Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Siapa Yang Datang?


__ADS_3

Kyra bersandar di depan pintu kamarnya. Apa yang Kyra pikirkan benar adanya, keduanya tengah membahas Reyhan. Beruntung Kyra sudah keluar dari kamar, karena jika tidak, Kyra akan semakin pusing mendengar obrolan kedua sahabatnya. Belum lagi dapat Kyra pastikan keduanya akan mengingkari janji mereka yang mengatakan tidak akan bertanya lebih, Kyra sangat tahu belasan bahkan mungkin puluhan pertanyaan akan kedua sahabatnya lontarkan padanya.


Mereka benar-benar heboh. Batin Kyra.


Dengan sangat cepat jari-jemari Silva berselancar di atas layar ponselnya untuk memastikan semua itu. Nama Reyhan Kalingga menjadi topik pencarian mereka, dan beberapa detik setelah sosok Reyhan yang tampan terlihat, keduanya berteriak histeris.


"Iya, kita benar. Tidak salah lagi, dia si duda tampan," sahut Andini begitu antusias.


"Ya ampun, Kyra beruntung sekali. Disaat banyak sekali wanita yang menginginkan si duda, Kyra yang pastinya tidak mengenal dia justru mendapat perhatian dari dia. Aku benar-benar iri pada Kyra, kenapa bukan aku yang dikejar oleh duda tampan itu?" ucap Andini lagi mendapat jitakan di dahinya oleh Silva.


"Mana mungkin dia suka pada gadis kecil seperti kita," ucapnya melirik ke arah dada Andini yang terlihat datar.


"Kenapa melihatku seperti itu? Jika dia bisa tertarik lada Kyra, bukankah dia juga bisa tertarik pada kita?" Andini masih saja mengatakan hal yang tidak masuk akal menurut Silva.


"Tidak mungkin dia tertarik pada kita, sadar woy!" pekik Silva pelan di telinga Andini.


"Lalu Kyra? Apa bedanya Kyra dengan kita?" ujar Andini membuat Silva mendengus kesal.


"Kamu bertanya apa bedanya? Kita dan Kyra jelas berbeda dari semua hal kecuali umur. Lihatlah Kyra, dia punya tubuh yang begitu bagus, lekuk tubuhnya terlihat seperti wanita dewasa, dan tidak sedikit pria yang menyukainya. Tidak seperti kita yang ukuran dada saja belum matang. Apalagi punyamu yang begitu datar," ungkap Silva.

__ADS_1


Andini yang mendengar itu langsung menunduk memperlihatkan dadanya dan itu membuat Silva tertawa dengan begitu kencang melihatnya. "Tubuhmu bahkan sangat rata, si duda mana mungkin menyukai gadis SMP sepertimu," ledek Silva yang dengan cepat berlari keluar dari kamar Kyra sebelum Andini meneriakinya.


"Silva!" pekik Andini di dalam sana.


Kyra yang sudah berada di bawah terkejut. Kyra dan beberapa pelayan yang mendengar itu kompak menatap ke arah lantai dua di mana kamar Kyra berada.


"Non Kyra, apa yang terjadi?" tanya salah satu pelayan pada Kyra.


"Tanyakan padanya, Bi!" tunjuk Kyra pada Silva yang tengah berlari menghampirinya.


"Non, Silva. Apa yang terjadi?" ulang pelayan bertanya pada Silva.


"Aku benar, bukan? Dia sudah tujuh belas tahun, tapi begitu pendek, bahkan bagian dadanya tidak terlihat. Belum lagi suaranya yang begitu cempreng menjadi pelengkap semua itu. Dia lebih cocok di sebut anak SMP," ucap Silva masih saja tertawa.


Silva yang melihat Andini sudah hampir mendekat pada mereka dengan cepat berlindung di belakang punggung Kyra, sebelum Andini mencubit atau bahkan menggigitnya.


Kyra dan pelayan yang ada di sana juga tertawa karena kelucuan kedua sahabat Kyra. Semua orang terlihat begitu ceria seakan tidak ada masalah di hidup mereka, tetapi keceriaan itu terusik saat suara bel rumah yang terdengar mengalihkan semua orang, pelayan yang mendengar itu bergegas menuju pintu rumah.


"Siapa, Ky?" tanya Silva dan Andini dengan kompak bertanya.

__ADS_1


"Entahlah. Mungkin paket," jawab Kyra asal, sambil melangkah menuju sofa yang ada di sana diikuti oleh kedua sahabatnya.


"Apa yang akan kita lakukan?" tanya Kyra mencari kesibukan.


"Bagaimana jika kita pergi ke pantai?" sahut Silva mengajukan saran.


Belum sempat Kyra menanggapi ucapan Silva, pelayan yang kembali masuk ke dalam rumah menghampirinya, lebih dulu menarik perhatian Kyra.


"Paket?" tanya Kyra dengan sebelah alis terangkat, saat melihat pelayan tak membawa apa pun.


"Bukan, Non. Di luar ada seseorang yang mencari, Non Kyra!" ucap pelayan memberitahu Kyra.


"Siapa, Bi?" tanya Kyra gugup.


"Saya lupa menanyakan namanya, Non. Maaf, saya tidak tahu," jawab pelayan yang dianggukki mengerti oleh Kyra.


"Kalian tunggu di sini. Aku akan melihat siapa yang datang," ucap Kyra pada kedua sahabatnya lalu melangkah menuju pintu rumahnya.


Siapa yang datang? Aku harap bukan dia. Batin Kyra.

__ADS_1


__ADS_2