
Pelukan itu terlepas, tetapi posisi keduanya masih sangat dekat, dengan wajah yang saling menatap hingga bibir keduanya kembali bertemu. Beberapa saat kemudian akhirnya Reyhan melepaskan tautan bibir mereka. Kyra tentu saja merasa sangat malu, karena Reyhan tidak menahan dirinya sama sekali. Kyra ingat jika dirinya harus segera kembali ke kamarnya, sebelum Dirga menyadari kalau Kyra tidak ada di kamarnya sekarang. Meskipun terasa sedikit enggan untuk berpisah dengan Reyhan, tetapi Kyra juga tidak ingin jika hubungannya dengan sang ayah memburuk.
“Om, aku harus segera kembali ke kamar sekarang. Kalau Papi sampai tahu aku tidak ada di kamar, Papi pasti akan lebih marah padaku,” ucap Kyra yang menunjukkan raut tidak berdaya di wajahnya.
“Baiklah, sebaiknya kau cepat kembali, walaupun aku masih ingin habiskan waktu lebih banyak denganmu, tapi aku juga tidak mau jika kau mendapatkan masalah karena aku. Aku pasti akan memperjuangkan hubungan kita, Ky. Jadi kamu tenang saja, nikmati waktumu bersama papimu sekarang. Kita akan bertemu lagi nanti.” Reyhan tentu tidak bersedia melepaskan Kyra begitu saja, tetapi Reyhan juga sama tidak berdayanya seperti Kyra.
“Om harus menjaga diri orang baik-baik, ingat untuk merawat luka Om dengan benar. Karena aku tidak mau menikah dengan seorang pria berwajah jelek.” Setelah mengatakan hal itu, Kyra segera berlari keluar kamar. Sebab Kyra tidak memiliki banyak waktu untuk bersiap-siap sekarang.
Reyhan hanya tersenyum melihat tingkah Kyra yang sangat menggemaskan di matanya. Tetapi setelah Kyra tidak terlihat lagi, Reyhan merasakan kehampaan di hatinya. Reyhan harus bisa membuat rencana untuk masa depan mereka. Karena kali ini, Reyhan tidak akan menyerah untuk mendapatkan Kyra.
***
Silva dan Andini masih menunggu dengan cemas, karena mereka tidak tahu ke kamar mana Kyra pergi, sedangkan mereka bertugas untuk mengalihkan Dirga, jika Dirga datang mencari Kyra di saat dia belum kembali. Saat melihat Kyra akhirnya datang, mereka berdua merasa sangat senang, akhirnya mereka bisa kembali bernapas dengan lega.
“Kyra, akhirnya kau kembali, kami sangat takut kalau kau tidak kembali tepat waktu,” ucap Andini sembari menggandeng Kyra masuk ke dalam kamar.
“Iya, mataku sampai capek karena melihat ke arah lift terus. Takut-takut papimu datang waktu kau belum kembali. Liburan kali ini menegangkan banget.” Silva juga mengatakan pendapatnya mengenai liburan mereka kali ini.
__ADS_1
“Aku juga takut kalau aku datang terlambat. Untung saja aku ingat waktu. Kalau enggak, aku juga enggak tahu hukuman apa yang akan Papi aku berikan buat aku. Sekarang kita santai sebentar, kalian sudah mengemas barang ke koper, kan?” tanya Kyra yang ingat sebelum pergi Kyra meminta kedua temannya untuk mengemas bareng mereka ke dalam koper.
“Tenang saja. Masalah barang-barang kita semuanya aman,” jawab Andini
Kyra berniat akan beristirahat sebentar sebelum Dirga datang. Sayangnya Kyra harus membatalkan keinginannya itu, karena Dirga datang tepat ketika Kyra akan beristirahat.
“Sayang, Papi sudah menyiapkan lokasi yang baru untuk kita. Kemasi barang-barangmu sekarang! Karena kita akan segera pindah hotel,” perintah Dirga pada Kyra.
“Baik, Pi. Kyra akan turun 10 menit lagi.” Kyra tidak lagi menunda waktunya untuk mengemas barang-barangnya yang tidak terlalu banyak ke dalam koper.
Setelah Dirga keluar, Kyra segera mengajak teman-temannya untuk mengecek barang-barang mereka lagi. Setelah memastikan bahwa tidak ada barang yang tertinggal, barulah Kyra keluar meninggalkan kamar mereka.
