
Kyra tampak bingung, dia yang tadi sudah menggunakan dress berwarna hitam, melepaskan kembali dress itu saat menyadari lekuk tubuhnya tercetak jelas.
Kyra kembali berada di walk in closet. Di sana terdapat banyak koleksi pakaian yang membuat gadis itu memijat kepalanya. Sudah hampir limas belas menit, bahkan dia sudah merias wajahnya sendiri sebelumnya. Hanya tersisa pakaian yang ingin dikenakan pada kencan pertamanya bersama Reyhan dan itu benar-benar membuatnya bingung sebab semua dress yang ada terlihat seksi.
Tanpa Kyra sadar, dia benar-benar seperti seorang gadis yang jatuh cinta dan ingin pergi berkencan dengan kekasihnya. Bahkan, Kyra dibuat bingung saat memilih pakaian yang pantas agar terlihat cantik untuk Reyhan.
“Hmm, jadi … baju mana yang bisa aku kenakan untuk pergi berkencan?”
Akhirnya, setelah memakan waktu cukup lama, Kyra memilih sebuah dress berwarna pastel. Dress itu sangat pas untuk Kyra, meski terlihat paling biasa dari dress lainnya, tetapi tetap saja memperlihatkan lekuk tubuhnya yang begitu seksi dan menggoda setiap pria yang melihat.
"Sudahlah, ini saja," ucapnya menyerah.
Kyra menggerai rambutnya hingga menutup bagian bahu yang sedikit terbuka karena mengenakan model dress Sabrina. Wajahnya sudah mengenakan riasan tipis tetapi terlihat anggun dan pastinya akan selalu membuat orang menatap kagum padanya.
Langkah kaki Kyra mulai keluar dari kamarnya, dilihatnya Reyhan sudah tiba dan berdiri tepat di tangga. Kyra menahan senyum saat melihat wajah konyol duda itu.
Reyhan tampak seperti orang bodoh saat melihat kekasihnya menuruni anak tangga dengan dress yang dikenakan dan riasan pada wajahnya. Reyhan sempat melongo melihat lekuk tubuh kekasihnya yang begitu menggoda.
Dress itu memang sangat cocok dikenakan oleh Kyra. Bahkan, pakaian apa pun yang dikenakan gadis itu akan terlihat begitu indah dan cocok.
Kyra hampir mendekati kekasihnya, lalu tepat di depan Reyhan, Kyra melambaikan tangannya di depan wajah pria itu, tetapi tetap saja terlihat seperti terkejut. Akhirnya, Kyra menepuk pipi Reyhan hingga membuat pria itu sadar dan salah tingkah saat tahu kekasihnya ada tepat di depannya.
__ADS_1
Jika saja kita sudah menikah, aku yakin … kamu tidak akan bisa keluar dari kamar dengan jarak sejengkal sekalipun. Akan kupastikan kamu menjadi santapan pagi, siang, malam, dan tiada hari tanpa memakanmu. Batin Reyhan saat melihat tubuh menggoda Kyra.
“Apa yang kamu lihat?” tanya Kyra sembari bersedekap.
“Cantik. Sangat sempurna, Sayang.”
“Jangan gombal, Om. Ingat umur!”
“Hei, berhenti memanggilku Om, atau—“
“Atau apa? Om mau ancam aku lagi?”
“Ya, selama itu membuatmu menurut padaku, akan kulakukan.”
Reyhan tersenyum kecil mendengar ucapan kekasihnya. Kyra selalu berhasil dengan membuatnya tertawa saat bersama.
“Kita mau ke mana?” tanya Kyra berusaha tenang menutupi rasa gugupnya menghadapi kencan pertamanya.
Reyhan tidak menjawab dan hanya mengisyaratkan untuk Kyra menggandeng lengannya menuju mobil. awalnya, Kyra tidak mau melakukan hal itu, hingga Reyhan menatap Kyra dengan sedikit memberi isyarat tentang ancaman sebelumnya.
Kyra menghela napasnya, lalu meraih lengan Reyhan. Mereka berjalan menuju mobil yang terparkir di halaman rumah.
__ADS_1
Kenapa kamu semakin menggoda, Sayang? Astaga! Aku tidak bisa menahan diri jika seperti ini terus. Batin Reyhan yang tersiksa dengan melihat kemolekan tubuh Kyra.
Reyhan dengan sikapnya yang manis membuka pintu mobil dan mempersilakan Kyra untuk masuk. Setelah itu, Reyhan duduk di kursi kemudi dan mengemudikan mobil sedan miliknya menuju restoran yang sudah dipesan.
“Ini untukmu, Sayang.” Reyhan menyodorkan buket bunga mawar yang begitu besar hingga menutup wajah Kyra.
“Astaga! Kenapa harus sebesar ini? Apa mereka tidak menjual buket yang lebih kecil?” protes Kyra dengan wajah kesal, tapi tak dipungkiri hatinya merasa senang mendapat buket bunga dari Reyhan.
Reyhan meraih buket bunga itu dan benar-benar menggantikannya dengan yang lebih kecil. “Ini, untukmu, Sayang.”
“Apa? Ke-kenapa ada banyak bunga di sini?” tanya Kyra saat menengok ke bangku belakang dan isinya adalah buket bunga dengan berbagai pilihan bunga tentunya. Tidak hanya itu, sebenarnya Reyhan sudah menyiapkan kejutan setelah ini.
"Aku takut salah, dan kamu tidak menyukainya. Jadi, aku menyiapkan semua yang terlihat indah," jawab Reyhan lagi-lagi membuat Dinda berusaha kerasa untuk tidak tersenyum karena perhatiannya.
“Jadi, ke mana kita pergi, Om?” tanyanya dengan wajah yang bersemu merah.
“Ikut saja, aku tidak akan menculikmu. Kamu berkata tidak ingin hubungan ini terlihat seseorang yang mungkin mengenalmu atau aku, bukan?”
Kyra mengangguk dan terdiam selama perjalanan. Sampai akhirnya, Reyhan kembali memecahkan keheningan di antara mereka. Reyhan kembali bertanya, apa yang dirasakan Kyra saat ini, mengenai hubungan mereka.
Tanpa Reyhan tahu, hati Kyra menjawab terpaksa melakukannya. Tetapi semua itu juga memberikan jawaban lain di hatinya.
__ADS_1
Kyra hanya bisa berusaha untuk tidak menganggap serius dan membuka hatinya untuk Reyhan, sebab dia tidak ingin semua menjadi sia-sia saat orang tuanya tahu mengenai hubungan itu. Terlebih lagi ada banyak sekali alasan yang akan menentang hubungan mereka, dan itu menjadi alarm untuk Kyra agar tidak terlena pada setiap sikap manis Reyhan padanya.