Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Tidak Mencintainya Tapi Membutuhkannya


__ADS_3

Berulang kali Reyhan Mencoba menghubungi Kyra dengan menggunakan ponsel sekretarisnya saat Reuhan berpikir mungkin saja Kyra telah memblokirnya, tetapi yang terjadi tetap sama, nomor Kyra memang tidak dapat dihubungi. Reyhan tak bisa tenang karenanya dan itu membuat sekretaris Reyhan jadi bertanya-tanya.


"Tuan, siapa yang coba Anda hubungi?" tanya Dika pada Reyhan setelah Reyhan mengembalikan ponselnya dalam keadaan yang terlihat gelisah.


"Kekasihku," jawab Reyhan.


Dika yang mendengar itu terdiam membeku di tempatnya dengan tatapan tak percaya menatap Reuhan. Dika mengenal Reyhan sebagai seorang atasan dan seorang duda yang gagal move on bukan dari mantan istri melainkan dari mantan kekasihnya. Reyhan pria yang sulit didekati, sebab Reyhan selalu menutup hatinya untuk wanita manapun. Namun sekarang atasannya tersebut menyebutkan kata kekasihku, dan itu jelas mengejutkan Dika.


"Kekasih," beo nya menatap tak percaya pada Reyhan yang balik menatap kesal padanya.


"Apa ada yang salah?" tanya Reyhan sinis yang dengan cepat ditanggapi Dika dengan gelengan kepala.


Reyhan kembali masuk ke ruang kerjanya, duduk dengan gelisah di ruang kerjanya mencoba menebak alasan Kyra tidak dapat dihubungi. "Ada apa dengannya? Jangan katakan dia sengaja menghindar dariku?" gumam Reyhan membuat seseorang yang saat ini tanpa Reyhan sadari sudah berdiri di depan pintu ruangannya tertawa.


Reyhan mengangkat kepalanya menatap ke arah pintu dan melihat kehadiran Sean di sana.


"Apa yang kamu tertawakan?" tanya Reyhan kesal


"Satu jam yang lalu kamu bilang berpacaran dengan Kyra, dan sekarang kamu bilang dia menghindarimu. Lelucon apa ini?" ucap Sean sembari melangkah masuk dan duduk di sofa, masih dengan menertawakan Reyhan yang semakin kesal dibuatnya.


"Bagaimana menurutmu? Kenapa ponselnya tidak aktif?" tanya Reyhan memilih untuk tenang saat Reyhan sadar Reyhan butuh teman untuk bicara.


"Kalian resmi berpacaran? Dia setuju atau dia terpaksa menerimamu?" tanya Sean kembali membuat Reyhan kesal, tetapi tidak dapat marah saat Reyhan sadar apa yang Sean katakan tidak sepenuhnya salah.


"Aku tidak memaksanya, tetapi secara tidak langsung aku tidak menerima penolakannya," jawab Reyhan lagi-lagi membuat Sean tertawa.

__ADS_1


"Sean. Berhentilah menertawakan ku!" tegur Reyhan dengan tatapan yang begitu tajam, berhasil menghentikan tawa Sean.


"Mungkin saja ponselnya kehabisan baterai," ucap Sean.


"Satu jam yang lalu dia baru saja aktif saat aku mengantarnya pulang. Aku memintanya untuk tidak menghindariku dan dia berjanji untuk itu. Namun kenapa sekarang ponselnya tidak aktif?" tanya Reyhan lagi.


"Kamu mengantarnya ke rumah? Kamu serius?" tanya Sean ragu.


Reyhan menganggukkan kepalanya. "Sudah aku katakan kami resmi berpacaran."


"Rey. Apa dia tau tentangmu?" tanya Sean lagi yang jelas dapat dimengerti oleh Reyhan.


Reyhan terdiam mendengar pertanyaan Sean. Apa yang Sean tanyakan membuat Reyhan lemas saat Reyhan mulai merasa takut jika saja statusnya menjadi halangan untuk mereka bersama.


"Apa statusku akan jadi penghalang besar untuk bersamanya?" tanya Reyhan dengan wajah yang terlihat cemas.


"Aku membutuhkannya. Aku ingin dia bersamaku. Aku tidak akan bisa tanpanya," ucap Reyhan lirih.


Sean merasa sedih mendengar hal itu. Kebahagiaan seakan begitu sulit untuk Reyhan raih. Jika mengingat ke belakang, Reyhan tidak pernah melakukan kesalahan seperti yang Sean dan Niko lakukan dimana mereka sering mengecewakan banyak gadis dan berbuat hal tidak baik lainnya. 