Sepuluh menit telah berlalu, Kyra sudah sampai di hadapan Dirga yang segera menaiki sebuah taksi untuk membawa mereka menuju hotel yang sudah dipesan oleh Dirga. Sebab Dirga juga tidak ingin momen liburan bersama putrinya rusak begitu saja, hanya karena Reyhan. Dirga bisa memastikan keamanan putrinya. Sebab rasanya sudah lama sekali Dirga tidak menghabiskan waktu hanya berdua bersama putrinya.
Setelah beberapa menit berkendara, akhirnya mereka sampai ke hotel yang dipilih Dirga untuk menghabiskan liburan mereka di Bali. Kali ini Dirga berharap Reyhan tidak akan mengikuti anaknya lagi, atau mereka akan segera pulang tanpa menikmati liburannya.
Kyra berpikir jika sore ini dia akan sempat melihat Sunset bersama sang ayah, saya Kyra harus benar kekecewaannya lagi, sebab Dirga masih saja disibukkan dengan pekerjaannya. Membuat Kyra akhirnya menyerah untuk mencari perhatian ayahnya lagi. Syukurnya Kyra datang bersama teman-temannya, kalau tidak, liburan Kyra kali ini pasti akan terasa sangat membosankan.
__ADS_1
“Ayo kita main ke pantai sekarang, mumpung hari sudah mulai sore. Jadi kulit kita enggak akan terbakar sinar matahari,” ajak Kyra pada kedua temannya setelah mereka selesai membereskan barang-barang ke dalam kamar.
"Tumben kamu lebih dulu berinisiatif," ucap Andini, tapi tak menolak ajakan Kyra. “Oke. Aku juga sudah enggak sabar menikmati liburan kita, soalnya ini pertama kalinya aku datang ke Bali. Enggak menyangka kalau aku bisa menginjakkan kakiku di sini. 2 tempat yang berbeda di Bali. Rasanya senang sekali," sambung Andini tampak sangat bersemangat ketika Kyra mengajak mereka menikmati pantai.
“Iya, kalau kamu pasti sudah sering datang ke sini kan, Ky? Soalnya kamu pasti bisa liburan ke mana saja,” tanya Silva pada Kyra.
“Aku juga enggak sering liburan seperti ini, kok. Kalian kan tahu bagaimana kehidupan aku selama ini. Waktuku itu lebih banyak dihabiskan dengan kalian, jadi, enggak usah membahas soal liburan lagi, nanti ke mana saja aku liburan, aku pasti ajak kalian lagi.” Kyra tidak ingin temannya berkecil hati karena perbedaan ekonomi yang mereka miliki.
“Papi kamu bagaimana? Kamu tidak mengajak Papi kamu sekalian, Ky?” ujar Silva yang merasa bingung karena Dirga tidak lagi terlihat setelah mereka sampai.
“Papi bilang kalau dia akan menyusul kita setelah pekerjaannya selesai. Tapi aku enggak terlalu berharap, karena kalian tahu aku sudah sering kecewa pada kedua orang tuaku. Jadi, aku cuma mau lihat, apakah papi punya waktu buat aku atau enggak. Jadi, kalian enggak perlu terlalu canggung, anggap saja Papi enggak ada di Bali bareng kita.” Tawa Kyra.
Silva dan Andini tidak lagi menanyakan soal Dirga kepada Kyra. Mereka hanya menikmati liburan seperti yang sudah mereka rencanakan tanpa kehadiran Dirga. Kyra juga tidak mempermasalahkan kealpaan Dirga selama mereka berada di Bali. Kyra sudah terlalu terbiasa dikecewakan oleh kedua orang tuanya. Sehingga Kyra tidak lagi merasa sedih saat hanya menikmati liburan bersama teman-temannya.
Kedua teman-temannya membagikan momen liburan mereka di semua jejaring sosial yang mereka miliki. Sehingga setiap orang mengetahui aktivitas mereka di Bali. Mereka benar-benar bersenang-senang di Bali, melupakan setiap masalah yang ada di dalam kehidupan mereka.
Hingga saat hari liburan terakhir mereka di Bali, Dirga masih tidak bisa meluangkan waktunya untuk Kyra. Akhirnya mereka harus kembali ke rutinitas mereka setelah liburan. Kyra sudah siap untuk menghadapi hari-harinya yang cukup membosankan.
__ADS_1