Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Aku Ingin Melihat Perjuangannya


__ADS_3

Silva dan Andini menatap bingung pada Kyra yang terlihat melamun setelah ayah Kyra pergi dari sana. "Hei, ada apa?" tanya Andini menepuk pelan lengan Kyra.


Kyra tersadar dari lamunanya dan langsung menatap ke arah kedua sahabatnya. "Dia di sini," ucapnya.


"Apa?" kedua sahabat Kyra serentak berbicara.


"Di mana?" tanya Silva.


Kyra hanya menjawab dengan mengangkat tanganya lalu menunjuk ke arah kamar sebelah mereka. "Apa?" ucap Andini lagi mengejutkan Kyra dan Andini.


"Ih... Ada apa dengan kalian. Pendengaranku masih berfungsi dengan sangat normal," kesal Kyra.


"Ky, dia benaran di sebelah? Dia yang menempati kamar ayahmu?" tanya Andini mengabaikan keluhan Kyra.


"Ya," jawab Kyra pelan.

__ADS_1


Silva dan Andini saling tatap. Mereka terlihat jauh lebih bersemangat setelah mendengar itu. Sikap mereka benar-benar mencerminkan usia mereka, terlihat dari keduanya yang saat ini justru tengah asik berdua membahas sikap Reyhan yang mereka kagumi.


"Ya ampun, Sil. Dia benar-benar duda keren. Dia datang kemari untuk Kyra, wah... Aku semakin mengaguminya," ucap Andini begitu antusias membahas Reyhan, duren yang sudah lama mereka kagumi.


"Hei jangan lupa dia juga sudah menyakiti Kyra. Dia playboy, lihat saja tingkahnya," ucap Silva melihat Kyra kembali melamun.


Keduanya kembali menatap Kyra, menanyakan apa yang ada di benak mereka. "Apa yang dia katakan, Kyra? Kamu cukup lama keluar, apa yang kalian bicarakan?" tanya Andini.


Melihat tingkah kedua sahabatnya yang seperti anak kecil, Kyra enggan untuk bercerita, tetapi mengingat jika hanya mereka tempat terbaik untuknya berbagi selain Wardah, Kyra berpikir tidak ada salahnya bercerita.


"Dia menjelaskan semuanya padaku. Dia menjelaskan semua hal sejak awal pertemuan kami dan alasan dia mendekatiku," ucap Kyra.


"Dia bilang awalnya karena kehadiranku dapat membuatnya move on dari mantan kekasihnya. Dia berpikir menjadikan aku pelampiasan, tetapi pada akhirnya jatuh cinta padaku," jawab Kyra.


Kyra menjelaskan semuanya tanpa ada yang Kyra tutupi dan itu semua didengar oleh Silva dan Andini dengan tenang, mereka mendengarkan sembari mencerna semua ucapan Kyra.

__ADS_1


"Ky, boleh aku berkomentar?" ucap Silva terdengar ragu mengatakannya.


Kyra mengangguk menannggapi pertanyaan Silva. "Menurutku dia serius padamu. Aku dan kau sama saja, kita masih muda, mungkin orang akan berpikir kita masih labil karena itu dengan mudah luluh dan percaya dengan ucapan pria. Namun, dari penjelasanmu, aku merasa jika om duda tulus padamu. Dia salah, tapi kelebihannya dia berani mengakui kesalahannya, tak banyak pria yang mau mengakui kesalahan mereka. Tak hanya itu, dia juga tidak melecehkanmu, tidak mengambil kesempatan untuk merusakmu saat kalian berdua, jika dia pria yang jahat dia bisa saja menghancurkan hidupmu, tetapi tidak. Dia bahkan memperkenalkanmu pada teman-temannya. Dia menyusul kemari, dia juga berani menghadap ayahmu sebelumnya, Itu tandanya dia serius padamu."


Andini yang mendengar ucapan Silva ikut mengangguk setuju. "Apa yang Silva katakan benar, semua orang pernah berbuat salah. Jika melakukan kesalahan berulang-ulang, itu artinya tidak ada rasa bersalah yang tulus dari hati dan tidak berniat berubah untuk menjadi lebih baik, belajar dari kesalahan. Namun dia baru melakukan kesalahan dan sudah mengakuinya, meski sedikit terlambat. Aku pikir tidak ada kesalahannya yang begitu fatal sehingga tidak layak mendapat kesempatan," sambung Andini menimpali ucapan Silva.


Kyra yang mendengar itu tersenyum, dan itu membuat kedua sahabatnya merasa jika Kyra tengah meledek mereka. "Kalian terlihat dewasa, tumben," cibirnya diakhiri dengan tawa dari mereka bertiga.


"Kamu tidak marah lagi padanya?" tanya Silva setelah mereka berhenti bercanda.


Kyra menggeleng. "Kamu tidak memaafkannya? Tidak mau memberikannya kesempatan?" sahut Andini ikut bertanya, yang lagi-lagi ditanggapi Kyra dengan gelengan kepala.


"Lalu? Jawab, Kyra! Jangan hanya menggelengkan kepala," kesal Andini membuat Kyra kembali tertawa.


"Aku ingin lihat bagaimana usahanya jika benar dia serius padaku. Semua ini dia yang membuat menjadi sulit, maka aku akan lihat caranya menyelesaikan semua masalah dan caranya mendapat restu orang tuaku," jawab Kyra tersenyum mengatakannya.

__ADS_1


****


Hai semuanya, untuk gift pulsa bulan selanjutnya aku akan ambil penilaian dari semua buku yang on-going ya kak, jadi nggak hanya dari satu buku. Seperti kak Sri Wahdaminy contohnya, dia aktif bukan cuma di satu cerita. Jadi, dukungan dalam bentuk apapun akan jadi penilaian untuk menang GA selanjutnya. Terima kasih banyak, semuanya.


__ADS_2