Diantara mereka bertiga, Reyhan menjadi sosok yang paling baik dalam semua hal, hanya satu kesalahan yang Reyhan lakukan adalah karena tidak berkata jujur pada Maria dan tidak memperjuangkan cinta mereka. Hanya itu kesalahan yang Reyhan perbuat, tetapi takdir seakan tak henti-hentinya menyulitkan Reyhan. Seperti saat ini dimana setelah cukup lama Reyhan berhasil keluar dari belenggu rasa bersalah, penyesalan serta kesedihannya, halangan kembali datang mencegah Reyhan untuk bahagia saat status dan usia menjadi perbedaan besar untuknya dan Kyra.


"Rey. Jika kamu tidak bisa tanpa Kyra dan membutuhkannya dalam hidupmu, itu artinya kamu mencintainya. Aku senang mendengar itu, aku akan membantumu berjuang mendapatkannya." Sean menatap iba pada Reyhan yang tertunduk lemas.


"Aku tidak mencintainya. Aku membutuhkannya karena kehadirannya mampu membuatku melupakan Maria. Seperti yang kalian tahu, aku sangat mencintai Maria," jawab Reyhan.

__ADS_1


"Aku pikir kamu salah. Kamu mencintai Kyra, Rey. Aku sangat mengerti bagaimana dirimu. Aku jelas tahu kamu mencintai gadis itu. Jujurlah pada perasaanmu, Rey. Agar semua menjadi lebih mudah," ucap Sean.


Sean tahu betul seperti apa Reyhan begitu tulus mencintai Maria, tetapi Sean juga tahu betul bagaimana Reyhan saat Reyhan tengah jatuh cinta. Reyhan bukanlah pria yang dengan mudah bersikap begitu tulus pada seorang wanita, Reyhan tidak pernah mendekati wanita manapun sebelum dan setelah Maria sekalipun Reyhan pernah menyentuh wanita lain saat Reyhan benar-benar membutuhkannya.


Dari semua cara Reyhan bercerita tentang Kyra dan mengejar Kyra, Sean dapat menyadari jika sahabatnya itu memiliki perasaan untuk gadis cantik keturunan Dwayne tersebut. Hanya saja Reyhan belum menyadari itu semua saat nama Maria belum sepenuhnya keluar dari hatinya.


"Aku lebih tahu diriku, Sean. Aku hanya mencintai Kyra. Aku membutuhkan Kyra hanya untuk peralihan dari Maria," jawab Reyhan masih saja menyangkal ucapan Sean.


Cepat atau lambat, kamu akan menyadari semua itu, Rey. Kamu mencintai Kyra, aku sangat yakin itu. Batin Sean memilih untuk tidak membalas ucapan Reyhan mengenai hal itu.


"Bagaimana jika aku ke rumahnya?" tanya Reyhan.


"Untuk?" 


"Untuk melihat langsung kondisinya dan memastikan semuanya," jawab Reyhan.


"Aku pikir tidak perlu. Jangan terlalu mengejarnya seperti itu, Rey. Dia masih sangat mudah. Cobalah untuk lebih tenang mendekatinya, cari tahu semua yang dia suka dan tidak dia suka. Jangan sampai caramu yang seperti ini membuatnya merasa tidak nyaman. Sebab kenyamanan adalah modal utama untuk menjalin hubungan dengan seseorang," terang Sean memberikan masukan.


"Kamu benar. Sepertinya sekarang kamu terlihat jauh lebih dewasa dariku," ucap Reyhan terkekeh mengatakannya.


"Tentu saja. Jangan lupa aku sekarang seorang ayah," balas Sean ikut tertawa.


Keduanya melanjutkan pembicaraan dengan lebih santai, Sean terus saja menasehati Reyhan tentang banyak hal yang berhubungan dengan Kyra.


"Oh ya, hari ini aku bertemu dengan Maria dan Dinda," ucap Reyhan kembali mengubah pembicaraan menjadi lebih serius.

__ADS_1


Sean ingin sekali bertanya tentang Maria, tetapi mengingat jika Reyhan belum sepenuhnya melupakan Maria membuat Sean mengurungkan untuk bertanya tentang Maria. "Bagaimana dengan Dinda sekarang? Setelah cukup lama tidak bertemu, seperti apa dia sekarang? Apa kamu tidak berpikir untuk mencoba kembali padanya? Dia jelas mencintaimu. Aku pikir dia juga lebih cocok bersamamu dibanding Kyra," ucap Sean membuat Reyhan terdiam.


__ADS_2