
Selesai dengan serangkaian acara, semua orang telah bubar dan Reyhan tak menunda untuk membawa istri kecilnya menuju kamar yang telah dia siapkan. Kamar tipe Suites yang terletak di lantai paling atas gedung tersebut. Dari depan, pintu kamar terlihat sama seperti tipe suites lainnya. Namun, ketika masuk ke dalamnya siapa pun pasti akan begitu terpanah dan terkagum-kagum dengan kemegahan serta kemewahan kamar yang juga begitu luas itu.
Kamar yang mereka tempati adalah kamar yang di peruntukkan untuk pelanggan VVIP, dengan tipe presidential suite yang mempunyai kualitas interior super mewah, dan merupakan kamar dengan tipe tertinggi serta harga termahal per malamnya di Hotel itu.
Tidak sembarang orang bisa menginap di presidential suites Alx hotel atau yang dinamakan Sinar Suites. Setiap orang yang menginap, pihak hotel perlu mengetahui tamu spesialnya tersebut demi kenyamanan serta menjaga kualitas brand. Tak heran bila kamar ini menjadi spesial karena merupakan satu dari lima kamar termewah di Sinar Hotel.
Kamar ini merupakan hadiah pernikahan yang telah disiapkan Sean Alexander selaku pemilik saham terbesar di hotel tersebut.
"Kamu suka?" tanya Reyhan yang hanya ditanggapi Kyra dengan anggukkan kepala.
Kyra mulai melangkah menyusuri setiap sudut kamar yang akan di tempatinya. Kamar itu sangat luas, berkali kali lipat dari kamar Kyra.
Gadis cantik yang sebentar lagi akan kehilangan status gadisnya itu masih terus menyusuri kamar tersebut di ikuti oleh Reyhan yang tak hentinya menatap dirinya.
Selain fasilitas kamar, siapapun tamu yang menginap di kamar itu bisa memiliki 'pelayan' pribadi yang disebut butler service. Butler service ini bisa diminta apa pun termasuk membereskan barang, semir sepatu, hingga menemani belanja. Tamu akan dilayani bak raja selama dua puluh empat jam.
Kyra tersenyum menatap takjup pada keindahan serta kemewahan kamar yang akan menjadi kamar pengantin mereka itu. Mengingat kata kamar pengantin berhasil mengalihkan fokus Kyra dari kekagumannya lalu menatap ke tempat tidur besar yang sudah di taburi bunga yang menghiasinya dengan sangat indah di atasnya.
Tubuh Kyra tiba-tiba terasa merinding, bulu kuduknya berdiri bukan karena adanya roh halus atau pengaruh buruk lainnya, namun merinding saat embusan napas Reyhan menyentuh kulitnya, sebab sosok pria yang siap memakannya itu tengah berdiri tepat di belakangnya.
__ADS_1
Kyra berniat menjauh dari Reyhan, namun saat kakinya baru saja akan melangkah, Reyhab sudah lebih dulu menahan pinggangnya.
"Sayang, kamu malu?" tanya Reyhan dengan santainya menjilati telinga Kyra membuat Kyra meremang.
Reyhan memutar tubuh Kyra agar menghadapnya. Melihat wajah merona Kyra membuat Reyhan tak dapat lagi menahan diri untuk tidak menciummnya. Reyhan menccium bibir Kyra dengan sangat lembut. Menggoda dengan gigitan kecil di bibir Kyra dan berhasil membuat Kyra membalas ciuuman Reyhan. Menyadari istrinya yang mulai merespon, Reyhan semakin memperdalam ciumannya.
Tangan kanan Reyhan memegang tengkuk Kyra, sementara tangan kirinya mengusap lembut punggung Kyra. Tangan yang mengusap punggung Kyra itu juga mulai bergerak menuruni reslating gaun Kyra.
Reyhan membawa Kyra ke suasana romantis dengan ciuuman yang mulai di bumbui hasrat dan gairah.
Tangan yang telah telah menuruni reslating gaun Kyra itu lalu bergerak mengangkat tubuh Kyra, meletakkannya perlahan di atas tempat tidur tanpa melepaskan ciumman mereka. Reyhan membuka jas, kemeja, celana dan semua yang ada di tubuhnya dnegan sangat cepat, lalu kembali naik ke atas ranjang dengan tubuh polosnya, bermaksud ingin melanjutkan aksinya, namun di tahan oleh Kyra.
"Aku harus membersihkan semua riasan ini dulu, aku merasa sangat tidak nyaman dengan semua ini," ucap Kyra berusaha menghindar karena ia butuh waktu sejenak untuk bernapas dan menenangkan dirinya yang merasa begitu gugup membayangkan malam pertama mereka.
Wajah Kyra yang merona semakin merona saat Reyhan dengan santainya turun dari ranjang lalu berdiri di depannya, Kyra yang melihat senjata Reyhan yang sudah berdiri tegak dengan sangat gagahnya itu menelan salivanya.
'Besar sekali, apa itu masuk di milikku? Ya ampun, jadi seperti ini wujudnya yang selama ini suka menonjol dibalik celananya,' batin Kyra yang untuk pertama kalinya melihat senjata keramat itu.
Reyhan kembali mengangkat tubuh Kyra lalu membawanya masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Kyra yang di turunkan perlahan oleh Reyhan di kamar mandi kembali menatap kagum saat menatap kamar mandi tersebut. Ia kembali lagi menyusuri bagian dalam kamar mandi.
Kamar mandi yang super luas di dalam kamar sana. Baru sampai bagian depan pintu saja sudah ada cermin serta kursi untuk merias diri.
"Benar-benar sempurna," puji Kyra.
"Tapu tidak lebih sempurna darimu," sahut Reyhan membuat Kyra langsung menatapnya.
Reyhan dengan santainya berdiri di sana dengan tubuh polosnya, terlihat jelas senjata yang berdiri dengan sangat tegap itu seolah mengarah padanya, wajah Kyra kembali di buat merona melihat pemandangan yang ada di depan matanya. Ia melupakan kekagumannya pada kamar yang mereka tempati, dan masih menatap senjata Reyhan.
"Ya ampun, apa yang aku pikirkan!" gumam Kyra memutar kembali tubuhnya, lalu melangkah menuju wastafel.
"Tolong keluarlah! Aku akan mandi terlebih dahulu," ucap Kyra berusaha terdengar tenang, membelakangi Reyhan yang terus saja menatapnya.
"Kenapa aku harus keluar? Aku akan di sini membantumu agar urusanmu lebih cepat selesai," ucap Reyhan yang sudah berada di samping Kyra, menurunkan gaun yang reslatingnya sudah lebih dulu ia buka tadi.
__ADS_1
**Bonus untuk pecinta Duda**. **Eh, nggak duda lagi. Dah punya Kyra.ðŸ¤**