Dikejar Duda Tampan

Dikejar Duda Tampan
Menginap di Rumah Dirga


__ADS_3

Setelah mendapatkan penanganan yang sangat baik, obat, dan cairan infus selama berjam-jam, membuat Dirga memutuskan untuk pulang karena sudah baikan. Dokter tak menyarankan pulang, tapi pria ini tak ingin berlama-lama tinggal di sana, terlebih lagi Kyra sudah berjanji akan menemaninya. Hal yang sudah sangat lama Dirga harapkan, setelah mereka tinggal terpisah.


Kyra untuk pertama kalinya menginap di rumah Papinua, karena papinya menginginkan anak kandungnya itu untuk tinggal di bersamanya satu atau dua malam saja. Terlebih karena mereka pulang dari rumah sakit sangat larut, membuat Dirga khawatir jika harus melepas anaknya pulang sendirian malam-malam. Namun, di balik itu juga semua sengaja Dirga lakukan. Memujuk Kyra untuk bermalam di tempatnya jauh lebih sulit daripada menjalannya proyek besar perusahaan, untuk itu Dirga tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk bersama putri tercintanya.


Meski Dirga cuek dan tak pernah memperlihatkan kasih sayangnya, tapi ketulusan serta cara dia menunjukan rasa sayangnya pada Kyra jelas akan dirasakan dan dimengerti oleh sebagian orang yang melihatnya.


Berbeda dengan Dirga yang merasa sangat bahagia, karena Kyra tinggal di rumahnya malam ini, hal itu jauh berbeda dari yang ibu dan saudara tirinya rasskan. Semua itu membuat Sandra dan Inggrid benar-benar kesal. Mereka tak mengeluarkan sepatah kata pun sejak Kyra menginjakkan kaki di rumah mereka. Kyra tahu akan hal itu, tapi dia tak peduli sama sekali, karena dirinya menginap di sini bukan ingin dekat dengan dua orang perempuan aneh itu, melainkan menuruti permintaan papi tercintanya, dan memastikan pergi dari sana setelah keadaan papinya benar-benar baik.


Meski begitu, tetap saja aura kedua perempuan yang terasa menjadi rivalnya itu membuat Kyra dongkol. Namun, untunglah para pelayan di rumah itu begitu ramah dan melayaninya dengan sangat baik, mereka tahu jika Kyra ialah anak kandung Dirga, maka dari itu mereka memperlakukan gadis ini layaknya putri mahkota seorang raja.

__ADS_1


Tak hanya sikap pelayan yang lebih mengutamakan Kyra, meski pun menempati kamar tamu, tetapi sebelum mereka kembali ke rumah, Dirga sudah meminta pelayan dan orang kepercayaannya untuk membuat kamar tamu utama itu menjadi sangat mewah dan menjadi kamar yang dapat membuat Kyra betah berada di sana.


"Ma, aku tidak sengaja melihat. Kamar tamu itu luar biasa jauh lebih bagua dari kamarku," bisik Sandra saat dia dan mamanya baru saja masuk ke ruang makan.


"Tenanglah, hanya sementara," jawab Inggrid mencoba menenangkan putrinya.


Semua orang sudah berkumpul di ruang makan. Melihat para pelayan sibuk menawari sesuatu pada Kyra, membuat Sandra semakin kesal. Dia memutuskan untuk mengakhiri sarapan dan pergi dari meja makan, padahal sarapannya belum selesai. Melihat putrinya begitu, Inggrid turut menyelesaikan makannya dan menyusul putrinya.


"Kyra, rajin-rajinlah menginap di sini," ujar Papi di sela-sela dirinya makan karena sebentar lagi harus meminum obat yang diberikan dokter ketika mereka pulang kemarin malam.

__ADS_1


Kyra meneguk air di gelasnya, kemudian menatap papinya disertai senyuman simpul. "Aku tidak bisa menjanjikan itu."


Dirga mengerti, anaknya ini memang cukup sibuk dan memiliki dunianya sendiri, dia tak bisa memaksakan anaknya untuk harus terus menuruti permintaannya. Selain karena Kyra sudah besar dan sudah bisa memutuskan sendiri, Dirga juga tidak ingin terlihat seperti ayah yang begitu mengekang putrinya. Dirga tidak ingin memperburuk hubungannya dan Kyra.


"Papi sudah minum obatnya? Aku antar ke kamar, ya! Papi harus banyak istirahat," ujar Kyra kemudian membantu Dirga untuk berdiri dan berjalan ke kamarnya.


Diam-diam Sandra dan Inggrid melihat itu, mereka tak benar-benar pergi ke kamar masing-masing, melainkan mengumpat di balik dinding pembatas. Keduanya kesal karena selalu merasa jika Kyra hanya cari muka di depan papi kandungnya. Mereka sangat iri dengan apa yang Kyra miliki. Selain karena Kyra selalu diutamakan oleh Dirga, pun rupa fisiknya yang nyaris sempurna membuat kedua perempuan ini merasa insecure sehingga selalu iri dan dengki dengan apa yang ada dalam diri Kyra.


Padahal, jika mereka mencintai diri mereka sendiri, dan berdamai dengan apa yang ada, tak akan ada penyakit hati yang membuat kondisi kian pekik ini.

__ADS_1


Setelah mengantar Papi, Kyra menelepon pelayannya menggunakan nomor telepon baru, Kyra akan mengabarkan jika dirinya semalam menginap di rumah papinya.


"Mereka pasti mengkhawatirkanku," gumam Kyra.


__ADS_2