
Laras hanya bisa diam dan berusaha tenang saat melihat kehadiran seorang pengacara terkenal berada di butiknya. Pria itu adalah pengacara yang diutus oleh Reyhan. Melihat Pengacara itu membuat Laras semakin yakin jika Reyhan serius pada putrinya.
"Anda bisa melihat semua dokumen sementara ini, semua aset yang Tuan Reyhan Kalingga miliki akan menjadi atas nama nona Kyra Dwayne. Saya akan mulai memproses proses pengesahan semuanya setelah ini. Silahkan diperiksa terlebih dahulu." Dengan sangat tegas pria yang duduk di sebelah Reyhan menyodorkan map kepada Laras.
Laras dapat melihat jelas jika semua aset Reyhan tanpa terkecuali akan diubah menjadi atas nama putrinya.
Ya Tuhan, beruntung sekali putriku dicintai pria sepertinya. Batin Laras.
"Bagaimana?" Reyhan bertanya setelah Laras memeriksa map yang diberikan oleh pengacaranya.
"Jujur saja sebenarnya ucapanku sebelumnya hanya untuk melihat keseriusanmu. Aku tidak menyangka jika kau akan benar-benar menerima tantanganku. Namun, untuk itu aku berterima kasih dan minta maaf atas apa yang terjadi. Untuk selebihnya aku menyerahkan keputusan pada Kyra," jawab Laras terdengar sedikit lebih ramah dari sebelumnya.
"Aku melakukan semua ini karena aku tulus pada Kyra. Aku akan membuktikan jika aku serius mencintai Kyra. Aku tidak akan mengecewakan kalian." Reyhan kembali mengatakan hal-hal yang membuat ibu manapun yang berada di posisi Laras akan merasa sangat senang.
"Aku akan melihat semuanya. Satu yang pasti aku hanya ingin Kyra bahagia," sahut Laras.
"Apa itu artinya Tante se–"
__ADS_1
"Ya, aku merestui hubungan kalian." Laras dengan cepat memotong ucapan Reyhan.
Senyum yang begitu cerah terbit di wajah tampan Reyhan. Reyhan merasa sangat lega, sekarang hanya tinggal Dirga yang harus dia hadapi. Mendapat restu dari ibu Kyra membuat Reyhan merasa jika harapannya untuknya hidup bersama Kyra akan menjadi nyata.
"Terima kasih banyak, Tante. Aku akan membuktikan semua ucapanku, aku akan menjadi pasangan yang baik untuk Kyra. Aku tidak akan mengecewakan kalian, terutama Kyra," ungkap Reyhan dengan begitu semangat mengatakannya.
***
Kyra mencoba menghubungi Laras, tetapi sama sekali tak mendapat tanggapan dari Laras dan itu membuat Kyra sedikit cemas.
"Kyra!" Dirga yang melihat Kyra keluar dari kamar segera menghentikan Kyra.
"Mau ke mana?" tanya Dirga.
"Ke rumah Mami," jawab Kyra singkat.
"Mungkin aku akan menginap di sana. Jika Papi tidak percaya, Papi bisa meminta orang-orang Papi mengikutiku," sambung Kyra bergegas pergi tanpa menunggu balasan dari Dirga yang hanya bisa terdiam melihat sikap dingin putrinya.
__ADS_1
Datang ke kediaman Geraldy adalah salah satu hal yang tidak Kyra inginkan, bukan karena keluarga tirinya jahat, hanya saja Kyra merasa tak nyaman dengan sikap Bayu. Jika saja Bayu dapat bersikap layaknya saudara pada umumnya, jelas Kyra akan merasa nyaman berada di sana, tetapi yang terjadi justru di luar dugaan, pria itu menaruh perasaan padanya.
Kyra tiba di sana disambut langsung oleh pria yang membuatnya merasa tak nyaman berada di sana. "Kyra." Bayu jelas terkejut melihat kehadiran Kyra.
"Kak, apa mami ada di rumah?" tanya Kyra berusaha bersikap santai.
"Mami hari ini ke butik," jawab Bayu.
"Oke, baiklah. Kalau begitu aku langsung ke butik saja. Sampaikan salamku pada papa," ucap Kyra, setelah itu pergi.
Bayu yang sadar jika sikap Kyra seperti itu karena merasa tak nyaman berada di dekatnya, hanya bisa mengembuskan nafas berat. "Aku tahu aku salah, maafkan aku, Kyra."
Kyra yang baru saja tiba di butik maminya menatap heran pada mobil yang ada di parkiran. Kyra merasa sangat yakin jika itu adalah mobil, Reyhan. Berbagai pertanyaan hadir di benaknya, Kyra bergegas masuk ke dalam butik.
"Mobil siapa itu?" tanya Kyra pada pegawai yang terlihat di sana.
"Yang mana, Nona?" tanya pegawai itu.
__ADS_1
Kyra menunjuk mobil yang dimaksud olehnya. "Itu tuan Reyhan Kalingga," jawab pegawai itu lagi membuat Kyra bergegas menuju ruangan Maminya.
"Mami...."