acuh seperti biasanya, keluar dari toilet lalu kembali menghampiri Reyhan. "Dengan siapa dia berbicara?" gumam Kyra dari kejauhan melihat Reyhan tengah menelpon seseorang sembari tersenyum menatapnya.
Gila. Dia benar-benar memainkan peran pria bucin dengan baik. Kyra mengumpat dalam hati.
"Tidak, itu ponselku!" pekik Kyra pelan saat sadar Reyhan berbicara di telepon menggunakan ponselnya.
"Jangan menyentuh barangku tanya izinku!" tegur Kyra dengan wajah kesal saat Kyra sudah kembali duduk di kursinya.
"Aku hanya menjawab, karena ponselmu terus berdering. Bagaimana jika itu penting? Aku pikir tidak ada salahnya aku menjawab panggilan yang masuk ke ponselmu," ucap Reyhan dengan santainya, tanpa rasa bersalah sama sekali.
"Kenapa Anda lancang sekali menyentuh barangku? Apa Anda tidak tahu apa itu sopan santun?" tanya Kyra kesal.
"Aku kekasihmu. Apa yang salah? Lagipula aku hanya menjawab telepon dari temanmu, mereka mengkhawatirkanmu jadi aku bilang kamu baik-baik saja bersamaku. Jika kamu tidak terima, kamu juga bisa menjawab telepon yang masuk ke ponselku. Simpan saja ponselku!" Reyhan mengeluarkan ponselnya dan menyodorkan pada Kyra. Saat Kyra tak juga mengambil ponselnya, Reyhan meletakkan ponselnya di atas meja, tepat di samping tangan Kyra.
Ya Tuhan. Dia benar-benar akan membuatku gila. Ada apa sebenarnya? Apa kami benar-benar berpacaran? Apa seperti ini sikap orang saat berpacaran? Tanya Kyra dalam hati.
__ADS_1
"Aku tidak perlu. Tidak ada urusannya denganku!" Kyra mengenbalikan ponsel Reyhan.
"Semua yang ada padaku jelas menjadi urusanmu, begitu pun sebaliknya semua urusanmu menjadi urusanku," ucap Reyhan.
"Kenapa bisa?" tanya Kyra dengan bodohnya membuat Reyhan yang merasa gemas mencubit pelan hidung mancung Kyra sembari menjawab. "Karena kita pasangan."
Semburat kemerahan kembali menjadi perona di wajah Kyra. Siapa pun yang berada di posisinya pasti akan merasakan hal yang sama. Diperlakukan dengan begitu lembut dan mendapat rayuan manis dari pria seperti Reyhan pasti akan membuat wanita meleleh. Tak dipungkiri Kyra saat ini yang mulai meleleh akan sikap Reyhan, tetapi sekeras mungkin berusaha ubtuk tidak terlena.
"Berhentilah menyentuhku!" Kyra menepis tangan Reyhan yang masih saja berada di hidungnya, mengusap hidung Kyra setelah tadi mencubitnya.
"Kamu berpura-pura marah, tetapi wajahmu memperlihatkan hal yang sebaliknya. Aku tahu apa yang kamu rasakan, Sayang. Wajahmu terlihat jauh lebih cantik saat merona seperti sekarang." Bukannya menjauh, Reyhan justru mendekatkan tubuhnya pada Kyra, berbisik mengatakan itu semua, diakhiri dengan hembusan kecil di daun telinga Kyra.
"Apa yang Anda katakan pada temanku?" tanya Kyra mendorong pelan tubuh Reyhan agar kembali duduk dengan tenang.
Kyra benar-benar merasa malu pada orang-orang yang ada di sekitarnya, sebab Kyra sadar sedikit banyak mereka yang ada di sana diam-diam melirik padanya dan Reyhan.
"Sayang, kenapa? Kepalamu pusing?" tanya Reyhan sembari menahan tawa menghampiri Kyra dan mengusap dahi Kyra.
"Ya, sangat pusing," jawab Kyra pelan, tanpa niat menoleh pada Reyhan yang sudah berdiri di sampingnya, siap memijat pelipis Kyra.
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Reyhan lagi sedikit menunduk sehingga saat Kyra menoleh, wajah mereka terlihat sangat dekat. Reyhan dengan liciknya memanfaatkan itu semua, dia dengan sengaja semakin mendekatkan wajahnya sehingga bibir Kyra menyentuh pipinya.
"Kamu diam-diam juga mesum," bisik Reyhan pada Kyra yang semakin menjadi salah tingkah dan wajah yang semakin merona.
"Menjauh dariku!" Kyra mendorong pelan dahi Reyhan membuat Reyhan kembali berdiri dengan tegap, tetapi tetap saja memperlihatkan senyumnya yang mampu membuat siapa pun terpesona.
__ADS_1
"Apa Anda tidak bisa untuk tidak tersenyum? Tolong duduklah dengan tenang dan berhentilah tersenyum seperti itu!" ucap Kyra.
Reyhan yang mendengar itu kembali duduk di tempatnya, tetapi tidak menghilangkan senyum di wajahnya.
"Aku sedang bersama kekasihku, bagaimana bisa aku menghilangkan senyumku? Aku tersenyum menandakan jika aku bahagia, apa itu salah?" Reyhan terus saja membuat wajah Kyra merona mendengarnya.
Kyra yang merasa tidak akan menang melawan Reyhan, akhirnya memilih diam, begitupun dengan Reyhan terlebih saat pelayan datang dan mulai menghidangkan pesanan mereka.
"Kalian terlihat sangat serasi," celetuk pria yang baru saja menyajikan makanan, membuat Kyra langsung menatapnya.
"Kami?" ucapnya.
"Ya, teman-teman saya juga mengakui itu. Senang melihat kalian di sini, kehadiran kalian memberikan nuansa romantis pada restoran kami. Semoga hubungan kalian langgeng," ucap pria itu dengan tulus mengatakannya.
Reyhan yang mendengar itu hanya bisa tersenyum senang, tetapi tidak dengan Kyra yang terdiam mencerna apa yang telah di dengarnya dari pelayan.
Apa? Benarkah kehadiran kami dianggap seperti itu? Apa benar aku terlihat serasi dengan pria tua ini? Apa aku juga terlihat tua di mata mereka? Krya bertanya-tanya dalam hatinya.
"Silahkan dinikmati makanannya! Ini bonus dari restoran kami untuk pasangan paling romantis hari ini," ucap pelayan itu lagi meletakan hidangan terakhir yaitu puding cantik berbentuk hati.
"Terima kasih," ucap Reyhan sebelum pelayan itu pergi, mengabaikan tatapan kesal Kyra padanya.
__ADS_1
**Antara mau tapi malu si Abegeh🤭🤭**